Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Menteri Yang Tergoda


__ADS_3

"Kalau begitu, bagaimana denganmu, Nyonya? Apakah kau masih memiliki suami? Aku mau menjadi ayah tiri untuk nona muda ini." Pria bernama Lian Fen itu langsung mengarahkan pandangan ke arah Meighui Yinxing.


Biarpun usianya masih muda, sebagai seorang anak pejabat membuatnya bisa berbangga diri. Ia bahkan bisa seenaknya berbuat ulah dengan tingkahnya yang mengesalkan bagi orang lain.


Sementara An Xiang yang merupakan pemuda terpelajar itu hanya bisa menatap Meighui Yinxing dengan tatapan kagum dan menunjukkan kewibawaan. Sebagai seorang pelajar yang banyak mengerti sastra dan tata Krama, membuatnya harus terlihat lebih berwibawa. Ia memikirkan dirinya sendiri dan tidak akan tergoda oleh wanita cantik nan seksi itu.


"Mohon sekalian untuk membiarkan kami lewat. Karena kami sedang ada urusan." Meighui Yinxing kemudian mengapit tangan Lianhua dan berjalan beriringan.


Para pria sekalian pun mengetahui jika gadis yang menutup cadar adalah anak dari wanita itu. Itu terlihat jelas karena wanita cantik itu terlihat lebih dewasa. Namun kelihatan masih awet muda. Mereka ada yang mengira umurnya masih tiga puluhan tahun. Ada juga yang menganggap baru dua puluh tahun ke atas dan kurang dari tiga puluh tahun. Namun karena sudah memiliki anak, mereka kini sudah mendapat jawabannya.


"Hohohoo, sekarang ibu tahu keadaan ibukota. Ternyata orangnya ramah-ramah, yah. Siapa tahu ada orang yang berusia dengan ibu mau menikah denganku. Yang usianya sama-sama empat puluh tahunan sepertiku. Aihhh ... kenapa ibu bilang seperti itu? Ibu jadi malu ...."


Meighui Yinxing bahkan memamerkan gaya jalannya yang seperti seekor bebek. Bagian belakang terus bergerak ke kanan dan ke kiri seiring ia berjalan. Juga di bagian depannya yang terlihat lebih besar seperti mau melompat dari tempatnya.


Wajah dan keseksian Meighui Yinxing membuat para wanita pun iri dan parahnya yang masih muda pun tertarik pada wanita yang mengaku sudah empat puluh tahunan. Bahkan dari pemuda remaja belasan tahun.


"Nyonya, bolehkah aku tahu namamu? Aku adalah seorang pejabat istana. Dengan gelar, Menteri Perdagangan. Jika kau memiliki bisnis atau kita bisa berbisnis bersama, alangkah baiknya."


Seorang pria paruh baya langsung menyerobot, menyuruh prajurit untuk membuat jalan untuknya bisa bertemu dengan wanita yang dianggap Dewi itu. Meski baru datang dari kota kecil Chunfeng, kedatangannya disambut dengan banyaknya air liur yang menjijikan.

__ADS_1


"Ouhh ... Tuan Menteri yang agung? Mohon maaf atas kelancanganku. Sebelum bertanya, mohon Tuan berikan nama terlebih dahulu. Bukankah itu sudah menjadi adatnya?" tukas Nyonya Yin dengan nada suara yang membuat orang meleleh mendengarnya.


"Hohoho ... maafkan atas kesalahanku, Nyonya. Namaku adalah Lou Zhuzho. Seorang menteri yang bertugas mengawasi para pedagang-pedagang nakal ini. Hemm, kalau boleh tahu, nama Nyonya adalah ...."


"Ah ... hihihi ... namaku adalah Meighui Yinxing. Orang-orang menyebutku dengan panggilan Nyonya Yin. Kalau tuan tidak keberatan, bisa memanggil dengan panggilan Nyonya Yin saja."


"Baiklah kalau begitu. Kalau Nyonya Yin mau, bagaimana kalau saya mengundangmu dan anakmu ke tempat saya? Bagaimanapun kita akan sering bertemu ke depannya."


"Yo, bagaimana ini, Lian'er? Bisakah kita menerima undangan tuan Menteri yang terhormat?" tanya Meighui Yinxing dengan memberi kode untuk mengiyakan.


Lianhua mengangguk dan saat mendengar namanya disebut seperti itu, mengingatkannya pada Hua Tianzhi. Karena Hua Tianzhi lah yang memberi panggilan itu pertama kali.


