Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Pemilik Baru Rumah Bordir


__ADS_3

Masalah dengan alam langit, tidak ada hubungannya dengan manusia biasa. Lianhua tidak boleh memberitahukannya pada Li Ning. Namun Huo Feng Huang perlu mengetahui semuanya. Meski itu berat baginya dan akan sulit jika Huo Feng Huang tahu semuanya.


Pertikaian dengan para dewa, akan membuat manusia tidak percaya pada dewa. Di alam manusia, ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Di alam langit pun, Lianhua ingat, banyak Dewa dan Dewi yang sangat baik padanya.


Selama alam fana dan alam langit masih berhubungan, akan sulit untuk bersatu. Baik para Dewa dan manusia, ada kehidupannya sendiri. Keduanya tidak bisa dicampur adukan.


Karena saat ini Lianhua berada di alam fana karena sebagian besar tidak menerimanya di alam langit, mengapa tidak tinggal di alam fana selamanya? Selama kedua alam tidak saling menggangu, maka akan terjadi keseimbangan.


Selama ini banyak Dewa berhati jahat yang menyerupai iblis. Bahkan dapat menyiksa manusia tanpa rasa bersalah. Mengingat sosok iblis Feniks sebelumnya, itu adalah sebuah bukti. Seorang dewa pun bisa menjadi seorang iblis yang kejam.


"Nona Li, sebaiknya aku pergi dari kota ini. Sebenarnya aku sudah berjanji pada seseorang untuk kembali dan mengurus sebuah tempat. Aku juga merindukan ibuku."


"Baiklah. Tapi kamu sembuhkan dahulu lukamu. Setelah kalian sembuh, kalian bisa pulang ke rumah. Itu belum terlambat, bukan?"


"Tidak apa-apa. Di sini juga baru terjadi bencana. Mungkin tidak bisa meninggalkan tempat ini sekarang. Setelah menyelesaikan urusan di sini. Seharusnya tidak perlu waktu lama. Aku memutuskan, selama tiga hari, akan membantu semua orang yang mengalami bencana ini. Ini juga salah kami karena datang ke tempat ini."


Selama tiga hari, Lianhua melakukan apa yang ia katakan. Selama itu, ia membantu banyak orang yang mengalami bencana. Memberikan makan dan biaya hidup selama beberapa bulan ke depan. Ada banyak emas yang ia bagikan pada orang-orang di kota Jinshi.


Orang-orang itu bahkan tidak tahu dari mana emas-emas itu didapatkan Lianhua. Padahal saat datang ke kota itu, tidak membawa barang-barang kecuali badan dan pakaian mereka.

__ADS_1


Tiga hari telah berlalu. Huo Feng Huang sudah sembuh sepenuhnya. Mereka meninggalkan kota Jinshi dengan naik kereta kuda. Ada kusir yang ditugaskan untuk mengantar Lianhua dan Huo Feng Huang.


"Menuju ke kota Chunfeng membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Aku pernah datang ke sana beberapa kali. Nona Hua dan Tuan Huo jangan khawatir. Akan kuantar kalian sampai tujuan."


"Terima kasih, Paman. Sebenarnya tidak perlu mengantar kami. Karena paman bersikeras, jadi tidak ada alasan kami menolaknya," kata Lianhua. Tak lupa memberi senyuman pada pria paruh baya itu.


"Ah, kami sudah banyak dibantu. Jika kami tidak membalasnya, kami akan berhutang seumur hidup ini. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian berdua. Ini hanya sedikit niat baik kami. Setelah ini, orang-orang kota Jinshi bisa lebih tenang."


Dengan kultivasi Lianhua dan Huo Feng, tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa sampai ke kota Chunfeng. Namun mereka tidak enak terus menolak niat baik tersebut. Mereka harus menahan diri agar tidak mengeluarkan kekuatan berlebihan.


Tak ada halangan berarti dalam perjalanan kali ini. Mereka hanya beristirahat untuk makan dan malam hari. Mereka makan di warung yang ditemui. Saat di hutan, mereka makan hewan atau buah-buahan yang terdapat banyak di sepanjang jalan. Atau membawa makanan di tempat sebelumnya. Saat tidur, semalam tidur di hutan. Dan dua malam lainnya di penginapan yang berbeda. Pagi-pagi sekali mereka melanjutkan perjalanan.


