
Mendengar ucapan Lianhua, membuat Meighui Yinxing tertawa. Tidak mungkin ada orang yang bisa tidur di air sekalipun. Kecuali jika itu seekor ikan yang memang hidupnya di dalam air.
"Haihihihi ... kamu sangat lucu, Lianhua. Bagaimana mungkin bisa tidur di air? Apakah kau seekor ikan?" Meighui Yinxing masih terus tertawa akibat perkataan Lianhua itu.
"Tidak, Nyonya. Aku hanya becanda saja, hehehe. Tapi aku tidak pernah memilih tempat untuk tidur. Bahkan pernah tidur di hutan dengan keadaan hujan. Jadi tidak masalah jika bermalam di sini. Ini tempatnya malah lebih baik."
"Kalau begitu, kita bisa tidur tenang malam ini. Kau istirahat di dalam, aku akan ada urusan malam ini."
"Iya, Nyonya. Aku akan tidur dengan tenang malam ini." Lianhua pun meninggalkan nyonya Yin sendiri. Karena sebentar lagi turun hujan, ia harus secepatnya masuk ke kamar. Namun ia bingung harus pergi ke mana.
"Nona, ada yang perlu kami bantu? Ohh, apakah nona ini datang bersama rombongan nyonya Yin? Maksudku, Nona Lianhua, bukan?" tanya seorang pelayan wanita dengan sopan.
"Kami diminta untuk melayani rombongan nyonya Yin. Sebelumnya ada pria yang mengatakan akan datangnya rombongan ke tempat ini. Silahkan ikut bersamaku," imbuh wanita lain yang juga pelayan penginapan.
"Terima kasih ... mohon tunjukan jalannya." Lianhua dengan senang hati mengikuti dua wanita yang berjalan di depannya.
Meighui Yinxing membiarkan Lianhua masuk ke kamar. Sementara dirinya ingin mencari orang sebagai korbannya. Membiarkan pelayan penginapan untuk menemaninya.
"Kita mulai malam ini. Dan pastikan tidak ada yang mencurigai kita. Apalagi di kota ini terkenal dengan pemburu siluman. Kalian harus berhati-hati."
"Kami akan mengingat ucapan Nyonya. Kalau begitu, kami segera menjalankan tugas. Ayo semua, kita lakukan di kota ini."
__ADS_1
Setelah kepergian mereka, Lianhua masuk ke dalam kamar seorang diri. Ini saatnya ia meneruskan berlatih Kitab Dewi Lotus. Karena takut ada yang mengganggu, ia menggunakan metode yang berbeda dari sebelumnya. Ia mengunci pintu lalu membuat tiruan dirinya tidur di tempat tidur.
Setelah menguasai elemen dasar, ia bisa merubahnya menjadi bentuk manusia. Maka ia sudah menguasai Kitab Dewi Lotus tingkat kedua. Namun ia baru bisa menguasai elemen tanah karena itu adalah elemen pertama yang ia dapat.
Setelah membuat tiruan dirinya dengan tanah, membaringkan di tempat tidur, selanjutnya ia masuk ke dalam tanah. Di dalam tanah itu, ia bersembunyi dan menyisakan lubang kecil untuk bernafas.
"Semoga dengan ini, tidak ada yang mencurigaiku." Langkah selanjutnya ia duduk bersila dan mulai masuk ke alam bawah sadar.
Di dalam alam bawah sadar, masih ada kelopak bunga lotus yang mengeluarkan kekuatan air dan api. Bahkan keduanya sudah memiliki bentuk fisik. Kelopak bunga lotus berelemen api, mengeluarkan api berbentuk singa besar. Dengan api merah yang mengelilingi tubuhnya.
Sementara kelopak bunga lotus berelemen air, mengeluarkan hiu yang besar. Berenang di udara dengan cepat dan bebas. Keduanya menyerang Lianhua secara gantian.
Singa Api menyemburkan api dari mulutnya. Mengarahkan serangan ke arah Lianhua. Sementara Hiu Air juga melakukan hal yang sama. Siripnya bisa lepas dan melesat ke arah gadis itu. Sekali lagi Lianhua hanya bisa mengelak. Meski ia tergores oleh sirip hiu yang bisa lepas dan tumbuh kembali.
