
"Apa semua sudah disiapkan?" Meighui Yinxing bertanya pada Lianhua. Hari ini mereka akan menemui orang yang akan melakukan bisnis. Namun tujuan utama wanita itu bukan hanya bisnis semata.
"Sudah semua, Nyonya Yin. Aku sudah mengatur semua agar cepat selesai. Bahan obat-obatan ini sudah dikemas dengan rapi." Meskipun baru beberapa hari mengikuti Meighui Yinxing, Lianhua menjalankan tugasnya dengan baik.
Selama berada di Xiangshou, Lianhua menjalani kehidupan yang baik. Ia bekerja sebagai asisten pribadi nyonya Yin dan mengobati beberapa pelanggan. Tentu saja ia tidak melayani pengunjung pria. Ia hanya memeriksa pengunjung wanita. Termasuk Hua Shui yang memandang rendah dirinya.
Meski Hua Shui sendiri mengetahui pengobatan, rupanya ilmunya jauh dibawah Lianhua. Sehingga ia sendiri yang menangani penyakit berbahaya. Selama tinggal di rumah bordir, tidak hanya hidupnya yang terjamin, juga merasa lebih aman karena selalu dijaga.
"Nyonya ... apa ada kabar dari tuan Lin? Sudah beberapa hari tidak datang ke penginapan. Apa dia tidak mau menemuiku lagi?" tanya Lianhua beralibi. Padahal ia tahu, Hua Tianzhi yang menyamar menjadi tuan Lin tidak akan muncul untuk beberapa saat.
"Apakah dia tidak memberitahukan semuanya padamu? Ahh, sayang sekali ... tapi tidak masalah. Kamu bisa bertemu lagi di masa mendatang. Karena dia sudah berjanji."
Pandangan Meighui Yinxing saat tersenyum mendadak serius. Ia merasa iba karena melihat Lianhua terlihat murung. Ia berpikir, karena Guan Lin tidak datang setelah beberapa hari. Namun ia malah membawa Lianhua ke ibukota.
"Kita tidak tau kapan tuan Lin yang tampan itu kembali. Setidaknya kita harus menunggu sampai dia mengambil barang dari negara timur. Setelah itu, kau bisa menikah dengannya. Jangan lupa, kau berikan beberapa orang. Maksudku, kita bisa bekerja sama dalam berbisnis."
"Jika dia kembali ke kota Chunfeng, apakah dia akan mencariku? Bagaimana jika dia datang, aku tidak ada di sana?"
Cukup beralasan Lianhua mengatakan hal semacam itu. Baginya ia sangat ingin berkumpul lagi dengan ibunya. Namun ia juga harus memikirkan cara agar Meighui Yinxing terkesan padanya. Agar wanita itu tahu, gadis itu sudah jatuh ke dalam pelukan pria bernama Guan Lin itu.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa dengan tuan Lin itu? Apakah kau sudah benar-benar menyukainya? Hehh, pria ini sangat misterius dan juga tampan. Malah kalau jadi wanita, mungkin dia lebih cantik dariku," gumam Meighui Yinxing.
Lianhua tidak menyangka, siluman yang sangat hebat itu tidak tahu identitas asli Guan Lin. Dengan tingkat kultivasinya, mengalahkan Hua Tianzhi seharusnya mampu. Hanya saja tidak bisa menyamainya dalam hal kepintaran.
Semua barang yang disiapkan Lianhua dan pengawal ke dalam kereta. Tinggal menunggu waktu untuk melakukan keberangkatan saja. Demi memenuhi janji temu pada seorang pengusaha. Tentu saja hari yang dinantikan oleh Meighui Yinxing.
"Kita berangkat sekarang, Nona Lianhua. Kau tenang saja. Jika ada kabar tentang tuan Lin, pasti orang Xiangshou akan mengabari," ungkap nyonya Yin meyakinkan.
"Baiklah, Nyonya. Aku akan percaya padamu," balas Lianhua senang. Ia menunjukkan senyumannya yang manis agar tidak membuat kecurigaan.
"Sebelum kamu menikah dengan tuan Lin, aku akan menganggap kamu sebagai putriku. Jadi ... ke depannya aku sendiri yang akan mengantarmu ke tempat tuan Lin."
"Baiklah ... ayo segera naik. Kita tidak bisa berangkat kalau belum naik ke dalam kereta!" ajak nyonya Yin, menarik dan mengajak ke dalam kereta. Dengan naik tangga yang sudah disediakan oleh kusir.
