
Serangan bulu-bulu bak pisau semakin banyak. Feng Huang bersama Lianhua menghindari serangan dengan mundur dan sesekali menggerakkan tubuh ke samping kiri kanan. Tak disangka, serangan itu tidak bisa mengenai keduanya meski bulu-bulu dilancarkan begitu banyaknya.
Karena tak satupun senjatanya yang mengenai musuh, membuat Long Kongque marah. Ia tidak terima serangannya dapat dipatahkan dengan mudahnya. Wanita itu menggenggam erat pedang di tangannya. Kali ini tidak ada yang bisa selamat dari serangan tiba-tibanya. Ia sangat meyakini itu.
"Mungkin kalian bisa menghindari serangan buluku. Tapi tidak untuk ini, hyaaa!" Satu jurus digunakan oleh Long Kongque. Sinar hijau muncul dari pedang yang digunakannya.
"Dia sangat gegabah. Padahal dia yang memimpin di sini. Dasar gadis bar-bar yang aneh." Bianfu Shen berbisik pada Zhuque Shen. Begitu meremehkan perempuan yang tak sabaran itu.
"Kita awasi saja dulu dia. Sayangnya kita dipimpin oleh seorang gadis muda. Dewi Merak memiliki anak yang tidak berkompeten, mana mungkin bisa mengalahkan Huo Feng Huang semudah itu."
Zhuque Shen pun berpendapat dengan temannya. Ia sangat tidak suka pada sikap Dewi Merak Hijau yang memimpin mereka. Namun karena ratu Merak telah mempercayakan anaknya, maka mereka hanya bisa mengukti kemauannya.
Dengan cepat Feng Huang mengambil ranting yang berada di sekitarnya. Lalu ia gunakan untuk menangkis serangan Long Kongque. Namun ranting bukanlah senjata yang bisa menandingi kekuatan pedang. Bahkan jenis pedang yang langka, termasuk senjata langit yang mampu membelah gunung.
"Bagaimana mungkin, hanya ranting kayu bisa mengalahkan pedangku ini. Kau tidak punya senjata apapun, bukan? Hahaha! Terimalah kematianmu!"
Dengan bangga diri, Dewi Merak Hijau itu senantiasa memberi kesempatan lawannya untuk menyerang. Tak ada pertahanan yang dijaga karena terlalu jumawa.
"Dasar tidak berguna!" geram Zhuque Shen, melempar daun untuk menghalau serangan dari Huo Feng Huang pada Long Kongque.
Meski serangan dengan ranting, tetap saja bisa membunuh seorang Dewi. Apalagi dengan melapisi ranting dengan energi qi. Membuatnya semakin kuat dan mampu mengalahkan pedang biasa. Jika semakin kuat kultivasi seseorang, maka semakin kuat juga ranting yang digunakan.
Daun itu meluncur dan membelokan serangan yang dilancarkan Huo Feng Huang. Membuat pria itu mundur karena sadar, masih ada dua dewa yang berdiri di belakang. Tentu mereka bukanlah dewa biasa. Karena memiliki aura yang sangat dalam. Hanya merasakannya saja, sudah dapat dipastikan kekuatan mereka jauh di atas wanita yang dilawannya sekarang.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan? Mengapa tidak langsung menyerang? Kalian bodoh atau bagaimana?" Long Kongque masih saja menyalahkan kedua dewa yang memiliki kekuatan lebih darinya. Namun karena merasa kedudukannya lebih tinggi, sudah sewajarnya turut membantu.
"Sangat memalukan. Dulu bahkan bisa mengalahkan ratusan dewa yang setara dengan gadis kecil itu. Sekarang bahkan tidak ada tandingannya denganku." Bianfu Shen menatap ke arah Huo Feng Huang dengan tatapan meremehkan.
Jelas saja semua dewa akan meremehkan kekuatan Raja Iblis yang dalam keadaan lemah. Termasuk kedua dewa yang berdiri jauh di belakang Dewi yang sedang melampiaskan emosinya. Meski demikian, kekuatan Long Kongque saat ini masih dibawah kekuatan Huo Feng Huang.
"Hei! Kau Raja Iblis, bukan? Berhentilah bermain-main dan ambil rohmu yang ada pada gadis itu. Setidaknya bisa memulihkan sebagian kecil kultivasimu. Dan cobalah menerima serangan Dewa Kelelawar ini."
"Bianfu Shen, apakah kau tidak berlebihan? Gadis cerewet itu sangat menjengkelkan. Bahkan tidak ada gunanya dibiarkan hidup. Jika bukan anak dari ratu kita sekarang, mungkin sudah kubakar hidup-hidup."
