Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kematian Meighui Yinxing


__ADS_3

Meski dalam keadaan sekarat, Meighui Yinxing masih memiliki harapan untuk hidup kembali. Berkali Lianhua mencoba mentransfer energinya. Namun karena sudah banyak terpakai untuk menyelamatkan banyak nyawa sebelumnya, kini tinggal sedikit kekuatan tersisa.


"Maafkan aku, Nyonya Yin. Tapi aku sudah menggunakan kekuatanku sebelumnya untuk menyelamatkan orang."


Sadar dirinya telah memberikan racun mayat pada penduduk dan pemburu siluman, membuat siluman itu sadar. Ia sadar telah membuat Lianhua yang baik hati itu telah mengorbankan segalanya.


Terlepas dari caranya yang licik dan haus akan kekuatan, membuatnya tidak menyadari kesalahan yang telah dibuat sejak ribuan tahun lalu. Sudah semestinya kematian akan datang pada waktu yang tepat. Disaat ambang kematian semakin dekat, maka akan ada penyesalan selama hidup.


Apalagi dengan sikap lunak Meighui Yinxing yang tidak berniat membunuh. Ia hanya mengurangi energi kehidupan mereka dan umur korban akan terserap sedikit demi sedikit. Tentu saja caranya sudah salah selama ini. Tapi tidak ada salahnya jika ia ingin hidup lebih lama lagi. Meski kesempatan itu telah hancur dengan kejadian saat ini.


"Kau tenang saja. Aku ... aku pasti akan menyelamatkanmu." Begitu kata yang dikeluarkan dari bibir Lianhua. Meski siluman sekalipun, ia akan mencoba yang terbaik.


"Tidak, gadis bodoh. Kau tidak boleh." Meighui Yinxing memegang tangan Lianhua lalu kembali berkata, "Kalau ada waktu, datanglah ke kota Chunfeng dan bilang pada mereka, kalian sudah bebas."


Meskipun dilarang untuk memberikan kultivasinya, Lianhua tetap mencobanya. Ia bahkan tidak peduli jika harus kehilangan banyak energi untuk menyelamatkan siluman wanita di hadapannya.


Meski tidak bisa menyelamatkan nyawa siluman wanita itu, Lianhua mencoba segala cara. Dengan tekhnik penyembuhan yang dikombinasikan penyaluran energi. Membuat Meighui Yinxing bisa bertahan untuk sementara.


"Ti-dak ... gadis bodoh." Meighui Yinxing memegang erat tangan Lianhua sebelum akhirnya ia kehilangan nyawanya.


Tubuh Meighui Yinxing lenyap dari bagian kaki terlebih dahulu. Kemudian sampai ke bagian atas hingga sepenuhnya hilang. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang siluman wanita pemilik rumah bordir.

__ADS_1


Nyonya Yin, begitu orang memanggil namanya. Dan wanita itu telah kehilangan segalanya sebelum ambisinya tercapai. Sedikit demi sedikit energi kehidupan yang telah ia ambil dari manusia. Namun iblis berwajah merah telah merenggut segalanya.


"Tidak! Apa yang terjadi? Ini bukan karenaku, kan?" Lianhua berteriak setelah menyadari bahwa wanita itu telah hilang dan tak ada sisanya.


"Bodoh sekali. Ada seorang gadis manusia tapi berhubungan baik dengan wanita siluman. Tunggu dulu, gadis manusia? Seharusnya itu tidak mungkin, bukan?" Shie Feng Hao melirik ke arah Lianhua sejenak. Lalu kembali menyerang Huo Feng Huang dengan satu tangan.


"Apa yang kau lihat? Kita sedang bertarung!" Huo Feng Huang melancarkan serangan dengan bola-bola api yang keluar dari tangannya.


Bola-bola api tercipta dengan cepat sehingga membuat iblis berwajah merah kewalahan. Fokusnya terpaku pada Lianhua yang memiliki ilmu pengobatan dewa. Itu adalah ilmu pengobatan yang sudah hilang dan hanya ada satu yang bisa menggunakannya. Yaitu Dewi Bunga Lotus.


"Sial. Gara-gara melihat penyembuhan yang dilakukan oleh gadis itu. Membuatku teringat masa lalu. Siapa sebenarnya gadis itu? Sudah pasti bukan manusia biasa dan tidak memiliki aura seorang dewi."


Sebenarnya Huo Feng Huang pun tahu apa yang dimaksud oleh lawannya. Namun ia sudah tidak terkejut lagi karena sudah tahu lebih banyak. Berbeda dengan Shie Feng Hao yang baru tahu sekarang.


