
"Wah, sayang sekali. Padahal dia adalah pria yang tampan. Pantas saja gadis itu rela melakukan apapun untukmu. Ah, kenapa aku memikirkan sesuatu yang tidak ada hubungannya denganku?"
Sejak kepergian Lianhua dan Dong, Li Ning telah membawa Huo Feng Huang ke dalam rumahnya. Ia sebenarnya merasa kasihan karena Lianhua dan Dong belum juga kembali. Ia berpikir kalau mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini jika memang ke sana.
"Untuk menghormati nona bodoh itu, aku akan merawatmu sampai sembuh. Tidak tahu bagaimana nanti kamu bangun tapi tidak melihat istri atau kekasihmu itu."
"Tabib Li! Tabib Li, tolong buka pintunya!" teriak seorang dari luar. Seorang pria lanjut usia datang dengan tergesa-gesa. Dengan wajah dipenuhi keringat karena lelah berlari.
Mendengar suara yang familiar, Li Ning beranjak dari duduknya. Ia tadinya sedang memperhatikan wajah Huo Feng Huang yang sudah diseka dengan air hangat. Begitu tampan dan bersih. Namun ia tidak bisa sembarangan melakukan hal-hal tidak bermoral.
Sebagai seorang tabib, ia telah memeriksa keadaan pasiennya. Namun ia tidak begitu mengerti dengan keadaan Huo Feng Huang. Ia hanya tidak mengerti mengapa ada aura panas dari tubuh pria yang menjadi pasiennya. Itu tidak seperti manusia pada umumnya.
Setelah memeriksa dari siang, baru disimpulkan karena panas itu membuat Huo Feng Huang kesakitan. Tidak tahu tentang pertarungan sebelumnya.
"Ada apa orang itu datang ke mari? Apakah cucunya sudah tidak bisa ditolong lagi? Aku bahkan tidak bisa menyembuhkan penyakit cucunya." Li Ning membuka pintu rumahnya, mendapati orang tua tersebut.
"Tolong Tabib Li. Tolong cucu saya! Dia kambuh lagi dan tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Hanya Tabib Li yang dapat menolongnya."
"Kakek! Aku akan segera ke sana. Aku akan menyiapkan obat di dalam. Mohon untuk menunggu sebentar, kakek." Li Ning meninggalkan orang tua tersebut. Bergegas mengambil obat yang hanya bisa menahan rasa sakit sementara.
Li Ning membawa obat-obatan dan air minum dan air itu diserahkan kepada pria tua tersebut. Karena perjalanan tahu untuk datang saja sudah terburu-buru di usianya yang renta.
__ADS_1
"Kakek lebih baik istirahat terlebih dahulu sambil habiskan minuman ini. Setelahnya bisa menyusulku di rumahmu. Jangan khawatir, cucumu akan aman denganku."
Sebenarnya Li Ning merasa lebih khawatir kali ini. Biasanya pasien yang mengalami sakit tersebut akan mengalami gejala tiga kali sekali. Namun akhir-akhir ini lebih sering mengalaminya. Bahkan baru sebelumnya juga penyakit itu kambuh.
Karena rasa percaya terhadap Li Ning, pria lanjut usia itu pun menuruti permintaannya. Ia sudah tergantung hidup bersama sang cucu yang mengalami penyakit aneh beberapa tahun lalu. Bahkan tidak ada yang tahu bagaimana cara mengobatinya.
Li Ning telah berusaha keras untuk menemukan formula untuk menyembuhkan segala penyakit. Itu adalah panggilan bagi seorang tabib satu-satunya yang ada di kota Jinshi.
"Huhh, semoga saja tabib Li bisa mengobati cucuku. Jika tidak, kepada siapa lagi aku gantungkan harapanku untuk kesembuhannya?" Pria itu menatap langit yang biru. Ia membayangkan senyuman sang cucu yang ceria dan bermain bersama dengannya.
"Akhirnya kita kembali. Aku akan memastikan tabib Li akan membantuku. Tapi Huo Feng Huang hanya perlu istirahat dan makan cukup. Nanti pasti akan segera bangun." Lianhua telah kembali dari hutan bersama Dong.