"Untuk menghadapi air, kita gunakan serangan udara. Sementara serangan api, kita gunakan tanah. Akan ku coba ini dulu."
Lianhua membuat perisai dari tanah untuk melindungi diri dari api. Sementara pisau angin digunakan untuk menangkis serangan sirip hiu. Ia harus menahan dua serangan sekaligus untuk bertahan. Namun ia harus berpikir untuk mendekati dua kelopak yang masih belum dikuasai olehnya.
"Untuk bisa menggerakkan singa api, ini merupakan ketrampilan Kitab Dewi Lotus tingkat ke tiga. Mengapa harus menghadapi semua ini? Aku belum menguasai di tingkat ke tiga. Mungkin setelah aku mendapatkan salah satu dari kekuatan itu, aku harus menghadapi yang tingkat empat. Ini sungguh menyulitkan."
Lianhua sadar kalau dirinya tidak bisa terburu-buru melakukannya. Jika ingin menghadapi dua elemen lainnya, ia harus menguasai Kitab Dewi Lotus tingkat tiga bahkan tingkat empat. Sementara dirinya hanya baru bisa menguasai ketrampilan tingkat ke dua.
__ADS_1
"Tidak ada jalan lain. Harus menghadapi satu dahulu. Setelah ini, harus berlatih sampai tingkat tiga atau empat. Seharusnya bisa mengambil salah satunya. Yang mana yang harus kuambil?"
Tidak peduli yang mana harus diambil terlebih dahulu. Ia harus segera melakukannya secepat mungkin. Sebelum ada orang yang masuk ke dalam kamar. Atau jika ada orang yang mencarinya. Terutama Meighui yang bisa sewaktu-waktu datang menemuinya.
Dengan cepat, Lianhua melewati kedua bentuk elemen yang menyerangnya. Ia juga membuat pisau angin di tangan kanannya. Lalu sebuah perisai dari tanah di tangan kirinya. Lalu ia menangkis setiap serangan sirip hiu dengan pisau angin miliknya. Sementara senjata api yang panas membara, ia tangkis dengan perisai tanah. Sehingga serangan tidak mengenai tubuhnya.
Gadis itu berlari dan melompat ke udara. Lalu ia melempar pisau angin ke arah hiu air. Sementara untuk singa api, ia melemparkan kurungan besar dari tanah. Sekaligus membuat serangan dengan petir yang menggelegar. Namun ia tidak bisa mengendalikan kekuatan petir miliknya. Sehingga ia terlempar ke arah kelopak lotus.
Entah keberuntungan atau apa, ia langsung menyadari sudah berada di tempat yang dituju. Ia langsung menyentuh salah satu kelopak yang memiliki kekuatan air. Berteriak menahan kekuatan air besar yang masuk ke dalam dirinya.
Karena tidak bisa menahan kekuatan besar dalam dirinya, ia langsung ambruk. Nafasnya lemah dan jantung terus memompa darahnya dengan cepat. Sekarang ia sudah memiliki empat elemen dan tinggal satu lagi. Ia tidak tahu, bagaimana menghadapinya nanti. Tapi tidak bisa dilanjutkan dengan cepat.
"Ahhh ... hehhh ..." desah Lianhua. Ia menghirup udara untuk bernafas karena sudah kembali ke alam sadarnya. Tapi ia masih berada di dalam tanah. Ingin ke atas tapi ia tidak bisa melakukannya. Karena masih terlalu lemah.
Sementara di atas, dua orang sedang mengintai kamar Lianhua. Mereka adalah sekelompok bandit yang melihat kecantikan gadis itu. Dan ingin menculik untuk dijadikan wanita penghibur. Namun sungguh sayang, yang mereka bawa adalah tiruan Lianhua yang terbuat dari tanah.
"Kita harus cepat sebelum gadis manis ini berteriak. Kita harus membuatnya pingsan terlebih dahulu. Dengan asap itu, dia akan tak sadarkan diri selama setengah hari," ungkap salah seorang pria tinggi besar yang berniat menculik Lianhua.
"Cepat lakukan, bodoh! Kalau hanya bicara, kapan kita menangkapnya?" kesal temannya yang tidak sabar untuk menyelamatkan tugas dari atasan.
***
__ADS_1