Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Perjamuan


__ADS_3

Nyatanya Lianhua telah mengalahkan hewan buas di atas bukit dan menyelamatkan Dong sebelumnya. Apalagi pria itu juga telah mengatakan pada Li Ning tentang kebenarannya. Jadi memang masuk akal jika Lianhua bukan hanya seorang tabib biasa.


Li Ning masih terpaku dengan yang dilihat oleh matanya sendiri. Bagaimana seekor rusa dibelah kulitnya dengan cekatan hanya dengan mengayunkan beberapa kali. Yang digunakan untuk memotong hewan besar itu juga tidak biasa.


"Aku tidak pernah tahu kekuatan apa yang dimiliki olehnya. Tetapi aku yakin, dia memiliki alasan sendiri. Aku tidak akan ikut campur urusannya."


Li Ning berbalik hendak meninggalkan tempat itu. Sebelum akhirnya ada tangan Lianhua telah menepuk punggungnya. Rupanya Lianhua telah merasakan kehadiran Li Ning sebelumnya.


"Hei, Tabib Li mau ke mana? Hari ini kita bisa makan ini. Undang semua orang untuk makan bersama. Kurasa orang-orang sekitar akan menyukainya."


"Ah, sudahlah ... Nona Hua, aku akan mengajak orang-orang untuk makan bersama. Baiklah, baiklah." Li Ning tidak menduga dirinya akan ketahuan juga. Tapi ia harus menahan diri untuk tidak ketakutan.


"Kalau begitu, terima kasih banyak. Sekalian undang kakek dan Dong ke sini. Aku juga dapat memasak untuk mereka," ucap Lianhua ramah.


Setelah pertarungan melelahkan, Huo Feng Huang tiduran di atas pohon sambil mengamati kegiatan orang-orang kota. Rumah Li Ning berada paling luar kota. Sehingga membuatnya tertinggal dan jarang ada orang bermukim. Sehingga pertarungan barusan hanya terdengar samar dengan jarak yang jauh.


Li Ning meninggalkan rumah setelah membersihkan dirinya. Sementara Lianhua yang masih memiliki cadangan serigala bercula satu, dikeluarkannya. Ia merasa tidak akan mudah kenyang jika mengandalkan dua rusa saja.


"Ternyata kau masih menyimpan hewan-hewan itu. Kalau begitu aku tidak khawatir lagi kamu kelaparan," ujar Huo Feng Huang turun dari atas pohon.


"Aku sudah membunuh mereka kemarin. Hanya saja aku telah membuat penyimpanan sendiri dengan mengandalkan energi angin dan air, membuat daging ini beku."


"Ternyata ada cara penyimpanan seperti ini. Ah, kau cukup cerdas tapi ternyata kau juga sangat rakus," ejek Huo Feng Huang.

__ADS_1


"Kurang ajar! Siapa yang rakus? Kita tidak bisa menyia-nyiakan makanan, bukan? Lagian kan aku sudah katakan, aku berlatih Kitab Dewi Lotus. Dan kitab ini membuatku tidak bisa menahannya," elak Lianhua.


Wajah gadis itu saat ini sedang merasa malu. Namun tidak mau membuat diri merasa malu. Ia bergegas pergi dari hadapan Huo Feng Huang. Hari-hari ke depannya akan dijalani berdua. Namun mereka masih harus melakukan hal-hal lainnya.


Acara makan besar di kota Jinshi mengundang hanya orang-orang dari golongan menengah ke bawah. Hanya saja ada beberapa keluarga bangsawan tak tahu diri untuk datang. Dengan arogan, mereka merusak pemandangan meski berpakaian mewah.


"Hey, dengar-dengar ada orang miskin yang mengadakan perjamuan makan di tempat seperti ini? Wah wah wah. Ini sungguh hari yang menyenangkan sekali. Tapi lihatlah orang-orang miskin ini sangat menggangu pemandangan."


Tuan muda arogan. Itu adalah julukan orang-orang yang diberikan untuk seorang tuan muda bangsawan. Seorang yang tidak disukai oleh para warga kota Jinshi. Di hari siang dengan suasana mendukung, mereka telah berkumpul untuk mendapatkan makanan gratis.


Lianhua telah berpesan juga hanya mengundang orang-orang dengan status menengah ke bawah. Siapa sangka ada tuan muda bangsawan yang datang untuk membuat keributan. Baginya, orang-orang miskin itu tidak pantas makan hewan yang berasal dari bukit belakang rumah.


