
"Bagaimana situasi mereka? Mungkinkah Lianhua dan tuan Lin melakukan suatu hal?" tanya Meighui Yinxing kepada pelayan yang membawakan arak ke kamar Lianhua.
"Semua berjalan dengan baik, Nyonya. Bahkan aku melihat nona Lianhua dalam kondisi berantakan. Sepertinya gadis itu mengerti apa yang harus dilakukan."
"Bagus. Bagus sekali, Lianhua. Anak ini benar-benar memberiku kejutan. Tidak kusangka, wajahnya yang begitu polos, hatinya bisa seliar itu. Lanjutkan pekerjaanmu sekarang."
"Baik, Nyonya. Saya akan menemani pria yang baru datang itu." Wanita itu meninggalkan Meighui Yinxing setelah selesai mengatakannya.
Sementara ada beberapa orang yang ingin ditemani oleh pemilik rumah bordir. Tidak banyak yang mendapat kesempatan ditemani oleh pemilik rumah bordir tersebut. Karena wanita itu akan memilih sendiri, siapa yang akan menemaninya malam ini. Karena kecantikan siluman bunga telah menghipnotis para pria hedon yang datang ke tempat tersebut. Banyak dari mereka yang lebih tertarik pada sang pemilik rumah bordir. Namun mereka harus puas dengan pelayanan lain. Jika tidak dipilih sendiri, tidak ada yang berhak menemaninya.
Hari-hari telah berlalu sejak tidak ada yang membuat Meighui Yinxing tertarik. Sebenarnya ia begitu tertarik pada Guan Lin yang identitas aslinya Hua Tianzhi. Sebenarnya ia juga sangat penasaran dan ingin bermalam dengannya. Hanya saja tidak habis pikir, Guan Lin memilih Lianhua yang merupakan orang baru di tempat itu.
"Huhh ... beruntungnya kamu, Lianhua. Mendapatkan pria yang tampan dan menarik seperti tuan Lin. Andaikan aku lebih muda lagi, mungkin aku memiliki kesempatan sepertinya. Sayangnya dia tidak seperti pria lain yang asal tertarik pada wanita cantik."
Meighui sadar diri, dirinya sudah tidak muda lagi. Tapi tampilannya tetap akan seperti wanita tiga puluh tahunan. Sudah beberapa kali ia mencari pria yang diinginkan. Namun dari semua pria yang datang, belum ada yang bisa membuatnya tertarik. Sehingga ia membiarkan bawahannya yang menangani.
"Nyonya Yin, sungguh kau sangat cantik malam ini. Apakah ada kesempatan bagiku melayanimu malam ini?" Seorang pria gemuk mencoba keberuntungannya malam ini. Tentu saja berharap bisa mendapatkan hati Meighui Yinxing.
__ADS_1
"Tuan Zhang jangan main-main denganku. Malam ini saya tidak mood melakukannya. Sebaiknya kau memilih wanita-wanita lainnya yang lebih muda. Ohh, saya sampai pangling, kau sangat tampan malam ini, Tuan Zhang." Meighui Yinxing memuji sambil menutup mulutnya. Ia sebenarnya merasa jijik dengan penampilan Zhang Wubei.
Zhang Wubei adalah pemilik kediaman Zhang di ibukota. Juga seorang bangsawan yang sangat kaya di kota Chunfeng. Merupakan ayah dari Zhang Wushang yang menjadi teman Lianhua. Pria paruh baya itu merupakan pelanggan tetap di rumah bordir.
Dengan bisnis yang dimiliki oleh Zhang Wubei, dapat mengerahkan banyak orang di belakangnya. Sehingga Meighui Yinxing juga tidak menolak permintaan pria itu untuk saling bekerja sama. Tujuan siluman wanita itu sudah jelas, ingin mengambil sedikit demi sedikit energi kehidupan orang-orang itu.
"Kau sangat cantik malam ini, Nyonya Yin. Ayolah ... kita senang-senang denganku. Aku akan memberikan sebagian hartaku jika kamu mau melakukannya malam ini."
Kondisi Zhang Wubei sedang mabuk berat. Energi kehidupannya juga sudah terserap banyak oleh siluman bunga mawar. Membuatnya terlihat lebih tua dan tumbuh uban. Di antara para pelanggan di rumah bordir, Zhang Wubei adalah orang yang paling banyak minum. Bahkan dalam semalam, bisa meminum satu gentong besar arak.
