
"De-de-wi. Apa yang kau katakan? Kita tidak bisa membebaskannya." Singa langit menolak perintah Lianhua Nushen. Karena melanggar perintah Kaisar Langit.
Bagaimana jika nanti raja iblis dilepas begitu saja? Meski singa itu berbentuk hewan, karena kultivasi ribuan tahun, membuatnya bisa berbicara dan berpikir. Namun tidak bisa menjadi dewa karena tidak bisa berubah wujud.
Lianhua Nushen tidak tahu mengapa, rasanya ingin membebaskan raja iblis. Namun ia tidak tahu menahu soal raja iblis yang sedang diikat dan mengalami penyiksaan buruk. Gadis itu tidak tahan melihat ada yang tersiksa. Naluri dewinya selalu mengasihi sesama makhluk hidup di tiga alam.
Alam manusia dan alam roh, merupakan tempat mereka berada. Kaisar Langit sengaja memerintahkan pasukan langit untuk mengurung di tempat yang tidak banyak yang tahu. Tempat di antara alam manusia dan alam roh inilah yang cocok untuk menghukum iblis.
Huo Feng Huang melihat ke arah seorang gadis yang memegang token langit. Kesadarannya hampir redup saat terkena cambukan ratusan kali. Sebenarnya hukuman itu belum selesai diberikan. Namun kedatangan Lianhua membuat hukuman tertunda.
"Dewi, perintah kaisar langit tidak bisa kita langgar. Hamba tidak ingin menjadi pemberontak. Meskipun kau memegang token itu, hamba tidak bisa menuruti perintahmu tanpa persetujuan kaisar."
Singa langit menunduk pada Lianhua. Namun ia tidak ingin gegabah melepaskan tahanan yang bisa mengacaukan tiga alam. Karena ramalan seorang ahli astronomi, membuat para dewa panik.
Tepatnya seribu tahun yang lalu, dewa astronomi telah meramalkan masa depan. Bahwa raja iblis Huo Feng Huang akan mengacaukan tiga alam. Tianwen Zihen, dewa astronomi yang meramalkan kejadian seribu tahun mendatang. Dan saat ini sudah hampir seribu tahun ramalannya.
Kehidupan tiga alam terancam dan membuat kepanikan di alam nirwana. Banyak yang tidak percaya tapi ramalan Tianwen Zihen selalu tepat. Untuk mencegah kekacauan tiga alam, Kaisar Langit memutuskan untuk mengurung Huo Feng Huang.
__ADS_1
Huo Feng Huang sendiri merupakan seorang dewa feniks abadi. Namun disinyalir menggunakan kultivasi jalan iblis. Sehingga membuatnya sangat hebat dan hampir menyamai kekuatan kaisar langit. Itulah sebabnya ada beberapa dewa yang mencap Huo Feng Huang sebagai keturunan iblis.
"Yang Mulia. Hamba melihat rasi bintang tentang Dewa Huo Feng Huang. Di mana di sana tertulis, kehancuran tiga alam. Pemicunya adalah raja iblis yang akan segera bangkit." Seribu tahun lalu, Tianwen Zihen meramalkan kejadian mendatang.
"Apa yang kau katakan, Dewa Astronomiku? Bagaimana kau mengatakan itu? Dewa Huo Feng Huang adalah dewa yang baik dan sudah membantu langit memusnahkan klan iblis." Kaisar langit tidak percaya dengan ucapan dewa astronomi.
"Tidak ada kebohongan dalam ucapan hamba, Yang Mulia. Hamba sudah menjadi ahli astronomi sebelum Yang Mulia naik tahta. Bahkan Kaisar Langit sebelumnya, sangat mempercayai hamba. Karena ramalan hamba selalu tepat."
Dengan yakin, Tianwen Zihen menegaskan kredibilitasnya. Menegaskan bahwa dirinya dapat dipercaya oleh kaisar. Tentu saja tidak ada langkah mundur untuk menyampaikan kebenaran dalam ramalannya.
"Hamba sudah melihat sendiri, dalam seribu tahun, bintang feniks dan lotus saling berkesinambungan. Mereka bekerjasama menghancurkan tiga alam. Mereka menghancurkan bintang-bintang lain dengan mengacaukan lintasan bintang."
Para dewa dan dewi yang berdiri menghadap Kaisar Langit, saling berbisik satu sama lain. Sejak dulu, hubungan Kaisar Langit dan Huo Feng Huang sangat dekat. Namun belakangan, dewa Feniks sering pergi ke alam roh, bertemu dengan suku iblis. Membuat para dewa memiliki kesempatan untuk menyebarkan desas-desus hubungan antara dewa Feniks dengan para iblis.
