
"Gunung? Untuk apa membeli gunung?" Lianhua tidak mengerti mengapa hanya dua bahan obat itu bisa untuk membeli gunung. Sedangkan dia hanya mengambil beberapa.
"Ah, apakah kau tidak menyadarinya atau bagaimana? Orang hebat sepertimu seharusnya sudah kaya raya jika memiliki dua bahan obat ini, bukan?" Li Ning terus mengatakan hal-hal yang tidak dimengerti oleh Lianhua. Karena bahan-bahan itu sangat langka.
"Rumput rumbai darah ini memang berguna bagi seorang yang berkultivasi. Tapi tidak cocok untuk manusia biasa. Karena efeknya akan sangat berbahaya jika tidak bisa mengolah dengan benar."
"Kau mengerti tentang itu? Dan bagaimana kau menyerahkan ini begitu saja? Kalau mau, kau bisa menjualnya ke pihak istana. Pasti mereka bisa memberikan uang banyak padamu."
"Tidak, tidak. Aku tidak begitu menginginkan uang. Aku hanya perlu tempat untuk menyembuhkan orang. Setelah Feng Huang sembuh, kami bisa pergi dari sini kapan saja."
"Maksudmu suamimu? Kau bisa tinggal di sini semaumu. Tapi aku bingung dengan kalian berdua. Mengapa kalian terlihat seperti bukan orang biasa?"
"Hey, aku belum menikah. Dan dia bukan suamiku," kilah Lianhua. Dan ia melanjutkan, "Lagipula dia sudah pergi dari sini. Kelihatan dia juga ingin mencari sesuatu di bukit. Kayaknya di sana masih ada siluman yang kuat. Untungnya siluman itu aktif di malam hari. Sehingga aku tidak menghadapinya."
"Apa? Siluman? Sebenarnya kamu ini siapa? Dan juga pria yang bersamamu itu?" tanya Li Ning penasaran.
Memang tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Lianhua dan Huo Feng Huang. Saat ini mereka pun tidak tahu, apakah mereka manusia atau sudah kembali mendapatkan status sebagai dewa. Karena mereka tidak merasakan apapun ketika berubah menjadi dewa.
Hidup lama menjadi manusia biasa membuat Lianhua harus meningkatkan kekuatannya. Sebenar-benarnya kekuatan yang dapat mengendalikan energi spiritual. Membangkitkan seseorang yang sudah hampir mati atau mendapatkan tubuh yang abadi.
"Aku hanyalah orang biasa yang diajari ketrampilan medis dari ibuku. Ibuku adalah seorang tabib dari keluarga Hua. Mungkin kalau tahu kota Chunfeng, itu adalah kota di mana aku lahir."
__ADS_1
"Kota Chunfeng?" Li Ning mengingat nama kota itu dan benar adanya. Ia juga mengetahui banyak keluarga tabib atau ahli pengobatan yang ada di berbagai tempat. "Kalau tidak salah, ada suatu marga yang memiliki ketrampilan itu. Dan kau bermarga Hua?"
"Iya, namaku Lianhua. Ibuku adalah seorang tabib bernama Hua Tianzhi. Aku belajar semua ilmu pengobatan dari ibuku."
Kini Li Ning menyadari mengapa dia tidak tahu apapun mengenai Lianhua. Ternyata seorang tabib juga seperti dirinya. Namun ada hal yang berbeda dari keduanya. Yaitu ilmu mereka yang berasal dari tempat yang berbeda. Selama ini, Li Ning menganggap dirinya keturunan tabib paling hebat yang pernah ada. Tidak menyangka, Lianhua yang terlihat lebih muda darinya justru terlihat lebih hebat.
Bukan hanya lebih hebat dari Li Ning, Lianhua juga memiliki aura yang berbeda dari manusia biasa. Entah bagaimana bisa lolos dan mendapatkan rumput rumbai darah yang dijaga oleh Serigala Bercula Satu. Padahal serigala bercula satu adalah hewan mistis yang sangat berbahaya.
Dalam hal medis, jelas Li Ning tidak ada apa-apanya. Bahkan dalam hal bela diri, Li Ning tidak memiliki ketrampilan itu. Ini membuktikan dirinya sangat lemah dan begitu rendah di hadapan seorang gadis berusia lebih muda.
