
Karena jiwanya terpisah, Huo Feng Huang tentu tidak tahu, jika mengalami kematian, masih bisa bereinkarnasi kembali atau tidak. Jika beruntung, mungkin bisa kembali menjadi manusia atau makhluk lain. Tapi jika tidak, ia akan lenyap selamanya. Bahkan seluruh jiwa yang tersebar di tiga alam akan ikut lenyap.
Berbeda dengan jiwa yang lain, misalnya Hua Tianzhi yang masih tetap bisa bereinkarnasi jika ia mengalami kematian. Hanya menunggu waktu beberapa beberapa tahun untuk kembali ke alam manusia atau menjadi makhluk lain. Tergantung keberuntungan atau usaha sendiri.
Alam kematian menjadi sangat rahasia bagi seluruh makhluk. Tidak ada yang mengetahui, bahkan Kaisar Langit sekalipun. Meski demikian, masih ada kesempatan sebelum datangnya hari kematian, manusia ataupun dewa akan berusaha mencari jalan mudah mencapai tujuannya.
Pertarungan tidak akan selesai kalau tidak ada yang memenangkannya. Meski kultivasi Huo Feng Huang lebih rendah, api Feniks yang dimiliki olehnya adalah yang terkuat di alam dewa. Bersama api naga yang kekuatannya setara. Setelah itu, masih ada api Vermilion yang berada di bawahnya. Itulah mengapa Huo Feng Huang termasuk yang paling disegani di alam dewa. Dan banyak yang ingin menyingkirkannya karena kekuatannya yang dahsyat.
"Meskipun api Feniks adalah yang terkuat saat ini, kita diuntungkan dengan tempat ini. Karena kita berada di wilayah beracun. Bagi siluman ular yang berlatih racun, tidak mungkin lemah saat di tempat beracun. Sebaliknya, kau adalah seekor burung yang terbang bebas. Tapi kurasa sayapmu sedang patah. Kita akan membuatmu semakin menderita karena kelemahanmu itu."
Mu Baoyan terus saja memberikan kata-kata untuk membuat Feng Huang takut. Dengan menterang mentalnya yang dianggap lemah karena dia bisa mengukur kultivasi Feng Huang yang lebih lemah darinya.
Berbeda dengan Xixi Siang yang hanya menyerang tanpa melihat. Meskipun tidak pintar dalam mengendalikan perasaan lawan, serangannya menakutkan dan berbahaya. Satu cakaran saja, membuat racun yang sudah diekstraksi akan membuat darah beku.
Menggunakan racun memang keahlian siluman ular. Untuk mengalahkan Feng Huang, mereka harus menjaga jarak aman. Jika tidak, mereka akan terkena api Feniks. Namun Feng Huang yang sadar akan hal itu, berlari dan mendekati salah satu dari mereka.
"Kurasa yang paling lemah dulu, bisa menjadi sasaran pertamaku." Feng Huang melesat dengan kecepatan tinggi sambil menahan nafas. Itu dilakukan agar tidak menghirup banyak racun.
Sebuah pisau api ditusukan ke arah Mu Baoyan. Meski sempat mengelak, api Feniks menyelimuti tubuh Feng Huang. Membuat area sekitarnya panas dan membakar apapun yang ingin ia bakar. Membuat ular hijau itu terkena pedang api dan membuat tubuh terbakar.
__ADS_1
"Kurang ajar! Ternyata dia sedang menunggu kami lengah." Xixi Siang tidak percaya begitu saja, temannya tidak bisa menghadapi calon korbannya yang memiliki kultivasi lebih rendah.
"Dengan begini, berakhir sudah!" Feng Huang memberi beberapa goresan di tubuh siluman ular hijau. "Ini akhir dari riwayatmu.
Sebuah cakar melesak masuk ke dalam kobaran api. Itu adalah cakar milik Xixi Siang yang berbahaya. Ia mengendalikan beberapa cakar dalam genggaman tangannya. Karena cakar itu terhubung dengan benang yang dilapisi energi qi. Sehingga layaknya boneka, dapat dikendalikan jarak jauh.
"Sial! Siluman ular putih memang lebih merepotkan. Harus kuakui kalian yang diuntungkan dengan kondisi ini. Tapi semua ini hanyalah masalah waktu." Feng Huang kembali mengambil obat yang diberikan oleh Hua Tianzhi. Ia langsung mengkonsumsi tiga butir sekaligus.
Mengkonsumsi satu obat saja sudah membuatnya kehilangan kekuatannya secara drastis. Karena dengan kekuatan dan obat itu, digabungkan akan menjadi detoks racun. Namun jika memakan lebih dari satu, membuat dirinya dalam bahaya.
