
"Nona, apakah kau berniat membawa pria itu? Kalau boleh kasih saran, kau pergilah ke rumah tabib. Saya akan membantu mengangkat suamimu ke sana. Soal biaya, kita bisa diskusikan."
Seorang pria tinggi besar, dengan tampilan sangar, berpakaian rakyat biasa. Ia adalah orang pekerja kasar dan bisa melakukan apapun asal itu hal yang baik. Ia biasa dibayar untuk menjadi penjaga kerumunan atau bertarung dengan orang jahat.
'Ke rumah tabib?' kata Lianhua dalam hati. Bahkan seorang tabib sekalipun harus meminta bantuan seorang tabib lain. "Mungkin ini tempat yang cocok. Setidaknya ada tempat istirahat."
Meski bisa menyembuhkan sendiri Huo Feng Huang, ia tidak memiliki tempat yang cocok. Ia tidak bisa memperlihatkan kekuatan penyembuhannya pada siapapun.
"Nona? Bagaimana dengan tawaranku? Kamu tenang saja, dia akan selamat ditangan tabib Li." Dengan sangat yakin, pria berbadan besar itu mencoba memberi energi positif. Meyakinkan Lianhua dengan sepenuh hati.
"Baiklah. Nanti kakak bisa membantuku membawanya ke sana. Tapi aku ingin makan dahulu. Kalian tenang saja, dia hanya kelelahan. Nanti juga bisa sembuh dengan sendirinya, yang penting ada tempat istirahat."
Ucapan Lianhua malah membuat orang-orang itu bingung. Bagaimanapun juga, mereka tidak tahu dari mana asal gadis dan pria yang dibawanya. Lianhua juga membawa Huo Feng Huang dengan menggendongnya seorang diri. Tentu saja kekuatannya lebih dari cukup untuk mengangkat orang. Dengan kondisi yang kelelahan dan hampir terjatuh.
Jika saja tidak menemukan tempat makanan, Lianhua tidak akan kuat lagi. Bertahan membawa seorang pria yang lebih besar darinya.
"Nona, apa tidak sebaiknya kau memikirkan dirimu sendiri? Bagaimana mengatakannya, yah?" ucap pria berbadan besar dengan ragu. Ia ragu karena yang ia ajak bicara adalah seorang wanita.
Ucapan terlarang saat menghadapi seorang wanita salah satunya adalah mengkritik cara makan. Apalagi dengan porsi yang tidak biasa bagi seorang wanita. Meskipun sebenarnya makhluk yang disebut sebagai wanita, makan lebih banyak dari pria. Nyatanya mereka tidak bisa dikritik begitu saja.
Lain halnya dengan Lianhua yang tidak mengerti akan hal itu. Ia memang makan banyak dan tidak akan peduli dengan ucapan jujur mereka. Ia hanya ingin mengembalikan kekuatannya dengan cara yang tidak biasa.
__ADS_1
Jika praktisi bela diri atau dewa, Dewi lain, mereka akan beristirahat dan menyerap energi spiritual untuk mengembalikan kekuatannya. Berbeda dengan Lianhua yang sumber kekuatannya dari makan. Semakin banyak ia makan, ia memiliki kekuatan lebih banyak.
"Huahh ... akhirnya sedikit lebih kenyang. Meski masih kurang, untuk sekarang sudah cukup dulu. Kalau begitu, Tuan-tuan, mohon tunjukan jalan ke rumah tabib."
'Apa? Yang benar saja? Makan satu kedai penuh, masih dibilang lumayan? Apa gadis ini adalah seorang monster?' pikir salah satu pengunjung kedai. Seorang pria paruh baya.
"Ahh, Nona. Kalau begitu, kami akan antarkan sekarang juga. Biarkan aku yang membawa suamimu. Kau ikuti saya dari belakang." Pria besar berotot itu pun menawarkan bantuannya. Sebelumnya ia menelan salivanya sendiri. Merasakan sesuatu yang mengerikan dari gadis kecil yang makan terlalu banyak.
Tidak banyak yang berani berbicara dengan Lianhua. Kecuali orang yang tidak takut mati. Namun karena sudah menawarkan bantuan, pria tinggi besar itu pun berusaha menghilangkan rasa takutnya.
"Tuan, kalau boleh tahu, siapa namamu? Kalau mamaku adalah Lianhua. Meski margaku Hua, ibuku memberiku nama itu." ujar Lianhua. Ia sulit mengatakan pada pria yang mengangkat Huo Feng Huang.