"Ternyata kau berasal dari keluarga tabib. Pantas saja mengerti banyak soal medis. Kalau begitu, kita bisa saling belajar. Tidak. Aku harus belajar padamu soal pengobatan. Maukah kau tinggal di sini? Setidaknya beberapa hari. Atau semaumu saja, aku pasti akan baik padamu."
"Baiklah. Tidak masalah kalau begitu. Mari kita pergi ke depan. Aku tunjukan kamar untukmu. Kita bisa tidur bersama jika pria itu bukan suamimu. Tapi dia siapa sebenarnya?"
Lianhua hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Li Ning. Ia juga tidak tahu harus bilang apa lagi. Yang ia tahu Huo Feng Huang adalah orang yang telah ia selamatkan dan sejak itu mereka saling menjaga satu sama lain.
Identitas mereka yang berasal dari alam langit hanyalah rahasia yang tidak bisa dibocorkan pada manusia. Dengan kemampuan Lianhua saat ini, ia bisa saja kembali ke alam langit untuk menanyakan identitasnya sebagai seorang Dewi. Karena ingatan sebagai seorang Dewi belum sepenuhnya kembali.
"Sudahlah, kamu juga tidak mau menjawabnya. Aku anggap saja kalian pasangan kekasih. Begitu saja tidak apa-apa, bukan?"
Li Ning bergegas meninggalkan dapur dan membawa kedua bahan obat herbal yang didapatkan dari Lianhua. Ia sudah mendapatkan harta yang nilainya sangat menakjubkan. Kedua barang berharga harus disimpan dengan baik. Jangan sampai membuatnya hilang sebelum dijadikan sebagai obat yang menyelamatkan nyawa.
__ADS_1
"Oh iya, aku tidak punya banyak bahan makanan ketika ku tinggalkan rumah. Mengapa aku lihat ada banyak makanan di meja? Dari mana kau dapatkan makanan itu?"
"Makanan? Oh, itu adalah daging serigala bercula satu. Aku membawanya pulang dan memasaknya. Apakah kau mau mencobanya? Aku masih memiliki banyak lagi."
"Apa? Tidak, tidak." Mendengar serigala bercula satu saja sudah membuat Li Ning kehilangan akal sehatnya. Apalagi harus memakannya. Itu adalah hal yang tabu buatnya.
Di kamar, Li Ning dan Lianhua duduk bersama dan bercerita tentang identitas masing-masing. Saling menceritakan diri masing-masing adalah hal yang lumrah bagi para wanita.
Li Ning bercerita tentang tempat yang mereka tinggali. Bagaimana para bangsawan dan penguasa berbuat buruk pada orang bawah. Itu sebabnya Li Ning tidak mau mengobati para bangsawan dan orang-orang yang memiliki status tinggi.
Lain halnya dengan Lianhua yang menceritakan tentang hidupnya yang bahagia bersama ibunya, Hua Tianzhi. Lalu menceritakan sedikit cerita bohong. Misalnya bagaimana ia meninggalkan kota Chunfeng mengantar obat-obatan herbal ke ibukota.
Setelah mengantar obat dan bertemu dengan Huo Feng Huang, cerita berlanjut dengan meninggalnya pengusaha karena dihadang perampok. Lianhua tidak menceritakan tentang siluman yang tinggal di ibukota.
"Lalu, setelah nyonya Yin meninggal, aku dan Feng Huang meninggalkan ibukota kekaisaran. Kami juga sempat dihadang oleh perampok dan membuat kami hampir kehilangan nyawa. Dan kau tahu cerita selanjutnya, Feng Huang tidak sadarkan diri setelah menang melawan para perampok."
"Ck. Tidak disangka, kamu mengalami hal buruk seperti itu. Tapi Huo Feng yang kamu katakan itu, apakah orang hebat? Lalu dengan siluman yang kamu maksud itu?"
Lianhua lupa tentang siluman yang ia ucapkan sebelumnya. Sudah melawan serigala bercula satu saja sudah mengejutkan orang. Apalagi dengan adanya siluman. Bagaima Huo Feng Huang bisa mengatasinya? Li Ning hanya menggelengkan kepalanya karena kebingungannya.
***
__ADS_1