"Ini semakin sulit saja, yah. Kurasa tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Di sini ku keluarkan segenap kekuatanku untuk mengalahkan kalian." Feng Huang sudah yakin ingin mengalahkan kedua siluman dengan tangannya sendiri. Api Feniks di kedua tangannya membakar racun yang ada pada senjata kedua siluman.
"Aakhh! Tidak! Ampuunn!" teriak kedua siluman sebelum akhirnya terbakar dalam api yang berkobar sangat besar. Panasnya api Feniks, mampu membakar apapun hingga tak tersisa.
Setelah membunuh mereka berdua, tubuh Feng Huang terasa lemah dan detak jantung tidak stabil. Ini karena banyaknya racun yang masuk ke dalam sistem pernafasannya. Bahkan obat itu tidak begitu mampu mendetoksifikasinya.
Setelah kematian kedua siluman ular, Feng Huang cukup lelah dan berjalan lebih lambat. Pembakaran yang menghabiskan hampir seluruh kekuatannya, membuatnya tidak bisa berkata-kata. Perjalanan masih panjang sebelum sampai ke pusatnya. Ia berjalan dengan ranting kering yang ditemukan di tempat tersebut.
"Mungkin masih membutuhkan sehari lagi untuk sampai ke pusat. Tapi tidak bisa berdiam diri di sini saja. Aku harus melangkah maju."
__ADS_1
Selama dua hari Feng Huang tetap berjalan. Sisa obat tinggal satu butir lagi dan ia tidak boleh menyia-nyiakannya. Harus digunakan sesuai kebutuhan. Tapi ia juga bingung, setelah mendapatkan apa yang ada di pusat gas beracun, apakah dia masih bisa kembali atau tidak. Itulah mengapa ia mempertaruhkan semuanya untuk obat terakhirnya.
Pertarungan dengan dua siluman telah menghabiskan sebagian obatnya. Tak terasa dia sudah berada di tempat yang memiliki kadar racun paling tinggi. Maka untuk pil obat terakhir, ia mempertaruhkan segalanya.
"Tempat apa ini? Semakin ke sini, kurasakan kekuatan yang luar biasa. Bahkan bukan hanya racun, aura ini, tidak mungkin dimiliki oleh makhluk biasa. Apa yang sebenarnya tersimpan di sana?"
Berjalan semakin dalam, menemukan sebuah pelindung berwarna biru kehitaman. Saat ia mendekat, energinya terhisap ke dalamnya. Membuatnya tidak bisa bernafas untuk beberapa saat. Namun itu hanya menghisap sebagian energi qinya. menyisakan yang sebagian lagi.
"Hahaha! Siapa yang berani mengambil mustikaku? Huahaha! Aku adalah mustika naga kuno. Siapa yang telah lancang masuk ke dalam sini? Hanya yang memiliki kekuatan api Naga dan Feniks yang dapat mengambil mustika ini, huahahaha."
Suara itu menghilang begitu saja dan masih menyisakan aura menakutkam di dalamnya. Dan di pusatnya ternyata ada sebuah mustika berwarna biru safir. Dengan dikelilingi aura hitam lekat, menandakan itu adalah racun yang menyelubungi mustika Naga Kuno.
Naga Kuno merupakan sesosok naga raksasa yang berada di tiga alam. Konon ekornya berada di bumi, dan kepalanya bisa sampai di alam langit. Saking besarnya, tidak ada yang tahu umur pasti dari sang naga. Kabarnya juga, siapapun yang mendapatkan salah satu atau seluruh mustikanya, akan memiliki kekuatan luar biasa.
"Apakah ini hari keberuntunganku? Baiklah, mari kita mencoba keberuntunganku. Ini adalah Mustika Naga Kuno yang legendaris itu?"
Feng Huang mengambil inti mustika dengan kedua tangannya. Ukurannya terlalu kecil tapi sangat berbahaya karena mengandung racun mematikan. Jika saja api Feniks tidak diaktifkan, bisa membuat Feng Huang melepuh atau mengalami hal lain. Namun saat dipegang, mustika itu menguap dan bergabung dengan api Feniks milik Feng Huang. Dan masuk ke dalam diri pria itu.
Rasa sakit tak tertahankan dirasakan Feng Huang. Ia tidak menyangka, dirinya mendapatkan kejutan luar biasa. Yang membuatnya mendapatkan Mustika Naga Kuno. Setelah itu ia tidak sadarkan diri dan secara bertahap, racun di udara terhisap oleh tubuh Feng Huang yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
***