Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kembalinya Keluarga


__ADS_3

Tidak disangka, saat calon menantu Hua Shi datang, ia malah tertarik pada Lianhua. Jika dibandingkan dengan Hua Mei Mei, Lianhua jauh lebih cantik dan lebih menarik.


Du Baiwang adalah anak seorang pengusaha kaya yang datang ke kota Chunfeng untuk mencari calon istri. Karena menurut rumor, keluarga Hua memiliki ilmu pengobatan terbaik di kota Chunfeng. Juga memiliki seorang nona muda yang cantik. Sehingga membuat Du Baiwang datang jauh-jauh untuk melihatnya sendiri.


Saat mendatangi kota Chunfeng, ia bertemu dengan Hua Shi dan anaknya, Hua Mei Mei. Memiliki tampilan yang tidak terlalu cantik tapi mereka adalah penerus keluarga Hua yang sejak dulu memilki reputasi baik. Namun mengalami penurunan setelah Hua Shi mengurus semuanya.


"Kamu adalah Lianhua? Tidak benar. Katanya kamu adalah orang yang membuat keluarga Hua mengalami kebangkrutan. Juga karena ibumu juga yang tidak berguna itu."


"Mulut siapa itu?" Tiba-tiba muncul seorang pria tinggi dan terlihat berumur empat puluh tahunan. "Siapa yang mengatai istriku tidak berguna? Dan siapa yang mengatakan putriku adalah penyebab keberangkutan keluarga?"


Sosok yang mengatakan dengan lantang itu adalah Huaxia Nushen. Bersama dengan Hua Tianzhi, meski sedang dalam kondisi lemah, ia datang untuk menemui putrinya.


"Anakku. Kenapa kamu membiarkan orang lain merendahkanmu? Ada ibu di sini, siapa yang berani melawanmu?" Hua Tianzhi menghampiri Lianhua dan langsung memeluk putrinya.


"Ibu? Kamu datang?" Lianhua membalas pelukan dari ibunya. Ia sangat senang karena bisa bertemu lagi.


"Kau tidak apa-apa, kan? Orang-orang ini begitu menyebalkan. Aku datang kali ini untuk membahas sesuatu denganmu dan memantuku. Aku dengar kamu membuka Balai Obat."


"Menantuku. Akhirnya bisa bertemu denganmu. Hahaha! Aku tidak bisa menahan diri lagi untuk bertemu dengan putriku. Dan aku tidak rela putriku akan menikah secepat ini."


Luka Huaxia kembali memburuk. Ia memuntahkan darah dari mulutnya. Akibat dari mengeluarkan serangan terakhir itu, membuatnya kehilangan sebagian besar kekuatannya. Namun ia merasa lebih baik dan bersikeras bertemu dengan Lianhua.

__ADS_1


Selama ini, Huaxia tidak tahu keberadaan Lianhua. Juga tak bisa menjaganya dengan baik. Sehingga membuatnya menderita meski berada di alam langit. Di mana tempat itu menutup pendapat sebagian besar orang adalah tempat kesucian. Tempat di mana para Dewa dan Dewi hidup dengan harmonis. Tak ada permusuhan atau tipu daya. Namun kenyataannya malah berbanding terbalik.


Putri satu-satunya mengalami penderitaan dibawah kepemimpinan Kaisar Langit. Yang seharusnya itu adalah cucunya sendiri. Namun Kaisar Langit bukannya merawat dengan baik, malah memberi hukuman tanpa melakukan kesalahan.


Di dunia manusia, meskipun ada sebagian orang berbuat jahat, mereka tidak ada yang dapat menyentuhnya sekarang. Kekuatannya bahkan sudah termasuk yang terhebat di bawah Huo Feng Huang. Kultivasi mereka di seluruh alam fana adalah yang terkuat.


Kedatangan Huaxia bukan untuk mempermasalahkan dunia fana. Bagaimanapun juga, manusia-manusia fana itu akan mati dengan cepat. Hal yang tidak bisa mereka hindari adalah para Dewa yang bisa dengan bebas keluar dan masuk ke alam fana.


Meski para iblis dan siluman bisa keluar masuk ke alam fana, pergerakan mereka terbatas. Mereka harus mencari pintu masuk atau menciptakan robekan ruang pemisah antara alam fana dengan alam roh.


"Me-mereka adalah orang tua Lianhua? Mereka sungguh datang dengan cepat? Apa yang sebenarnya terjadi? Jadi Hua Tianzhi yang menghilang, karena mencari ayah dari Lianhua untuk pernikahan, kah?"


