Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Pertengkaran Dua Gadis


__ADS_3

Darah di sekujur tubuh Huo Feng Huang membuat tiga gadis melihatnya dengan ngeri. Apalagi Lianhua yang merasa khawatir dengan darah di sekujur tubuh Feng Huang.


"Apa yang terjadi padamu?" tunjuk Lianhua. Langsung saja ia mendekat ke arah pria itu.


"Tidak apa-apa, Lianhua. Ini hanya luka kecil saja. Luka ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan hukuman langit." Ya, jelas yang dirasakan saat ini tidak sesakit dulu. Tapi dalam hati, tidak ingin membuat gadis itu khawatir.


Sementara dua gadis yang terlihat perkelahian pun berhenti. Melihat ada orang yang mampu mengalahkan mereka berada di jarak yang dekat. Mengingat pertarungan sebelumnya, mustahil bisa menang. Tapi melihat darah di pakaian Feng Huang, membuat pikiran Hua Mei Mei berubah.


"Apa yang kita dapatkan jika kita membunuh pria itu? Qionglin, aku tidak akan membunuh Lianhua. Tapi kau bantu aku membunuh pria itu. Kita mungkin akan menang jika bekerja sama," ajak Hua Mei Mei.


"Tidak! Aku sudah muak berteman denganmu, Mei Mei. Yang kamu lakukan selama ini hanya ingin membunuh Lianhua. Tapi lihat, setelah semua terjadi padamu, kamu juga disembuhkan olehnya. Tapi apa balasanmu?"


Qionglin sudah benar-benar kecewa pada temannya yang memiliki sifat keras kepala itu. Yang diinginkan saat ini hanyah kedamaian semua pihak. Sudah lama mereka berteman tapi sekarang gadis itu tahu, mana yang pantas dijadikan teman dan mana yang tidak.


Pertemanan selama bertahun-tahun akhirnya hancur karena perbedaan pendapat. Yang satu hanya ingin membunuh saudara sepupunya karena keberuntungannya. Karena Hua Tianzhi memiliki sifat lemah lembut dan sangat menyayangi anaknya. Lain dengan dirinya yang menjalani kehidupan yang keras bersama ibunya, Hua Shui.


Sifat Hua Shui yang kejam dan haus kekuasaan itu telah mendarah daging ke putrinya. Hanya bedanya, Hua Mei Mei tidak terlalu menyukai lawan jenis. Tidak seperti Hua Shui yang setiap malam menghabiskannya dengan bersenang-senang. Dengan mendatangi rumah bordil terkenal di kota Chunfeng.


"Kau sama saja dengan ibumu, Hua Mei Mei!" Qionglin mengatakannya dengan dingin. Ia sudah muak dengan segala perbuatan temannya selama ini. Dan ini menjadi yang terakhir ia membantu.

__ADS_1


Karena sadar telah berbuat salah selama ini. Bukan hanya orang lain yang dirugikan tapi dirinya sendiri juga. Qionglin berharap hubungannya dengan Hua Mei Mei baik-baik saja. Namun menyesal telah membantunya berbuat kejahatan. Bahkan sampai berniat membunuh. Hal yang membuatnya menyesal adalah orang yang mau mereka bunuh malah menyelamatkan pembunuhnya.


"Jangan bilang orang tua seperti itu. Bagiku hidupku hanya untukku sendiri dan bukan karena orang lain! Lebih baik kamu bantu aku membunuh pria itu!" Hua Mei Mei tetap ngotot ingin membunuh Feng Huang. Dengan meminta bantuan orang yang paling hebat yang ia kenal.


"Tidak! Sekali lagi aku katakan. Lianhua yang menyelamatkan kamu. Kamu sudah mencoba membunuhnya selama ini. Sekarang ada lelaki yang melindunginya. Bukankah ini sungguh konyol?"


"Apa yang kamu katakan? Aku sekarang tidak akan membunuh Lianhua. Tapi pria yang bersamanya! Kamu mau bantu aku atau tidak?"


Meski dipaksa, Qionglin tetap berkata, "Tidak. Aku sudah bilang berkali-kali padamu. Aku tidak akan merenggut kebahagian Lianhua lagi. Biarkan dia bahagia dalam hidupnya. Kau dan ibumu telah merenggut kebahagiaannya selama ini."