Mereka berada dalam satu kereta kuda. Duduk bersebelahan tanpa ada membedakan bawahan dan atasan. Malah Lianhua yang tidak merasa takut sama sekali. Dirinya sudah berlatih tingkat pertama Kitab Dewi Lotus. Sehingga ia masih memiliki cukup kekuatan untuk melawan. Meski bukan melawan sampai mengorbankan nyawa. Setidaknya bisa melarikan diri saat dalam kesempitan.
Perjalanan mereka berlangsung dengan lancar. Tidak ada bandit ataupun pencuri yang melewati jalan bertebing dan rawan itu. Padahal itu adalah tempat di mana terdapat para berandalan. Tapi tidak ada ketakutan sedikitpun dari Meighui Yinxing. Karena ia sudah menyuruh bawahannya untuk mengantisipasi itu terjadi. Para bandit akan ditangkap dan akan diurus nanti, setelah urusan selesai.
"Hey ... apa kau sudah benar-benar memastikan? Kita sudah membawa arak buatanku juga, kan? Kita bisa saja menjual obat racikanmu. Tapi jangan lupa, rumah Xiangshou kita memiliki menu wajib. Yaitu arak peremajaan milikku."
__ADS_1
"Iya, Nyonya. Aku sudah memastikannya. Ini sudah sampai di mana? Aku sudah sangat lapar," ujar Lianhua memegangi perutnya. Padahal ia sudah makan tadi pagi. Tapi ia merasakan lapar yang sangat. Tidak tahu mengapa, sejak berlatih Kitab Dewi Lotus, ia sering kelaparan.
"Yoyoyo ... nona cantik kita sudah kelaparan ternyata. Mari-mari ... aku punya sesuatu untukmu. Kamu cobalah camilan yang kudapat dari perempatan jalan sebelum berangkat."
Meighui Yinxing mengeluarkan makanan yang muncul tiba-tiba di telapak tangannya. Lianhua sudah tahu siapa sebenarnya wanita itu. Dan wanita siluman itu pun sudah tahu, dirinya dianggap siluman bunga mawar. Namun ia juga tidak khawatir karena merasa dekat dengan gadis itu.
Tidak seperti bayangannya sebelumnya, Lianhua malah lebih patuh setelah bertemu dengan Guan Lin. Setelah itu, gadis itu tidak terlihat terpaksa melakukan pekerjaan. Malah terlihat ceria dan bersemangat. Itulah mengapa Meighui Yinxing berpikir, menemukan pasangan yang disukainya, membuat gadis itu lebih bersemangat. Saat ditawari pria lain yang tampan, Lianhua langsung menolak. Alasannya tentu saja nama Guan Lin telah terpahat di hatinya. Tanpa diketahui identitas aslinya Hua Tianzhi.
"Apa bukan karena kamu hamil? Aiihhh ... apa yang aku bicarakan ini? Kau sudah bertemu dengan tuan Lin. Jadi, apa kamu tidak bisa memeriksa kandunganmu sendiri?" goda nyonya Yin dengan senyuman lebar.
"Tidak, Nyonya. Kami baru bertemu beberapa hari. Tidak pantas untuk mengatakan hal itu, bukan? Lagian aku bukan perempuan yang seperti itu." Rasa malu-malu karena ia merasa Meighui Yinxing menggodanya karena sudah berhubungan dengan seorang pria.
Perjalanan dengan kereta kuda akan berlangsung selama beberapa hari. Maka mereka juga akan melakukan peristirahatan jika hari sudah malam. Selain itu, rumah bordir akan aman karena sudah banyak yang mengurusnya.
Selama ini Meighui Yinxing memang sering melakukan perjalanan bisnis. Yaitu mengantar beberapa barang untukmu kepentingan istana. Kadang ia menyewa orang untuk mengantar hasil sulaman rumah bordir. Atau beberapa lukisan para ahli dari tempatnya.
Untuk beberapa alasan, Lianhua menganggap Meighui Yinxing sebagai ibunya sendiri. Karena niatnya tidak sepenuhnya jahat, tidak pernah berniat membunuh sekalipun. Namun hanya mengambil sedikit energi kehidupan seseorang. Itu tidak masalah karena energi yang diambil dari orang-orang berdosa, yang datang ke rumah bordir.
Berbeda halnya kepada orang yang berbuat jahat, maka tak segan untuk menunjukan siapa siluman mawar merah sebenarnya. Dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin dan tak kenal ampun lagi.
__ADS_1
***