Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Membunuh Pertama Kali


__ADS_3

Mendengar kalimat yang dilontarkan oleh siluman, membuat Lianhua tetap tegar. Ia sudah tidak perlu menyembunyikan semuanya lagi. Hanya bisa menggunakan kekuatan penuhnya. Apalagi kedua siluman telah terluka parah akibat perbuatannya.


Lianhua menjauh dari dua pemburu siluman. Ia yakin, kedua siluman akan mengikutinya karena dirinya yang diincar oleh kedua siluman itu.


"Aku sarankan kalian harus berhati-hati. Karena aku tidak menjamin bisa menyembuhkan kalian." Lianhua terlihat lebih tenang meski berada di hadapan dua siluman yang tengah terluka.


"Hey? Apakah kamu becanda? Harusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, gadis bodoh," ujar siluman pria. Ia masih bisa menyombongkan diri, meski sedang sekarat. Tapi menganggap gadis di hadapannya sangat lemah.


"Sepertinya kita harus memberi pelajaran pada gadis sombong ini. Bagaimana jika kita belah menjadi dua terlebih dahulu? Mungkin rasanya sangat nikmat. Apalagi ini masih gadis muda," saran siluman wanita.


Siluman penghisap energi kehidupan wanita pun memulai terlebih dahulu. Membawa pisau yang keluar dari telapak tangannya. Ingin membelah Lianhua menjadi dua bagian. Bahkan ia bisa memakan manusia secara langsung dan mendapatkan kekuatannya.


Sebelum terkena pisau yang mengarah padanya, Lianhua terlebih dahulu membuat perlindungan dengan tanah di depannya. Dengan membuat tembok tanah yang sedikit lebih tinggi darinya.


"Apa? Apa ini? Sebenarnya siapa kau sebenarnya?" Siluman wanita itu kaget karena tiba-tiba ada tembok tanah di depannya. Ia melihat sekeliling, tidak ada seorangpun. Ia pun melompat ke atas dan menyerang Lianhua.


Lianhua mundur dengan cara melompat. Lalu ia mengeluarkan angin besar, mengenai siluman itu. Melihat ada yang tidak beres dengan gadis manusia itu, membuat siluman pria turut membantu siluman wanita. Ia bergerak cepat dan memukul Lianhua.


Lianhua mengelak dari pukulan siluman dengan cepat. Lalu membalas memukul dengan keras. Ia memutar tubuhnya lalu menyerang siluman wanita yang hampir menusuknya.


"Aku terlalu meremehkanmu ternyata. Ku akui kau cukup hebat sebagai manusia. Bahkan menyembunyikan kekuatanmu. Namun kau tidak bisa lolos dari racunku ini."

__ADS_1


"Hiiyaat!" Lianhua menyerang dengan pisau angin yang berhasil dipadatkan. "Kau tidak bisa meracuniku semudah itu." Lianhua juga mengelak dari serangan dan membuat lawannya kewalahan.


"Akhh! Kurang ajar!" Siluman wanita itu terhempas dengan luka menganga di perutnya. Darah mengalir dari perutnya yang menganga. "Sakitt ...."


"Sial! Ternyata kau gadis berbahaya. Akan ku musnahkan kau!" Siluman pria itu mengeluarkan api dari tangannya dan mengarahkan kepada Lianhua.


Lianhua juga tidak berdiam diri. Ia mengeluarkan hiu air dan membuat siluman itu kaget. Ia tidak tahu mengapa ada orang yang mampu mengeluarkan banyak elemen. Seharusnya manusia biasa tidak bisa melakukannya. Bahkan jarang ada orang memiliki kekuatan elemen seperti itu.


"Sebenarnya ilmu apa yang kau pelajari? Mengapa bisa seperti ini?" Karena serangan api tidak mampu mengalahkan Lianhua, siluman pria itu melihat temannya dan akan menolongnya. Namun ia terlebih dahulu terkena serangan.


Pria itu terhempas dan mengalami batuk darah. Karena kekuatan Lianhua bukan sebatas kekuatan yang hanya fokus pada satu elemen di bumi. Namun bukan hanya itu saja, Lianhua juga mengendalikan petir dan membuat kilatan besar turun dari langit.


"Sialan! Sebenarnya siapa kau ini?" Siluman pria itu mengalami luka cukup parah dan membuatnya tidak bisa bergerak lagi. Tubuhnya menerima serangan petir dan membuatnya sangat lemah.


