Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Siluman Ular Api


__ADS_3

Hong Xiao tidak merasa Feng Huang ketakutan setelah melihat ibunya. Padahal semua orang akan lari jika melihat wujud itu. Bahkan dia sendiri pun awalnya sangat takut dan ingin membunuh wanita itu. Namun pada akhirnya menyadari, ibunya tidak akan berbuat jahat pada siapapun. Ini adalah kali pertama, ada orang yang benar-benar tidak takut pada wanita itu.


"Hei anak muda, apakah kau tidak takut melihatku?" tanya wanita yang penuh dengan warna biru kehitaman. Wajahnya hampir sama seperti Huo Feng Huang saat baru menyerap Mustika Naga Kuno.


"Ah, tidak. Mungkin aku sudah terlalu lelah untuk merasa takut," balas Feng Huang l3mah. Ia menatap wanita berwajah seram itu dengan biasa saja. Tidak ada rasa terkejut atau takut.


"Ini pertama kalinya ... pertama kali ada orang yang tidak takut pada ibuku." Hong Xiao membawa masuk Feng Huang dan membaringkannya di tempat tidur.


Tubuh Feng Huang memang lelah karena perjalanan begitu panjang. Namun semua itu terbayarkan pada akhirnya. Bisa hidup dan diselamatkan oleh orang lain, sudah merupakan keberuntungan baginya.


Sementara wanita yang berwajah menyeramkan itu membuat makanan dan rebusan obat agar stamina Huo Feng Huang kembali pulih. Dan Hong Xiao membawa pakaian ganti untuk Feng Huang. Kebetulan ukuran pakaian mereka sama karena tingginya pun hampir sama.


"Kau pakailah pakaianku dahulu. Setelah ini, kau bisa istirahat dulu. Aku akan ambilkan makanan dan obat untukmu." Hong Xiao meletakan pakaiannya di samping Feng Huang. Karena ia yakin pria itu bisa melakukannya sendiri.


Huo Feng Huang bangkit dari tempat tidur dan melepas pakaiannya sambil duduk. "Terima kasih sudah menolongku. Aku tidak tahu, apa yang bisa kulakukan untukmu. Mungkin dengan membantu beberapa hal."


"Ah, tidak masalah bagiku. Kau cukup ganti pakaianmu dan biarkan tubuhmu istirahat. Beberapa hari ini cuaca sangat panas. Mungkin hari ini akan ada siluman yang datang. Kau tahu, siluman ular api sangat menyukai udara panas. Mereka menyerang penduduk dengan kejam. Maka kau harus lari dari desa ini segera. Mungkin besok dia akan datang lagi. Karena sudah membawa seseorang barusan."


"Siluman ular api, yah?" Wajah Feng Huang tidak terkejut lagi. Ia memakai pakaian yang diberikan oleh Hong Xiao. Ia berpikir siluman itu berbentuk ular yang bisa mengendalikan api.

__ADS_1


"Kau tidak terkejut lagi? Apakah kau sudah terbiasa melihat yang tidak wajar? Akhir-akhir ini memang terjadi hal seperti itu. Tidak tahu mereka datang dari mana. Kami hanya melawan dengan kekuatan lemah kami. Oh, aku terlalu banyak bicara. Seharusnya aku mengambil makanan untukmu. Sampai jumpa."


Hong Xiao meninggalkan kamar dan berpikir tentang Feng Huang yang bahkan tidak kaget dengan kejadian aneh di tempat itu. Padahal ia sendiri merasa aneh dan takut karena membayangkan wujud siluman ular api itu. Dengan wajah berwarna merah kehitaman dan api bisa disemburkan dari mulutnya.


"Orang ini sangat aneh. Bukan seperti orang yang pertama kali melihat siluman, bukan? Apa di tempatnya juga ada sesuatu seperti ini?" Hong Xiao menggeleng pelan. Lalu melanjutkan ke dapur untuk melihat makanan.


"Hong'er. Buburnya sudah hampir matang. Kamu tunggu saja di situ. Kurasa teman baruku cukup baik. Dia tidak memandangku dengan rasa takut. Aku ingat, dia bahkan seperti orang biasa melihat hal-hal aneh ini. Mungkin dia bisa menolong kita?"


Hong Xiao tidak habis pikir dengan yang dikatakan wanita itu sama dengan yang ada di pikirkannya. Bisa jadi, pemuda itu lari dari siluman yang mengejar dan ingin memakannya. Tapi untuk membantu mereka, rasanya mustahil.


