Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Bandit Sebenarnya


__ADS_3

"Kita harus cepat, agar tidak menggangu yang lain. Hehehe, gadis cantik seperti ini, siapa yang tidak menginginkannya? Bagaimana jika kita nikmati dahulu? Kita katakan pada ketua, kalau kita tidak tahu apa-apa?"


"Sialan! Kamu mau menghianati ketua? Eh, tapi idemu cukup menarik. Ketua juga tidak tahu gadis ini masih gadis atau sudah tidak gadis. Kita hanya menuruti perintahnya untuk membawa gadis ini, bukan?"


Kedua pria itu berperangai licik. Membayangkan saat menikmati kecantikan gadis di depan mata. Namun mereka belum melakukannya juga. Tak berapa lama, mereka membakar obat bius yang ada dalam bambu. Saat asap putih mulai keluar, maka ditiupnya ke dalam kamar.


"Kedua orang ini rupanya berniat buruk padaku. Bagaimana jika aku mengerjai mereka? Tapi tubuhku sangat lemah. Lebih baik biarkan mereka untuk sesaat," lirih Lianhua dari dalam tanah.


Rasa lapar kembali terasa dari perut gadis itu. Ia sudah tidak punya tenaga untuk mencari makanan di tempat itu sekarang. Namun harus ada makanan yang harus masuk ke dalam perutnya yang kecil.


Setelah asap putih masuk dan dirasa sudah dihisap oleh Lianhua, mereka pun masuk ke dalam dengan hati-hati. Membuka pintu dan berjalan selangkah demi selangkah yang pelan. Mereka juga tidak lupa memakai cadar untuk menutupi hidungnya, agar tidak menghirup udara yang bercampur obat bius.


"Hehehe, aku tidak sabar lagi untuk melihat gadis manis ini. Tidak sia-sia kita membuat rencana ini. Dengan menyamar menjadi pelayan, kita mendapatkan buruan besar ini."


"Jangan keras-keras, kita harus bawa gadis ini ke hutan dan nikmati di sana. Jangan membuat kesalahan disaat seperti ini. Cepat! Cepat!"


"Iya! Tidak sabaran sekali kamu ini." Meski kesal, ia tetap menuruti perintah temannya. Ia segera membungkus tiruan Lianhua dari tanah itu dengan kain. Lalu mengangkutnya tanpa melihatnya.


Keduanya membopong tubuh tiruan Lianhua dengan hati-hati. Segera meninggalkan penginapan yang sepi karena semua sudah kena obat bius. Para kuli angkut yang berada di penginapan pun tidak lepas dari pengaruh obat bius.


Bukan hanya Lianhua saja yang mereka niatkan dibawa. Jumlah mereka cukup untuk membawa barang bawaan rombongan Meighui Yinxing. Sementara Meighui Yinxing dan pengikutnya sudah tidak ada di tempat. Memudahkan mereka membuat rencana dan sudah hampir berhasil.


Bahan obat-obatan dan makanan dibawa oleh sekelompok bandit yang jumlahnya sepuluh orang. Sementara kedua orang yang berpikir untuk membawa Lianhua pun mulai merencanakannya. Setelah dibawa ke hutan, keduanya bersembunyi dari rekan-rekannya.

__ADS_1


"Hehehe, aku sudah tidak sabar lagi. Di bawah sinar bulan yang terang ini, biarkan kami menjamah tubuhmu yang manis ini, hehehehe."


"Cepat buka kainnya. Aku sudah tidak tahan untuk melakukannya. Pasti gadis ini masih suci, bukan? Hehehe, ayo ayo cepat!"


Karena tidak sabar, mereka bersama membuka kain yang menutupi tubuh tiruan Lianhua. Saat membuka kain itu, mereka harus kecewa dengan yang mereka bawa. Ternyata itu hanyalah tiruan Lianhua yang merupakan patung dari tanah. Berwarna dan keras seperti patung tanah, membuat mereka bingung.


"Ada apa ini? Mengapa jadi patung tanah liat? Ini bukan mimpi, 'kan?"


"Sialan! Bagaimana bisa? Kita sudah susah payah membawanya ke sini. Tapi ... bagaimana bisa kita salah membawa orang?"


"Kalian pikir sudah membawaku, hah?" Lianhua tiba-tiba berada di belakang kedua pria itu. Ia sudah memiliki kekuatan untuk bangkit dan mengikuti kedua pria mesum tersebut. Dan sekarang ia sudah siap memberi pelajaran pada mereka.


