
"Ouuh ... ada pemuda tampan yang datang untukku rupanya. Ahaahh ... mari kita bersenang-senang hari ini." Suara siluman wanita itu lebih kepada mendesah. Ia berjalan berlenggak-lenggok. Pakaiannya yang berwarna merah dan memperlihatkan keseksiannya.
Huo Feng Huang tidak tertarik dengan siluman di hadapannya. Meski memiliki wajah yang sangat cantik dan tubuh menggoda. Bahkan ia membiarkan pakaiannya terbuka di bagian dada dan pahanya.
"Hanya siluman rendahan sepertimu, tidak akan membuatku kalah. Ayo maju dan lawan aku." Huo Feng Huang memperlihatkan apinya pada siluman wanita itu. Dengan maksud untuk menakuti.
Bukannya takut, wanita itu malah semakin bersemangat untuk menghadapi Huo Feng Huang. Wanita siluman itu melayang dan merubah dirinya menjadi sepuluh. Semuanya memiliki tampilan yang berbeda dengan memperlihatkan bentuk tubuhnya.
"Ayoo ... kita mulai pertarungan panas kita," ucap siluman wanita dengan suara menggodanya. Di sekitarnya juga terdapat aura berwarna warni yang menyebar ke penjuru ruangan.
"Aku tidak punya waktu bermain-main dengan siluman sepertimu. Sepertinya tidak ada gunanya tetap di sini." Huo Feng Huang tahu yang ia lihat hanyalah ilusi semata. Maka ia menyerang semua bayangan wanita siluman dengan apinya.
Namun mereka semua hanya hilang sesaat saja. Setelahnya mereka muncul kembali dengan bentuk seperti semula. Kesemua bayangan itu memanglah ilusi yang diciptakan siluman penggoda.
"Ahahaha ... kau hanya pemuda bodoh dan naif. Melihat aku, seharusnya kau mengetahui perbedaan mendasar di antara kita. Kau hanyalah pemuda yang bodoh dan kurang ajar."
Huo Feng Huang fokus mendengar sumber suara siluman itu. Pantas saja ia tidak membunuhnya karena semua tidak ada yang asli. Ia memejamkan mata dan merasakan bayangan-bayangan itu hanyalah ilusi yang dibuat dengan asap berwarna. Dirinya juga sudah diberi racun saat pertama kali menginjakan kaki di lantai ke dua.
"Siapa menang dan siapa yang kalah, belumlah kelihatan. Namun kau pastinya tahu, bukan? Kau hanyalah manusia biasa seperti yang lainnya. Jika kau pria normal, seharusnya kau tergoda dengan tubuhku yang seksi ini, bukan?"
Kali ini Huo Feng Huang mengetahui sumber suara itu. Ia membuat pisau kecil dari apinya sendiri. Lalu ia melemparnya ke arah wanita tersebut. Namun siluman penggoda itu pun berhasil menghindar dengan cepat.
__ADS_1
"Sialan. Kenapa tahu aku di sini? Seharusnya kau tidak akan tahu jika kau mati di sini. Baiklah, akan ku layani dengan mode bertarungku." Siluman wanita itu pun melesatkan selendangnya yang panjang untuk menyerang Huo Feng Huang.
"Kau cukup hebat dalam menghindar. Hanya saja asap-asap ini menghalangi. Apakah kau cukup hebat sebagai lawanku atau hanya siluman lemah seperti lainnya?" Huo Feng Huang membakar asap-asap yang berada di sekitarnya. Ia juga membakar seluruh tubuhnya dengan api miliknya.
Membakar dirinya sendiri sama saja bunuh diri. Namun tidak bagi Huo Feng Huang. Karena ia membakar dengan api miliknya. Yang dimana tubuhnya sudah kebal terhadap api. Hanya saja ia masih belum tahu, tubuhnya yang sekarang masih bisa dilukai atau tidak. Karena ia telah menyerap Mustika Iblis Bencana.
Huo Feng Huang lalu menangkis serangan siluman wanita itu dengan pisau. Memotong selendang panjang yang digunakan sebagai senjata oleh siluman penggoda itu.
"Kau! Beraninya kau memotong selendangku. Matilah kau!" Terbawa emosi karena selendangnya dipotong, siluman itu pun kembali mengamuk. Dengan menyebarkan asap berwarna hitam pekat yang keluar dari mulutnya.
