Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Huo She Bersaudara


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Huo Feng Huang sudah mendapatkan gambaran tentang siluman ular api. Karena banyaknya warga yang menjadi korban, mereka mengarahkan semua kesalahan kepada Song Li Wei.


Song Li Wei sendiri tidak pernah menanggapi orang-orang itu. Bahkan kerapkali mendapat serangan dari orang-orang desa pesisir. Kali ini mereka tidak lagi berani mendekat karena wanita itu sempat menyerang mereka. Meski tidak bisa bertarung, dengan kekuatannya sekarang, sangat membahayakan musuhnya.


"Mungkin aku tidak bisa mengambil kekuatan itu sebelum orang itu mati. Bagaimanapun juga, aku harus membunuh para siluman itu." Huo Feng Huang berdiri di atas batu besar. Melihat dari ketinggian puncak bukit.


Sebuah portal tiba-tiba muncul dari arah hutan. Setelahnya bermunculan siluman ular yang masih belum sempurna. Karena mereka masih berbentuk seperti ular. Hanya bagian kepala sampai perut yang seperti manusia. Sementara bagian bawahnya adalah ekor yang panjang.


Mereka merayap di tanah dan menyemburkan api ke arah mana saja yang dianggap mengganggu. Beberapa dari mereka masih berbentuk sepenuhnya ular. Namun memiliki tubuh yang besar dan panjang. Juga bisa menyemburkan api dari mulutnya.


Orang-orang di pesisir tidak bisa pergi karena ada penghalang besar yang mengelilinginya. Tembok itu merupakan tebing batu yang sangat tinggi. Bahkan orang yang mencoba memanjat, hanya akH berakhir kelelahan atau terjatuh sebelum sampai ke atas.


"Siluman-siluman itu yang membuat tembok tinggi hampir setinggi langit. Kami bahkan tidak bisa meninggalkan desa ini. Mungkin satu-satunya jalan adalah pergi ke laut. Namun kami tidak tahu pasti, apakah di laut yang luas itu masih ada pulau? Atau bahkan di tempat yang lain, kemungkinan ada siluman-siluman itu juga."


Huo Feng Huang mengingat perkataan Hong Xiao itu sebelumnya. Karena ucapannya, ia bisa yakin, mereka bisa membuat tembok batu dan menyemburkan api. Karena hal itu, ia sudah menyuruh pria itu untuk membuat rakit untuk membawa ibunya ke laut untuk sementara.


"Tidaakk! Mereka datang lagi! Semuanya, kita harus lari!" teriak seorang pria yang terlihat putus asa karena kedatangan para siluman ular api.


"Yihahahaha! Kalian mau pergi ke mana? Ke neraka sekalipun, tidak mungkin bisa lari dari kenyataan. Yihahaha!" tawa siluman ular api. Terlihat siluman itu sedang menyabetkan ekornya untuk menghancurkan rumah.

__ADS_1


Feng Huang merasa aneh karena rumah-rumah itu sudah rusak. Hampir seluruh rumah sudah mengalami kerusakan. Hanya rumah milik orang yang menyelamatkannya saja yang masih utuh. Sedangkan Hong Xiao tidak mengatakan tentang rumah-rumah yang hancur itu.


Teriakan para warga berhamburan meninggalkan rumah mereka. Sejauh apapun berlari, mereka tidak bisa keluar dari kesulitan. Bahkan sudah banyak rumah yang telah hancur total. Anehnya, mereka hanya membutuhkan satu atau dua orang saja. Tapi mengapa ada banyak siluman ular yang keluar? Itu adalah sesuatu yang membuat Huo Feng Huang merasa aneh.


"Hey, bukankah ini berlebihan? Sebenarnya ada apa dengan tempat ini? Mengapa mereka malah membawa teman hanya untuk mengambil satu orang saja? Apa ada kekuatan lain yang membuat mereka waspada?"


Huo Feng Huang mencari jawaban apa yang bisa membuka matanya. Ia harus segera bertindak dan ingin informasi yang detail tentang desa pesisir. Bahkan terlihat para siluman tidak mencoba mengambil orang meskipun sudah menghancurkan tempat itu. Mereka tidak ada yang mengejar satu manusiapun di hadapan mereka.


