Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Keadaan Terdesak


__ADS_3

"Sayangnya kami tidak ada waktu untuk melayani kalian. Dewa rendah seperti kalian, beraninya memprovokasi raja iblis."


"Lihatlah, apa kamu masih menjadi raja iblis seperti perkataanmu?" Zhuque Shen melesat dan menyerang Huo Feng Huang.


"Ingatanku mungkin sedikit kabur. Aku tidak sepenuhnya mengingat kalian semua. Namun aku tahu, kalianlah para penghianat yang hendak melawan Kaisar Langit."


Dalam situasi dan kondisi saat ini, mustahil untuk melawan para Dewa yang mengepung. Mereka seakan sudah siap membunuh lawan yang tak berdaya itu. Perbedaan kultivasi cukup besar. Juga kondisi tubuhnya yang lelah setelah bertarung habis-habisan membuat kesenjangan di antara mereka terlalu besar.


"Kalian mengeroyok seorang yang terluka dengan kultivasi yang lebih tinggi. Apakah kalian para dewa memiliki keadilan? Hemm, bagaimanapun juga, kalian akan merasa keadilan berada dalam diri kalian. Meski kurasa kalian hanya dewa-dewa palsu."


"Cukupkan silat lidahmu, Feng Huang. Sekarang tak butuh rasa keadilan. Yang ada, kau harus menghadap Ratu yang kami ikuti." Zhuque Shen melesat dan memukul Huo Feng Huang.


Keduanya terlibat pertarungan tak seimbang. Akibatnya yang lemah lah yang mundur. Dewa Vermilion itu pun mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi buronan langit itu. Namun serangan apinya tidak begitu terasa. Hanya serangan fisik yang berpengaruh.


"Huh, serangan apimu tidak ada apa-apanya bagiku. Meski kuakui serangan fisikmu cukup membuatku kewalahan." Huo Feng Huang menyerap energi spiritual di sekitarnya.


Meski tidak banyak membantu, menyerap energi spiritual dapat menyembuhkan dirinya. Pengumpulan energi spiritual membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Meski sedikit demi sedikit, jika tak ada gangguan, maka tidak bisa membuat serangan balik.


"Harus menggunakan ini dahulu." Huo Feng Huang mengeluarkan sisik dari iblis bencana. Dengan sisik tersebut, dapat melindungi dirinya dari berbagai serangan. Ia menyebarkan sisik-sisik itu mengelilingi tubuhnya.


Pembakaran sisik yang masih memiliki beberapa kulit yang terbakar, menimbulkan bau yang menyengat. Membuat para dewa mencium sesuatu yang busuk. Api Feniks membakar sisik iblis bencana dengan panasnya. Membuat perisai pertahanan untuk sementara.


Penyerapan energi spiritual membuat energi sekitar masuk ke dalam dirinya. Pohon-pohon dan hewan yang hidup, memberikan energi sedikit demi sedikit.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah dia sudah mati terbakar begitu saja? Tidak mungkin dia membakar dirinya sendiri, bukan?" Zhuque Shen menjauh dari kobaran api yang tercampur dengan bau menyengat.


Asap hitam mengepul muncul dari api yang besar mengelilingi sisik iblis bencana. Sementara Huo Feng Huang sendiri masih menyerap energi spiritual di sekitarnya. Duduk bersila dan mengatur nafas panas karena api Feniks miliknya sendiri.


"Itu adalah api Feniks tapi terasa ada yang aneh dengan apa itu. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Feng Huang itu?" Bianfu Shen berpikir di udara. Terbang dengan sayap kelelawarnya yang dapat digunakan untuk melesat mendekat.


"Kita tidak bisa mendekat ke arah sana. Apakah kalian yakin, mau maju ke sana? Mungkin raja iblis kecil itu sudah terbakar habis oleh apinya sendiri," timpal Shan Yin Shen.


"Kalau begitu, kita tidak bisa terbang ke sana. Bukan begitu, Shan Yin Shen? Dewa Elang Gunung?" Bianfu Shen berkata sambil menyombongkan diri. Meski kultivasinya lebih rendah.


"Kau harusnya sadar diri, Dewa Kelelawar menjijikan! Lebih baik kita menjauh terlebih dahulu." Dengan kesal, Shan Yin Shen menahan dirinya untuk tidak menyerang.