"Orang-orang miskin ini, bahkan mendapatkan undangan untuk menikmati hasil buruan dari bukit belakang. Hah, dan orang yang mengadakan perjamuan bahkan tidak mengundangku? Lalu, apa maksudnya mengundang mereka?"


"Itu benar, Tuan Muda. Kita akan pastikan anda akan menjadi orang pertama yang makan daging hewan liar yang ditangkap dari bukit belakang. Kami juga sudah mengundang koki kerajaan untuk membuat masakan khusus untukmu."


Namun ekspresi tidak suka terlihat dari orang-orang yang memang diundang oleh Li Ning secara pribadi. Sudah dikatakan sebelumnya, Li Ning tidak suka dengan keluarga bangsawan maupun pejabat. Ini malah berbuat tidak baik di depan rumahnya.


"Maaf sebelumnya, Tuan Muda Chu, kami hanya mengundang orang-orang kalangan menengah ke bawah. Untuk anda kami rasa tidak pantas mendapatkan kehormatan itu." Li Ning mendekati dan mengatakan hal demikian untuk mengingatkan.


Siapa sangka ucapan Li Ning tidak digubris oleh para pengawal sang bangsawan. Bahkan mereka hendak berbuat kericuhan jika saja Huo Feng Huang dan Dong tidak datang dengan cepat.


"Kalian! Kalian semua hanya rakyat jelata! Kenapa daging berharga itu kalian yang memakannya? Apakah kalian lupa, kalian harusnya menghormati tuan bangsawan kami. Kami hanya melakukan sesuatu yang benar." Pengawal itu mengacungkan senjata tajam pada Huo Feng Huang.

__ADS_1


"Hei, berhentilah menodongkan senjata padaku. Itu bahkan tidak bisa digunakan untuk memotong seekor lalat," kata Huo Feng Huang dengan tatapan meremehkan.


"Siapa kamu? Berani sekali mengatakan itu pada pengawal tuan muda Chu! Kau sudah bosan hidup, yah? Kami akan mengambil semua daging rusa itu! Ini adalah aturan kota Jinshi!"


"Sepertinya anak kurang ajar ini berani melawan tuan muda Chu. Kalau begitu, hajar dia!" tunjuk pemimpin pengawal dengan pedang panjang di tangannya.


"Kenapa orang-orang bangsawan seperti ini? Seenaknya sendiri dan menindas rakyat kecil. Kami hanya ingin makan daging," ungkap seorang warga. Seorang pria paruh baya yang sedang menunggu makanan datang.


"Tidak peduli apa, mereka selalu berbuat seenaknya sendiri," bisik seorang warga pada warga lainnya. "Bahkan dia sangat arogan dan tidak tahu malu," imbuhnya.


"Kalian tidak perlu membuat keributan di tempat ini. Jika kalian orang miskin, kami akan menyambut kedatanganmu. Itupun jika kau tidak malu mengatakannya," ujar Li Ning. Ia yakin dengan kekuatan Huo Feng Huang dapat membuatnya aman.


"Cih! Tabib Li. Terakhir kali aku datang untuk membuatmu mau menikah denganku. Namun kamu malah mengundang orang luar untuk membelamu? Ish ish ish. Sayang sekali, bunuh siapapun yang melawan!" perintah tuan muda Chu.


Orang-orang berlarian hendak meninggalkan tampat berdarah. Mereka yang ingin selamat, segera menghambur menggalkan tempatnya. Namun Huo Feng Huang telah mengalahkan para pengawal tanpa orang sadari.


Orang-orang yang sebelumnya lari ketakutan, melihat para prajurit bersenjata tergeletak di tanah, membuat mereka berhenti. Beberapa saat kemudian, tercium aroma makanan yang mengundang selera.


Rupanya Lianhua telah membawa satu gerobak makanan yang telah ia siapkan. Beberapa orang yang juga membantu menyiapkan makanan berasal dari orang yang paling dekat dengan Li Ning.


Sang kakek bersama cucunya yang diselamatkan kemarin tidak luput dari orang-orang yang datang untuk menyambut makan besar. Mereka melihat satu ekor rusa guling. Ada juga aneka masakan yang sudah disiapkan.


***

__ADS_1


__ADS_2