Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Ulang Tahun Ratu Dewi Merak


__ADS_3

"Yang Mulia, kami sudah mencari keberadaan Huo Feng Huang. Namun sampai sekarang belum ditemukan, Yang Mulia." Jin Shi Shen atau yang disebut dengan Dewa Singa Emas, melapor pada Kaisar Langit. Ia sudah berusaha keras mencari keberadaan Huo Feng Huang ke alam manusia.


"Apa yang kau lakukan selama ini? Bukankah kalian tahu, Huo Feng Huang ini sangat lemah. Bagaimana mungkin kalian tidak menemukannya? Ahh, pergi sana!" usir Zhou Tianhuang, sang Kaisar Langit.


Zhou Tianhuang sudah kecewa dengan ketidakbecusan dewa perangnya. Namun ia merasa khawatir tentang ramalan dari dewa astronomi itu. Di Alam Dewa, dirinya hanya memiliki beberapa dewa hebat yang tersisa. Karena peperangan melawan suku iblis yang sangat kejam dan menggunakan ilmu terlarang. Bahkan sudah banyak dewa hebat mengalami kematian dan tidak bisa bereinkarnasi.


"Yang Mulia ... saat ini tengah diadakannya tarian dari Dewi Burung Merak. Apakah Yang Mulia akan menontonnya?" tanya pelayan yang selalu berada di sisi Zhou Tianhuang.


"Ah, benarkah? Kalau begitu, kau siapkan kereta. Kita harus mengunjungi Dewi Burung Merak ini. Dia adalah ratunya klan Dewa Burung. Tentu saja dia akan tampil cantik, bukan?"


Rupanya Zhou Tianhuang juga menyukai Dewi Burung Merak tersebut. Meski seorang Kaisar Langit tidak bisa memiliki keturunan, ia bisa saja mendatangi Dewi manapun yang ia inginkan. Karena tidak ada aturan langit yang melarang perbuatannya.


Aturan Langit diatur dan diciptakan oleh Kaisar Langit terdahulu. Bahkan Kaisar Langit yang sekarang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Kaisar Langit terdahulu. Karena mereka mengandalkan kekuatan untuk menaiki tahtanya. Untuk menjadi seorang Kaisar Langit, ia sudah berkultivasi dengan waktu yang sangat lama. Bahkan mengorbankan masa depannya untuk memiliki keluarga dan keturunan.


Keuntungan menjadi Kaisar Langit sekarang, ia bisa memerintah seluruh dewa dan dewi yang berada di alam langit. Bahkan setiap istana langit akan menerimanya di manapun. Di antara istana yang paling megah adalah istana Kaisar Langit. Yang menjadi tempat paling agung di alam semesta.


Ada juga beberapa istana yang tidak kalau besar. Terutama ada Klan Dewa yang berada di alam langit. Diantaranya ada istana Ratu Burung, yang dipimpin oleh Ratu Merak. Ada juga istana dari Klan Bunga, istana dari Klan Naga yang sekarang sudah terbengkalai. Itu karena Klan Naga telah musnah.


"Kenapa lama sekali? Saya ingin melihat tarian Ratu Dewi Merak. Ayo percepat jalannya!" perintah Zhou Tianhuang pada pelayannya.


"Baik ... baiklah Yang Mulia." Pelayan itu pun hanya tunduk dan mematuhi sang Kaisar Langit. Meski keinginannya sangat sulit. Ia mencoba sekuat tenaga untuk membuat kereta yang mereka naiki lebih cepat.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Zhou Tianhuang memiliki kultivasi tertinggi di antara dewa lain, ia sudah terlalu malas berlatih. Sehingga ia tidak lagi mengeluarkan kekuatannya selama puluhan ribu tahun. Ini membuat ototnya kaku dan kemungkinan kultivasinya hanyalah tingkatannya saja. Tanpa adanya latihan yang cukup untuk bertarung melawan musuh yang sigap. Sewaktu-waktu ia bisa terkena serangan tiba-tiba.


"Yang Mulia. Kita sudah hampir sampai ke tempat Dewi Merak berada. Kelihatannya sedang diadakan pesta di sana. Benar yang dikatakan para dewi yang kudengar."


Pelayan Kaisar Langit tahu betul apa yang diinginkan oleh tuannya. Apalagi kalau melihat Dewi yang cantik seperti Dewi Merak? Karena Kaisar Langit yang tidak bisa memiliki anak, dalam aturan tidak boleh mengangkat permaisuri, membuat frustasi.


