Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Rasa Sakit Lianhua


__ADS_3

"Gawat! Kekuatanku sudah hampir habis. Bagaimana caranya menghentikan semua ini?" Huaxia Nushen bingung, apa yang harus dilakukan.


"Aku akan menggunakan seluruh kekuatanku. Kitab Dewi Lotus, bantulah kami dari bencana ini." Lianhua memejamkan matanya. Lalu memikirkan suatu cara.


"Apa yang akan kita lakukan? Kita tidak punya banyak waktu." Huo Feng Huang pun masih bingung apa yang harus dia lakukan. Lari pun percuma, bertahan juga mustahil. Yang ada hanya kematian yang datang.


"Kita masih punya waktu. Tolong bantu aku untuk membakar tanah," pinta Lianhua. Dengan kecepatan sangat tinggi, ia mengaduk tanah dan mencampurnya dengan air. Setelahnya menjadi lumpur untuk menyelimuti tubuh Shie Feng Hao.


Huo Feng Huang tidak mengerti apa yang dimaksud Lianhua. Namun ia membakar lumpur yang telah menyelimuti iblis berwajah merah itu. Ia membakar semakin panas sehingga gumpalan lumpur itu mengeras.


"Mohon masukan es yang banyak ke dalam," pinta Lianhua. Ia menatap ke arah Huaxia Nushen. Orang yang baru pertama kali bertemu tapi ada perasaan yang tidak asing. Ia yakin, dengan es yang dikeluarkan oleh orang itu, dapat membekukan proses penghancuran.


Melihat putrinya meminta tolong padanya, Huaxia tersenyum lebar. Ia langsung membuat lotus es dan mengarahkan ke lumpur yang telah mengeras. Selanjutnya Lianhua membuat lubang besar pada bola lumpur itu.


"Masukan ke dalam!" pinta Lianhua dengan tegas. "Aku akan mencoba menghentikan penghancuran diri dia dengan sekuat tenaga."


'Siapa sangka, putriku bisa langsung berpikir dengan cepat. Putriku yang cantik ini sudah semakin dewasa dan pintar. Syukurlah dia menjadi Dewi yang baik seperti ibunya.'


Huaxia Nushen tidak menyesali memiliki seorang putri seperti Lianhua. Bahkan jika dia membencinya suatu hari nanti, ia akan tetap senang. Ia telah melepaskan sebagian lagi kekuatannya yang tersisa. Kini ia sudah tidak memiliki energi spiritual sama sekali. Membuatnya tidak sadarkan diri sambil tersenyum.


Hua Tianzhi hanya bisa menangisi apa yang terjadi. Ia tidak menyalahkan Lianhua yang meminta Huaxia mengeluarkan sisa kekuatannya. Namun ia menyayangkan dirinya tidak bisa berbuat apapun. Disaat seperti ini, ia hanya bisa membawa suaminya yang tidak tahu hidup atau mati.

__ADS_1


"Ini akan segera berakhir. Kau tidak boleh mati sebelum melihat putri kita menikah. Kau tidak boleh mati, huhuhu." Hua Tianzhi memeluk Huaxia Nushen sambil membawanya menjauh. Pergi ke suatu bukit yang jauh dari Lianhua dan Huo Feng Huang.


"Sepertinya aku pernah melihat orang itu. Tapi aku lupa di mana. Dan siapa dia sebenarnya? Mengapa bersama ibumu, Lianhua?"


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya kami memiliki hubungan dekat. Sakit. Mengapa hatiku sakit sekali?" Lianhua menekan dadanya yang terasa sakit. Memejamkan matanya yang keluar air mata.


Tanpa tahu dan tanpa sadar, Lianhua telah menangis. Ia tidak tahu mengapa tapi berhubungan dengan orang yang telah menolongnya. Dan lagi, mengapa ia bersama Hua Tianzhi, ibunya. Apa hubungan keduanya? Dan apa yang mereka lakukan? Dan mengapa mereka malah pergi, disaat pertanyaan-pertanyaan itu di kepala Lianhua?


"Hey, kenapa kamu menangis? Apa yang membuatmu menangis? Kau sakit? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa menyembuhkan penyakit. Tolong beritahu, apa yang harus aku lakukan? Jangan buat aku khawatir."


