Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Berlatih Kitab Dewi Bunga Lotus


__ADS_3

Pelayan wanita itu pun masuk ke dalam dengan membawa dua botol arak. Sementara ia melihat keadaan Lianhua yang berantakan dan menikmati suasana. Ia cukup senang karena ternyata gadis itu bisa diajak bekerja sama. Maka ia bisa melaporkan pada Meighui Yinxing, rencananya akan segera tercapai.


Para pelayan juga tidak tahu siapa sebenarnya pemilik rumah bordir itu. Meskipun berpenampilan sebagai manusia, mereka tidak pernah lancang untuk bertanya lebih jauh. Kebanyakan dari mereka juga melupakan ingatannya dan yang diingat adalah pekerja di rumah bordir.


"Tuan Lin, silahkan araknya. Ini khusus buatan dari nyonya Yin sendiri. Mari, Tuan. Nona Lianhua tenang saja, kau juga akan hidup bahagia dengan tuan Lin. Malam ini, kalian bisa menikmatinya."


Dalam hati Lianhua hanya bisa tertawa. Menanggapi ucapan pelayan yang tidak tahu apapun. Namun ia cukup senang karena bisa bertemu kembali dengan ibunya yang dikira sudah mati. Setelah ini, ia bisa kembali kepada wanita yang sangat disayangi.


"Terima kasih. Kau bisa tinggalkan kami sekarang." Hua Tianzhi yang menjadi Guan Lin mempersilahkan pelayan untuk meninggalkan ruangan. Karena memang ia tidak bisa terus dilihat oleh siluman. Ia takut penyamarannya juga ketahuan.


Sebelum pelayan benar-benar meninggalkan ruangan, Hua Tianzhi menancapkan jarum berukuran sangat kecil ke leher pelayan siluman itu. Jika terkena, hanya terasa digigit nyamuk saja. Sehingga saat wanita siluman itu terkena di bagian leher belakang, ia otomatis menepuknya. Sehingga tusukan jarum semakin dalam.


"Auuww, kenapa di sini ada nyamuknya? Padahal sudah dipastikan, tidak ada nyamuk yang bisa masuk ke dalam. Huh, mungkin nyamuk itu dibawa salah satu manusia-manusia gila itu," gerutu sang siluman wanita pelayan.


Hua Tianzhi kembali menutup pintu dari kejauhan. Ia bisa menggunakan kekuatannya untuk melakukan hal itu. Itu juga yang ia andalkan untuk melawan dewa singa emas untuk kabur. Juga bertaruh nyawa masuk ke jurang yang dalam setelah mengalami luka parah.

__ADS_1


Perjalanan Hua Tianzhi tidak mudah dilalui. Beberapa hari ia berakhir di dasar ngarai yang dalam. Di sana ia menemukan beberapa hal yang berguna. Seperti artefak langit yang ia berikan pada putrinya. Yah, artefak langit berupa kitab Dewi Lotus merupakan sebuah koin kecil yang bisa diekstrak menjadi tulisan ghaib. Hanya bisa dibaca lewat pikiran saja.


"Kamu sekarang sudah memiliki artefak langit yang sangat berharga. Meskipun ibu juga mendapatkannya, kau yang lebih cocok untuk meneruskannya." Hua Tianzhi memegang tangan Lianhua dan mengusapnya perlahan.


Wanita itu juga mulai menjelaskan dari mana kita itu berasal. Kebetulan ia menemukan kitab miliknya yang jatuh dari langit. Sejak seribu tahun lalu, masih memegang kita tersebut. Namun karena ulah Dewi Merak, membuatnya kehilangan kitab itu. Kitab yang diturunkan dari Dewi Bunga Lotus sebelumnya.


Bagaimana melatih Kitab Dewi Lotus, harus dipelajari pelan-pelan. Juga memerlukan berbagai tanaman lotus untuk menyempurnakannya. Seperti bunga lotus api, bunga lotus bintang, bunga lotus salju dan lainnya. Sehingga kekuatan sang Dewi Bunga Lotus akan meningkat dengan drastis.


"Kamu bisa berlatih kitab ini sekarang. Ibu akan membuat pelindung agar tidak ada yang bisa menganggu dari luar. Kau hanya perlu mengikuti langkah pertama dulu. Karena sebelum menemukan bunga Lotus seperti yang dijelaskan di kitab, kamu belum bisa berlatih banyak."


