
"Kau sangat sombong untuk ukuran seorang gadis manis. Tapi tidak masalah buatku. Setidaknya aku tidak melihat seorang gadis yang mati tanpa ada rasa penyesalan.
Lianhua tersenyum lalu menjentikan jarinya. Seketika membuat siluman pria terpental dan melepaskan kusir yang mengantarnya pergi. Meski hendak meninggalkannya, dia juga sudah memberi peringatan padanya. Setidaknya ada niat baik mau membawanya untuk kembali ke tempatnya tinggal.
Lianhua tidak tahu mengapa Meighui Yinxing membeli sebuah mansion. Tapi ada baiknya karena memiliki banyak ruangan. Juga banyak ruangan yang bisa ia datangi kapanpun. Alih-alih memikirkan Hua Tianzhi yang menyamar menjadi Guan Lin, Lianhua malah sudah melupakan hal itu. Kadang membuat pemilik mansion atau nyonya Yin bingung.
"Apa yang terjadi denganmu? Mengapa bisa terjatuh?" tanya siluman penghisap roh wanita. Ia tidak melihat ada orang lain di sekitarnya. Hanya ada dua manusia yang berhasil di deteksi oleh wanita itu.
"Maafkan aku. Tapi aku belum mau mati di sini. Banyak hal yang belum ku lakukan selama hidup di dunia ini. Jadi, tolong pergi sebelum semuanya terlambat." Lianhua dengan tenang mengatakan sesuatu yang membuat siluman wanita bergidig.
"Akhh, sial! Siapa yang berani menyerangku?" kesal siluman pria yang tersungkur di tanah. Ia melepaskan pria tua yang mengantar Lianhua sebelumnya.
Bahkan siluman pria itu tidak bisa bergerak karena tanah di bawahnya telah menenggelamkan kakinya. Tanpa ia sadari, kini ia sudah berada dalam jeratan Lianhua.
"Si-sia-pa kau se-be-nar–"
Sebelum siluman wanita menyelesaikan kalimatnya, Lianhua sudah melepaskan diri dengan serangan udara. Ia bisa menciptakan pisau dari udara yang bisa digerakkan sesuai keinginannya.
Sementara pria pemilik kereta kuda telah meninggalkan tempat itu. Area di sekitar sudah sangat sepi karena kedatangan siluman penghisap roh. Ini juga menguntungkan Lianhua karena sudah tidak perlu khawatir ada yang melihatnya menghajar siluman.
"Siluman jahat! Lepaskan gadis itu! Atau kalian akan merasakan akibatnya!" teriak seorang pemuda dengan bersenjatakan pedang dan benda penangkap siluman.
Mendengar ada orang lain yang dirasa mampu mengalahkan para siluman, Lianhua hanya diam saja. Ia tidak ingin kekuatannya diketahui banyak orang. Jadi ia kembali menyimpan kekuatannya. Untung saja ia bisa menyembunyikan energi qi-nya.
__ADS_1
"Dasar pemburu siluman kurang ajar. Pasti ini perbuatanmu. Aku akan membunuhmu sekarang!" geram siluman pria yang kesal karena tidak berhasil menangkap orang untuk ia serap energi kehidupannya. Ia kesal karena ada yang mengganggunya.
"Aneh, kurasa tadi merasakan ada tiga energi yang sangat besar. Mengapa hanya ada dua siluman? Xun'er, kau selamatkan gadis itu. Aku akan mengalahkan mereka berdua. Dan tetap waspada di sekitarmu. Mungkin ada satu siluman lagi yang bersembunyi."
"Baiklah, Yang Gege. Aku akan melakukan yang terbaik." Xun'er melihat sekeliling untuk memastikan. Ia juga menyiapkan mantra penyegel yang berupa kertas mantra. Niatnya untuk menyegel siluman untuk ditangkap.
Yang Guo fokus untuk menghadapi dua siluman yang berada di arah depan. Ia membuat sebuah segel mantra untuk menyerang. Lalu berlari ke arah siluman wanita. Sementara Xun'er berada di belakang untuk menyelamatkan Lianhua.
"Apakah kau tidak akan melepaskanku? Kau harus melawan mereka, bukan?" Tanpa rasa takut, Lianhua mengatakan kata-kata itu dengan santai. Ia tidak berusaha melepaskan dirinya karena merasa akan sia-sia jika sampai orang tahu, dia dapat mengalahkan kedua siluman dengan mudah.
