Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Berangkat Ke Istana


__ADS_3

"Eh, kau ... apakah kau bisa membawa yang ini?" Lianhua memerintahkan Huo Feng Huang untuk membawa obat yang berat. Karena ia ingin mengecek kebenarannya. Jika itu manusia biasa, maka tidak akan kuat mengangkatnya.


"Oh, aku bisa melakukannya, Lianhua. Apakah hanya ini saja?" tanya Huo Feng Huang karena baginya barang yang ia bawa sangat ringan.


"Itu saja dulu. Kau bisa membawanya ke depan. Ini juga yang terakhir." Lianhua mengikuti Huo Feng Huang dari samping. Ia masih penasaran dengan perasaannya sendiri. Harus memastikan kebenarannya.


Tidak seperti yang lain, Huo Feng Huang hanya memanggil dengan nama. Tidak dengan sebutan nona seperti yang diucap oleh para pekerja lain. Hal itu menambah penasaran Lianhua karenanya.


Mereka memasukan obat-obatan itu ke kereta dan siap untuk dibawa dengan kuda. Mereka hanya memastikan bahwa barang-barang sudah siap dan tinggal berangkat saja. Para kuli itu juga tidak menyangka kalau pekerjaan mereka tidak terlalu sulit karena kereta ditarik dengan kuda. Meski jumlah obat-obatan itu cukup banyak, pekerjaan mereka tidak bisa dibilang sulit. Untuk orang-orang yang jumlahnya sedikit itu mampu melakukan dengan baik.


"Nyonya Yin. Maafkan saya karena terlambat datang. Ini semua karena pria ini yang membuatku terlambat," ujar An Xiang yang baru saja datang. Ia menunjuk ke arah Lian Fen yang sudah berpakaian sesederhana mungkin.


Mereka mengenakan pakaian seperti yang dikenakan para kuli biasanya. Tidak disangka penampilan mereka lebih buruk dari para kuli yang berpenampilan lebih menarik. Dengan pakaian yang bersih dan rapi.


"Kenapa kalian berpakaian seperti itu? Kalian akan ke istana dengan itu?" tanya Meighui Yinxing pada dua pemuda yang berpakaian seperti saat para kuli angkut memakai pakaiannya.


"Kami sebenarnya sudah memakai pakaian yang layak. Hanya saja saat melihat mereka memakai pakaian biasa, membuat An Xiang memiliki ide untuk itu juga. Padahal sudah ku katakan agar mengenakan apa yang biasa kita kenakan."


"Ah, kau saja yang mau gitu. Kalau tidak melihat mereka mengenakan pakaian kotor dan lusuh, aku tidak akan memakai ini," ujar An Xiang. Ia juga merasa menyesal telah melakukan hal yang sia-sia.

__ADS_1


Mendengar ucapan An Xiang yang tanpa ragu, membuat orang-orang itu menatapnya. Tentu saja itu adalah tatapan tidak suka karena menghina mereka. Di antara mereka, memang An Xiang dan Lian Fen yang terlihat masih muda. Tidak heran mereka tidak tahu harus mengenakan apa karena statusnya seperti rakyat biasa.


Tidak seperti biasanya, keduanya adalah pemuda yang dilahirkan dari keluarga ternama. Tidak pernah hidup susah dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. An Xiang yang berasal dari keluarga terpelajar dan Lian Fen yang berasal dari keluarga bela diri. Orang tua mereka bekerja di pemerintahan. Sehingga membuat hidup tercukupi.


"Kalau begitu, kalian lebih baik mengganti pakaian. Di sana ada pakaian untuk kalian berdua. Setelah ini kalian bisa ikut menjaga bahan obat ini dengan berjalan kaki."


Melihat ada pakaian yang seperti dipakai para pekerja, An Xiang dan Lian Fen bergegas ke sana dan memilih pakaian yang cocok. Itu lebih baik daripada yang dikenakan sekarang. Meski kualitasnya lebih rendah daripada yang biasa mereka pakai. Namun sudah terlihat cukup baik.


"Apakah kau bisa mengendarai kereta kuda? Aku mau berbicara denganmu," ucap Lianhua yang terus berada di samping Huo Feng Huang. Ia masih penasaran karena tentu saja ia merasa itu adalah Huo Feng Huang yang ia kenal.