"Rumah bordir? Nona Hua, kenapa kita datang ke tempat seperti ini?" tanya kusir yang mengantar Lianhua dan Huo Feng Huang.


"Ini adalah tempat yang dituju. Pemiliknya sudah meninggal saat di ibukota. Karena itu, aku ditugaskan untuk mengambil alih tempat ini. Mungkin nantinya ganti nama menjadi balai pengobatan."


Semua orang tahu, rumah bordir adalah nama sebuah tempat yang seharusnya menjual kain bordir. Namun tidak sedikit yang tahu, terkadang di sana juga adalah sebuah nama samaran. Biasanya digunakan sebagai rumah singgah atau tempat menghabiskan uang. Menikmati arak dan dilayani oleh para wanita cantik yang bisa diajak tidur bersama.


"Paman jangan salah sangka. Ini memang rumah bordir. Tapi tidak seperti yang paman pikirkan. Selain itu, di sini hanya menjual kain dan arak. Ada banyak karyawan pria yang membuat arak. Karyawan wanita yang membuat bordir dan menjual karya seni ...."

__ADS_1


Lianhua tidak ingin membawa nama rumah bordil sebelumnya. Di mana semua yang di dalam adalah siluman yang biasa aktif pada malam hari. Mereka biasa tidur disaat hari menjelang pagi. Tentu saja pada siang hari akan tutup. Namun mereka sudah sampai dengan terburu-buru.


Sebelum masuk ke dalam rumah bordir, Lianhua memancarkan auranya. Lalu mengangkat tangan yang memakai cincin pemberian Meighui Yinxing. Itu adalah tanda kepemilikan tempat itu.


Para siluman yang tersisa yang merasakan aura Lianhua pun mengecek dan tahu arti darinya. Maka mereka bergegas bangun dan merubah diri menjadi manusia. Semua siluman itu bersiap menyambut pemilik baru rumah bordir tersebut. Karena Meighui Yinxing telah mati, mereka tidak ada yang mengendalikan. Dan otomatis tidak perlu melakukan apapun yang diperintahkan.


Ada beberapa siluman yang langsung pergi dari tempat tersebut. Adapula yang setia menunggu di dalam karena kebanyakan tidak memiliki tempat tinggal. Mereka yang ditinggalkan tuannya pun hanya menjalankan bisnis seperti biasanya. Namun mereka tidak dapat membuat arak yang biasa dibuat Meighui Yinxing sendiri. Jadi hanya menjual arak yang tersisa dan stok arak sudah habis seminggu lalu. Maka dari itu, tempat itu sepenuhnya ditutup untuk umum. Mereka hanya menunggu pemilik baru untuk menjalankan tugas.


"Kalau begitu, paman. Bagaimana jika paman istirahat di sini malam ini?" Lianhua masih khawatir mereka masih menjalankan bisnis seperti biasanya. Namun ia akan mengatur semuanya agar tidak ketahuan.


"Kalau begitu, aku akan merepotkan nona. Besok pagi baru kembali ke kota Jinshi." Karena sudah dijelaskan oleh Lianhua, maka tidak ada kekhawatiran. Ia pun turut masuk ke dalam.


Para siluman yang berubah menjadi manusia menyambut kedatangan Lianhua. Karena sebelumnya mereka sudah mengenal dan merasakan aura kekuatan Lianhua yang lebih besar. Mereka tidak ada yang berani mengusik.


"Nona Lianhua, selamat datang kembali. Kami akan melayani nona mulai saat ini," ucap seorang siluman wanita.


"Kami sudah tidak punya tempat lagi. Jadi mohon nona tidak mengusir kami semua. Kami akan bekerja keras dengan bimbingan dari nona mulai sekarang," imbuh siluman pria. Ia juga melirik ke arah Huo Feng Huang dan merasakan aura yang mengerikan. Jadi tidak berani menantang atau berbuat onar.


***

__ADS_1


__ADS_2