Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kedatangan Dewa Klan Burung


__ADS_3

"Apa kau sudah cari tahu? Ini sungguh membuatku kesal! Bagaimana Huo Feng Huang bisa kabur? Kenapa Kaisar Langit tidak menangkapnya kembali? Bagaimana kita membalaskan dendam ayahmu?"


"Ibu ... aku akan ke alam manusia untuk membunuhnya. Sekarang aku sudah menjadi pemimpin kurator. Jadi aku yang bertanggung jawab menyimpan dan membuat artefak langit. Kita bisa membawa beberapa artefak untuk membunuhnya."


"Kalau begitu, kau berangkat secepatnya! Dan bawalah klan burung kita untuk berjaga-jaga."


"Aku akan berangkat sekarang juga. Mohon ibu mengizinkanku membawa beberapa dewa yang aku perlukan. Hanya dua yang aku minta."


"Kau bawa siapapun yang kamu sukai. Ibu akan mengurus di istana ini. Kau berangkatlah bersama siapapun yang kamu ingin." Jin Kongque membiarkan putrinya berbuat sesukanya. Karena ia juga berharap tidak ada saingan lagi. Selanjutnya giliran menguasai alam langit. Hanya menunggu waktu untuk mendapatkannya.


Long Kongque sangat yakin dapat membunuh Huo Feng Huang. Apalagi dengan keadaannya sekarang, sangat menguntungkan baginya. Sang Raja Iblis tidak memiliki kekuatan penuhnya. Dan kemungkinan telah kehilangan ingatan juga.


Meski tidak memakai artefak langit sekalipun, dengan mudah bisa membunuh dewa yang kehilangan hampir seluruh kultivasinya. Karena roh-rohnya telah tersebar di penjuru tiga alam.


Jin Kongque pun bangga memiliki seorang putri yang berpikir cerdas. Selama ia bisa membunuh musuhnya, maka akan berhasil. Sekarang ia sudah mencapai keinginannya menduduki posisi ratu burung merak. Bahkan menjadi ratu bagi seluruh dewa burung.


Dengan posisi tertinggi, Dewi Merak telah membuat peraturan ketat. Setiap yang melanggar peraturannya, akan mendapatkan hukuman berat. Bahkan ia juga akan menghilangkan basis kultivasi dengan menghisapnya sampai habis.


Saat ini posisi tertinggi kultivasi di alam langit, Jin Kongque berada di sepuluh deretan besar. Bahkan mengklaim sebagai seorang dewi yang memiliki kultivasi tertinggi. Selama puluhan ribu tahun lamanya, telah mengumpulkan beberapa artefak dan berbagai harta berharga. Mulai dari mustika siluman, buah langit langka sampai inti roh dewa dan dewi yang diserapnya.


Di alam langit tidak ada yang pernah menggunakan metode menyerap kultivasi makhluk lain. Karena itu disebut juga dengan jalan kultivasi iblis. Bahkan dampaknya bisa membahayakan pelaku kultivator tersebut.

__ADS_1


***


"Kalian ikut denganku untuk membunuh raja iblis. Pastikan jangan sampai ketahuan prajurit langit atau Kaisar Langit." Long Kongque mengumpulkan beberapa teman dewanya dari klan burung. Hendak berangkat ke alam manusia untuk membunuh Huo Feng Huang.


"Baiklah ... kami juga ingin memastikan kematian Huo Feng Huang. Kami mendapat keberuntungan untuk membunuh dewa sialan itu, merupakan suatu kesempatan emas."


"Zhuque Shen, aku senang kamu mengatakan itu. Kita akan segera pergi. Apakah kalian sudah siap?" tanya Long Kongque dengan semangat menggebu.


Meski Long Kongque tidak terlalu dekat dengan kedua dewa di hadapannya, ia yakin dengan secepatnya menemukan musuh dari ayahnya. Dewa Kelelawar dan Dewa Vermilion sudah ia ajak. Saatnya menuju ke alam manusia untuk mencari keberadaan Huo Feng Huang.


Klan Burung Dewa memiliki banyak jenis. Kesemuanya memiliki kemampuan terbang yang diakui penduduk langit. Setiap dari mereka, memiliki kemampuan masing-masing. Seperti burung di alam manusia, klan burung di alam langit pun memilih kemampuannya masing-masing. Namun yang paling utama dari mereka adalah kemauan terbangnya.


Tujuan Long Kongque mengajak dua dewa burung sesuai pilihannya, karena keduanya cukup berguna. Zhuque Shen merupakan Dewa Vermilion. Memiliki kemampuan terbang yang cepat dan yang kekuatannya mendekati klan Burung Feniks.


