
"Sebenarnya orang ini cukup kuat. Melawan para siluman itu saja tidak sampai mati. Dan sekarang melawan ibu. Tidak mungkin bisa hidup hari ini. Hehh, padahal kita bisa menjadi teman yang baik. Hanya saja kau memilih lawan yang salah," tutur Hong Xiao lirih. Menghela nafas pelan lalu menghembuskannya dengan cepat.
Huo Feng Huang menciptakan pedang api dan menyerang langsung Song Li Wei. Namun wanita itu cepat menghindar dan kembali melancarkan serangan api. Serangan demi serangan membuat kehancuran kecil di sekitar pertempuran.
Song Li Wei kembali mengandalkan kecepatan tinggi untuk mencapai belakang Huo Feng Huang. Namun tidak itu hanya bersifat sementara. Pria itu menengok ke belakang dan segera saja pedang itu hampir menembus tubuh wanita itu.
Adegan pertarungan itu disaksikan oleh Hong Xiao yang tidak bisa bertarung seperti itu. Karena dirinya adalah manusia biasa yang tidak berlatih bela diri. Berbeda dengan ibunya yang bisa bertarung dan mengendalikan kekuatan Naga Kuno dengan baik. Meski ia harus memangsa manusia setiap harinya, ia tidak masalah.
Dengan memangsa manusia, Song Li Wei dapat mengendalikan Mustika Naga Kuno dalam dirinya. Huo Feng Huang tidak berpikir seperti itu karena dengan kekuatannya pun sudah cukup. Karena tubuhnya merupakan Dewa Feniks. Yang tidak perlu memakan manusia untuk mempertahankan tubuhnya. Karena jika tubuh yang menjadi tempat Mustika Naga Kuno tidak cocok, maka tubuhnya akan hancur.
Untuk mempertahankan tubuhnya, Song Li Wei membunuh dan memakan manusia. Itu juga dapat menambah kekuatannya. Sekarang bahkan bisa mengimbangi kecepatan Huo Feng Huang. Namun itu belum cukup karena dengan mudahnya, Huo Feng Huang masih lebih unggul.
"Kau mungkin lebih kuat dengan Mustika Naga Kuno. Namun kenyataannya kau hanyalah manusia biasa yang bahkan tidak tahu bagaimana mengendalikannya." Huo Feng Huang kembali menciptakan pedang api yang dapat ia lemparkan ke arah Song Li Wei.
"Grroaaghh! Beraninya kau!" Mendengar perkataan Huo Feng Huang membuat Song Li Wei marah. Serangannya semakin membabi buta tanpa bisa ia kendalikan.
"Jika seperti ini terus, tubuhmu tidak akan bisa menahan dan pada akhirnya akan terhisap oleh kekuatan Mustika Naga Kuno itu. Bahkan siluman saja tidak ada yang berani memakan Mustika Naga Kuno. Hanya orang bodoh yang memakannya secara langsung seperti itu. Dan orangnya adalah kamu."
__ADS_1
"Sialan! Mati saja kau! Grroaghh!" Song Li Wei tidak bisa mengendalikan emosinya. Membuatnya menyerang tanpa melihat arahnya dengan benar.
Melihat kekalahan wanita itu, membuat Huo Feng Huang hanya berdiam diri dan menunggu kehancuran Song Li Wei. Teriakan wanita itu begitu keras. Sehingga menimbulkan kehancuran di mana-mana. Bahkan Hong Xiao yang tidak bisa menghindar, terkena dampaknya. Ia menutup kedua telinganya dan melihat dengan mata yang terganggu.
Gelombang kejut yang besar menimbulkan gempa bumi. Orang-orang di sekitar merasa ini adalah akhir dari hidup mereka. Bahkan karena saking dahsyatnya membuat siluman ular api keluar. Karena rasa penasaran, siluman ular api yang telah menyatu itu ingin mengambil kembali Mustika Naga Kuno.
"Mustika Naga Kuno adalah milikku! Tidak seorangpun bisa mengambilnya dariku. Groaaghh!" teriak Song Li Wei dengan keras. Ia merasa kekuatan besar dalam dirinya semakin meningkat. Namun ia tidak tahu arti dari peningkatan kekuatannya.
