
Keyakinan seorang ibu tidak pernah salah. Jika dirasa anaknya masih hidup, kenyataannya memang seperti itu. Untuk menyelamatkan Lianhua, Hua Tianzhi harus menyamar menjadi seorang pria. Dan alangkah bahagianya ketika melihat putrinya di ruangan depan dan hanya melayani sang siluman mawar.
'Untung saja putriku Lian'er hanya melayani siluman wanita itu. Jika sampai melayani pria hidung belang, aku akan membunuhmu, siluman sialan,' pikir Hua Tianzhi. Dengan tatapan tajam ke arah wanita siluman yang duduk dengan tenang.
Rupanya Meighui Yinxing sedang menikmati energi kehidupan yang telah menguap dan datang padanya. Sementara para siluman bertugas untuk memberikan arak-arak dan juga memberi pelayanan. Agar memuaskan pelanggan yang kehilangan sedikit demi sedikit energi kehidupan.
Kesabaran siluman bunga menghasilkan sesuatu yang berguna. Setidaknya ia tidak langsung membunuh manusia. Hanya bertukar kesenangan dengan energi kehidupan saja. Sementara ia sudah semakin puas menikmatinya bak menghirup aroma wewangian. Aura yang dikeluarkan akan semakin tersebar di seluruh ruangan.
"Oohh, Tuan yang tampan, bagaimana aku harus memanggilmu?" tanya seorang wanita cantik pada sosok yang dianggap seorang pria. Dengan lenggak-lenggok tubuhnya sangat menggoda pria manapun yang melihatnya.
'Oh, ini siluman angsa rupanya. Jadi siluman bunga mawar itu juga mempekerjakan para siluman juga. Tidak heran, rumah bordir ini begitu laris dan terkenal," pikir Hua Tianzhi yang menyamar sebagai seorang pria.
Wanita itu bergelayut manja pada Hua Tianzhi. Juga menggunakan berbagai cara agar mau memberikan apa yang diinginkan. Bukan hanya seorang wanita siluman yang datang. Melainkan ada beberapa siluman mendekat. Aura yang dipancarkan oleh Hua Tianzhi juga begitu menarik perhatian mereka. Namun wanita itu tidak akan pernah tertarik pada siluman wanita. Setidaknya ia masih waras dan tidak akan pernah berniat bersenang-senang di tempat itu.
"Tuan Tampan, apa kami kurang cantik? Kamu beruntung malam ini karena aura ketampananmu. Begitu mempesona dan cantik. Apalagi tubuh mungilmu dan juga wajah ini." Siluman angsa memegang pipi Hua Tianzhi dengan lemah lembut. Mengusap sesekali dan merasakan kulit itu lebih halus darinya.
"Wah, Tuan tampan. Kulitmu begitu halus dan lembut. Apakah yang kau gunakan untuk mempercantik tampilan? Dan owhh, kau sangat menawan, Tuan." Siluman Burung Pegar pun merasakan apa yang dirasakan siluman angsa. Ia sangat menikmati suasana malam ini.
__ADS_1
Hua Tianzhi membalas dengan godaannya. Meski dalam hati ia merasakan jijik. Namun untuk membuat penyamarannya sempurna, ia harus melakukannya. Bahkan ia sudah menyamarkan aura wanitanya. Juga menyamarkan dadanya agar tidak terlihat seperti wanita. Meski masih terlihat menonjol karena ukurannya memang besar.
"Ouhh ... kalian sangat cantik. Aku baru datang dari timur. Dan singgah ke kota ini sebagai pedagang. Hemm, di sini katanya ada wanita yang paling cantik dan juga sebagai pemilik rumah bordir ini. Apakah saya boleh bertemu dengannya?"
Tak lupa Hua Tianzhi memberikan keping emas pada para siluman itu. Ia juga menyerahkan satu botol obat pada mereka. Meski hanya satu, itu adalah obat yang ia buat sendiri. Sudah disiapkan untuk memperlancar rencana.
"Ini adalah ramuan khusus dari Negri Timur. Ini bisa membuat kulit kalian sehalus sutera dan bisa meremajakan kulit. Tapi saya hanya membawa ini. Jadi, kalian bisa berbagi."
Mereka saling berebut satu sama lain. Setelah mendapatkan koin emas dan obat. Hua Tianzhi mendekati Meighui Yinxing dengan gagah. Ia melihat wanita siluman itu dengan tatapan seperti layaknya pria asli. Dan sekilas ia melihat Lianhua yang sedang menuangkan teh untuk Meighui Yinxing.