Tidak mungkin bagi Huo Feng Huang membunuh iblis yang memiliki kultivasi lebih tinggi darinya. Apalagi mereka sama-sama berasal dari dewa Feniks. Yang dimana mereka masih dikatakan sebagai satu ras. Atau keturunan Feniks terakhir. Jika mereka punah, maka tidak ada lagi dewa Feniks di tiga alam.


"Lianhua, kita tinggalkan kota ini sekarang!" Tidak peduli dengan permintaan Lianhua sebelumnya, yang diperioritaskan sekarang adalah keselamatan.


Gadis itu rupanya masih belum menyadari dirinya telah dibawa pergi oleh Huo Feng Huang. Ia masih merasa sedih atas kematian Meighui Yinxing. Wanita siluman yang telah menjaganya akhir-akhir ini.


Setelah menyadari dirinya dibawa pergi, tidak ada perlawanan yang dilakukan Lianhua. Ia pasrahkan dirinya dibawa ke mana saja. Toh, ia tidak mungkin terus berada di tempat yang memiliki kenangan buruk.

__ADS_1


Niatnya untuk menjalani kehidupan sebagai seorang tabib hanyalah sebuah mimpi. Mimpi yang belum tentu bisa ia capai hanya karena mengalami satu kali kegagalan. Ia telah gagal untuk menyelamatkan satu nyawa. Meskipun hanya nyawa seorang siluman jahat, membuatnya terpukul.


Huo Feng Huang terbang dengan dua sayap api di punggungnya. Sementara Lianhua memejamkan matanya dan memilih diam untuk sementara waktu. Ia berpikir untuk turut serta dalam kompetisi tabib istana. Namun harus ia gagalkan karena diharuskan meninggalkan ibukota.


"Tidak akan ku biarkan kalian meninggalkan kota ini. Kau pikir mudah lari dariku, heh?" Shie Feng Hao juga menyadari kaburnya Huo Feng Huang. Ia segera menyusul dengan cepat dan tepat berada di belakang.


Setelah menyusul kedua orang yang hendak meninggalkan ibukota, iblis berwajah merah itu pun menyerang dengan pedang api yang dimilikinya.


"Sial! Kenapa dia bisa mengejar sampai segini?" Huo Feng Huang menghindari serangan dari belakang dengan menggerakan tubuhnya ke atas, ke bawah dan arah samping.


Pedang-pedang api telah membuat sekitarnya menjadi kacau. Tidak ada jalan keluar dari situasi saat ini kecuali memiliki kecepatan sangat tinggi dan segera pergi dari sana. Huo Feng Huang telah melakukan apa yang ia bisa lakukan. Segera saja ia mengeluarkan bom api yang meledak di sekelilingnya.


"Bom api? Ke manapun kalian pergi, tidak mungkin bisa lari dariku." Shie Feng Hao mempercepat langkahnya agar tidak kehilangan jejak Huo Feng Huang.


Seharusnya bom api digunakan untuk melarikan diri. Setelah meledakannya, kabur secepat mungkin. Namun kali ini berbeda dari rencana awalnya. Huo Feng Huang sudah menyiapkan serangan lanjutan dengan mengandalkan satu tangannya. Karena satu tangan lain memeluk Lianhua di depannya.


Sosok naga api muncul tiba-tiba dan membuat iblis berwajah merah itu kaget. Ia mundur dari jangkauan dengan waspada. Ia tidak menduga akan menggunakan sesuatu yang tidak biasa. Selanjutnya Huo Feng Huang mengeluarkan tanduk naga yang belum ia sempurnakan menjadi senjata. Namun ia percaya diri untuk menggunakan tanduk disaat dalam bahaya.


"Apa lagi ini? Lagi-lagi kau memberiku kejutan luar biasa. Tanduk naga? Kurang ajar kau!" sungut Shie Feng Hao. Ia lebih memasang kewaspadaan tinggi. Meski kultivasinya lebih tinggi. Namun lawannya memiliki senjata dan kekuatan yang luar biasa.


"Lianhua, apakah kau tidak bisa membantuku? Aku sudah tidak memiliki banyak kekuatan lagi." Huo Feng Huang menatap Lianhua yang masih belum menerima kematian Meighui Yinxing.

__ADS_1


"Aku? Aku harus apa lagi?" Lianhua menatap pria tampan di hadapannya. Membuatnya tersipu malu dan seketika ia sadar kalau dirinya dalam bahaya jika terus berada dalam pertarungan tanpa terlibat.


***


__ADS_2