Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Fakta Menyedihkan


__ADS_3

"Jika kalian pikir bisa membakar Feniks dengan api kecil kalian, bolehlah dicoba. Kuharap kalian tidak akan menyesalinya." Huo Feng Huang mengancam pada keenam siluman yang seutuhnya masih berbentuk ular. Tersenyum licik dan membalas kobaran api ular api dengan api Feniks.


Huo Feng Huang benar-benar meremehkan musuhnya kali ini karena dianggap lemah. Ia tidak tahu bahaya yang mengancamnya sejak saat itu. Dari arah belakang, sesosok siluman ular api lain sudah bersiap menyerang. Dengan rasa kesal karena para saudaranya telah tewas.


"Ku buat kau menemui adik-adikku di neraka!" Huo She nomor tiga langsung menyergap dan mengancam keselamatan Huo Feng Huang.


Meski memiliki nama yang hampir sama, Huo Feng Huang tidak gentar membunuh. Karena yang ia bunuh adalah siluman yang membuat onar di desa pesisir. Meski ia belum sepenuhnya mengetahui misteri tentang hilangnya orang-orang yang bilang satu persatu. Tapi jika dilihat dari gaya para siluman ular api, mereka memang benar-benar tidak terlihat ingin membunuh.


"Kami hanya ingin mengambil kembali apa yang sudah menjadi milik kami. Kenapa orang-orang rendahan ini terus menyembunyikannya?" Karena saking kesalnya, siluman ular api pun melampiaskan dengan membakar semua yang ditemuinya.


Saudara-saudara mereka yang telah mati, tidak ada waktu bagi mereka bersedih. Ancaman terbesar mereka adalah Huo Feng Huang yang tiba-tiba datang pada mereka. Dengan serangan tiba-tiba, membuat mereka mengalami luka sampai kepada kematian.


Orang-orang masih berlari menjauhi tempat pertarungan. Antara siluman ular melawan Dewa Feniks atau nama populer di kalangan dewa adalah Raja Iblis. Mereka tidak pernah berpikir, siapa yang sekarang dihadapi.


"Kalau mau mati, akan ku kabulkan. Maka, matilah dengan penasaran." Ucapan siluman ular api itu dikembalikan pada yang mengatakannya terlebih dahulu.


Dengan satu kali serangan, membuat Huo She nomor tiga itu terpental jauh. Bahkan serangan dilapisi dengan tinju api Feniks. Tubuh yang terkena api itu langsung melepuh dan tidak bisa disembuhkan lagi. Meski belum mati, panas api itu terus membekas sampai tidak bisa ditahan.


"Aaakhh! A-pa yang ter-ja-di?" Rasa sakit tak tertahankan itu membuat siluman ular api tidak berkutik.

__ADS_1


Para siluman ular api yang melihat saudaranya terkapar di tanah, menelan ludah sendiri. Huo She nomor tiga adalah siluman terkuat nomor tiga di antara mereka. Karena peringkat terkuat ada pada nama pada nomor mereka.


"Kurang ajar! Kali ini kau tidak akan selamat! Kita gabungkan kekuatan! Bunuh orang itu!"


Karena mereka sudah berniat membunuh, Huo Feng Huang hanya bisa bersiap. Ia masih belum menemukan perlawanan berarti dari mereka. Karena setelah diukur kekuatan mereka, tidak bisa dibandingkan dengannya.


Tidak disangka, sisa-sisa siluman ular api itu bergabung menjadi satu. Bahkan mereka yang sudah mati terbakar pun, abunya tidak lepas dari penggabungan mereka. Menjadi satu kesatuan siluman ular api yang lebih kuat. Bahkan sekarang memiliki bentuk manusia sempurna. Dengan ukuran lebih besar dari manusia normal.


"Perubahan yang mengerikan," ujar Huo Feng Huang. Ia mulai merasakan kekuatan gabungan itu tidak seburuk sebelumnya. Bahkan ia patut untuk waspada dengan kekuatan yang baru itu.


Serangan api dilancarkan siluman ular api. Dan benar yang dikhawatirkan Huo Feng Huang, dia terlempar jauh ke belakang. Ia merasakan sakit di dadanya karena pukulan terlalu keras.