"Ahh, yooo ... ada tamu tampan, siapakah gerangan? Kurasa kau bukan berasal dari sini. Mungkinkah kau seorang pendatang?" tanya Meighui Yinxing tersenyum manis. Ia menampilkan wajah yang cantik dan menggoda.
Meighui Yinxing melihat sosok pria yang tidak seperti pria hidung belang. Meski terlihat tertarik padanya, tetap menampilkan kesopanannya. Terlihat sebagai seorang pria berpendidikan dibandingkan dengan pria hedon.
"Eemmm ... hihihihi ... aku jadi malu. Aku tidak secantik apa yang dikatakan oleh tuan muda. Anda begitu sopan padaku, Tuan. Tapi aku tidak tahu, ada keperluan apa, Tuan tampan datang padaku? Ohh, sebelum itu, kau belum memperkenalkan namamu."
Hua Tianzhi memang sengaja tidak memperkenalkan namanya begitu saja. Namun ia menunggu pertanyaan lagi untuk memancing wanita itu bertanya kembali. Ia ingin terkesan misterius dan juga berwibawa. Itulah yang dilakukan oleh pria sejati pada umumnya. Karena pria seperti itu, akan enggan untuk masuk ke dalam rumah bordir.
__ADS_1
"Nama? Iya, saya belum memperkenalkan namaku. Nyonya Yin, nama saya Guan Lin. Saya adalah pedagang dari Negeri Timur. Dan datang ke kota Chunfeng ini untuk membuka cabang. Ehh ... sebenarnya saya datang ke tempat ini untuk mencari calon istri. Tapi kurasa di sini tidak ada yang benar-benar memenuhi kriteriaku. Sayang ... sayang sekali."
Hua Tianzhi menggelengkan kepalanya sambil berdecak. Ia memang tidak berniat pada semua siluman. Melainkan untuk mendapatkan Lianhua kembali. Tentu saja sebagai ibunya, bertanggung jawab pada putrinya.
"Maksudmu ... ohhh. Huahaha ... kurasa kau datang ke tempat yang salah, Tuan. Mungkin kau bisa mendapatkannya di tempat lain. Saya tahu Tuan Muda ini ingin memiliki seorang istri, lebih baik datang ke tempat yang seharusnya."
Raut wajah Meighui Yinxing mulai berubah. Tentu saja niat orang yang datang itu bukan untuk bersenang-senang. Tentu tidak bisa asal mengambil energi kehidupannya. Namun ia merasakan ada yang aneh pada Hua Tianzhi yang berpakaian dan berpenampilan pria. Tentu ia tidak menyadari Hua Tianzhi adalah wanita. Sudah jelas auranya menunjukan seorang pria.
"Kalau begitu, mungkin saya salah mendatangi tempat ini. Sayang sekali, sayang sekali. Bagaimana nasib seribu pengawal dan pelayanku nanti? Padahal ingin bekerja sama dengan rumah bordir ini. Tapi tidak bisa menemukan gadis yang kuinginkan."
"Bekerja sama? Maksudmu ... apakah kau ingin bekerja sama dengan rumah bordir ini? Tetapi, kerjasama seperti apa yang Tuan maksud?" tanya Meighui Yinxing penasaran. Ia tidak bisa melewatkan kerja sama jika menguntungkan baginya.
Mendengar ada banyak pekerja di belakang tamunya, membuatnya ingin mengambil energi kehidupan mereka. Meski masih sedikit, tetap saja ia akan senang hati.
"Saya ingin menawarkan kerjasama pengawalan di sini. Nantinya saya ingin menaruh bawahanku sebagai penjaga di sini. Tapi rumah ini harusnya juga menjual obat dan kosmetik, bukan? Lihatlah banyak tamu wanita yang ingin terlihat cantik dan awet muda."
Tentu saja Hua Tianzhi mampu membuat obat awet muda. Dengan ilmu medis yang ia pelajari, ada beberapa tanaman yang dicampur akan menjadi obat awet muda. Juga dapat membuat kosmetik yang dapat mempercantik penampilan
__ADS_1
"Oh iya, saya telah memberikan satu-satunya kosmetik yang saya bawa pada mereka. Jika ingin sampel, saya akan menyuruh pengawal di luar untuk mengambil lainnya."
***