Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Pertarungan Di Restoran


__ADS_3

"Aku tidak ingin menyakiti orang-orang di restoran ini. Jadi, siluman wanita, kau patuhlah untuk kami kurung. Namun itu tidak mungkin terjadi, bukan?" Yang Guo menyiapkan kertas mantra untuk menangkap siluman di depannya.


Untungnya Meighui Yinxing tidak membuat keributan di dalam restoran. Ia tidak membawa sandera satupun untuk keluar dari situasi yang membuatnya berhadapan dengan pemburu siluman.


"Yo, bocah kemarin sore mau coba-coba melawanku? Kurasa kau harus belajar sopan santun pada orang yang lebih tua darimu." Meighui Yinxing mendekat ke arah Yang Guo dengan langkah kecilnya. Menunjukan senyumannya yang lebar dan menebarkan aroma mawar.


"Kau jangan khawatir, Nyonya. Mungkin saja pria ini sedang mengincar nona Lianhua untuk dijadikan istrinya. Mungkin saja dengan cara menuduhmu untuk menarik perhatian," tukas An Xiang. Karena tidak tahan melihat kesewenangan pemburu siluman, membuatnya kesal.


"Tuan muda An Xiang jangan ikut campur. Ini menyangkut keselamatan penduduk ibukota. Anda tidak bisa menyalahkanku untuk masalah ini." Yang Guo yang mulai berkeringat dingin karena Xun'er belum juga membawa rekan-rekan pemburu siluman.


"Kau hanya bermulut kotor! Beraninya kau menyebut nyonya Yin sebagai siluman! Jika dia adalah siluman, nona Lianhua yang anaknya juga siluman, bukan? Kau hanya ingin mendapatkan perhatiannya saja, bukan?" Lian Fen sudah tidak sabar dan langsung menyerang Yang Guo.


Meighui Yinxing mundur karena pertarungan dua pemuda di depannya. Tentu saja ia tidak melewatkan pertarungan sesama pendekar bela diri. Meski mereka berdua dari aliran yang berbeda. Namun kekuatan mereka hampir sama.


"Aku tidak mau melawanmu, Tuan Muda Lian Fen. Aku hanya ingin menangkap wanita siluman itu! Jadi tolong beri jalan untukku," pinta Yang Guo terhadap Lian Fen.


Keduanya bertukar jurus yang sama-sama mendominasi. Yang Guo merasa kesal dengan Lian Fen yang menyerangnya dengan tinjuan dan beberapa jurus yang mereka mainkan. Beberapa kali mereka bertukar jurus dengan tangan kosong.


Saat Yang Guo menendang, dengan cepat Lian Fen menghindar dan memutar tubuhnya. Lalu balas menyerang dengan tinju yang mengarah ke perut sang pemburu siluman. Setelah itu mereka saling memberi pukulan. Sehingga keduanya terpental ke belakang beberapa langkah.

__ADS_1


Tak lama kemudian berdatangan para pemburu siluman. Mereka langsung merasakan aura siluman yang sangat kuat dari Meighui Yinxing. Sehingga pandangan mereka mengarah pada siluman itu.


"Semuanya, evakuasi semua warga. Kita harus menangkap siluman itu!" tunjuk seorang pria paruh baya pada siluman bunga mawar.


"Ayo semua, tinggalkan restoran ini demi keselamatan kalian." Xun'er mengajak orang-orang untuk pergi meninggalkan restoran.


Begitu pula dengan pemburu siluman lain. Mereka mengajak orang-orang untuk keluar dari dalam restoran. Rupanya para pemburu siluman telah memberi mantra penyegel ke tembok-tembok. Dengan jarak yang pendek, membuat siluman manapun tidak tahan dan tidak bisa lolos dengan mudah.


"Orang-orang bodoh, mana mungkin kertas-kertas murahan itu bisa mengurungku? Kau naif sekali, manusia tua bangka!" hardik Meighui Yinxing. Segera saja ia memberi serangan dengan duri beracun ke arah pria tua yang memimpin pemburu siluman.


Pertarungan tak terhindarkan antara Meighui Yinxing melawan orang tua yang menjadi pemimpin pemburu siluman. Wanita itu memberi serangan berkali-kali dengan duri beracun yang dilesakkan ke arah pria itu. Namun bisa ditangkis dengan pedangnya yang dikendalikan dengan cepat.


