
Mereka pergi ke sebuah restoran di ibukota Jiangsu. Setelah menyimpan Dekret Kaisar, berangkat lah mereka ke restoran terdekat. Menggunakan kereta kuda yang berbeda dari sebelumnya. Meighui Yinxing memang membawa beberapa kereta kuda dari kota Chunfeng. Itu mengapa dirinya memiliki banyak di dalam mansion.
"Kita sudah seperti keluarga. Jadi kalian makan saja sepuasnya. Dan kau, aku belum tahu siapa namamu?" tanya Meighui Yinxing saat ia baru sadar. Ia belum tahu nama pria yang sedari tadi membawa kereta kuda.
"Nama saya?" Huo Feng Huang bingung mau menjawab apa. Namun ia berpikir, mungkin wanita siluman itu tidak tahu dirinya. "Namaku Feng Huang, Nyonya," jawabnya dengan jujur.
"Feng Huang? Namamu sangat bagus. Bagaimana mungkin seorang kuli panggul memiliki nama yang keren begitu?" ujar An Xiang seakan tidak percaya. Namun itulah yang terjadi.
"Mungkin itu nama orang lain yang kamu temui dulu. Tapi tidak apalah, hanya nama saja," sahut Lian Fen.
"Iya sudah, yang penting ada panggilan untukmu. Kalian pesan apa saja nanti di dalam." Meighui Yinxing sudah tidak peduli dengan nama lagi. Ia masuk ke dalam restoran besar di ibukota Jiangsu.
Seperti apa yang diduga sebelumnya, siluman wanita itu terus menyebarkan bubuk siluman bunga mawar miliknya. Ia melakukan itu demi menyerap energi kehidupan manusia. Banyak yang tidak menyadari apa yang dilakukan oleh siluman itu. Hanya dengan mencium aroma bunga, membuat energi kehidupan mereka semakin berkurang. Tidak terkecuali An Xiang dan Lian Fen.
Kedua pemuda itu mencium aroma bunga mawar yang sangat harum. Secara perlahan energi kehidupannya terlihat seperti asap yang menguap. Lianhua dan Huo Feng Huang yang bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri. Namun keduanya hanya diam saja.
"Selamat datang, Tuan-tuan dan Nyonya. Silahkan masuk ke restoran kami. Kami menyiapkan makanan dengan bahan-bahan yang masih segar."
Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka. Dengan sopan dan tidak sengaja menghirup aroma bunga mawar yang harum. Perlahan energi kehidupannya juga berkurang seiring waktu.
__ADS_1
Juga banyak pelanggan restoran yang sedang menikmati makanan. Mereka juga mencium aroma bunga mawar yang harum. Energi kehidupan mereka berkurang dan masuk ke dalam tubuh Meighui Yinxing.
Mereka duduk di tempat yang disediakan oleh pelayan. Tidak seperti sebelumnya, Meighui Yinxing sengaja mencari duduk di bawah karena banyaknya orang yang bisa diserap energi kehidupannya.
"Aku mau makan apa saja, yang enak-enak keluarkan semuanya," kata Meighui Yinxing. Selanjutnya ia menatap Lianhua dan bertanya, "Lian'er, apakah kau ingin makan sesuatu? Atau yang lainnya?"
"Tidak, Ibu. Apa saja yang enak, aku akan memakannya. Kita samakan saja menunya." Lianhua tersenyum ke arah Meighui Yinxing. Ia harus berpura-pura menjadi anaknya karena berada di depan An Xiang dan juga Lian Fen yang merupakan anak dari orang-orang penting di kota Jiangsu.
"Xun'er, apakah kau sudah menemukan keberadaan siluman yang ada di restoran ini?" tanya Yang Guo pada wanita yang bersamanya.
"Tidak, Yang Gege. Namun aku mencium aroma bunga mawar yang kuat. Aku belum tahu arahnya dari mana. Padahal ini adalah restoran. Tidak mungkin aroma mawar ini bisa tercium sejauh ini."