Yang dilakukan para siluman itu hanya membuat kekacauan tanpa ada niatan membunuh sekalipun. Namun rasa takut warga desa pesisir membuat Huo Feng Huang kesal. Ia tidak sabar lagi menunggu hal yang tidak pasti. Tujuan utamanya adalah untuk menghentikan mereka secepat mungkin.


"Kalian para manusia lemah! Mana mungkin kesenangan ini berakhir cepat? Kalian harus tanggung jawab atas hilangnya Mustika Naga Kuno. Kalian manusia hanya bisa mencurinya dari kami. Tapi tidak ada yang mau mengatakan, di mana mustika itu!"


"Manusia sialan! Gara-gara kalian, kami tidak bisa berlatih lagi! Kalian akan menjadi alasan untuk membunuh! Setiap hari kami akan menghancurkan tempat ini."


"Yihahahaha! Kalian mendengar kakakku berbicara? Desa kalian akan kami acak-acak sampai mengatakan, di mana Mustika Naga Kuno itu;"


Nyatanya Mustika Naga Kuno telah berada di dalam tubuh Song Li Wei. Seorang wanita paruh baya yang mengalami perubahan wajah. Sebelum mereka mengambil keputusan menyerang mereka sebenarnya merasa kesal karena kehilangan Mustika tersebut.


"Kalian hanya melakukan ini pada orang-orang lemah? Baiklah, aku penasaran dengan kekuatan kalian." Huo Feng Huang telah sampai di depan lima belas siluman ular naga. Ia juga mengukur tingkat kultivasi mereka yang tidak terlihat berbahaya.

__ADS_1


"Whohoho! Ada pahlawan baru, ternyata. Kali ini kau bisa mencoba melawanku. Namaku Huo She nomor sembilan. Aku adalah siluman ular nomor sembilan. Kalau mau mencoba kekuatan, lawan aku yang paling lemah dalam mode setengah manusia."


"Aku tidak butuh anak kecil sepertimu. Kalian, maju semua sekaligus! Aku tidak perlu lama-lama di sini. Kalian semua, majulah!" tantang Huo Feng Huang. Tidak lupa menunjuk ke arah para siluman itu.


"Sombong sekali, pria tampan. Jika kau bagian dari kaum kami, mungkin sudah menjadi rebutan. Sayangnya kau hanya bisa berlagak pahlawan di sini. Perkenalkan, aku Huo She nomor tiga." Seorang siluman wanita merayap dan menjulurkan lidahnya dan menatap Huo Feng Huang dengan tatapan penuh semangat.


"Kau tidak perlu khawatir, kami adalah lima belas saudara. Dan kami bisa membunuhmu hanya mengandalkan satu siluman kecil. Hanya saja kamu sendiri yang menantang. Semburkan api pada anak sombong ini!"


Mereka adalah siluman ular api yang memiliki hubungan saudara. Maka mereka menyebut diri mereka sebagai Huo She Bersaudara. Tidak heran mereka selalu datang bersamaan. Tujuannya juga sudah jelas, yang mereka cari bukanlah korban untuk dibunuh. Melainkan menginginkan Mustika Naga Kuno.


Tak ada negosiasi lebih lanjut, satu persatu dari mereka pun mulai menyerang Huo Feng Huang. Pertarungan yang tidak bisa dihindarkan lagi, membuat pemandangan yang tidak biasa. Api merah menyala di dekat mereka. Karena para siluman ular api sudah menyalakan desa pesisir.


Pertarungan diawali dengan serangan Huo She nomor sembilan. Ia menyerang dengan tinju apinya. Ia berpikir akan menyelesaikan pertaruhan dengan cepat. Namun api kecil seperti itu bukanlah masalah bagi Huo Feng Huang.


"Apa? Kenapa kau bisa tidak terbakar apiku? Kenapa? Kenapa?" Huo She nomor sembilan itu terkejut ketika ia mendapat pukulan keras dari Huo Feng Huang. Membuatnya terpental jauh ke belakang.


"Kurang ajar! Ternyata punya kemampuan, yah? Kau harus menghadapi Huo She nomor delapan ini. Sekarang terimalah ini?" Huo She nomor delapan juga melakukan hal yang sama. Dan ia juga mengalami hal yang sama.


Kedua siluman ular api telah tumbang. Karena kesal, enam siluman yang belum membentuk tubuh manusia pun menyerang bersamaan. Mereka mengitari Huo Feng Huang dan menyemburkan api secara bersamaan.

__ADS_1


***


__ADS_2