Saat Huo Feng Huang terbang ke arah laut, sekilas melihat Hong Xiao dan Song Li Wei di pantai. Dan anehnya ada seseorang yang diseret oleh pria yang pernah menolongnya. Bahkan orang yang diseret itu masih dalam keadaan hidup. Feng Huang tidak melanjutkan pertarungan sementara untuk melihat dua orang yang menolongnya kemarin.


Tidak disangka, mereka berdua berbuat hal yang tak diduga. Hong Xiao menyerahkan orang itu kepada Song Li Wei. Song Li Wei yang memiliki wajah menakutkan itu pun memakan orang itu. Ini menjelaskan bahwa orang-orang yang hilang selama ini karena dimakan oleh Song Li Wei.


"Ternyata itu kalian berdua!" gertak Huo Feng Huang saat tiba-tiba berada di hadapan kedua orang itu. Ia melihat tangan warga yang sudah putus dan dimakan oleh wanita itu.


"Grrhh! Usah kau urus, urusan kami! Atau kau mau menjadi santapanku selanjutnya? Pergi!" usir Song Li Wei. Matanya berwarna merah dan tubuhnya berubah menjadi kebiruan.

__ADS_1


"Akhirnya kamu tahu semuanya? Iya benar! Aku dan ibuku yang mengambil Mustika Naga Kuno untuk mendapatkan kekuatan! Karena kami hidup miskin dan dikucilkan oleh warga sekitar. Dan untuk membalaskan sakit hati kami karena kami diasingkan di tempat seperti ini. Kalau kau ingin tetap hidup, pergi dari desa ini!"


Hong Xiao mengusir Huo Feng Huang yang saat ini dalam keadaan terluka. Ia juga tidak tahu, apakah bisa menggunakan kekuatan Mustika Naga Kuno yang ada dalam dirinya atau tidak. Tapi sebisa mungkin menghentikan perbuatan kedua orang itu.


"Tak sadarkah, apa yang kalian lakukan itu salah? Tidak disangka, ku kira kalian orang yang baik karena telah menolongku. Tapi ternyata kalian yang membunuh warga desa ini." Huo Feng Huang tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Satu sisi, mereka sudah baik padanya. Di satu sisi lain, mereka adalah monster yang sebenarnya. Mengapa mereka bisa tega melakukan itu pada manusia biasa?


"Cuihh! Semua yang namanya kebaikan tidak ada artinya. Ku pikir dengan kekuatan yang kamu miliki, bisa mengalihkan siluman-siluman itu untuk sementara. Tidak disangka kau masih hidup hingga sekarang," jelas Hong Xiao.


"Kali ini aku tidak akan berbuat baik pada kalian. Ternyata fakta ini terlalu menyedihkan." Huo Feng Huang menggelengkan kepalanya. Berdecak kesal dan mengeluarkan api besar dan bersiap membunuh penjahat yang sebenarnya.


"Grroaghh! Kau ingin membunuh penyelamatmu, hah? Baiklah ... kali ini kau akan merasakan kekuatan dari Mustika Naga Kuno." Song Li Wei melepaskan mangsanya yang sudah mati kehabisan darah.


Song Li Wei bergerak cepat memukul Feng Huang. Namun kecepatan mereka setara, membuat Hong Xiao tidak dapat melihat gerakan mereka. Kecepatan tinggi serangan keduanya menimbulkan kehancuran di mana-mana. Batuan dan pohon besar tumbang dan hancur akibat benturan kekuatan keduanya. Bahkan api Naga Kuno memiliki kekuatan pembakaran dan penghancur yang tinggi. Tapi semua tidak terlalu berarti bagi Feng Huang.


"Grrrhh ... saya akui kau cukup hebat. Karena bisa menahan seranganku yang hebat ini. Tapi kekuatanku bukan ini saja. Aku akan membakarmu sampai menjadi abu."


"Silahkan jika kau mampu menghadapiku. Lagipula kau hanya akan kecewa dan mati di tempat ini. Bukan hanya kau saja, para siluman itu juga akan menjadi mayat."


"Seharusnya kau yang sebentar lagi mati." Song Li Wei masih menganggap dirinya paling kuat di antara semua yang ada di desa itu. Bahkan seorang kultivator tidak ada kesempatan untuk hidup jika melawannya."

__ADS_1


***


__ADS_2