"Tidak! Siapa bilang Lianhua boleh bahagia? Mengapa semuanya hanya peduli dengan gadis bodoh itu? Mengapa? Bibi Tianzhi sangat menyayanginya. Apapun yang diinginkan selalu dipenuhi oleh wanita itu. Tapi bagaimana denganku? Bagaimana sikap ibuku selama ini? Dia tidak peduli denganku."


"Apakah kamu tahu, hatiku sangat sakit. Melihat kedekatan ibu dan anak itu. Lianhua selalu menjadi gadis yang disayanyi oleh Hua Tianzhi. Dia selalu merasa senang dan bahagia. Aku tidak terima semua ini. Dia harus merasakan apa yang kurasakan!"


"Plak!" Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hua Mei Mei. Qionglin tidak bisa mendengar cerita hanya dari satu belah pihak. Meskipun hidup Hua Mei Mei menderita tapi ia tahu, selama ini Hua Tianzhi dan Lianhua selalu dikucilkan bahkan diusir ke pinggiran desa.


Qionglin juga sudah mendengar berita kalau Hua Tianzhi lah yang menjadi pewaris usaha keluarga dan menjadi pemimpin dari keluarga Hua. Karena ia yang dipercaya bisa membangun keluarga Hua menjadi lebih besar. Namun ambisi Hua Shui yang terus berusaha merebut semuanya, maka Hua Tianzhi merelakan semuanya. Namun itu belum berakhir sampai disitu. Bahkan Hua Tianzhi dituding melakukan kejahatan dan diusir dari keluarga Hua.


"Hingga saat ini aku sadar, aku tidak bisa hanya menjadi temanmu saja. Aku terlalu naif untuk tidak melihat dari sisi hatiku paling dalam. Sekarang aku menyesal telah mengikuti semua rencanamu. Sampai kapanpun kamu tidak akan berubah. Mungkin kamu juga akan sama seperti ibumu, Hua Mei Mei."

__ADS_1


"Jadi, kamu menamparku hanya karena kamu baru sadar? Aku tidak lebih hebat dari Lianhua, bukan? Umurnya baru enam belas tahun. Tapi dia sangat beruntung daripada aku. Lihatlah, meski dia hidup miskin di desa. Tapi dia tidak kekurangan apapun."


"Yah, kurasa kau hanya kekurangan hati nuranimu saja, Mei Mei. Padahal dari dulu kamu yang selalu menindasnya. Tapi apa balasannya padamu? Aku rasa dia memang gadis yang baik. Jadi wajar banyak yang akan baik padanya. Kau juga harus belajar padanya."


"Belajar kamu bilang? Benar-benar aku tidak punya teman sepertimu. Minggir!" bentak Hua Mei Mei.


Disaat Huo Feng Huang mendapatkan pengobatan dari Lianhua, jarum beracun melesat ke arahnya. Pria itu diam saja walau sudah tahu ada serangan yang diarahkan padanya. Namun Qionglin menghentikan jarum-jarum beracun itu dengan melemparkan ranting pohon. Sehingga ranting itu yang terkena jarum beracun.


"Lihatlah, Lianhua. Siapa orang yang telah kamu tolong. Bahkan mau mencelakaimu lagi. Mungkin dia akan membunuhku dulu karena aku akan melindungimu. Pada akhirnya kamu juga yang akan dibunuh selanjutnya."


"Maafkan dia. Mungkin aku tidak tahu apa masalahnya. Karena aku mengalami amnesia. Jadi tidak ingat apapun. Bahkan aku tidak ingat dengan ibuku sendiri."


"Tidak! Mana mungkin gadis baik sepertimu berbuat salah. Jika kamu orang jahat, kamu akan tetap jahat meski kehilangan ingatanmu. Tapi ini sudah kesekian kalinya kamu menyelamatkan orang lain. Lihat, kamu juga memiliki kemampuan mengibati. Berarti sebelum kamu melupakan ingatanmu, berarti kamu seorang tabib."


Lianhua merasa malu karena ucapan Huo Feng Huang. Wajahnya merah dan memalingkan wajahnya. Namun hanya sesaat saja ketika ia mulai mengingat Hua Tianzhi dalam pikirannya. Ia adalah anak yang paling disayang oleh Hua Tianzhi. Maka ia juga seharusnya menyayanginya juga.


Tujuan utama pergi ke bukit adalah menemukan ibunya yang hilang. Setelah memastikan Shaoshang dan Hua Mei Mei baik-baik saja, mereka harus bergegas. Tidak ada waktu untuk tersipu malu apalagi terhadap lawan jenis yang baru bertemu beberapa hari.


***

__ADS_1


__ADS_2