Pedang di tangan pemimpin pemburu siluman diputar untuk menangis setiap serangan yang dilancarkan. Begitu serangan jarak jauh tidak berfungsi, wanita itu melesat ke arah pria tersebut. Terjadilah pertarungan tangan kosong diantara dengan pedang di tangan pemimpin pemburu siluman.


"Apakah kita pergi begitu saja? Urusan di sini belum selesai," balas Lianhua berbisik. Ia tidak bisa meninggalkan masalah begitu saja. Ia merasa kasihan pada Meighui Yinxing yang selama ini menjaganya.


"Apa yang sedang kau bicarakan? Siapakah dirimu mau membawa nona Lianhua pergi?" An Xiang menyela ucapan Huo Feng Huang yang tidak masuk akal baginya. Karena ia juga tidak rela jika Lianhua pergi begitu saja. Apalagi pergi bersama orang asing.


"Aku tidak ada urusan denganmu. Aku akan menghormati keputusanmu kali ini, Lianhua. Kalau masih mau di sini, akan kutemani beberapa hari. Namun aku tidak memiliki banyak waktu lagi."

__ADS_1


"Kau tenang saja, aku tidak akan menolak permintaan ibuku. Jika ibu percaya padamu, aku tidak akan menyela permintaannya. Namun berilah aku waktu sampai beberapa hari saja. Setelah itu, aku akan ikut denganmu," jawab Lianhua, melirik ke arah Huo Feng Huang.


An Xiang merasa seperti seekor cicak yang tidak dipedulikan oleh Lianhua. Ia kesal dan menatap curiga terhadap Huo Feng Huang yang menyamar menjadi orang tua. Namun ia juga bingung dengan yang mereka bicarakan.


"Ibu? Bukankah nyonya Yin adalah ibumu? Nona Lianhua, apakah ibumu benar-benar siluman?" tanya An Xiang penasaran. Namun lagi-lagi ia tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya.


Lianhua diam termenung memikirkan cara apa untuk keluar dari situasi seperti ini. Ia tidak ingin Meighui Yinxing begitu cepat ditangkap oleh Pemburu Siluman. Apalagi mereka melakukannya di depan mata kepalanya. Gadis itu tidak ingin melihat kejadian yang membuatnya meninggalkan orang yang peduli padanya. Meski siluman jahat sekalipun, selama berada di sisinya, ia tidak pernah diperlakukan dengan buruk.


An Xiang menatap Huo Feng Huang kesal karena menurutnya, gara-gara pria itu, Lianhua tidak peduli padanya. Apalagi berniat membawa Lianhua meninggalkan ibukota Kekaisaran.


Kota Jiangsu merupakan ibukota di Kekaisaran Wei. Merupakan kota yang memiliki kehidupan manusia yang juga diliputi dengan teror siluman yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja. Hal itu membuat banyaknya pemburu siluman yang bekerja menangkap atau memusnahkan mereka.


Bekerja sebagai pemburu siluman menjadikan mereka dihormati oleh hampir seluruh warga. Meski ada beberapa orang yang membenci karena kerap kali berbuat keonaran ketika menangkap siluman. Jika saja mereka tidak datang, lapak jualan atau tempat mereka tidak hancur begitu saja.


Tidak mudah bagi Huo Feng Huang mengajak Lianhua pergi. Namun ia harus bersabar, menunggu kesempatan untuk membawanya pergi. Dengan meninggalkan siluman bunga mawar, membuat mereka bisa melakukan perjalanan untuk mencari sumber kekuatan dan mengumpulkan artefak demi rencana balas dendam Huo Feng Huang kepada alam langit.


Meski Lianhua sendiri tidak ada keinginan untuk membalaskan dendam, tetap saja bagi Huo Feng Huang mereka harus membalas para dewa yang memberi hukuman atas dasar tuduhan palsu.


Pertarungan Meighui Yinxing dengan pemimpin pemburu siluman dan Lian Fen dengan Yang Guo berlangsung lama. Mereka melakukan pertarungan hingga orang-orang sudah keluar semua.

__ADS_1


Hanya saja Meighui Yinxing belum mengeluarkan seluruh kekuatannya. Ia tidak ingin mengekspos kekuatannya lebih jauh jika tidak dalam keadaan terdesak. Saat ini ia mampu mengimbangi pemimpin pemburu siluman. Sehingga pertarungan mereka masih belum ada pemenangnya.


***


__ADS_2