"Sepertinya tidak pernah mendengar ada bintang Lotus dan bintang Feniks. Sebenarnya apa yang kau katakan, Tianwen?" Kaisar langit terlihat marah dengan pernyataan Tianwen Zihen.
"Apa yang terjadi? Mengapa ini bisa terjadi?" Dewa petir yang mendengar itu hanya bisa membicarakannya di depan dewa lain dengan suara rendah.
__ADS_1
"Benar juga, apakah ada bintang Feniks dan Lotus? Mungkin itu hanya akal-akalan dewa astronomi saja." Dewa lain pun meragukan ucapan sang dewa astronomi.
Ketika banyak yang meragukannya, Tianwen Zihen mengangguk dan mengeluarkan cermin ramalannya. Cermin yang bisa menunjukan ramalan masa depan tiga alam. Ia menerbangkan cermin dan memperlihatkan gambaran bintang yang saling sejajar dan menghancurkan bintang-bintang lain. Selain itu, ada juga gambar Huo Feng Huang bersama para iblis, membantai para dewa. Di sana juga terlihat Hua Tianzhi dan seorang Dewi yang wajahnya disamarkan. Diketahui itu adalah keturunan Dewi Bunga Lotus. Mereka bekerjasama membawa pasukan iblis untuk menyerang nirwana.
Wajah-wajah terkejut para dewa, tidak ada yang bisa menandingi keterkejutan Kaisar Langit. Karena ia sudah menganggap dewa Huo Feng Huang sebagai anaknya sendiri. Tapi tidak menyangka akan berbuat seperti itu.
"Ini adalah Ramalan Seribu Tahun. Dalam waktu seribu tahun ke depan, mereka akan menghancurkan tiga alam dengan pasukan iblis. Jadi, untuk mencegah ini terjadi, harus mengurung dewa Feniks. Juga Dewi Hua Tianzhi yang akan melahirkan kerurunanya. Keturunannya akan bekerjasama dengannya. Maka hukumlah dia ke alam manusia."
Dengan adanya bukti yang ditunjukan oleh dewa astronomi, dengan berat hati Kaisar Langit memutuskan untuk menghukum Huo Feng Huang dan Hua Tianzhi. Yang bahkan tidak pernah ada hubungannya sama sekali. Bahkan tidak pernah terlibat pembicaraan antara keduanya.
Para Dewa dan Dewi pun merasa janggal dengan apa yang diramalkan dewa astronomi. Mengingat tidak adanya hubungan istimewa antara Dewi Bunga Lotus dan Dewa Feniks Abadi. Namun mereka tidak bisa mengemukakan pendapat karena bukti-bukti telah ditunjukan.
Mulai sejak itulah, dewa Feniks Huo Feng Huang dan Hua Tianzhi dihukum. Tanpa mereka tahu kesalahan apa yang diperbuat. Dewa Huo Feng Huang dihilangkan energi primodial dewanya. Membuatnya tidak memiliki kekuatan dewa lagi. Yang ada hanyalah sisa-sisa dan dianggap menjadi iblis. Dikurung dalam Pagida Penghancur Dewa untuk menghilangkan jiwa kedewaannya. Lalu dikirim ke Ngarai di antara alam roh dan alam manusia.
Sementara Hua Tianzhi diberi hukuman sambaran petir. Setelah itu dibawa ke kolam kelupaan agar melupakan semuanya. Juga dipaksa untuk melahirkan anak di kandungannya sebelum waktunyam. Dan melahirkan jiwa berbentuk lotus yang masih kuncup. Sementara daunnya berhasil dibawa oleh Hua Tianzhi. Menyimpannya dengan aman sampai tiba di alam manusia seribu tahun kemudian.
Kembali ke seribu tahun kemudian, Huo Feng Huang merasakan sakit luar biasa karena dicambuk kembali. Hukuman Singa Langit tetap berjalan meski ada yang membawa Token Formasi Bintang. Selain bisa membuka formasi bintang, token itu juga bisa dijadikan perintah. Namun singa langit tidak mematuhi perintah pemegang token tersebut.
__ADS_1
"Tunggulah seratus cambukan lagi, Dewi. Nanti hamba sendiri yang menghadap Kaisar Langit untuk meminta ampunan. Ini tugas yang diberikan Kaisar Langit seribu tahun lalu. Sebelumnya tidak ada menghentikanku."
***