Setelah terbang dari alam langit ke alam manusia, Long Kongque mengambil artefak langit untuk mengetahui lokasi di mana Huo Feng Huang berada. Benar saja, dengan artefak pencari jiwa, ia bisa mencari jiwa sang raja iblis. Setelah sebelumnya ia sudah menangkap serpihan jiwa Huo Feng Huang ke dalam artefak tersebut.


"Kita ikuti asap ini terbang. Karena dengan ini, kita tidak perlu mencari lama. Mungkin dia sudah dekat tempat ini. Jadi, ikuti saya." Long Kongque terbang dengan kecepatan penuh membawa Artefak Pencari Jiwa.


"Hehehe. Artefak langit itu sangat berguna sekali. Dengan adanya benda itu, kita tidak perlu repot-repot mencari. Kita hanya datangi tempat yang ditunjukan asap itu, bukan?" Bianfu Shen merasa tidak ada salahnya menggunakan harta langit. Karena mempermudah pekerjaan.


Setelah mengikuti petunjuk asap yang keluar dari Artefak Pencari Jiwa, tibalah di suatu bukit. Tempat di mana raja iblis dihukum selama seribu tahun. Namun bebas oleh seseorang yang bisa memojokan Jin Shi Shen.

__ADS_1


"Lianhua? Apakah dia Lianhua? Bagaimana ia bisa bersama Feng Huang? Bukankah seharusnya dia belum lahir? Apa aku salah melihat?"


Long Kongque diliputi rasa tidak percaya. Bisa melihat Dewi Bunga Lotus yang paling dibencinya. Bagaimanapun juga, jika masuk ke kolam kelupaan, akan bereinkarnasi masuk ke dalam kandungan seseorang.


Bukan hanya bisa masuk ke dalam kandungan manusia, ada juga seorang dewa yang setelah masuk ke kolam kelupaan, diturunkan ke alam manusia. Namun masuk ke dalam kandungan hewan. Membuat jiwa dewa atau dewi itu terjebak dalam tubuh hewan. Jika melakukan kultivasi hewan itu bisa menjadi siluman.


Dalam sejarahnya, tidak ada yang terlahir di alam manusia langsung memilki tubuh seperti yang ada di alam langit. Meski demikian, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memiliki wajah dan tubuh yang sama.


"Apakah ibu ada di tempat ini? Terakhir kali, apa kamu sudah memastikan keberadaan ibu? Di mana dia sekarang?" Lianhua tengah dihadapkan dengan masalah hilangnya sang ibu, Hua Tianzhi.


Sudah seharian mereka berada di atas bukit mencari keberadaan wanita yang baik dan juga cantik. Setidaknya itu yang di pikiran gadis itu. Sementara Huo Feng Huang sudah merasakan kehadiran ketiga pengganggu.


"Sepertinya kita sedang diawasi dari jauh. Ada tiga orang yang mengawasi kita dari satu arah. Lianhua, kita harus waspada. Apakah kau siap untuk pertarungan? Bisakah kamu membela dirimu sendiri? Kalau tidak, kau bisa pergi secepatnya. Sementara aku–"


"Apa? Kenapa kamu berhenti berbicara?" potong Lianhua karena perkataan Huo Feng Huang tidak lengkap dan berhenti begitu saja.


"Tidak apa-apa. Tapi sepertinya aku merasakan sesuatu yang sedang kutunggu-tunggu. Kemungkinan kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga." Feng Huang bisa merasakan kepingan jiwanya semakin dekat. Itu membuktikan adanya Artefak Pencari Jiwa.


Dengan adanya Artefak Pencari Jiwa, kemungkinan mendapatkan kembali jiwanya semakin besar. Kesempatan itu tidak akan disia-siakan oleh pria itu. Dengan menunggu momen tepat untuk merebut artefak langit yang dibutuhkan saat ini.


"Ada yang datang. Awas!" teriak Feng Huang menarik Lianhua di dekatnya. Karena tiba-tiba ada serangan yang ditunjukan kepada gadis itu.

__ADS_1


Senjata yang dilemparkan terbuat dari bulu burung merak. Bisa digunakan sebagai senjata yang dilemparkan dan akan meledak jika mengenai sesuatu. Untungnya mereka bisa lolos dari serangan. Sehingga hanya mengenai batu di belakang. Membuat batu tersebut meledak dengan dahsyat.


***


__ADS_2