"Kita tidak bisa menilai orang terlalu hebat, Ibu. Bagaimanapun juga, dia manusia biasa seperti kita. Bagaimana bisa menolong kita semua? Jika dia pemburu siluman, akan lebih mudah. Tapi kita tidak tahu menahu tentang orang itu."


Wanita itu menggeleng pelan dan mendesah kecil. Bagaimana mungkin pikirkannya menjadi kacau karena terlalu berharap lebih? Dia bahkan tidak berpikir pria itu juga sedang melarikan diri dari para siluman.


"Kau angkat bubur itu dan antarkan padanya. Ibu akan memasak lagi untuk kita makan. Dan obatnya akan ibu siapkan segera."


"Baiklah, Bu. Kalau begitu, aku antarkan ini padanya." Hong Xiao mengangkat bubur yang dimasak di tungku. Setelah itu, ia pun memasukannya ke dalam mangkok. Lalu membawanya untuk diberikan Huo Feng Huang.


Feng Huang memejamkan mata dan bermeditasi. Duduk bersila dan merasakan energinya kembali pulih. Dengan aura merah masuk ke dalam dirinya melalui dantian.

__ADS_1


Hong Xiao yang melihat apa yang dilakukan oleh Feng Huang. Ia bahkan tidak menyangka akan adanya seorang praktisi di depan matanya. Ia mendengar, para praktisi bela diri bisa mengalirkan energi qi dalam dirinya dan mengatur sebagai penyembuhan atau menambah kekuatan.


"Ternyata aku menyelamatkan seorang ahli bela diri. Mungkin aku bisa meminta bantuan padanya? Tapi bagaimana mengatakannya?" gumam Hong Xiao. Namun ia tidak tahu, kekuatannya mampu atau tidak untuk mengalahkan para siluman yang jumlahnya belasan.


"Hehh, aku akan membantumu dan penduduk di sini. Kurasa aku bisa mengalahkan siluman-siluman itu. Meski belum tahu mereka seperti apa. Jadi, bisa kau ceritakan padaku?"


Jika ada harapan sedikit saja, sudah cukup baginya. Karena tidak mungkin bisa mengalahkan para siluman ular api tanpa harapan.


"Kurasa kau tidak memerlukan obat lagi. Tapi kurasa harus tetap makan. Cobalah bubur ini," ucap Hong Xiao meletakan bubur di meja.


"Terima kasih atas pertolongannya. Kurasa kau dan ibumu adalah orang baik. Mungkin saja aku bisa mencoba untuk menyembuhkan ibumu," kata Feng Huang meski ada sedikit keraguan. Tapi ia akan bertanya nanti pada wujud Mustika Naga Kuno.


"Terima kasih atas niat baiknya. Kalau begitu, akan ku ceritakan tentang siluman ular api. Mungkin tidak ada yang menyangka, siluman ular api datang dengan membawa pasukannya yang berjumlah belasan. Setiap hari akan mengambil satu orang yang dipilih oleh pemimpin mereka. Entah itu pria atau wanita, mereka dibawa dan bahkan ada yang dibunuh di depan kami ...."


Jumlah korban terus berjatuhan setiap harinya. Kedatangan siluman ular api menimbulkan aura panas di sekitar desa. Desa di pesisir pantai itu sudah termakan rumor bahwa semua terjadi akibat ulah Song Li Wei. Wanita yang telah menemukan sebuah mustika dari dalam laut saat bekerja sebagai nelayan.


Song Li Wei menganggap Mustika Naga Kuno bisa dijual atau dipakai sebagai perhiasan. Ia malah sengaja menelan mustika tersebut karena ada yang ingin dirampas oleh seseorang. Akibatnya, wajahnya berubah menjadi biru kehitaman dan memiliki sepasang tanduk. Itu juga yang orang-orang pikir kedatangan para siluman terkait dengan hal itu.


Meski para siluman ular api tidak ada hubungannya sama sekali dengan Mustika Naga Kuno. Karena kedatangan mereka adalah untuk mencapai keabadian dengan memakan jiwa manusia. Mereka akan memakan manusia setiap satu bulan dua kali. Itulah mengapa mereka hanya akan mengambil satu orang setiap harinya. Karena jumlah mereka yang cukup hanya makan satu untuk dua minggu. Terkadang mereka juga tidak datang atau bisa membawa dua sampai empat orang untuk dimakan. Karena tidak menentu kedatangan mereka, tapi setiap mereka ada di desa pesisir, udara akan terasa panas menyengat.

__ADS_1


***


__ADS_2