
"Apa kalian belum cukup bermainnya? Kalau masih belum cukup, kalian bermain saja di alam lain!" ancam Huo Feng Huang. Karena melihat gelagat Hua Mei Mei yang akan kembali menyerang.
"Ap-apa? Ke-ke-napa?" Hua Mei Mei kaget, dari belakangnya sudah berdiri orang yang akan dibunuhnya. Jelas-jelas jarak di antara mereka cukup jauh. Namun pria itu telah menotoknya.
"Kenapa? Apakah ... apakah kau pikir bisa membunuhku dengan mudah? Bukannya sudah ku katakan, aku adalah raja iblis Huo Feng Huang," akunya penuh percaya diri.
Badan panas dingin, bergetar begitu hebatnya. Setelah mendengar kata-kata pria di belakangnya, membuat gadis itu sudah merasa berada di neraka. Dengan tubuh yang tak bisa digerakkan sedikitpun.
Meski di belakangnya ada sang raja neraka, di depannya juga ada orang yang sama seperti di belakang. Sedang membuka pakaiannya yang penuh dengan sobekan karena senjata tajam.
"Lihatlah lukamu begitu parah. Tapi malah masih bilamg tidak apa-apa. Sebenarnya kau pergi ke mana tadi? Apa kau yang bertarung di tempat yang jauh?" Lianhua membantu melepaskan pakaian Feng Huang.
"Sudah aku katakan, ini tidak sebanding dengan hukuman langit. Rasa sakit ini adalah hal yang biasa bagiku. Akhh!" jerit Feng Huang saat lukanya ditekan oleh Lianhua.
"Tuh, kamu masih bilang gitu. Tapi nyatanya kamu teriak saat aku pencet. Dasar laki-laki tidak punya pendirian." Lianhua tersenyum senang. Lalu membersihkan luka yang ada di punggung Feng Huang.
Kedekatan Lianhua dan Feng Huang membuat Qionglin merasa malu. Tidak tahu ada hubungan di antara mereka tapi ia merasa kedekatan keduanya sudah tidak ada yang memisahkan. Tapi melihat teman di sebelahnya yang tidak bergerak juga membuatnya merasa aneh.
Tidak ada yang mengetahui Huo Feng Huang telah melepaskan rohnya sesaat untuk menotok dan menakuti Hua Mei Mei. Hanya sepersekian detik ia melakukan itu kemudian kembali ke tubuhnya. Dan bisa bercanda bersama Lianhua.
"Hei! Mei Mei. Apa yang terjadi padamu? Apakah cemburu juga melihat kedekatan mereka? Maafkan aku yang tadi mengatakan sesuatu yang membuatmu marah. Tapi aku tidak ingin pertemanan kita hancur begitu saja. Namun kau harus mengubah sifatmu ...."
__ADS_1
Qionglin sudah berbicara panjang lebar pada Hua Mei Mei. Namun tak ada balasan apapun dari gadis itu. Bahkan tidak menoleh atau setidaknya membalas walau singkat. Namun tatapan itu penuh dengan ketakutan.
"Kenapa kau terus melihat ke depan? Hei, Mei Mei! Lihatlah pada orang yang sedang mengajakmu berbicara! Jangan hanya diam dan membuatku bingung. Aku minta maaf kalau telah menyinggung kamu. Tapi ini demi kebaikanmu."
Masih saja Hua Mei Mei tidak menyahut. Mematung dan tidak bergerak walau hanya menggerakkan jarinya. Yang bisa ia lakukan hanya bernafas dan memejamkan matanya. Badan terasa kaku tak bertenaga.
Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Qionglin menggoyangkan tubuh Hua Mei Mei. Dan baru ia sadari jika mengalami hal itu, kemungkinan terkena totokan. Qionglin menotok bagian tengkuk namun tidak mempan. Ia berusaha mencari letak yang benar untuk menghentikannya.
"Bagaimana aku tahu titik totoknya? Mungkin ini tidak akan berhasil kecuali ahlinya. Jangan sampai terjadi kesalahan apapun." Qionglin panik dan berharap Huo Feng Huang bisa menolongnya. Namun sekarang bukan waktu yang tepat.
Karena Huo Feng Huang yang dianggap lebih hebat dari semuanya, maka Qionglin beranggapan kalau pria itu bisa membantu. Namun tidak bisa berharap banyak. Meski bisa menolong, belum tentu mau melepaskan totok Hua Mei Mei.
