
"Sangat sulit bagiku untuk menghancurkan formasi kalian. Sekarang kalian beraninya datang ke tempat yang tidak seharusnya." Huo Feng Huang murka setelah melihat para siluman mendatangi tempat keberadaan Lianhua.
Tenaga sudah terkuras cukup banyak untuk bertarung dan menghancurkan formasi. Ia membakar para siluman yang berada paling belakang terlebih dahulu.
"Gawat! Orang itu sudah ada di belakang. Apakah dia iblis? Mengapa apinya terasa seperti di neraka?" Salah satu siluman kelelawar merasakan kehadiran Huo Feng Huang dan memberi peringatan dengan suara yang hanya bisa didengar oleh sesamanya.
"Hah! Minggir! Gadis itu juga menggunakan jaring api! Sialan! Kenapa mereka menggunakan api untuk menyerang kita?"
"Gawat! Gawat! Gawat! Kita pergi dari sini! Kita tidak bisa terkena api! Sayap kita bisa hancur olehnya!"
Para siluman kelelawar, meski tidak dapat melihat dengan baik pada siang hari, mereka masih sedikit bisa melihat dengan samar-samar. Matahari belum sepenuhnya muncul dan langit masih agak gelap. Membuat ada di antara mereka yang bisa melihat dari tempat gelap.
Selain karena sayapnya yang tipis, kemampuan siluman kelelawar tidak dapat melihat dengan cahaya berlebihan seperti dari cahaya matahari. Setelah menyadari adanya serangan berelemen api, mereka pun berusaha kabur.
"Mau pergi ke mana? Hari ini kalian tidak boleh lari dari sini!" Huo Feng Huang membuat tali panjang dengan maksud untuk menjerat para siluman agar tidak lari.
Tali api membara melesat dengan kecepatan tinggi. Berhasil mengikat beberapa siluman kelelawar. Bukan hanya itu saja, mereka yang terikat mengalami sensasi terbakar. Tubuh mereka langsung gosong dan tak bisa terbang lagi.
Siluman kelelawar yang berada di depan, terkena jaring api yang dibuat oleh Lianhua. Selain itu, Lianhua juga memiliki kekuatan lain. Mereka yang hendak kabur, langsung dihadang oleh angin kencang.
"Sialan! Angin dari mana ini? Kalian jangan ke sini!" Siluman kelelawar yang hendak kabur pun tidak sanggup menahan gelombang angin yang menerpa.
"Kalian mau kabur ke mana lagi, huh? Rasakan ini!" Huo Feng Huang kembali membuat gerakan baru. Ia membuat ombak api yang menyebar untuk menahan mereka.
__ADS_1
Siluman kelelawar paling tidak bisa menahan api. Apalagi jika terkena api, membuat sayap tipis mereka mudah terbakar. Juga membuat mata mereka tak bisa melihat dengan jelas. Apalagi mereka tidak terlalu bisa menghindar dengan kecepatan mereka.
Huo Feng Huang tidak membuat api yang terlalu panas. Namun sudah cukup untuk membuat mereka kewalahan. Ditambah dengan kekuatan Lianhua yang tiba-tiba dapat mengeluarkan angin kencang.
"Ternyata kamu bisa melakukan ini semua, Lianhua. Seandainya aku tidak kehilangan banyak kekuatan sebelumnya, aku akan membakar habis mereka." Huo Feng Huang kembali bersemangat dan sesekali memukul siluman-siluman yang ada di depannya.
"Dengan kekuatan angin dan api masih kurang? Bagaimana jika ditambah dengan petir?" Lianhua mengumpulkan energi spiritual dan mentransfernya ke langit.
Petir-petir mulai bermunculan dan menyambar para siluman kelelawar. Mereka tidak menyangka masih ada serangan lagi yang membuat mereka menyerah. Mereka berjatuhan ke tanah dalam keadaan gosong dan sudah sangat lemah.
"Hanya segini saja sudah menyerah? Kalian sungguh mengecewakanku." Huo Feng Huang mendekat ke arah siluman kelelawar yang hampir mati dan membakar tanpa berkedip.
"Ampun. Apa salah kami pada kalian? Kalian menindas kami." Salah satu siluman kelelawar yang kehilangan salah satu sayapnya sudah hampir putus asa dan masih membela diri.
