Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Siasat Dewi Merak


__ADS_3

Kasak-kusuk kebebasan Huo Feng Huang membuat alam dewa gempar. Prajurit langit turun ke perbatasan alam fana (manusia) dan alam roh (tempat tinggal siluman, sekte roh dan iblis) karena di sana tubuh raja iblis dikurung. Walaupun belum memiliki kekuatannya. Mereka khawatir raja iblis akan segera bangkit.


Selain tubuh Huo Feng Huang, para dewa mengkhawatirkan keberadaan roh primodial atau jiwanya yang tersebar di tiga alam. Untuk mendapatkan kekuatannya kembali, harus mendapatkan Lentera Pengumpul Roh. Lentera pengumpul roh saat ini berada di tangan Long Kongque sebagai Kepala Kurator. Yang bertanggung jawab menjaga dan membersihkan artefak-artefak langit.


"Hemm, bagaimana mungkin raja iblis dapat masuk ke sini. Sudah kupastikan semuanya aman." Long Kongque memegang artefak pengumpul roh dengan tenang.


Karena keyakinan yang tinggi, membuatnya lebih percaya diri. Dewi Merak Hijau menjadi kepala kurator karena berhasil memfitnah Lianhua Nushen. Usahanya tidak sia-sia melakukan tuduhan palsu selama ini. Bahkan ia sudah menyiapkannya selama seribu tahun. Sebelum kelahiran Lianhua, ibunya yang merupakan ratu dari Suku Merak, telah menyingkirkan Hua Tianzhi. Tentu dengan cara licik, memanfaatkan kesempatan yang ada.


Tidak banyak yang tahu, Dewi Merak telah melakukan segala cara untuk menjadi penguasa bagi suku burung. Untuk mendapatkan pengakuan, dengan cara mengubah diri menjadi dewa atau Dewi lain. Memerankan hal-hal penting dan merencanakan dengan matang.


Long Kongque yang mewarisi sifat dan perilaku dewa merak, menjalani peran satu sama lain dengan sempurna. Ibu dan anak itu saling bekerja sama dalam meraih kesuksesan besar. Ibunya yang menjadi ratu Dewi suku burung dan anaknya yang menjadi ketua kurator. Dengan begitu, mereka bisa berbuat apapun dengan sembunyi-sembunyi. Memanfaatkan kesempatan dengan jabatan mereka.


Dengan posisi ratu burung, membuat suku burung mematuhi perintahnya. Dengan menjadi ketua kurator, menjadikannya bebas menggunakan artefak langit. Dengan itu mereka bisa menggunakan kekuatan suku burung dan artefak langit untuk mencapai tujuannya.


"Hanya menunggu waktu saja, ibu. Kita akan membangkitkan kembali suku burung merak kita. Aku akan bersabar lagi agar tidak ada yang curiga." Long Kongque berkata pada cermin. Cermin yang menghubungkannya dengan ratu merak saat ini.


"Haiyaaa ... kamu sangat pintar, Putriku. Dahulu kita mengusir dan berhasil membuat dewa Huo Feng Huang dianggap menjadi raja iblis. Kita susah menyingkirkan musuh ayahmu dan juga musuh ibumu. Juga berhasil menyingkirkan musuhmu, Lianhua Nushen."

__ADS_1


Jin Kongque, ratu dari suku burung, merupakan seorang Dewi Merak Emas. Ia sangat menyukai kemewahan dan kecantikan. Bahkan ia mencapai nirwana dengan jalan iblis. Namun semua berubah ketika ia mendapatkan pengakuan sebagai Dewi. Yah, dirinya menjadi Dewi Burung Merak Emas yang membanggakan.


Usahanya selama hidupnya telah membuahkan hasil. Walau kehilangan suaminya yang mati di medan perang melawan iblis. Huo Feng Huang yang berhasil selamat membuat Dewi itu membenci dewa Fenik tersebut. Membuatnya menyimpan dendam dan telah memberi balasan lebih.


Tentang ramalan seribu tahun yang lalu, Jin Kongque yang telah berubah menjadi Tianwen Zihen. Seorang dewa astronomi yang bisa meramal kejadian masa lalu dan masa depan. Dengan membaca letak bintang dan planet yang ada di alam semesta.


"Tinggal beberapa langkah lagi. Kita akan menguasai nirwana dengan artefak langit yang kau kuasai. Dengan pasukan suku burung kita, menyerang nirwana dengan pasukan penuh."


"Sesuai yang ibu inginkan. Long menunggu instruksi dari ibu dengan sabar," tandas Long Kongque dengan senyuman lebar. Karena kemenangan akan tiba sesaat lagi.