"Kurang ajar! Bagaimana kau bisa setenang ini?" Siluman wanita itu semakin kesal dan melempar Lianhua. Ini bukan waktunya memikirkan mangsa. Ia terlebih dahulu harus memikirkan keselamatannya.
Yang Guo menyerang dengan pedang ke arah siluman pria yang menghadang. Ia juga diserang oleh siluman wanita. Kedua siluman menggunakan serangan sinar yang dapat menghancurkan benda apapun. Namun dengan pedangnya, pemuda itu bisa menangkis.
"Sepertinya kau tidak begitu takut, Nona. Apakah tidak ada rasa takut sedikitpun, melihat dua siluman yang mau memakannmu?" tanya Xun'er enteng. Ia bahkan merasa dirinya kalah cantik dengan gadis bercadar itu.
"Jadi ... apakah mereka bukan manusia? Tidak mungkin ..." kata Lianhua lirih. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau memang ia tahu mereka adalah siluman. Namun ia hanya tidak ingin dicurigai oleh perempuan yang berniat menolongnya. Setidaknya ia harus berpura-pura seakan tidak tahu apapun.
"Hehh, lupakan saja, Nona. Kau juga jangan ketakutan seperti itu. Kau, siapa namamu? Namaku adalah Xun'er. Aku adalah pemburu siluman. Sepertinya kau bukan berasal dari ibukota."
"Namaku Lianhua, Lianhua Nushen. Terima kasih Xun'er. Aku tidak tahu harus bilang apa. Aku baru datang ke ibukota beberapa hari lalu. Dan aku tidak tahu menahu soal siluman."
"Awas!" teriak Xun'er, menyelamatkan Lianhua dari serangan tiba-tiba. "Sial! Maafkan aku, Lianhua. Aku yang lengah barusan," lanjutnya. Lalu membawa Lianhua menjauh dari pertarungan.
__ADS_1
Xun'er bahkan harus menghadapi siluman wanita. Karena siluman wanita itu bisa menyerahkan Yang Guo pada rekannya. Xun'er membalas serangan siluman wanita dengan pedangnya. Namun siluman itu melewatinya dengan mudah. Sehingga bisa langsung menangkap Lianhua.
"Kau tidak mau gadis ini kenapa-kenapa, bukan? Jadi menyerahlah sekarang juga," ancam siluman wanita sambil menodongkan tusuk rambutnya di leher Lianhua.
"Dasar siluman licik. Kalau berani, hadapi saya. Satu lawan satu, tanpa melibatkan orang lain." Xun'er tidak bisa menyelamatkan Lianhua dengan gegabah karena kondisinya sekarang tidak menguntungkan.
"Bagaimana, hemm? Apakah kau mau aku menghisap energi kehidupanmu sekarang? Biar ku lihat wajahmu dahulu. Kita akan membuka cadar yang menghalangi. Aku sudah melihat wajahmu yang cantiknya seperti seorang dewi.
Siluman wanita itu melepaskan cadar Lianhua. Membuat wajahnya terekspos oleh semua yang ada di tempat kejadian. Siluman wanita lalu membiarkan semua orang melihat bagaimana ia menghisap energi kehidupan Lianhua.
'Gawat. Kalau seperti ini, bisa-bisanya energi kehidupanku diserap habis,' pikir Lianhua. Ia kemudian mengambil tanah dengan kekuatan minimal. Sehingga tanah berbentuk sangat lembut. Langsung saja ia menaburkan ke arah wajah siluman tersebut.
"Akhh! Mataku! Apa yang kamu lakukan pada mataku?" Siluman wanita itu melepaskan Lianhua karena matanya terkena debu tanah yang digunakan Lianhua sebagai senjata.
"Itu hanya serbuk racun yang ku buat. Mungkin matamu akan buta permanen." Lianhua langsung berlari menuju ke arah Xun'er. "Maaf, tolong selamatkan aku. Aku takut dengannya."
"Hehhh ... meski takut tapi ku akui kepintaranmu. Kau menaburkan racun ke arah matanya. Bagaimana kau memikirkan hal itu?" Xun'er sedikit tenang karena Lianhua bisa lolos. Namun ia iri pada wajah Lianhua yang terlihat lebih cantik darinya.
"Ah, jangan memujiku seperti itu. Aku bukan petarung seperti kalian. Aku hanya seorang tabib kecil yang membawa obat-obatan di pakaianku," timpal Lianhua santai.
"Baiklah, sekarang kau lari sejauh yang kau bisa. Aku akan menangkap siluman itu segera." Xun'er merapalkan mantra untuk mengaktifkan segel mantra pada sebuah kertas.
***
__ADS_1