"Nona ... panggil saja saya Dong. Saya tidak punya marga. Hanya orang biasa yang miskin. Mengandalkan pekerjaan yang kasar untuk mengangkat barang atau bertarung."
"Ini adalah kota Jinshi. Ini adalah kota yang dulunya ada pertambangan emas. Banyak orang mengatakan ini adalah kota yang sangat makmur. Namun sayangnya semua itu telah berlalu–"
Pria bernama Dong itu pun kembali mengingat masa lalu. Disaat ia masih kecil, mengalami perubahan dalam hidup. Dulunya ia memiliki kehidupan yang baik sebagai seorang anak dari pelayan bangsawan. Namun karena kesalahan sang bangsawan, membuat seluruh keluarganya juga harus menanggung akibatnya.
Kota Jinshi yang awalnya sebuah kota yang damai, sekarang hanya menyisakan kenangan masa lalu. Banyak orang-orang yang mengalami kemalangan setelah adanya kasus kejahatan. Perampokan dan pembunuhan terhadap banyaknya penduduk tidak bersalah.
Lianhua mengikuti pria besar di depannya. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang tercium aroma obat-obatan herbal. Di depan rumah terdapat jemuran bahan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
__ADS_1
"Ini adalah tempat tabib Li. Namanya Li Ning. Dia adalah anak dari tabib terhebat di kota ini. Sebelum orang tua itu meninggal sepuluh tahun lalu."
"Kalau begitu, kau bisa membawaku masuk ke dalam? Sepertinya di sini memang tempat tabib yang hebat," tukas Lianhua. Meski hanya mencium aroma obat-obatan di sekitar, ia tahu dengan pasti. Tidak sembarang tabib yang tinggal di sana.
"Kakak Dong. Apakah kau membawa pasien lagi? Sudah ku bilang, aku tidak mau menerima orang-orang bangsawan!" seru seorang wanita dari dalam rumah.
"Tabib Li. Ini bukan orang bangsawan! Mereka perantau yang tidak punya tempat tinggal. Tolong buka pintunya sekarang!" Dong yang tidak bisa diam saja dengan keselamatan orang di gendongannya, berusaha bernegosiasi.
"Apa kau yakin, mereka bukan bangsawan yang sedang menyamar? Kalau begitu, biarkan mereka mencarikan bahan obat di hutan. Jika mendapatkan tanaman yang kucari, maka akan ku biarkan mereka masuk."
"Tabib Li. Tanaman apa yang kau perlukam? Aku mungkin bisa mencarinya di hutan. Jika memang tanaman itu ada, aku pasti akan mendapatkannya," sahut Lianhua.
Sebenarnya Lianhua tidak memerlukan obat-obatan untuk menyelamatkan Huo Feng Huang. Namun ia memerlukan tempat bermalam. Ia tidak bisa membiarkan pria yang menyelamatkan dirinya berulang kali, tidak mendapatkan perawatan yang baik.
Lianhua juga kekurangan bahan obat untuk sekarang. Ia bisa menyimpan semua bahan obatnya di dalam ruang dimensi. Di mana tempatnya berlatih Kitab Dewi Lotus. Menyimpan di sana, tidak ada batasan tempat dan dapat ditanam juga.
"Oke, kalau begitu. Aku akan biarkan suamimu tinggal di depan rumahku. Kau ambilah rumput rumbai darah! Di puncak bukit di belakang rumah. Namun di sana ada serigala bercula. Apakah kau sanggup mengambilnya?"
"Rumput rumbai darah? Itu adalah bahan untuk membuat obat sakit paru-paru. Serigala bercula, juga merupakan hewan yang aktif di pagi atau sore hari untuk mencari makan. Culanya juga bisa digunakan sebagai obat osteoporosis. Dagingnya juga bisa untuk obat kuat."
Lianhua menjelaskan dengan detail, penggunaan rumput dan hewan yang dimaksud. Itu tertulis di dalam Kitab Dewi Lotus. Sebagai seorang tabib dan seorang Dewi yang menjadi manusia, ia memiliki peluang untuk mempelajari pengobatan seorang tabib.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan? Bagaimana kau tahu hal itu? Hohh, kalau begitu, cobalah untuk mendapatkannya. Meski kau tahu tentang obat itu, itu tidak bisa mengubah keputusanku."
***