Lianhua yang mengobati Feng Huang didera kebimbangan. Rasanya bersalah karena terlalu dekat dengannya. Padahal dia hanya seorang tabib yang harusnya membantu sesama. Sudah kewajibannya mengobati orang yang sakit. Tapi Huo Feng Huang bukanlah orang yang berasal dari alam manusia. Gadis itu jadi bingung, harus bilang orang atau makhluk dari alam lain.
"Ini yang terakhir. Setelah ini sudah sembuh. Jadi kita harus bergegas ke tempat ibu berada." Lianhua mengingat ibunya yang menunggunya datang untuk menjemput.
Tidak ada yang tahu hidup atau matinya Hua Tianzhi. Meski dewa sekalipun tidak akan tahu. Keberadaannya seakan ditelan bumi. Seperti yang dijanjikan Feng Huang, mereka akan bertemu dengan wanita baik dan cantik itu lagi. Namun perjalanan mereka masih panjang. Hampir saja mereka melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Aku tahu kamu juga yang memberi totokan pada Hua Mei Mei. Hei, Raja Iblis. Bukankah kamu seharusnya melepaskannya? Apakah kita akan pergi seperti ini?"
Karena Feng Huang membawa Lianhua dengan digendong. Membuat gadis itu merasa risih dan malu. Walau sebelumnya kedekatan mereka melebihi sepasang kekasih. Namun itu tidak terasa karena rasa khawatir untuk Hua Tianzhi.
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu apa yang aku lakukan? Sepertinya kemampuan mengupingmu sangat tajam. Bahkan sesuatu yang tidak terlihat juga dapat diketahui olehmu."
"Jangan khawatir. Ini hanya aku saja yang tahu. Mungkin ini kemampuanku di masa lalu, masih dapat dirasakan olehku. Hei, cepat turunkan aku," pinta Lianhua karena tidak mau digendong lagi. Ia sudah cukup merepotkan. Rasanya seperti anak kecil kalau digendong seperti itu.
"Berhenti mengeluh. Kamu harus menghemat tenagamu untuk menyembuhkanku nanti. Jika terjadi hal yang membahayakan."
Lianhua mengangguk setuju dan membiarkan Feng Huang menggendongnya. Meski ia bisa melakukan perjalanan sendiri.
"Kenapa kalian lari? Lalu bagaimana dengan Mei Mei?" Qionglin kebingungan karena ditinggal oleh Lianhua dan Feng Huang. Ia tidak tahu cara melepas totokan pada temannya.
Ia hanya seorang diri dan harus mengurus dua orang yang tidak bisa bergerak sama sekali. Di tempatnya berdiri, teman yang sedang mematung tanpa bisa bergerak atau berbicara. Sedangkan jauh di belakangnya ada temannya yang masih belum bisa bergerak dan hanya bisa terbaring.
Akibat racun mematikan dari jarum beracun yang ada pada kipas Hua Mei Mei, Shaoshang hanya bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi. Berbicara pun tidak mampu apalagi berdiri untuk membantu.
Dalam keadaan berbaring, gadis itu berpikir sudah terlalu kejam. Padahal niatnya adalah membunuh. Tapi ia sendiri yang hampir terbunuh karena kelalaiannya. Malah orang yang ingin ia bunuh malah yang telah menyelamatkan nyawanya.
Ketiga perempuan itu sudah melakukan perbuatan jahat selama ini. Namun bukannya dibalas dengan kejahatan, malah dibalas dengan kebaikan. Dengan menyembuhkannya dari racun yang mematikan.
"Mungkin kita harus pergi ke tempat guru. Ini salahku tidak belajar tentang ilmu menotok lawan. Malah tidak bisa menolong Hua Mei Mei. Semoga saja tepat waktu."
Qionglin membawa kedua perempuan yang tidak bisa bergerak. Ia sudah merasa lebih tenang karena racun di tubuh Shaoshang sudah tidak membahayakan nyawanya. Hua Mei Mei juga tidak mengalami luka yang serius. Tapi tetap saja harus ditolong dengan segera.
__ADS_1
Qionglin menggendong Shaoshang di belakang. Dan menarik tubuh Hua Mei Mei yang kaku karena efek totokan. Ia juga memiliki tenaga yang besar untuk membawa dua beban beratnya.
***