
Untuk menghindari pertarungan, Lianhua telah meninggalkan mereka. Bersembunyi di tempat yang jauh. Jika ia terlibat pertarungan, kemungkinan menang tidaklah mungkin. Harus mengukur kekuatannya sendiri. Bagaimana mungkin bisa menghadapi mereka semua? Namun yang dikhawatirkan oleh Lianhua adalah dua pemburu siluman. Maka ia seharusnya membantu mereka.
"Aku harus membantu mereka tanpa mereka harus tahu." Lianhua membuat sebuah pisau dari udara. Itu memiliki bentuk yang transparan. Sehingga sulit untuk dilihat secara langsung.
Untuk membuat pisau dari angin, membutuhkan latihan yang lama. Meski mengetahui teorinya, sekarang ia hanya bisa membuat beberapa pisau transparan.
Lianhua sendiri tidak ahli dalam bertarung. Meskipun ada gerakan-gerakan yang bisa dijadikan jurusnya. Namun kemampuan bertarung jarak dekat tidak pernah ia asah. Ia takut hanya akan melukai diri. Yang ia lakukan adalah mengubah bentuk empat elemen yang ia kuasai.
Setelah membuat pisau angin, Lianhua mengalirkan energi petir ke dalamnya. Itu akan membuatnya lebih efektif. Ia juga memanfaatkan asap yang tercipta karena benturan kekuatan besar Meighui Yinxing melawan Shie Feng Hao.
Dentuman demi dentuman terdengar keras, pertempuran Meighui Yinxing melawan Shie Feng Hao. Keduanya mengeluarkan kekuatan besar. Daya serang keduanya tak terelakan, menghancurkan rumah dan bangunan dengan jarak dekat.
"Kau tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan. Sudahlah kau berpikir, semua yang kau lakukan akan sia!" Meighui Yinxing tersenyum penuh arti. Ia membalikan tangannya lalu keluar bunga mawar dengan jumlah banyak.
"Ooh ... ternyata siluman bunga mawar? Tidak kusangka, berkultivasi sampai setingkat ini." Shie Feng Hao berkata dengan lirih. Ia mengeluarkan api besar dari kedua tangannya.
"Yoo ... ku kira ... siapa. Ternyata. Sepertinya akan kesusahan melawanmu. Api yang begitu murni. Hanya ada dua makhluk di tiga alam yang memiliki api murni seperti itu. Api dari dewa naga dan api dewa Feniks," terang Meighui Yinxing.
Shie Feng Hao menghempaskan api ke arah Meighui Yinxing. Tentu saja siluman bunga bunga itu harus menghindari serangan. Ia tidak bisa lengah begitu saja karena merasa kultivasi dan pengalamannya lebih tinggi. Ia tidak diuntungkan dalam pertarungan itu.
"Ada apa? Mau lari, setelah melihat api ini? Hahaha! Kau cukup cerdik juga, wanita siluman!" Shie Feng Hao tertawa senang karena mengira lawannya akan lari dari pertarungan.
__ADS_1
"Oh, yoyoyo ... tidak mudah bagiku menghadapinya. Tapi tidak ada salahnya kan, aku lari dari sini, hahaha!" Meighui Yinxing terbang ke arah yang jauh. Namun ia menyebarkan serbuk bunga di sepanjang jalan.
Wanita itu yakin akan dikejar. Namun ia juga tidak hanya lari begitu saja, tanpa memikirkan rencana. Ia membiarkan dirinya diikuti oleh Shie Feng Hao. Selain menjauhkan diri dari iblis berwajah merah itu, siluman bunga mawar sudah menyiapkan jebakan. Dengan serbuk bunganya, ia akan menghisap energi kehidupannya.
"Sialan! Ternyata kau licik juga, wanita siluman. Energi kehidupanku dihisap begini. Maka kau harus membayarnya, hiyaaa!" Shie Feng Hao mengeluarkan api dari sekujur tubuhnya untuk menghancurkan serbuk bunga yang menghisap energi kehidupannya.
"Kurang ajar! Ternyata masih sulit menghadapinya. Aku harus mencari cara lain. Kenapa harus menghadapi api dewa Feniks? Meski dia sekarang jadi iblis!" kesal Meighui Yinxing. Ia melarikan diri agar tidak tertangkap oleh iblis berwajah merah.