"Tunggu ibu membentuk pasukan. Lalu kau bisa mengumpulkan artefak-artefak yang kuinginkan." Jin Kongque sangat senang bicara dengan putrinya lewat cermin yang menjadi penghubung di antara mereka.


"Ohh, kamu tidak bisa terburu-buru, Long'er. Kau sudah lupa, kah? Jalankan dengan hati-hati. Kau harus mencari kambing hitam karena hilangnya satu artefak langit."


"Baik. Long mengerti." Long Kongque menyelesaikan pembicaraan dengan dewa merak emas. Lalu ia melirik ke kanan dan ke kiri. Tidak ada orang yang tahu pembicaraan keduanya. Maka merasa aman.


Siapa yang mengira, perbuatan keji dan kotor itu dilakukan oleh dua dewi yang menyandang gelar ratu burung dan kepala kurator. Keduanya sangat berambisi menguasai nirwana. Hanya karena ambisi keduanya, menghalalkan segala cara. Termasuk mengkambinghitamkan siapapun yang tidak tahu apa-apa. Bahkan Kaisar Langit sendiri pun tidak lepas dari genggaman keduanya. Hanya waktu yang akan menjawab, berhasil atau tidaknya.

__ADS_1


Meski waktu berjalan sangat lambat dan kedua dewi itu harus bersabar menunggu. Sampai saat ini mereka tidak terburu-buru melakukannya. Buah kesabaran akan membuahkan hasil yang memuaskan. Menanam benih-benih kejahatan pula, mengakibatkan pohon-pohon yang berbuah lebat. Pupuk-pupuk kebencian dan disiram dengan praduga, menjadikannya sempurna.


Tingkat kepercayaan dewa-dewi terhadap teman sendiri pun telah memudar. Diterapkannnya strategi adu domba, secara perlahan mengikis kepercayaan antar dewa-dewi. Membuat permusuhan kecil hingga akhirnya membesar. Sudah banyak pertarungan di alam nirwana. Itu karena ulah Long Kongque yang mengadu dombanya.


"Ibu pikir Long Kongque tidak tahu, rencana ibu juga akan menghancurkanku. Bagimu tidak ada hubungan ibu dan anak. Bagiku pun demikian, Ibu. Siapa sangka, aku sebagai putrimu yang akan menghianatimu. Tapi tenang saja, aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu membunuh ayahku dengan kejam. Hanya demi ambisimu, bahkan membunuh suamimu sendiri."


Saat kecil, Long Kongque mendengar Jin Kongque mengatakannya. Tentang terbunuhnya Dewa Merak yang bertarung melawan pasukan iblis. Lu Kongque merupakan Dewa Merak hijau yang menjadi panglima perang di alam dewa. Bersama Huo Feng Huang, keduanya menyandang gelar Panglima Perang.


Kematian Dewa Merak bukan karena berperang melawan pasukan iblis. Tapi juga karena racun yang diberikan oleh Jin Kongque. Dengan memasukan racun ke dalam minumannya, membuatnya kehilangan kemampuan tempurnya.


"Aku tidak pernah lupa soal itu. Demi ambisimu, ibu. Aku juga telah kehilangan kekasihku. Kamu juga membunuhnya dengan keji. Bagaimana mungkin aku akan tunduk kepadamu? Mungkin aku juga akan menjadi korban selanjutnya. Maka aku sudah mengantisipasinya."


Jika telah timbul ketidakpercayaan antara ibu dan anak, membuat mereka berada di kapal yang berbeda. Keduanya hanya terlibat hubungan ibu dan anak kandung. Namun siasat asli mereka, tersimpan dengan baik dalam pemikiran masing-masing. Long Kongque tidak tahu rencana sesungguhnya Jin Kongque. Begitu juga sebaliknya. Tak ada kepercayaan mutlak di antara keduanya.


"Ketua. Apakah kau ada di dalam?" Suara Dewi dari luar ruangan. Datang ke tempat Dewi Merak Hijau biasa berdiam diri. "Saya sudah melakukan apa yang diperintahkan."


"Masuk dan bicaralah," sahut Long Kongque dengan tenang. Kali ini ia beruntung karena bawahannya tidak mengganggunya.

__ADS_1


Pintu terbuka sendirinya tanpa disentuh oleh Long Kongque. Beberapa Dewi masuk membawa barang yang diperlukan untuk membersihkan artefak langit. Air dalam kendi yang diambil dari air suci yang berasal dari mata air di alam langit.


***


__ADS_2