Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Reverse Mirror


__ADS_3

"Seekor kucing berdiri? Sebenarnya apa yang membuatnya bisa di tempat ini? Makhluk apakah yang ada di hadapanku? Sepertinya tidak ada apa-apanya. Tidak memiliki kekuatan luar biasa."


Huo Feng Huang fokus melihat ke arah kucing yang berdiri itu dan mencoba mendeteksi kekuatannya. Namun ia tidak merasakan kekuatan apapun dari tubuh kucing tersebut.


"Kau tidak akan bisa merasakan apapun. Aku akan mengajarkan beberapa hal padamu. Pertama, jangan melihat kucing itu!" Seorang pria memukul keras ke arah Huo Feng Huang.


Dan serangan yang dilancarkan oleh pria itu langsung ditepis dengan kedua tangan oleh Huo Feng Huang. Selanjutnya mereka saling tatap, wajah mereka pun sama. Mereka seperti dua orang yang memiliki kekuatan dan wajah yang sama.


"Jadi ini apa? Apakah kau lawanku di lantai ke tiga ini? Atau kucing itu yang harus melawanku? Aku masih belum mengerti." Huo Feng Huang masih santai dengan kehadiran seseorang yang mirip dengannya.


Meskipun mereka memiliki wajah yang sama, mereka adalah dua orang yang berbeda. Tentu saja mereka memiliki kekuatan yang berbeda pula.


"Sekarang bagaimana? Aku bisa mengalahkanmu dengan mudah. Karena aku adalah seorang dewa cermin. Aku bisa memanipulasi kekuatan lawan dengan seperti aslinya. Dan kekuatanku ini sama dengan kekuatanmu sekarang."


Huo Feng Huang terlihat tenang meski lawannya menyerupai dirinya. Karena ia adalah seorang yang tidak mudah dikalahkan. Ia tidak percaya ada orang yang mampu menyamainya soal kekuatan. Bahkan jika bisa sekalipun, belum tentu kekuatan mereka benar-benar sama.


"Baiklah, bagaimana dengan ini?" Huo Feng Huang mengeluarkan api dan membentuknya menjadi sebuah pedang. Pedang yang lebih panjang daripada pisau yang biasa ia gunakan.


"Ooh, apakah kau becanda? Bahkan aku bisa membuatnya lebih besar. Bagaimana? Apa kau melihatnya?" Peniru Huo Feng Huang pun melakukan hal yang sama. Ia mengeluarkan api dari tangannya dan membentuknya menjadi pedang.


Keduanya saling menyerang dengan gerakan yang sama. Antara Huo Feng Huang dan orang yang menyerupai dirinya, entah itu siluman atau benar-benar dewa, belum bisa dipastikan oleh Huo Feng Huang. Karena ia merasa lawannya sekarang tidak terlihat seperti di antara dewa atau siluman.

__ADS_1


Keduanya adu jurus dan saling menyerang. Saat Huo Feng Huang menyerang, lawannya menangkis serangan. Begitu juga sebaliknya, mereka akan gantian antara bertahan dan menyerang. Namun beberapa kali mereka harus bertarung dengan sengit. Keduanya saling menyerang dengan api yang menyala.


"Bahkan api milikku bisa dia tiru dengan sama persis. Tapi yang kurasakan, kau seperti tidak memiliki kekuatan apapun. Apakah ini adalah ilusi? Kalau begitu, aku harus bisa keluar dari ilusi ini, bukan?"


"Kau pikir ini adalah ilusi? Sangat bodoh jika kau memikirkan hal itu. Ini yang disebut dengan kekuatan 'Reverse Mirror' yang hanya aku yang memilikinya. Kau tidak perlu kaget karena semua ini terjadi seperti ini saja. Kau cukup biarkan aku membunuhmu agar ini cepat selesai."


"Cermin, yah? Kurasa aku mengetahui sesuatu. Baiklah, sekarang kau bisa memilih mati atau–"


"Atau apa? Kau ingin aku mati atau kau ingin aku membunuhmu? Tentu saja aku memilih untuk membunuhmu, hahahaha! Akhirnya kau putus asa juga. Karena tidak mungkin kau bisa mengalahkanku."