***
Di tempat lain, pertarungan penangkap siluman dan dua siluman masih berlangsung. Pertarungan sengit itu sudah berjalan cukup lama, meski harus menjauhi pertarungan hebat antara iblis dan siluman berkultivasi dua ribu tahun.
"Hah ... bagaimana kalian mau menghadapi kami? Karena sudah membuat mangsa kami lari, kalian akan menjadi gantinya." Siluman penghisap energi kehidupan wanita itu pun menyerang dengan beberapa senjata. Seperti pisau dan jarum yang berisi racun.
Sayangnya arah pedang Xun'er tidak mengenai siluman wanita di hadapannya. Karena ada penghalang tidak terlihat yang melindungi. Sementara itu, Yang Guo sudah mengalami luka serius karena serangan lawannya terlalu kuat.
"Manusia biasa sepertimu, tidak akan mampu menghadapi kamu, para siluman. Jadi menyerah sajalah, kalian hanya akan mengirim nyawa pada kami."
Yang Guo terus berusaha bangkit setelah menerima banyak serangan di tubuhnya. Sementara Xun'er juga telah terkena racun jarum yang dilepaskan siluman wanita. Namun tiba-tiba angin besar datang, membuat kedua siluman terhempas. Beberapa batu dan tanah juga berterbangan ke arah mereka berdua.
"Akh! Apa ini? Kurang ajar! Akan ku musnahkan kalian, haaa!" teriak siluman wanita yang mengalami kerusakan pada tubuhnya karena tusukan tanah yang memadat dan membentuk duri yang sangat tajam.
__ADS_1
Bukan hanya siluman wanita yang mengalami hal demikian, siluman pria juga mengalami hal yang serupa. Tubuh mereka seakan hancur karena serangan itu tiba-tiba mengenai tubuh mereka.
Melihat kejadian aneh tersebut, membuat Yang Guo dan Xun'er saling menatap. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun tubuh mereka ambruk akibat racun yang telah merasuk ke dalam pembuluh darah.
"Yang Gege, apakah kita akan mati di sini?" tanya Xun'er lirih. Ia melihat sosok pria yang selalu bersamanya itu. Dengan tatapan menyedihkan dan berurai air mata. Keinginannya untuk terus bersama pria yang ia idamkan itu hampir berakhir. Seandainya mati, ia tidak akan menyesal karena mati bersama pria yang ia cintai.
"Kita ... pasti bisa melewati semua ini. Jadi ... jangan katakan itu lagi, oke?" balas Yang Guo dengan lirih. Darah hitam keluar dari dahak yang ia keluarkan. Ia sangat menyesal karena tidak bisa melindungi orang yang ia sayangi, orang yang ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Disaat kedua pemburu siluman itu tidak sadarkan diri, Lianhua muncul dengan ilmu pengobatannya. Ia memeriksa racun yang ada pada tubuh dua orang itu. Lalu memberinya pertolongan pertama.
"Aku akan menolong kalian berdua. Kalian adalah orang baik yang mau menolongku sebelumnya. Maafkan aku karena tidak bisa memperlihatkan kekuatanku pada orang lain. Aku harus mematuhi apa yang dikatakan oleh ibu."
Lianhua menyalurkan energi qi untuk penyembuhan. Ia mempercepat obat masuk ke dalam jantung. Ia juga menusuk dada mereka dengan jarum emas yang ia gunakan untuk menghilangkan racun. Selanjutnya racun itu berkumpul dan keluar dari mulut mereka.
Gadis itu membuat kedua pemburu siluman duduk dengan kekuatannya. Dengan tanah untuk menyangga tubuh mereka agar tetap duduk. Lalu darah keluar dari mulut keduanya, meski mereka belum sadar.
"Aku tidak bisa lama-lama di sini. Aku harus kembali ke mansion. Mungkin nyonya Yin sudah pulang, kalau bisa lari dari iblis berwajah merah itu."
Setelah menyembuhkan kedua pemburu siluman, kedua siluman yang terluka parah kembali. Mereka menyaksikan pengobatan yang dilakukan oleh Lianhua.
"Hehehe, akhirnya kita bertemu lagi, gadis penyembuh. Tapi kau bukanlah seorang praktisi bela diri. Jadi akan mudah membunuhmu." Siluman pria itu tersenyum licik dan bersiap untuk maju.
__ADS_1
***