"Mungkin saja. Lihatlah! Siapa yang tidak tahu, wajah Hua Tianzhi bahkan terlihat masih sangat muda. Suaminya juga terlihat rupawan. Dan mereka mendapatkan menantu yang juga tampan. Masih ada yang berani menghina mereka?"


Kehancuran keluarga Hua tidak mungkin karena perbuatan Hua Tianzhi seperti rumor yang dikatakan. Semua tahu, Hua Shi yang mengurus keluarga Hua saat ini. Dialah yang bertanggung jawab mengurus semuanya. Sedangkan Hua Tianzhi yang hidup terpencil di kaki bukit, malah masih memiliki kehidupan yang baik.


Hidup miskin bertahun-tahun tapi ilmu pengobatan yang dilakukan Hua Tianzhi adalah yang lebih mujarab. Hari ini Hua Tianzhi membantu mengadakan pengobatan gratis. Sehingga lebih banyak orang untuk datang dan mereka melakukan itu sepanjang hari.


Huo Feng Huang menjaga pintu masuk, sementara Huaxia berisitirahat karena masih belum sembuh. Meskipun ia membantu pun tidak ada gunanya. Ada juga para siluman yang sudah akrab, membantu untuk melakukan hal-hal kecil.


Identitas para siluman tentu sudah diketahui oleh Hua Tianzhi dan Huaxia. Mereka tahu para siluman itu telah membantu sehingga tak ada alasan untuk melenyapkan mereka. Ke depannya, mereka akan hidup berdampingan dengan para siluman baik.

__ADS_1


"Ahh, hari ini sudah cukup melelahkan. Kita hampir memeriksa banyak orang. Besok masih harus mengobati orang dan membutuhkan bahan obat lagi." Lianhua memulai pembicaraan karena bahan obat sudah tersisa sedikit. Sedangkan besok pasti akan datang orang-orang untuk berobat.


"Kamu jangan khawatir. Ibu sudah memiliki banyak obat herbal. Aku menemukan semua ini di lembah herbal yang ditanami olehku."


Hua Tianzhi menggerakkan tangannya dan otomatis muncul berkarung-karung tanaman obat. Jika itu orang biasa, mereka tidak akan mengira akan ada tanaman obat yang sudah dikeringkan.


Jelas itu bukan sebuah kebetulan, Hua Tianzhi bisa mengumpulkan semua tanaman obat kering. Melainkan dirinya telah menyiapkan sejak lama untuk kebutuhan darurat. Selain itu, dia sangat menyukai ilmu pengobatan.


"Ini banyak sekali? Bahkan sudah dikeringkan. Terima kasih ibu!" Lianhua begitu senang karena bisa bertemu kembali dengan ibunya.


Selain bertemu dengan ibunya, ia juga bertemu dengan ayahnya. Saat ini Huo Feng Huang sedang membantu Huaxia Nushen untuk menstabilkan kultivasinya. Sehingga mereka tidak satu ruangan.


Sementara itu, para siluman tengah beristirahat sambil menikmati makanan. Mereka kini tidak bekerja untuk Meighui Yinxing. Sehingga hanya mematuhi Lianhua sebagai tuan. Kebetulan mereka juga dapat bekerja keras sambil belajar menjadi tabib seperti Lianhua maupun Hua Tianzhi.


"Lianhua. Aku adalah ayahmu. Mungkin kamu sudah mengetahuinya, kan? Ayah minta maaf atas semua yang terjadi padamu." Huaxia membungkuk di depan Lianhua. Sebagai permintaan maaf karena tidak ada untuk melindunginya.


"Ayah. Kenapa kamu seperti ini? Kamu masih sakit, bukan? Biarkan aku membantumu." Lianhua membantu ayahnya bangkit. Ia langsung memeluk pria yang membuatnya ada.


"Putriku. Aku tidak bisa menolong kamu saat dalam bahaya. Tapi ayah janji, mulai hari ini, ayah akan memberikan kasih sayang padamu. Dan aku juga minta maaf karena ayahmu ini harus menunda pernikahan kalian."


"Apa? Apa yang kamu katakan? Bagaimana kamu mengingkari janjimu? Huo Feng Huang adalah pria yang paling cocok untuk putri kita. Kamu mau menunda berapa lama?" Hua Tianzhi langsung emosi karena tidak bisa menerima.

__ADS_1


"Aku butuh waktu seribu tahun. Ayah janji padamu, seribu tahun kemudian, kamu bisa dengan leluasa melakukan apapun di dunia ini."


***


__ADS_2