Tarian Dewi Burung Merak sangat dinantikan oleh para Dewa. Karena keindahan bulu yang baru berganti, menimbulkan efek khusus yang sangat indah dan cantik. Itulah salah satu hiburan bagi Kaisar Langit, selain menikmati tarian para Dewi di istananya.


"Kaisar Langit telah tiba! Semua digarap memberi hormat!" Pelayan Kaisar Langit menggunakan artefak langit berupa pengeras suara. Meski hanya berbicara dengan sedikit lirih, seluruh gunung bosa mendengarnya dengan jelas.


"Selamat datang, Yang Mulia. Selamat pagi Paduka!" Para dewa dan dewi yang mendengar kedatangan Kaisar Langit, senantiasa menghentikan aktifitas mereka. Bahkan mereka langsung menyambut dengan baik.


Ia datang jauh-jauh dari istananya hanya ingin melihat hal yang biasa dilakukan oleh klan burung. Bernyanyi dan menari dalam sebuah pesta. Biasanya mereka mengundang para dewa. Di sana sudah ramai dengan kedatangan dewa dan dewi dewi lain.


"Terima Kasih Yang Mulia Kaisar," jawab para dewa bersamaan. Mereka pun bangun dari tempatnya dan mempersilahkan sang Kaisar lewat.


Dewa burung tengah mengadakan pesta ulang tahun dari Dewi Burung Merak, Jin Kongque. Ia saat ini sedang duduk di singgasananya sebagai seorang ratu. Mendengar kedatangan Kaisar Langit, ia berdiri dan turun dari singgasananya untuk menyambut.


"Selamat datang, Yang Mulia Kaisar. Hamba, Ratu Dewi Burung Merak menyambut kedatangan anda. Salam hormat dari hamba untuk Yang Mulia Kaisar." Jin Kongque menyambut dengan membungkukkan badan sesaat dan mengangkat tangannya. Lalu mempersilahkan Kaisar Langit untuk duduk di singgasananya.


"Hahaha! Tidak masalah, tidak masalah. Kau sangat sopan seperti itu, Jin Kongque. Saya ucapkan selamat ulang tahun untukmu, Ratu Dewi Merak. Ehh, kalian membawa hadiah untuknya, bukan?" Zhou Tianhuang berbisik kepada pelayannya.

__ADS_1


"Kami sudah menyiapkannya sebelum memberitahu Yang Mulia. Ini adalah arak seribu tahun yang saya bawa. Ini terbuat dari tujuh air suci. Yang masing-masing memiliki khasiat tersendiri."


"Bagus-bagus ... kalau begitu, kau bisa serahkan hadiahnya." Lalu Kaisar Langit pun menghadap ke arah Jin Kongque dan berkata, "Ini adalah hadiah untukmu. Arak seribu tahun yang dibuat dari tujuh air suci yang tersebar di tiga alam."


"Terima kasih, Yang Mulia. Ini sangat merepotkanmu. Hamba memberi hormat pada Yang Mulia Kaisar." Jin Kongque hendak melakukan kowtow pada Kaisar Langit.


"E-e-e. Tidak perlu seperti ini. Kau bangunlah! Saya hanya ingin melihat tarian burung merak darimu. Ini adalah perayaan ulang tahunmu."


Setelah beberapa saat kemudian, Kaisar Langit dan semua dewa yang hadir pun telah berkumpul. Acara ulang tahun Jin Kongque disaksikan oleh sebagian besar penduduk langit.


Tarian dan nyanyian Jin Kongque dan para dewi burung merak yang sangat indah. Dengan gerakan terbang, memekarkan sayapnya yang indah, membuat suasana ramai. Namun di tengah pesta, ada beberapa Dewi yang mengalami pusing setelah kedatangan seseorang yang baru saja muncul.


"Ouhh, ternyata ada pesta yang besar di tempat ini. Kenapa kau tidak mengundangku datang, Jin Kongque? Apakah kau melupakanku, hemm?"


Seorang wanita berpakaian serba hitam dan kehadirannya dikelilingi aura berwarna ungu tua. Ia datang dengan cara terbang di hadapan semua tamu yang datang.


"Teman lama ... lama tidak melihatmu. Tapi aku tidak mengundangmu untuk melihat tarianku. Kau sudah membuat rakyatku pingsan. Inikah bentuk penghormatanmu pada tuan rumah?" Jin Kongque terlihat sangat marah karena pesta ulang tahunnya diganggu oleh seorang yang sudah lama tidak ditemuinya.


"Ahhh ... aku datang untuk menghadiri pesta perjamuan ulang tahun sahabatku sendiri. Mengapa kau setegang itu, Jin Kongque?"


***

__ADS_1


__ADS_2