
"Hei, kau yang di sana. Bukalah pakaianmu! Bukankah memakai pakaian pelindung? Tidak mungkin ada orang yang tidak kenapa-kenapa ketika diserang seperti itu." Seorang pria masih tidak percaya dengan yang ia lihat. Bagaimana bisa orang tanpa melawan langsung menang.
Sementara orang-orang tengah menunggu apa yang dilakukan Huo Feng Huang selanjutnya. Sementara pria itu masih bergeming, menatap ke arah sesuatu yang ia harapkan.
Huo Feng Huang sendiri merasakan energi yang sangat besar di depannya. Di sebuah bangunan yang sangat tinggi seperti sebuah menara pagoda. Perlahan ia berjalan tanpa menghiraukan orang-orang itu.
"Hei, apa kau tuli? Kenapa malah mengabaikanku? Sialan! Kurang ajar!" Karena kesal, pria yang menyuruh melepaskan pakaian itu menyerang dengan pedangnya.
Pedang yang digunakan untuk menyerang hanya ditangkis dengan jari oleh Huo Feng Huang. Membuat pedang itu patah menjadi dua. Hal itu membuat orang-orang terperangah tidak percaya.
"Ti-ti-dak mungkin, dia menghentikanku dengan jarinya?" gumam seorang wanita lalu menutup mulutnya. Ia tidak percaya dengan kejadian tersebut.
"Apa ini? Ini sihir?" Pria lain yang menyaksikan itu semua pun tidak bisa mempercayai apa yang terjadi. Dengan adanya pria asing di tengah-tengah mereka, membuat mata terbelalak tak percaya.
Setelah melihat kejadian itu, mereka tidak ada yang berani pada Huo Feng Huang. Sebuah kekuatan besar dirasakan oleh Huo Feng Huang. Terasa sangat dekat dan sangat nyata. Dengan merasakannya saja, sudah tahu itu adalah salah satu pecahan rohnya yang terkurung di dalam bangunan tinggi.
"Kurasa di sana ada sesuatu yang ku inginkan. Lebih baik periksa saja langsung." Huo Feng Huang berjalan tanpa peduli dengan orang-orang berkerumun. Apa yang mereka katakan tentangnya tidak ia pedulikan. Karena tujuan utamanya adalah yang berada di dalam tempat tinggi itu.
"Hei hei hei. Apa yang dia lakukan? Apakah dia tidak takut dengan penjaga menara? Bukankah dia sangat bodoh?"
__ADS_1
Orang-orang itu membicarakan pria nekat yang berjalan ke arah terlarang. Sebuah menara tinggi yang terdapat potongan roh milik Huo Feng Huang. Bahkan tidak ada yang berani ke tempat itu sebelumnya. Karena siapapun yang berani masuk, maka dia akan mati.
"Ternyata ada orang yang berani menatap menara Pagoda Langit Seribu Bintang ini. Kau salah satu orang yang bodoh itu, anak muda." Seorang penjaga yang tahu maksud kedatangan pemuda yang berani menatap menara dan berjalan ke arahnya, mengatakan itu dengan gamblang.
Sebuah tindakan yang sia-sia jika orang itu mati dalam menara. Karena tidak ada yang bisa menjamin dirinya tetap hidup saat keluar nanti. Biasanya pria kuat dan berotot besar yang berani masuk ke dalam dan berakhir dengan hilangnya nyawa. Namun tidak tahu jika Huo Feng Huang adalah pemilik bagian dari Roh di dalamnya.
"Heh Nak, kalau ingin bunuh diri karena putus cinta, janganlah ke tempat ini. Ini bukanlah tempat yang bisa kau mainkan seenaknya. Lebih baik kau menjadi salah satu prajurit kami. Dijamin hidupmu akan bergelimang harta dan wanita. Kau tidak perlu putus asa seperti ini, bukan?"
"Begitu kah? Seberapa mengerikannya tempat ini? Sehingga di papan atasnya ada tulisan yang begitu panjang dan tidak berguna ini? Kurasa aku hanya menjentikan jari ini untuk mendapatkan kekuatanku kembali."
Mendengar pernyataan Huo Feng Huang, membuat pria itu tertawa terpingkal-pingkal. Tidak menyangka akan bertemu dengan pemuda sombong di hadapannya. Ia juga merasa kasihan karena kesombongannya bisa membuatnya mati kapan saja.