"Kami yang menindas kalian? Apakah kau tidak salah? Bukannya kalian yang datang ke dunia ini dan ingin membunuh manusia?" Huo Feng Huang mencengkram leher siluman kelelawar itu.
"Sudah mau mati, masih saja sombong. Kalian hanya membuang waktuku saja. Tapi tenang saja. Sebelum aku menghancurkan formasi teleportasi kalian, aku telah membakar istana kalian terlebih dahulu. Itulah mengapa aku kehilangan lebih dari tujuh puluh persen kekuatanku."
"Ti-ti-dak! Kau pasti berbohong padaku. Yang mulia akan membunuh kalian semua." Sebelum kematiannya, siluman kelelawar itu sudah tidak ada harapan hidup lagi.
"Bagus. Matilah kau siluman. Kau tidak akan merasakan sakit lagi. Bukankah aku seorang raja iblis yang baik?"
"Raja iblis? Tidak! Kau adalah raja iblis? Tidak mungkin." Siluman kelelawar yang masih hidup pun merasakan aura menyeramkan dari Huo Feng Huang. Membuatnya merasa sangat ketakutan.
__ADS_1
Para siluman langsung tunduk di hadapan Huo Feng Huang. Namun sang raja iblis bukanlah orang yang baik. Mereka mati dengan satu kali pembakaran. Juga langsung menjadi abu yang diterbangkan angin.
"Kenapa kau membunuh mereka semua?" Lianhua merasa bersalah karena terlibat dalam pembunuhan masal. Padahal sudah jelas mereka tidak berdaya sebelumnya. Jika bisa, ia ingin menyelamatkan para siluman itu dan membuatnya sadar.
"Dengarkan, Lianhua. Apakah aku kejam sebagai raja iblis? Atau kebaikanmu yang bisa membunuh dirimu sendiri? Kau tidak ada pilihan lain selain membunuh. Atau kau sendiri yang akan dibunuh oleh mereka."
Huo Feng Huang meninggalkan Lianhua. Berjalan melewati garis itu dengan cepat. Lalu berhenti di belakangnya. Lalu menggeleng pelan. Sementara Lianhua tidak bisa berbuat apapun.
Mereka adalah siluman yang memiliki aura pembunuh sebelumnya. Namun ia juga memiliki niat untuk membunuh mereka juga. Bukan salah Huo Feng Huang yang telah membakar habis mereka yang terlebih dahulu memiliki niat tidak baik.
"Jika aku tidak memusnahkan semuanya, bukan tidak mungkin mereka akan meminta bantuan pada siluman lain. Aku juga tidak dapat memastikan, apakah raja mereka sudah mati apa belum. Karena aku membakar istana itu saja tanpa melihat keadaannya."
Ini bukan pertama kalinya Lianhua melihat pembunuhan dan ia juga pernah membunuh hewan magis di bukit. Itu juga makanya pembunuhan. Walaupun hewan magis tidak memiliki kesadaran seperti manusia atau dewa.
"Kau harus membuatkan aku makanan, Lianhua. Kembalilah ke rumah dan mulai memasak. Aku membawakan beberapa hewan dari hutan."
Huo Feng Huang mengeluarkan dua ekor rusa berukuran besar dari telapak tangannya. Lalu melemparkannya ke arah Lianhua. Lianhua pun mendekat dan mengambil hewan mati di depannya. Bersiap untuk memasak untuk makan pagi mereka.
Huo Feng Huang terbang ke atas batu besar yang terdapat jauh samping rumah. Yang terletak seratus langkah dari rumah tersebut. Hari yang sudah semakin terang membuat pemilik rumah segera bangun.
"Apa yang terjadi di luar? Mengapa ada suara-suara aneh? Nona Hua, kamu ada di mana sekarang?" Li Ning bangun dari tidurnya tapi tidak melihat keberadaan Lianhua.
Karena tidak menemukan orang yang dicarinya, membuat Li Ning keluar dan mencari ke belakang. Dan melihat ada dua hewan besar yang ada di depan Lianhua. Ia melihat sebuah pisau angin yang digunakan Lianhua untuk menguliti rusa itu dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Apakah dia masih manusia? Kekuatan ini, apakah dia seorang praktisi bela diri seperti kakak Dong?"
***