"Tenang saja kau, Zhuque ... masalah gadis bodoh itu akan kita pikirkan nanti. Kalau masih seperti itu sifatnya, tidak pantas menjadi keturunan Raja Dewa Klan Burung Langit sebelumnya."
"Terserah kau sajalah. Yang penting jangan membuat kesalahan," tutur Zhuque Shen. Menatap jauh ke arah sang Raja Iblis yang dalam keadaan melemah.
"Kalau begitu, dengan senang hati aku ambil." Huo Feng Huang tiba-tiba sudah di belakang Long Kongque tanpa sepengetahuan Dewi itu. Lalu merebut benda yang menyimpan serpihan jiwanya.
Dengan didapatkan jiwanya kembali, Huo Feng Huang bertambah kekuatannya. Ia merasakan tubuhnya panas dan beberapa ingatan terbayang di kepalanya. Kultivasinya meningkat secara drastis dan bisa saja membunuh Long Kongque tanpa perlu mengunakan senjata, jika mau. Karena ia bisa membuat senjatanya sendiri, sekarang.
"Terima kasih karena berkatmu, aku mendapatkan sedikit kekuatanku lagi. Dengan ini, kalian tidak bisa lari dari kematian. Salah kalian sendiri karena telah membantu Raja Iblis." Huo Feng Huang menatap tajam ke arah dua pria yang berada di tempat jauh.
Api biru menyala di tangan Huo Feng Huang dan membentuk sebuah pedang. Beberapa saat kemudian api itu memadat dan berasap biru muda. Meski belum mendapatkan seluruh potongan jiwanya, saat ini sudah lebih dari cukup.
"Sialan! Ini sangat menarik! Aku akan maju terlebih dahulu!" Bianfu Shen melesat dengan kecepatan tinggi. Bahkan hampir tidak terlihat.
__ADS_1
Serangan super cepat dapat ditangkis oleh Huo Feng Huang sekarang. Ia menggunakan pedang api untuk menangis serangan Dewa Kelelawar yang menggunakan cakar beracun. Cakar itu memiliki racun di ujungnya dan bisa membunuh siapapun yang terkena secara singkat.
Pertarungan keduanya tak terelakan. Sementara Long Kongque lebih merasa takut dengan kecepatan kedua dewa yang sedang beradu kecepatan. Begitu juga dengan Lianhua yang juga merasa sulit bernafas ketika melihat pergerakan kedua orang yang sedang bertarung.
"Kau cukup hebat sekarang. Tapi hanya ini yang bisa ku hadapi saat ini. Setidaknya kau mendapatkan kekuatanmu walau hanya sedikit. Ini juga lebih menyenangkan daripada kau hanya bermain-main dengan gadis kecil itu."
"Percayalah ... dengan kekuatanku yang sekarang, mungkin kau akan kesulitan. Hemm, mungkin nyawamu juga akan terancam. Jadi, mengapa kau tidak memanggil temanmu itu?" tantang Huo Feng Huang.
"Aku saja sudah cukup untuk membunuhmu. Jangan terlalu percaya diri hanya karena mendapatkan sedikit potongan jiwamu. Kau tetaplah sampah yang tidak berguna."
"Apa kau yakin dengan itu? Sebaiknya kita bertarung tanpa adanya trik kotor. Jika kau ingin membawa temanmu, kamu bisa melakukannya. Tapi jangan sentuh gadis di belakangku."
"Boleh juga, kau Huo Feng Huang! Hanya demi gadis kecil itu, kau mengancamku. Sepertinya Dewa Feniks kita telah jatuh cinta pada seorang gadis manusia, hahaha! Kau dengar itu, Zhuque?"
Dari kejauhan, Zhuque Shen menjawab, "Ya aku tahu. Gadis itu memang manis dan imut. Tentu saja aku pun tertarik ingin memilikinya sebagai pelayanku. Kau fokus saja pada pertarungan!"
Tanpa banyak waktu, Bianfu Shen dan Huo Feng Huang kembali bertarung. Kecepatan mereka sama tingginya. Benturan senjata menimbulkan suara keras dan gelombang kejut yang dahsyat.
"Disaat kalian bertarung, aku akan membunuhmu, Lianhua! Sepertinya aku benar, kau adalah Lianhua. Aku tidak tahu mengapa kamu sudah seperti ini. Baru beberapa hari kau dikirim ke kolam kelupaan. Tapi kenapa kau sudah sebesar ini? Seharusnya kau belum terlahir kembali."
Long Kongque tidak menyiakan kesempatan untuk membunuh Lianhua. Pedang ada di tangannya dan ia arahkan kepada gadis itu. Dengan niat membunuh, menghunuskan pedang sambil tersenyum lebar.
***
__ADS_1