Huo Feng Huang asli tersenyum senang dan langsung menutup mata. Ia tidak lagi fokus pada serangan musuh. Yang ia pikirkan adalah caranya keluar dari belenggu yang digunakan oleh musuh. Sekarang hanya ada satu hal yang harus ia cari. Dan pikirannya tertuju pada seekor kucing yang sedang mengawasinya. Sejak ia pertama kali masuk ke lantai tiga, ia curiga dengan kucing yang aneh. Mana ada kucing yang bisa berdiri layaknya manusia? Jika bukan siluman, maka entah apa lagi.


"Apa yang kau lakukan? Akhh, sialan?" Wujud kembaran Huo Feng Huang pun merasa kesakitan dan mengalami pendarahan. Tubuhnya juga berubah menjadi cermin setelahnya.


"Ini yang kau namakan Reverse Mirror? Hah? Mengapa cerminnya malah benda ini?" Huo Feng Huang mengamati kucing itu bangkit dan menyembuhkan diri dengan perlahan.


Kucing itu berubah menjadi besar dan kini sudah jelas kalau dirinya adalah siluman kucing. Membuat Huo Feng Huang terkejut dengan tampilan baru. Terlihat juga siluman kucing itu memendam amarah yang siap meledak kapanpun juga.


"Kau sangat kurang ajar, kembalikan cermin itu padaku. Itu adalah salah satu artefak langit yang ku curi tempo hari. Kau tidak bisa menggunakan artefak langit itu juga."


Mendengar kata artefak langit dari siluman kucing, membuat Huo Feng Huang semakin tidak mau memberikannya. Tapi ia merasa yang di tangannya bukanlah artefak langit yang sebenarnya. Itu adalah artefak bumi biasa dan hanya ada sedikit memiliki kekuatan.

__ADS_1


"Kalau ini artefak langit, aku tidak percaya. Karena apa? Karena ini hanyalah artefak bumi. Meski memiliki kekuatan hebat, ini mudah dihancurkan." Huo Feng Huang memancing siluman kucing agar menyerang dirinya.


Benar saja, siluman kucing itu pun segera menyerang dengan cakar yang panjang. Taring dan tanduk bahkan memilikinya. Ini menunjukan kekuatan kucing itu cukup hebat.


Huo Feng Huang harus menghindari serangan siluman kucing. Bahkan kekuatan mereka hampir sama. Berarti siluman kucing itu sudah kuat sejak awal. Hanya saja menggunakan cermin yang dianggap sebagai artefak langit oleh siluman kucing.


Meskipun hanya artefak bumi, Huo Feng Huang juga menginginkan cermin di tangannya. Ia membalas serangan siluman kucing dengan kecepatan yang sepadan. Keduanya bertukar jurus yang sama beberapa kali.


"Hehehe, kau tidak tahu kalau aku sudah menyalin semua jurus-jurus yang kau gunakan. Kau tidak bisa menang bagaimanapun juga." Siluman kucing terlalu percaya diri dan akhirnya ia kembali menggunakan api di tangannya dan membuat kobaran besar.


"Mungkin kau bisa menyalin saat kau menggunakan cermin ini. Namun kau tidak akan pernah tahu kekuatanku sebenarnya. Aku tidak perlu membuat semakin lama. Karena menara ini memiliki sepuluh lantai lagi."


"Rupanya kau tidak sabar, yah? Kalau begitu, aku akan membuatnya lebih cepat. Ku pastikan kau akan segera mati. Jadi, biarkan kubunuh dengan kekuatanmu sendiri!"


Siluman kucing mengeluarkan api yang sangat besar untuk digunakan menyerang Huo Feng Huang. Huo Feng Huang kali ini membiarkan musuh melakukan serangan itu. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Karena bisa bergerak sangat cepat.


Setelah semakin dekat dengannya, Huo Feng Huang segera melepaskan sebuah pukulan keras dari belakang siluman kucing. Hal itu membuat tubuh siluman kucing tertusuk pedang api.


"Ku pikir ini sudah terlalu lama bermain-mainnya. Ini harus diselesaikan lebih cepat lagi. Mungkin lebih cepat jika tempat ini hancur. Akan ku hancurkan tempat ini sekalian."


***

__ADS_1


__ADS_2