"Hei? Ternyata yang asli ada di belakang kita? Sebenarnya ada apa ini? Apakah kamu mau menyerahkan dirimu pada kami, cantik?"


"Tidak. Aku hanya ingin melakukan ini pada kalian." Lianhua membuat tiruan dirinya dengan tanah. Ada puluhan tiruan yang bisa ia buat.


"Kau ... kau pasti siluman tanah! Kau adalah siluman! Siluman! Tolong ada siluman!"


Kedua pria itu berteriak karena menganggap Lianhua sebagai siluman. Teriakan itu terdengar sampai ke para bandit yang sudah membawa barang bawaan rombongan Meighui Yinxing.


"Kurasa tidak perlu penjelasan kalau aku bukan siluman. Kalian sudah berniat jahat padaku. Tapi aku tidak ingin jahat pada kalian. Hanya saja ingin memberi pelajaran untuk kalian."


Meski tidak ingin menyakiti, Lianhua menghukum mereka dengan memasukannya ke dalam tahanan yang dibuatnya dengan tanah. Sebuah tembok tanah yang tebal, padat dan tinggi.

__ADS_1


"Mungkin kalian harus berada di sini sampai ada keajaiban. Tapi tanahnya basah karena habis hujan. Ehh, ini saatnya mencoba elemen air. Dengan air yang ada di sekitar, mungkin sudah cukup untuk berlatih," gumam Lianhua.


Saat orang-orang datang karena mendengar seruan kedua orang yang ketakutan, Lianhua sudah menyiapkan hukuman untuk mereka semua. Air yang berada di sekitar, dikumpulkan dan dibentuk menjadi jarum air. Ia tembakkan ke arah para bandit.


"Maafkan aku karena harus melakukan ini. Karena kalian sudah mencuri sesuatu yang berharga bagi kami. Kalian harus dihukum malam ini."


Para bandit berteriak dengan keras karena serangan beruntun mengenai tubuh mereka. Serangan air yang belum memadat, membuat mereka tidak terluka parah. Tapi rasanya seperti dihantam benda keras. Jika air sudah memadat sempurna, kemungkinan mereka sudah berdarah. Kehilangan banyak darah karena kepadatan dan ketajaman.


"Ini masih awal mula, aku menggunakan serangan air. Mungkin ke depannya, air ini akan menjadi serangan es. Aku harus berlatih lagi."


Karena kekuatan air belum dilatih sempurna, Lianhua menggunakan tanah kembali untuk mengurung mereka. Dengan memasukannya ke dalam penjara tanah.


Teriakan keputusasaan mereka membuat gadis itu sedih. Tapi untuk penjahat seperti mereka, memang harus dihukum. Jika tidak, maka hanya akan berbuat jahat lagi. Lianhua anggap itu juga sebagai latihan untuk menjadi lebih kuat. Sebagai seorang manusia atau seorang Dewi, ia harus memiliki sikap tegas. Bahkan jika harus mengasihani orang jahat, harus dengan cara yang layak. Tidak semua kejahatan harus ia maafkan dalam hal ini.


"Apakah kalian punya makanan? Aku sangat lapar malam ini, huhh, setidaknya aku harus makan banyak malam ini." Lianhua mengelus perutnya yang sudah terlalu lapar. Ditambah dengan energinya yang sudah ia keluarkan untuk menghukum para bandit.


"Ampuuunn ... jangan makan saya. Dagingku rasanya pahit. Kalau ingin makan, makan mereka," ujar salah seorang pria yang takut dengan Lianhua. Ia khawatir akan menjadi santapan malamnya.


"Hei, kau menghianati kami. Kalau mau makan, makan dia saja! Tubuhku sudah renta dan alot dimakan. Mereka yang masih muda, masih terasa enak, bukan?" Seorang pria setengah baya membela dirinya sendiri agar tidak dimakan.


Dan masih banyak lagi yang berteriak tidak ingin dimakan oleh gadis yang disangka siluman. Karena keributan yang terjadi, membuat Lianhua kesal dan meninggalkan mereka. Lebih baik mencari makanannya sendiri.


Lianhua melesat ke depan dan menemukan banyak hasil jarahan para bandit. Yang dicari hanyalah makanan seperti gandum dan daging. Ada buah-buahan serta sayuran berjumlah banyak. Semua itu cukup untuk Lianhua memuaskan rasa laparnya.

__ADS_1


"Dengan begini, bukankah aku adalah bandit yang sebenarnya? Hehehe, maafkan aku semuanya. Tapi aku sangat ingin makan semuanya."


***


__ADS_2