"Baiklah, mari ikut denganku untuk naik ke kereta yang lebih besar. Mari Nyonya Yin, mari Nona." Lou Zhuzho mempersilahkan keduanya untuk jalan terlebih dahulu. Dengan dikawal beberapa pengawal kediaman menteri perdagangan.


Setelah berjalan beberapa langkah, tibalah mereka di depan kereta kuda yang ukurannya dua kali lipat dari yang dinaiki oleh Lianhua dan Meighui Yinxing. Mereka juga menggunakan empat ekor kuda untuk menarik kereta tersebut.


Sebuah pemandangan dengan banyaknya orang-orang yang sedang menikmati melihat Meighui Yinxing. Terpampang jelas di mata wanita itu. Ia hanya melakukan apa yang bisa dilakukan untuk memulai babak baru di sekitaran ibukota.


Rencana ini sudah terulang beberapa kali. Sebagai seorang siluman yang hidup lama dari manusia biasa, ia sudah beradaptasi. Dengan cara menjadi warga desa yang merantau ke kota. Setelah beberapa tahun, ia pergi ke tempat lain dengan identitas sebagai warga kota. Setelahnya ia kembali pergi ke ibukota dengan identitas barunya. Ia akan memulai bisnis menjadi seorang tabib di mulai dari sini.

__ADS_1


Untuk seorang siluman, sangat mudah baginya menuju ke tempat yang jauh dengan sekejap. Bahkan perjalanan yang ditempuh selama satu minggu, hanya ditempuh olehnya dalam satu malam saja. Ia akan melakukan sesuatu jika ingin mendapatkan pekerja untuk balai pengobatannya.


"Bagaimana dengan pemandangan di kota ini, Nyonya? Aku dengar, ada seorang wanita yang masuk melalui gerbang ibukota. Dan aku tidak menyangka, ada Nyonya Yin yang sangat menawan ini. Bagaima aku mengatakannya, yah?"


"Ahh, aku baru ditinggal mati oleh suamiku, Tuan. Baru beberapa hari aku menjadi seorang janda untuk keempat kalinya. Sebenarnya ... aku juga tidak tahu mengapa, suamiku mati dengan tragis semuanya."


Lou Zhuzho kaget mendengar perkataan Meighui Yinxing. Karena ternyata dia sudah menikah dan menjadi janda untuk ke empat kalinya. Namun wajah dan bentuk tubuhnya masih menarik perhatiannya. Bahkan ia rela mati setelah menjadi suami dari Meighui Yinxing. Yang penting ia bisa menikmati tubuhnya yang sangat menggoda. Bahkan air liurnya menetes tanpa ia tahu.


Lianhua sendiri merasa jijik dengan air liur pria yang baru ia temui itu. Ia mendekat ke arah Meighui Yinxing karena rasa takutnya. Bagaimana tidak takut, wajah pria itu seperti seekor binatang buas yang sedang mengintai makanan favoritnya. Bedanya, pria itu menginginkan tubuh Meighui Yinxing.


"Kau takut pada pria mesum ini? Jangan khawatir. Dia tidak akan berbuat apapun terhadapmu. Kau diam saja di sini," bisik Meighui Yinxing pada Lianhua.


Lianhua hanya menganggukkan kepalanya. Ia menggenggam erat tangan wanita siluman itu. Jika ia memilih untuk saat ini, ia lebih memilih bersama seorang siluman jahat seperti Meighui Yinxing daripada manusia biasa yang pandangannya seperti sekarang ini.


"Ohhh, sampai di mana tadi? Sepertinya aku baru mengatakan, suamiku yang keempat ini mati karena melirik wanita lain. Aku sebagai istri sahnya, hanya memberinya racun dan membawa hartanya pergi," ucap Meighui Yinxing dengan ekspresi wajah senyum centilnya. Ia bahkan mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali.


Mendengar apa yang dikatakan Meighui Yinxing, membuat Lou Zhuzho kaget. Bahkan ia melupakan kalau dirinya takut mati. Karena ia masih memiliki istri yang juga cukup galak. Jika mendekati nyonya Yin, akan membuat dunianya gawat.


"Dan untuk suami yang ke tiga, mati karena bunuh diri. Itu karena dia sangat mencintaiku. Dia difitnah karena dituduh mencuri oleh hakim di desa kami. Dan apakah Tuan tahu, suami ke empatku ini adalah hakim yang menghukum mati suami ke tigaku?"

__ADS_1


***


__ADS_2