Tidak heran jika ada Pemburu Siluman langsung diterima dan terkadang bisa makan gratis di suatu tempat. Mereka bebas masuk ke tempat mana saja yang berisi siluman. Namun karena kedatangan kedua pemburu siluman, membuat orang-orang panik. Panik karena biasanya pemburu siluman merasakan aura siluman di sekitar tempat itu.
Pandangan keduanya tertuju pada seorang wanita yang terlihat berusia sekitar tiga puluh tahunan. Meighui Yinxing pun menyadari tatapan kedua Pemburu Siluman yang menatapnya.
"Hei, kulihat ada siluman di sini. Apakah kau bisa menyelesaikan tugas kita? Cepat, panggil bantuan." Yang Guo memerintahkan Xun'er untuk memanggil rekan-rekan para pemburu siluman.
Mereka merasakan aura siluman yang sangat kuat dari Meighui Yinxing. Karena wanita itu menggunakan aroma bunga itulah, mengapa lebih mudah dilacak oleh kedua orang itu. Xun'er keluar dari restoran dan memanggil bala bantuan.
__ADS_1
Sementara Yang Guo menunggu di dalam dan mencegah targetnya kabur. Ia hanya merasakan aura satu siluman. Ia juga tahu kedua pemuda yang sudah dikenal sebagai para anak-anak dari orang-orang besar di ibukota Jiangsu. Ada juga seorang pria yang ia kira hanya seorang biasa karena dilihat dari penampilannya. Ada juga Lianhua, gadis yang kemarin ia selamatkan dari dua siluman yang menggangu. Sebelum akhirnya mereka tak sadarkan diri setelah dikalahkan.
'Ini sangat membingungkan. Bagaimana bisa mereka makan di meja yang sama? Jelas-jelas kedua pemuda itu adalah An Xiang dan juga Lian Fen. Lalu gadis itu, mengapa bisa bersama siluman?' pikir Yang Guo dalam hati.
"Dasar anak muda jaman sekarang, ingin mengganggu saja. Yoo, anak muda ini, mengapa kau terus menatapku seperti itu? Jika lapar, marilah, hyoo ... makan bersama kami," ajak Meighui Yinxing. Setelah sadar di hadapannya adalah pemburu siluman, ia tidak gentar sedikitpun.
"Siluman busuk, beraninya kau bersama manusia. Kali ini kau tidak bisa lolos lagi. Karena aku sekarang tidak sendiri lagi. Semuanya! Wanita yang di sana adalah siluman! Dan untuk yang lainnya adalah manusia biasa. Jadi, kalian semua harus berhati-hati. Keluar dari restoran ini sekarang juga!" perintah Yang Guo pada orang-orang yang sedang menikmati makanan.
Seketika seluruh restoran menjadi panik. An Xiang dan Lian Fen pun kaget mendengar ucapan Pemburu Siluman itu. Mereka berdua tidak percaya begitu saja, dengan apa yang diucapkan oleh seorang Pemburu Siluman.
"Hei, kau jangan sembarangan menuduh! Kau adalah pemburu siluman di kota ini. Dan kami percaya dengan itu! Tapi kau tidak bisa seenaknya bilang orang lain siluman. Itu hanya untuk menaikan kepopuleranmu saja, bukan?"
An Xiang tidak bisa mengontrol kata-kata pria itu. Karena tidak bisa dibuktikan dan ia tidak percaya begitu saja. Tentu saja ia juga tidak percaya jika Lianhua juga seorang siluman.
"Kau tenang saja, Nyonya. Aku akan membuat pelajaran dengan orang sombong itu. Pasti dia akan menyesal karena asal menuduh orang sebagai siluman!" Lian Fen mengeluarkan pedangnya. Bersiap melawan Yang Guo untuk membuktikan ketulusannya.
"Mohon kerjasamanya, anak muda. Namun kali ini aku sendiri yang ingin memberi beberapa nasihat untuk pemuda tersesat ini," ucap Meighui Yinxing. Ia pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Yang Guo.
Yang Guo merasa sedikit cemas karena tiba-tiba siluman itu mendekat ke arahnya. Ia sudah bersiap menyerang siluman itu jika ada kesempatan. Namun tidak ada kesempatan untuknya melarikan diri. Karena ia tahu kekuatan mereka tidaklah setara.
__ADS_1
***