"Tuan Zhang ... bukankah kau ingin minum arak denganku? Ayolah ... kita minum sampai mabuk." Meighui Yinxing sudah tidak peduli lagi. Energi kehidupan yang terus menguap itu diserap olehnya.
Zhang Wushang terkapar di lantai. Meighui Yinxing pun tersenyum senang dan menyuruh bawahannya untuk mengangkat pria itu ke kamar. Banyak wanita yang mengerubungi pria gemuk itu karena memberi kepuasan serta uang. Meski mereka adalah siluman, mereka telah hidup berdampingan dengan manusia dan sudah terbiasa hidup dibawah kepemimpinan Meighui Yinxing.
"Kalian bawa pria busuk itu ke kamar. Jangan biarkan dia mengotori pakaianku." Karena pakaian yang ia kenakan sangat mahal, ia tidak rela dikotori oleh pria yang sedang mabuk berat.
Bukan hanya satu orang yang ingin dekat dengan pemilik rumah bordir. Meskipun mereka tidak memenuhi syarat, keberanian mereka cukup tinggi. Ada beberapa orang yang lolos dari para siluman wanita yang menggoda. Meski mereka akan selalu tergoda, saat melihat langsung ke arah pemilik rumah bordir, pandangan mereka langsung tertuju ke arahnya.
__ADS_1
"Tuan, ahh ... kau sangat nakal malam ini. Uhh, janganlah, Tuan. Jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Saya sudah siap, Tuan." Seorang wanita begitu bahagia saat sedang dalam pangkuan seorang siluman pria. Ia tengah dilanda asmara dan sudah melakukan hubungan dengan beberapa siluman pria di tempat itu.
"Selamat malam semuanya. Malam ini sudah waktunya menikmati tarian dan musik. Tuan-tuan dan Nyonya sekalian, mari kita rayakan malam ini dengan gembira. Lupakan saja masalah yang ada!"
"Mari mari semua. Kita senang-senang bersama malam ini! Kita berpesta sampai pagi. Hahaha!" tawa senang seorang pria yang dikelilingi banyak siluman wanita.
Suara petikan kecapi menggema di ruangan besar itu. Mereka menikmati alunan musik yang indah. Para penari berkeliling di panggung dengan tampilan menggoda. Para pria dan wanita menari dengan iringan musik pesta.
"Acara yang ditunggu-tunggu di setiap malamnya. Berarti malam ini adalah malam keberuntunganku. Karena bisa menikmati alunan musik yang indah ini. Konon Nyonya Yin sendiri yang menuliskan lagu yang didengungkan dengan musik. Sungguh melodi yang sangat indah di dengar."
"Nyonya Yin kami memang hebat dalam segala hal," balas pelayan wanita yang menuangkan arak untuk pria yang ditemaninya malam ini.
Lampu-lampu berkedip-kedip dengan berbagai warna yang indah. Juga kembang api yang dinyalakan oleh beberapa siluman yang menggunakan ilmunya. Dipadukan dengan alunan musik, membuat suasana ramai.
Baik para siluman dan pelanggan pun bergembira bersama. Namun tidak dengan Lianhua yang tidak keluar dari kamar. Membuat Meighui Yinxing merasa aneh. Padahal malam ini diadakan kejutan meriah. Pemilik rumah bordir sendiri lupa kalau malam ini sudah saatnya melakukan perayaan musik dan tarian.
"Apa Lianhua tidak akan keluar untuk menikmati malam ini? Hei kau, lihatlah Lianhua. Coba ajak tuan Lin untuk menikmati pesta malam ini juga. Hari ini adalah hari yang baik untuk tujuan yang baik juga," perintah Meighui Yinxing.
__ADS_1
"Baik, Nyonya. Saya akan mengajak mereka untuk menikmati pesta. Saya permisi dulu, Nyonya." Siluman wanita itu pun meninggalkan Meighui Yinxing dengan senang hati. Ingin memberi kabar bahagia karena acara musik diadakan tiga atau empat kali sebulan. Meski bukan perayaan besar, cukup bagi mereka untuk bersenang-senang.
***