Huo Feng Huang merasa panik karena Lianhua menangis kesakitan. Ia bingung harus berbuat apa untuk meredakan rasa sakit itu. Namun ia masih ada satu masalah yang harus dilakukan.


"Kamu tunggu aku di sini. Aku harus membereskan ini dulu. Jika tidak, kita mungkin akan mati." Huo Feng Huang meletakan Lianhua. Setelah itu ia terbang dan mengangkat bola raksasa yang dibuat Lianhua.


Dengan sekuat tenaga, Huo Feng Huang melemparkan bola raksasa itu ke langit. Ia memastikan tidak akan meledak di sekitarnya. Jika meledak di langit, bisa mengurangi jumlah korban.


"Ah-ah ... kekuatanku juga sudah terkuras habis. Tidak disangka ini membuatku kehabisan stamina. Selanjutnya, bagaimana menangani Lianhua."


Tanpa banyak berpikir, Huo Feng Huang membawa Lianhua yang sedang kesakitan itu dengan mengangkatnya di depan. Membawanya meninggalkan bukit dan membiarkan orang-orang itu dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Aku tidak tahu harus melakukan apa. Tapi semoga saja gadis itu bisa menyelamatkanmu. Aku bingung, Lianhua. Mengapa kamu sampai kesakitan seperti ini." Huo Feng Huang menatap Lianhua dengan sedih. Tapi tidak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


Dari langit, terdengar letusan dahsyat. Membuat bumi bergetar dan angin kencang tiba-tiba membuat banyak pohon dan rumah roboh. Itu berasal dari Shie Feng Hao yang meledak setelah berada di dalam bola lumpur raksasa.


Efek pembeku tidak bertahan lama. Untung saja Huo Feng Huang sempat melemparkannya ke langit. Sehingga masih ada kesempatan untuk hidup. Jika saja mereka terkena ledakannya secara langsung, bukan hanya rumah dan tanaman yang roboh. Namun bisa menghancurkan satu daratan.


Meskipun tidak menimbulkan banyak korban jiwa, banyak yang kehilangan rumah. Karena atap rumah dan banyak pohon terbang. Hawa panas hingga membuat tubuh berkeringat, semua makhluk merasakannya.


Orang-orang berlarian dan hewan-hewan berhamburan. Entah lari ke mana, mereka hanya ingin menyelamatkan diri. Angin besar dan gempa itu terjadi hanya beberapa saat. Namun bisa membuat semua orang panik.


Hujan abu langsung turun ke bukit dan area sekitar. Bahkan ada yang sampai ke kota lain. Berhamburan terhempas angin. Itu adalah campuran dari berbagai material yang meledak. Dari mulai tanah, api, es dan tubuh Shie Feng Hao yang telah hancur lebur. Terbakar dan membeku secara bersamaan.


Huo Feng Huang tidak peduli dengan yang terjadi pada dunia. Namun ia yakin, tidak akan banyak korban mati. Karena itu hanya bersifat sementara. Hal yang perlu ia lakukan adalah mencari Li Ning. Siapa tahu bisa menyembuhkan penyakit Lianhua yang tiba-tiba.


"Seharusnya rumah gadis tabib itu di sini, bukan? Ternyata rumahnya hancur juga. Di mana orangnya sekarang?" Huo Feng Huang mencari Li Ning yang entah di mana. Ia turun ke rumah yang telah roboh itu.


Sebenarnya rumah Li Ning adalah rumah yang paling dekat dengan bukit. Namun keadaannya tidak terlalu parah dibandingkan dengan rumah lainnya. Rumah sang tabib cukup kuat menahan angin besar. Meski penampilannya terlihat kurang baik.


"Akhirnya aku menemukannya. Aku tidak tahu, apakah dia bisa mengobatimu atau tidak. Semoga saja bisa. Aku tidak mau melihatmu seperti ini."


Huo Feng Huang membawa Lianhua ke rumah Li Ning. Sang tabib sedang dalam ketakutan. Ia hanya seorang diri di rumah itu. Sehingga bersembunyi di bawah meja.


"Anginnya sudah berhenti. Cepatlah keluar dan periksa keadaannya!" Huo Feng Huang langsung membaringkan Lianhua ke atas ranjang.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengannya?" Li Ning segera keluar dari persembunyiannya. Berlari menghampiri Lianhua dan memeriksa nadinya.


***


__ADS_2