"Lalu, apa setelah aku membunuh semua master, aku bisa memiliki sumber energi di dalam menara ini?" tanya Huo Feng Huang dengan datar.
"Kau jangan becanda, anak muda. Eh, sebelum masuk ke dalam, kau katakan kalimat terakhir terlebih dahulu. Sebutkan nama dan asalmu. Jabatan atau sejenisnya bisa disebutkan."
"Namaku Huo Feng Huang. Aku adalah raja iblis yang akan mengambil bagian dari rohku yang berada di dalam sana." Huo Feng Huang mengatakan kalimat itu dengan santai dan menunjuk menara di depannya.
"Ooh, baik-baik. Seorang Raja Iblis datang untuk menaklukkan Menara Pagoda Langit Seribu Bintang. Datang dengan tingkah arogan dan akan mendapatkan bagian dari rohnya." Pria itu mengatakan apa yang dikatakan Huo Feng Huang sebelumnya. Dengan raut wajah senyum dan hampir tidak bisa menahan tertawa.
__ADS_1
Huo Feng Huang langsung masuk ke dalam tempat yang dikatakan orang sebagai tempat yang berbahaya. Membuka pintu dan langsung melihat seorang pria lanjut usia. Pria itu terlihat ringkih dan seakan tidak bisa berbuat apapun. Namun Huo Feng Huang bisa merasakan ada kekuatan besar dalam diri pria tua itu.
"Ohh, sayang sekali. Ternyata ada siluman yang telah menungguku. Kurasa tidak perlu kau katakan siapa dirimu. Karena kau akan segera mati, siluman tua."
"Hohoho ... penglihatanmu tidak buruk, anak muda. Tapi kau harus merasakan pukulanku. Akibat kesombonganmu." Siluman tua itu berubah menjadi gorila besar dengan seketika. Karena identitasnya sudah diketahui oleh Huo Feng Huang.
"Hanya monyet kecil saja, tidak perlu ditakutkan." Huo Feng Huang langsung menyerang siluman gorila itu dengan serangan api.
"A-a-api itu?" Seketika siluman gorila itu ketakutan karena tahu apa yang dikeluarkan oleh Huo Feng Huang. Sebuah bola api yang sangat familiar karena sudah pernah melihatnya. "Ada hubungan apa kau dengan Iblis Wajah Merah?"
"Iblis Wajah Merah?" Huo Feng Huang tidak percaya dengan yang dikatakan oleh siluman tua itu. Padahal Huo Feng Huang sendiri tidak kenal. Tapi mendengarnya sudah membuatnya penasaran dan seperti pernah mendengarnya.
Siluman gorila tidak bisa melupakan kekalahannya melawan Iblis Wajah Merah yang memiliki kekuatan api sama dengan yang dikeluarkan Huo Feng Huang. Dari sekedar merasakannya saja, sudah bisa dirasakan bagaimana berbahayanya jenis api yang dikeluarkan oleh Huo Feng Huang. Itu hampir sama dengan yang dikeluarkan Iblis Wajah Merah merah.
"Tu-tu-tunggu dulu! Aku aahh!" teriak siluman gorila dengan keras. Dengan satu kali mendapat serangan, ia langsung terbakar seluruh tubuhnya. Mau menghindar pun sudah tidak bisa. Apalagi ia hanya bertarung seorang diri.
"Begitu mudah mengalahkan satu di antara tiga belas. Apakah di setiap tingkatnya, akan ada master yang lebih hebat? Tapi kurasa mereka semua sama lemahnya." Huo Feng Huang naik ke tangga dan bersiap menghadapi master berikutnya.
Huo Feng Huang tiba di lantai ke dua dan melihat seorang wanita dengan telinga dan tanduk di kepalanya. Juga memiliki ekor yang panjang menjuntai dengan anggun. Itu adalah sosok siluman lain yang berada di tempat yang membosankan bagi Huo Feng Huang. Meski sebenarnya ia bisa saja membakar langsung tempat itu jika mau. Namun ia akan bermain-main terlebih dahulu untuk mencari lawan yang kuat. Jika tidak kuat, ia akan langsung membakarnya sampai mati.
__ADS_1
***