"Kita ke sini untuk membawa Huo Feng Huang. Tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di sini. Marilah kita atur rencana terkait dengan api itu. Mohon para kakak untuk berpikir dahulu sebelum bertindak."


Zhu Hong Shen yang merupakan adik dari Zhuque Shen, tidak sehebat dewa lainnya. Namun ia mengetahui beberapa informasi tentang Huo Feng Huang di dunia manusia. Ia juga yang telah membawa mereka ke tempat sekarang dengan artefak langit yang diberikan Long Kongque.


Mereka berdua mengangguk dan menunggu sampai Zhuque Shen memberi isyarat. Namun Dewa Vermilion itu masih belum bergerak. Ia masih belum memutuskan apa yang harus dilakukan dengan api yang aneh itu.


Sementara keadaan Lianhua juga tidak baik-baik saja. Saat melawan Dewi Merak Hijau, dalam keadaan kehilangan banyak energi. Untuk menahan serangan, gadis itu terus-menerus mengeluarkan tembok tanah.


"Untuk seorang Dewi Bunga Lotus sepertimu, kau cukup beruntung karena memiliki kekuatan itu. Katakan padaku, ilmu apa yang kau latih itu? Mengapa kau bisa mengeluarkan elemen tanah seperti itu?"


Long Kongque sebenarnya merasa kesal karena pengendalian elemen tanah, angin, air dan petir Lianhua sulit dihindari. Kekuatan empat elemen itu membuat kewalahan meski hanya sebagian kecil saja.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengatakan apapun pada siluman sepertimu. Entah kamu siluman atau iblis, aku tidak akan menyerah." Lianhua berdiri untuk bertarung. Rasa lapar membuatnya lemas.


"Sialan! Kau masih menyebutku sebagai siluman? Kau tidak melihat, aku adalah Dewi Merak Hijau! Apa otakmu sudah rusak, hehh?"


Darah mengalir di sekujur tubuh Lianhua. Seluruh tubuhnya hampir memiliki luka sayat setelah pertarungan. Pertahanan saja tidak cukup menahan serangan terus menerus yang dilancarkan oleh Long Kongque.


"Aku belum selesai menyiksamu. Apakah kau sudah selesai sekarang? Melihat tubuhmu yang penuh luka, mengingatkanku dengan kejadan beberapa waktu yang lalu. Hahaha!"


"Apa maksudmu?" Lianhua tidak mengerti apa yang dimaksud Dewi yang dianggap sebagai siluman itu. Ini karena ia melihat lawannya menyerupai siluman jelek yang tidak seperti seorang Dewi yang harusnya memiliki wajah cantik.


"Kau! Bagaimana kau bisa menghinaku seperti ini, Lianhua. Akan ku bunuh kau!" Long Kongque yang marah, lantas kembali menyerang dengan serangan yang sama.


Bulu-bulu tajam menerjang ke arah Lianhua yang terpojok. Namun gadis itu tidak menyerah begitu saja. Ia sadar tidak bisa meminta pertolongan Huo Feng Huang karena kondisi mereka sama-sama tidak baik. Sekarang ia harus berusaha bertahan hidup dan melarikan diri dari situasi.


Formasi Lima Bintang membatasi ruang gerak Lianhua. Sehingga ia tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya. Dalam keadaan terdesak, ia terus berpikir untuk tetap hidup.


'Kitab Dewi Bunga Lotus. Kumohon berikan aku kekuatanmu. Aku tidak peduli dengan konsekuensinya. Yang penting bisa keluar dari situasi ini.' Lianhua memejamkan mata penuh harap.


Lianhua berada dalam dimensi ruang dimensi yang pernah ia datangi. Ia melihat kelopak bunga lotus elemen api. Elemen terakhir yang masih belum ia dapatkan.


"Kenapa aku ada di sini? Apakah aku harus menaklukkan kelopak elemen api? Apakah ini akan sempat?" Lianhua bertanya pada dirinya sendiri.


Keputusan yang ia ambil, hanya memiliki waktu singkat. Ia harus segera mendapatkan kelopak itu dengan waktu yang sangat singkat. Sementara tubuhnya kembali sehat seperti semula.

__ADS_1


"Baiklah ... hanya ada satu kesempatan untuk mendapatkannya. Untungnya kekuatanku sudah kembali penuh. Terima kasih Kitab Dewi Bunga Lotus. Aku akan berusaha."


***


__ADS_2