Keduanya melihat seorang pria tua yang duduk di teras rumah. Sedang minum air bening dan istirahat. Tubuhnya dipenuhi keringat dan rasa lelah yang teramat karena berlari dengan sangat cepat.
Lianhua hanya menatap seseorang untuk mendiagnosis seseorang. Maka ia tahu apa yang terjadi dengan pria tua tersebut. Maka ia menghampiri dan memegang tangan pria lanjut usia yang hampir terjatuh itu.
"Maaf, kakek ini sedang sakit? Sepertinya kau kelelahan karena berlari. Istirahat dulu di sini." Lianhua yang tahu apa yang akan dilakukan oleh orang tua tersebut. Langsung menghentikan langkahnya agar bisa menyalurkan energi spiritualnya.
"Terima kasih nona yang baik hati. Tapi orang tua ini sedang buru-buru untuk menemui cucuku. Aku ke sini menemui tabib Li dan dia sudah pergi duluan. Aku akan menyusulnya untuk mengobati cucuku."
Pria tua itu berusaha meninggalkan Lianhua. Namun karena tubuhnya yang tidak kuat, membuatnya hampir jatuh kembali. Ia terlalu khawatir dengan keadaan cucunya.
__ADS_1
"Selain mengalami kelelahan, kau juga mengalami sakit. Meski tidak terlalu berbahaya, seharusnya kau tidak memaksakan diri. Oh iya, apakah nona Lin membawa temanku ke dalam, Kakak Dong?"
"Sepertinya begitu. Mungkin dia sudah diobati oleh tabib Li. Di kota Jinshi hanya dialah satu-satunya tabib bagi rakyat kecil seperti kami. Sepertinya tabib Li sedang menuju ke rumah kakek untuk menyembuhkan penyakitnya."
"Kalau seperti itu, Kakek, lebih baik kau percayakan saja cucumu pada tabib Li. Kakek istirahat saja di sini untuk aku obati. Aku juga seorang tabib kecil, meski kemapuanku tidak sehebat tabib Li."
"Nona Hua, benarkah kau seorang tabib? Lalu, mengapa kau membawa pria itu bersamamu tapi tidak kau obati? Ah, iya juga. Kau juga mengibatiku di hutan. Kakek, kau percaya saja sama nona Hua. Dia juga bisa mengibatiku. Pasti mengobatimu juga."
Kakek tua itu belum percaya sepenuhnya apa yang dikatakan oleh Dong. Tapi pria berbadan besar itu juga merupakan warga kota Jinshi. Juga terkenal karena kebaikannya dan tidak pernah berbohong. Sebenarnya tubuhnya yang renta itu sudah tidak bisa berjalan lagi. Ia tidak punya pilihan lain selain percaya pada tabib.
Lianhua mengajak kakek tua itu ke dalam dan terlihat juga Huo Feng Huang yang masih tak sadarkan diri tapi kondisinya terlihat sudah membaik. Pertama, Lianhua mengambil beberapa herbal yang ia dapatkan dari hutan. Langsung menumbuk dengan alat tumbuk yang ia lihat.
Meskipun tanpa alat untuk menumbuk, Lianhua juga bisa melakukan dengan kekuatannya sendiri. Namun ia tidak ingin memperlihatkan kekuatannya yang sesungguhnya. Dengan cekatan gadis itu telah meracik obat dan langsung merebusnya di dapur.
Bukan hanya satu jenis obat yang dibuat oleh Lianhua. Di dalam laci terdapat berbagai obat yang bisa digunakan untuk membuat rebusan obat untuk kakek dan Huo Feng Huang.
"Akhirnya selesai juga memasak obatnya. Kak Dong, kau bantu kakek untuk meminum obatnya. Nanti bisa membuatnya lebih bertenaga lagi." Lianhua menyerahkan salah satu obat kepada Dong agar kakek itu bisa meminumnya.
Sementara Lianhua sendiri memberikan obat tersebut kepada Huo Feng Huang. Ia memberikan obat dengan menggunakan pipet yang ditemukan olehnya. Memberikan obat itu dengan perlahan.
"Kemampuan gadis itu tidak kalah hebat dengan tabib Li, Kek. Aku sendiri telah diobati olehnya tadi. Yang tadinya aku terluka parah, sekarang sudah sehat kembali."
__ADS_1
***