"Iya, Ibu. Aku pasti akan berlatih sekarang. Maafkan aku karena selalu merepotkanmu." Lianhua duduk bersila di lantai. Ia mulai memusatkan pikirannya dan memasuki alam bawah sadarnya.


Hua Tianzhi sadar, segel yang ia ciptakan tidak cukup kuat untuk mengamankan Lianhua sepenuhnya. Maka tidak bisa membuatnya lebih lebar. Ia hanya menancapkan di tempat Lianhua saja. Selain menggunakan segel, Hua Tianzhi juga menggunakan serbuk obat untuk menahan seseorang. Jika ada yang membuka pintu, maks otomatis obat serbuk itu akan terbang ke arah orang ataj siluman itu. Itu cukup untuk memperlambat untuk sementara.


"Sementara hanya ini yang bisa ibu lakukan. Untuk tahap awal kamu berlatih, tidak terlalu menimbulkan resiko tinggi. Jikapun kamu gagal, bisa memulai dari awal. Kau tidak perlu terburu-buru untuk latihan tahap awalmu."

__ADS_1


Meski berada di dalam alam bawah sadarnya, Lianhua mendengar semua perkataan ibunya. Hanya bisa menyanggupi apa yang dikatakan wanita itu. Yang paling penting, ia sudah tahu apa yang harus dilakukan saat ini.


Gadis itu mengaktifkan perlindungan diri. Dari apa yang di dalam kitab, seseorang yang sedang berlatih, dapat membuat perlindungan sendiri. Meski ditahap pertama tidak terlalu kuat. Untuk mengurangi resiko, harus menghindari atau mencegah hal yang tidak diinginkan.


"Jadi ... begini bentuk bunga lotus di dalam diriku? Kurasa ini akan lama. Maafkan aku, ibu. Karena sekali lagi harus merepotkanmu. Semoga cepat selesai melalui tahap pertama."


Di dalam alam bawah sadar Lianhua, terdapat bunga lotus yang berapi-api. Bunga yang sangat besar dan terasa memiliki kekuatan yang luar biasa. Untuk melewati tahap pertama latihan, Lianhua harus bisa menyerap energi bunga lotus itu. Meski sangat sulit untuk mengendalikan kekuatannya. Pertama ia menyentuh bunga tersebut. Namun ia terpental ke belakang dan mengalami luka. Terasa panas di tangan karena menyentuh kelopak api.


Setidaknya ada lima kelopak dengan warna yang berbeda. Masing-masing memiliki warna dan efek yang berbeda juga. Jika berhasil mendapatkan semua kelopak, maka pelatihan tahap pertama akan selesai.


Bukan perkara mudah untuk mendapatkan kelima kelopak bunga. Karena masing-masing memiliki energi luar biasa. Seperti energi api yang keluar dari satu kelopak berwarna merah. Ada es dari kelopak bunga berwarna biru. Angin yang berasal dari kelopak bunga berwarna putih. Selain itu ada lagi kelopak berwarna kuning. Yang memancarkan cahaya terang, menyilaukan mata.


"Bagaimana latihanmu, Lain'er? Jika kamu tidak sanggup, kamu bisa keluar dari alam bawah sadarmu. Jika seorang jenius sekalipun, akan mengalami kesulitan jika pertama kali melakukan itu. Jadi jangan khawatir jika kamu gagal. Bahkan jika berkali-kali gagal. Ada waktu bagiku memperbaikinya."


Namun Lianhua sudah bertekad untuk mempelajari semuanya. Ia sibuk menahan serangan dari kelopak bunga. Maka tidak mudah mengambil salah satu kelopak yang terlihat paling mudah. Tapi semua tidak ada yang mudah dilakukan. Apalagi saat yang satu hampir kena, yang lainnya mengeluarkan kekuatan elemennya.

__ADS_1


Butuh kerja keras bagi Lianhua untuk mengambil salah satu dari lima kelopak. Ia memasang strategi cerdas untuk menghadapi kesadaran Dewi Bunga Lotus sendiri. Yang tak lain dan tak bukan adalah jiwanya sendiri. Selama berada dalam jiwa, Lianhua tidak bisa bebas seperti di dunia manusia. Ia harus berada dalam keadaan prima menghadapi jiwanya sendiri.


***


__ADS_2