"Kitab Dewi Lotus menang sangat menakutkan," kata Lianhua. Ia menatap kedua tangannya yang ia gunakan untuk mengalahkan kedua siluman. Meski serangannya tidak terlalu besar, ia berhasil menyudutkan sampai seperti itu.


Belum selesai serangan yang dilakukan oleh Lianhua, ia kembali melakukan serangan lain. Kaki ini ia menggunakan serangan dengan jarum es. Ia menghujani kedua siluman itu dengan hujan jarum es yang sangat tajam. Membuat keduanya tidak bisa bertahan dan akhirnya dikubur oleh Lianhua dengan tanah.


Setelah membunuh untuk yang pertama kali, Lianhua merasa bersalah. Sebagai seorang tabib, ia seharusnya menyelamatkan nyawa. Bukannya membunuh siluman yang sebenarnya jahat dan suka membunuh juga. Tapi jika dipikir-pikir lagi, ia tidak ada bedanya dengan pembunuh.


Yang membedakan mereka adalah tujuan dan di pihak mana mereka berasal. Lianhua adalah seorang dewi yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan di alam langit dan masuk ke dalam tubuh buatan milik Hua Tianzhi. Sekarang ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan. Dan ia berada di jalan orang-orang baik.

__ADS_1


Tidak suka dengan kejahatan, bukan berarti tidak membunuh. Suka kejahatan, tidak harus membunuh secara fisik. Namun orang jahat sebenarnya adalah orang yang membiarkan orang lain berbuah jahat kepada makhluk lainnya.


Lianhua mengingat kata demi kata yang dituliskan dalam Kitab Dewi Lotus. Ia juga telah mempelajari hampir keseluruhannya, saat ia tidur, ia masuk ke alam bawah sadar dan mempelajari kitab tersebut. Ia bahkan sudah menguasai beberapa jurus berbahaya buatnya dan buat kawannya nanti.


"Maafkan aku karena sudah membuat kalian terbunuh. Aku akan mengubur kalian berdua. Hanya saja aku perlu memberi pengobatan pada dua penyelamat ini." Lianhua kembali ke arah Xun'er dan Yang Guo. Ia kemudian memberikan obat lagi agar keduanya tidak sadar terlebih dahulu.


Setidaknya Lianhua harus menyembunyikan kekuatannya pada siapapun. Meski pada orang yang dekat sekalipun. Itulah yang dipesankan oleh Hua Tianzhi kepadanya. Jika nanti ada kesempatan lagi, ia akan bertemu kembali dengan wanita itu. Meski sekarang tidak tahu keberadaannya di mana.


"Ah, aku adalah seorang pembunuh sekarang. Oh, Dewa dan Dewi di langit. Aku tidak tahu apakah yang aku lakukan sudah benar atau belum. Kuharap para Dewa dan Dewi melihat isi hatiku yang terpaksa membunuh mereka."


Namun ia baru sadar, tidak ada gunanya berdoa kepada dewa. Mereka hanyalah makhluk lain yang merasa memiliki kedudukan tinggi. Bahkan bisa berbuat sewenang-wenang pada yang lebih lemah. Seperti sebelumnya, ada dewa singa emas yang hampir membunuhnya.


"Aku akan meninggalkan kalian berdua di sini. Maafkan aku karena harus menyembunyikan rahasia ini. Aku tidak ingin orang lain tahu identitasku yang sebenarnya." Lianhua meninggalkan kedua pemburu siluman setelah memastikan mereka aman.


Karena tidak mungkin mengendarai kereta, Lianhua hanya berjalan kaki untuk mencapai mansion milik Meighui Yinxing. Ia yakin, wanita siluman itu berhasil melarikan diri dari iblis berwajah merah. Jika pun tidak, ia harus segera meninggalkan ibukota.


Berjalan lama, akhirnya sampai di pemukiman yang lebih banyak orang. Ada beberapa penjual makanan yang berada di pinggir jalan, menggodanya untuk membelinya. Lianhua masih merasa lapar karena merasa belum cukup memakan semua makanan yang dicerna dengan cepat.


'Seandainya aku tidak masuk ke alam bawah sadarku, mungkin rasa lapar ini tidak membuatku kerepotan. Tapi ada untungnya aku merasa lapar terus. Aku bisa mencicipi banyak makanan ibukota sekaligus,' pikir Lianhua senang.


Lianhua menukar emas dengan makanan. Dan membuat penjualnya sangat senang. Tentu saja ada beberapa orang yang memberikan koin uang karena harga emas yang diberikan gadis itu cukup mahal.

__ADS_1


***


__ADS_2