"Manusia bodoh. Jadi kau yang memakan Mustika Naga Kuno? Tubuhmu akan hancur saat tidak bisa mengendalikan kekuatan itu! Hahaha! Kami sebagai siluman saja tidak berani memakannya!" Siluman ular api Huo She bersaudara hanya tertawa menyaksikan pemandangan itu. Karena berpikir, orang itu akan segera mati setelah tubuhnya tidak bisa menahan kekuatan Mustika Naga Kuno.
"Yang kami lakukan di dekat Mustika Naga Kuno hanyalah menyerap kekuatannya sedikit demi sedikit. Selama lima ratus tahun kami berkultivasi. Dan sekarang sudah mencapai tahap ini, apakah Mustika Naga Kuno bisa membuat orang kuat semudah itu? Hehh, konyol sekali!"
Meski tidak mengatakannya secara langsung, Huo Feng Huang pun setuju. Ia juga tidak bisa memakan Mustika Naga Kuno dengan sembarangan. Bahkan saat ia menyentuhnya, Mustika Naga Kuno itu sendiri yang merasuk dalam tubuhnya. Jika ia memakan Mustika itu, bukan tidak mungkin, dirinya juga bisa selamat. Hanya saja, saat Mustika Naga Kuno masuk ke dalam tubuhnya, sama saja dengan memakannya atau tidak.
"Hei, kau! Kultivator dari mana kamu? Sebagai seorang praktisi pasti kau tahu dampak memakan Mustika Naga Kuno, bukan? Kau bisa menahan seranganku, kemungkinan kau seorang yang cukup hebat."
Huo Feng Huang menengok ke arah siluman ular api. Lalu ia pun menjawab, "Tidak peduli aku memakannya atau tidak, yang jelas tubuhku bisa menerima lebih baik daripada manusia biasa atau siluman rendahan sepertimu."
__ADS_1
"Jadi kau berniat memakannya juga? Huahaha! Sayang sekali, kau juga termakan rumor itu, bukan? Kalau begitu, kenapa kau tidak mencoba memakannya juga, setelah tubuh wanita itu hancur? Jika kamu bisa bertahan, anggap saja itu sebagai milikmu."
Tawaran yang dikatakan Huo She bersaudara memang membuat Huo Feng Huang tertarik. Tapi ia tidak tahu, tubuhnya masih bisa menerima Mustika Naga Kuno lagi atau tidak. Sedangkan ia belum menemukan potongan jiwanya yang lain. Seharusnya ia mencari potongan jiwanya lagi untuk menerima kekuatan Mustika Naga Kuno.
"Bagaimana, hehh? Saat kulihat kau memakan Mustika Naga Kuno itu, aku akan menunggu reaksinya. Jika dalam waktu setengah hari bisa bertahan, akan ku biarkan kau pergi dari sini."
"Aku akan menerima tantanganmu. Tidak peduli kau akan merebutnya kembali atau tidak. Ucapan siluman tidak bisa ku percaya tapi aku akan tetap memakan Mustika Naga Kuno itu." Dengan tegas, Huo Feng Huang menerima tantangan itu.
Huo Feng Huang mencoba memasuki alam bawah sadar Naga Kuno. Ia berharap wanita yang berada di dalam alam bawah sadar itu tahu situasinya. Namun pria itu tidak bisa masuk ke dalam alam bawah sadar Naga Kuno. Namun beruntung dapat mendengar suara wanita putih itu berbicara.
"Kau tenang saja! Aku tahu kondisi tubuhmu saat kau berada di alam bawah sadar Naga Kuno. Berdasarkan pengamatanku, tubuhmu adalah yang paling cocok dengan Dewa Naga Kuno. Meski jiwamu terpecah di tiga alam, kau cukup memakannya saja. Biarkan urusan lainnya akan menjadi urusanku."
Huo Feng Huang tersenyum senang, mendengar wanita itu mengucapkan hal itu. Ia beruntung karena memiliki tubuh Dewa Feniks. Sehingga ia bisa menerima kekuatan besar dengan energi utamanya adalah energi api. Jika kekuatan mereka digabungkan, akan menjadi kekuatan yang luar biasa.
"Aku akan menunggu kau menerima tantanganku. Sekarang kau bersiaplah untuk mengambil benda itu setelah kehancuran manusia bodoh itu." Huo She bersaudara sudah tidak sabar melihat orang mati karena terlalu sombong dengan kekuatannya sendiri. Bahkan meremehkan Huo Feng Huang yang terlihat sangat percaya diri.
***
__ADS_1