"Memang siluman yang cukup hebat. Tapi dengan mudahnya bisa dikalahkan." Huo Feng Huang lalu membuat pelindung api berbentuk lingkaran. Lalu ia dorong ke arah siluman dengan kecepatan tinggi.
"Aaa! Akan ku balas perbuatanmu!" Siluman wanita berteriak dan membelah dirinya menjadi dua. Meninggalkan tubuhnya yang terkena pisau api milik Huo Feng Huang.
Siluman itu berhasil membelah diri dan menjadi siluman yang berbeda dari sebelumnya. Ia berubah menjadi makhluk menyeramkan. Dengan tubuh yang kurus seperti hanya tulang belulang dan ekor yang panjang.
Gigi-gigi gemeletuk menimbulkan suara seperti tulang-tulang dipatahkan. Dengan sekejap ia berlari dengan kedua tangan berada di lantai. Menyerang dengan gigi taring dan cakar yang tajam.
"Sekarang sudah jelas, kau adalah siluman tengkorak yang memiliki racun. Mungkin lebih pantasnya kusebut dengan siluman racun tengkorak. Atau bisa saja siluman tengkorak racun. Bukankah itu hampir sama saja?"
"Diam kau, manusia bodoh! Aku sangat kesal denganmu yang bisa membakar tubuhku yang indah itu. Bagaimana mungkin api bisa berubah bentuk dan menjadi sangat menyeramkan seperti itu?"
__ADS_1
Rupanya siluman tengkorak racun itu tidak mengetahui tentang api yang dikeluarkan oleh Huo Feng Huang. Membuatnya penasaran juga sangat marah. Siluman wanita itu tidak berdaya jika menghadapi orang yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti saat ini.
"Aku juga yakin, api biasa tidak mungkin bisa membakar selendangmu. Tapi kau tidak perlu tahu alasannya apa. Kau akan segera berakhir di sini." Huo Feng Huang menahan serangan dengan menggunakan pisau yang tidak terlalu panjang. Nyatanya mampu menghadapi siluman itu.
Pertarungan berlangsung lebih lama daripada pertarungan sebelumnya. Meski siluman wanita itu tidak memiliki pengetahuan luas, cukup bagi Huo Feng Huang merasakan kesenangan. Karena pertarungan mereka cukup menarik. Meski ia bisa langsung membunuh siluman wanita itu.
Semakin lama Huo Feng Huang semakin bosan karena siluman itu pun sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya. Sedangkan pria itu hanya mengeluarkan sebagian kecil kekuatan seluruhnya. Hingga pada kesempatan langka, siluman wanita itu berhasil mengenai Huo Feng Huang. Namun anehnya pria itu tidak mengalami luka.
"Apa? Apa ini? Bagaimana bisa?" Siluman wanita itu kaget dan mundur. Sembari melihat keadaannya yang sudah mengalami banyak luka bakar. Sementara lawannya tidak terlihat rasa lelah dan luka sama sekali.
"Apakah ini sudah menjadi batasanmu? Sayang sekali, kau sudah mencapai batasanmu. Padahal aku belum pemanasan sama sekali. Baiklah, ini sudah cukup sampai di sini."
Huo Feng Huang mengeluarkan api yang lebih besar dan segera menyerang siluman tengkorak racun. Dengan sekali serangan, membuat siluman itu terbakar. Sebelum menyadari, dirinya sudah terbakar habis.
"Sekarang lantai ke tiga. Tinggal sebelah lantai lagi untuk mendapatkan potongan rohku yang ada di sini. Dua orang ini sangat lemah. Apakah di atas lebih hebat? Karena tidak bisa merasakan kekuatan mereka sama sekali."
Sejak memasuki Pagoda Langit Seribu Bintang itu, Huo Feng Huang tidak bisa merasakan kekuatan orang yang ia tantang. Hanya setelah bertemu, barulah bisa mengukur kekuatan mereka.
Saat naik ke lantai tiga, ia melihat ada makhluk seperti kucing berwarna putih kekuningan. Huo Feng Huang langsung merasakan tekanan yang mengerikan dari kucing kecil tersebut.
***
__ADS_1