"Aku akan melakukannya, Lianhua," bisik Huo Feng Huang. Lalu ia pun melanjutkan, "Aku juga diperintahkan ibumu untuk menjagamu dan membawamu pergi dari sini. Mungkin ini belum saatnya tapi kita akan punya waktu untuk itu. Pembicaraan kita, teruskan nanti saja."


Lianhua mengangguk dan sudah tahu siapa yang berbicara dengannya. Ternyata ia tidak salah mengenali orang hanya karena penampilan yang berbeda. Tentu saja Huo Feng Huang menggunakan kumis palsu dan kulitnya juga merupakan kulit palsu juga.


An Xiang dan Lian Fen sudah berganti pakaian dan mendekat ke arah Lianhua. Mereka juga melihat gadis itu berbicara dengan salah satu dari mereka tapi terlihat sangat dekat. Membuat mereka tidak percaya, gadis secantik itu bisa akrap dengan orang yang berada di level yang berbeda.


Karena level Lianhua seharusnya bersama mereka dan tidak sepantasnya bergaul dengan orang-orang dari kasta rendah. Namun mereka tidak ada perasaan cemburu karena menganggap Huo Feng Huang adakah orang tua. Tidak mungkin seorang pria muda didekati gadis itu.


"Karena semua sudah siap, kita akan berangkat sekarang. Dan untuk yang bisa mengendalikan kereta kuda, silahkan duduk di kereta kuda. Dan yang lain bisa jalan kaki, kan?"

__ADS_1


"Ini adalah tugas kami, Nyonya Yin. Kalau Begitu, kami akan senantiasa menjaga barang agar tetap aman." Seorang pria mendekat dan berbicara pada Meighui Yinxing untuk menyetujuinya.


"Baguslah ... kita akan jalan kaki sampai ke sana. Dan kalian berdua juga harus menjaga kereta kudanya. Jangan sampai terjadi apapun pada barang-barang di dalamnya!" perintah Meighui Yinxing pada dua pemuda yang telah berganti pakaian.


Keberangkatan mereka dimulai. Kereta kuda yang berjumlah tiga kereta telah berangkat. Lianhua berada di depan bersama Huo Feng Huang. Sementara di samping kanan dan kirinya adalah orang-orang menjaga dari bawah.


Meighui Yinxing berada di kereta di belakang Lianhua. Ia juga bersama dengan seorang yang mengendalikan laju kuda. Sementara di bagian paling depan ada An Xiang dan juga Lian Fen. Lian Fen mengendalikan kuda sedangkan An Xiang hanya tiduran di kereta kuda.


"Kau hanya bersantai saja di situ. Apakah kau tidak mau berjalan kaki seperti mereka? Jadi orang hanya menyusahkan saja," sindir Lian Fen pada An Xiang yang sedari tadi memang hanya bersantai-santai di belakangnya.


"Kau jangan banyak bicara. Karena kekuatanmu saat ini paling dibutuhkan. Aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada obat-obatan ini," jawab An Xiang dengan santai.


Ucapan An Xiang membuat Lian Fen kesal. Namun ia harus tetap mengendalikan laju dua kuda yang menarik kereta. Mengikuti langkah Lianhua dan Meighui Yinxing yang berada di depan.


Perjalanan mereka harus melewati perumahan dan banyak tempat yang biasa dilewati saat masuk ke istana. Bagi kedua pemuda di belakang, sudah berapa kali masuk ke istana. Tapi tidak untuk yang paling depan.


"Apa kau pernah masuk ke dalam istana?" tanya Lianhua pada Huo Feng Huang. Karena dirinya juga baru pertama kali mau masuk ke dalam istana.


"Tidak. Aku tidak pernah masuk ke dalam. Apakah kau tidak tahu jalannya?" tanya Huo Feng Huang balik.

__ADS_1


"Aku tidak pernah ke istana. Mana aku tahu arahnya? Bagaimana jika kita tersesat? Aku tidak memikirkan ini sebelumnya. Mungkin kalau dua orang di belakang yang memimpin, mungkin mereka lebih tahu."


***


__ADS_2