Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Menombak Rusa


__ADS_3

Karena tidak mampu menjawab, Lianhua berpikir alasan apa. Ia menoleh ke belakang. Apa yang ia pikirkan adalah bagaimana menjawab tanpa ketahuan berbohong.


"Sebenarnya aku juga tidak tahu. Eumm ... sepertinya ada yang menyerang kita saat itu. Mungkin binatang buas di hutan ini yang melakukannya. Aku juga tidak tahu," jawab Lianhua dengan hati-hati.


"Tidak bisa dipercaya. Kita tidak banyak melihat binatang buas di bukit ini. Sial, bagaimana jika mereka tiba-tiba datang?"


"Benar. Kita harus secepatnya meninggalkan bukit ini. Tenang saja, kita ada banyak orang. Jadi tidak perlu takut akan datangnya binatang buas itu. Nona Hua dan anak muda ini, kalian tenang saja. Kami akan melindungi kalian. Karena kalian telah membantu warga kami."


Orang-orang itu pun mengerumuni Lianhua dan Huo Feng Huang. Dengan senjata yang mereka bawa dari rumah, meski tidak tahu bisa menang. Yang mereka banggakan adalah jumlah mereka yang banyak.


'Binatang buas di sini sudah ketakutan, setelah pertarungan semalam. Bagaimana mungkin kami akan diserang? Tapi baguslah. Kita tidak perlu menjelaskan apapun lagi.' Lianhua memenghenbuskan nafas pelan. Merasa lega karena sudah lolos dari pertanyaan yang sulit untuk dijawab.


"Tidak biasanya kita menjadi bersemangat seperti ini. Sepertinya tenagaku semakin kuat berjalan. Tapi kita belum makan sejak kemarin. Apa kalian tidak lapar?"


"Perut tuamu memang tidak bisa menahannya. Hei, bagaimana jika kita cari hewan untuk dimakan?"


"Oh, tentu saja kalian yang sudah sangat lapar ini. Bagaimana menurutmu, nona Hua? Kau pasti belum makan juga, bukan?" Pria muda itu bertanya pada Lianhua. Juga matanya menatap dengan tatapan tak biasa.


"Ah, iya. Mungkin di sana ada seekor rusa." Lianhua kebetulan melihat ada rusa yang sedang dalam ketakutan dan tidak ingin hidup lagi. "Ayo tangkap rusa itu."

__ADS_1


Huo Feng Huang langsung bertindak dengan cepat. Dengan merebut tombak di tangan salah satu orang petualang di kota. Lalu melemparkannya ke arah rusa yang tak berdaya itu. Dengan satu kali lemparan, sudah mengenai rusa dengan tepat.


Apa yang dilakukan oleh Huo Feng Huang membuat orang-orang itu terdiam. Melihat reaksi cepat pria itu, membuat mereka tertawa. Itu sudah cukup hebat bagi mereka yang dapat mengenai sasaran dengan cepat.


"Wah, hebat juga ternyata. Pemuda ini, kita belum tahu namanya siapa, siapa namamu, anak muda?" tanya pria paruh baya sambil menepuk pundak Huo Feng Huang.


"Namaku Huo Feng Huang. Aku hanya tidak ingin rusa itu kabur terlebih dahulu. Jadi langsung merebut senjata yang bisa digunakan. Mohon maaf, Senior." Huo Feng Huang bersikap sopan pada semua orang. Ia menundukkan pandangan dan menggenggam tangan satunya untuk memberi hormat.


"Hahaha! Ini reaksi yang cukup cepat. Kita makan sepuasnya siang ini. Semuanya, mari kita kuliti rusa gemuk ini dan panggang dengan santai."


Untuk menangkap seekor rusa, tidak sulit. Hanya dengan tombak, tidak perlu mengeluarkan kekuatan penuh. Jadi tidak akan membuat orang bertanya-tanya yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar pikiran manusia.


Karena tubuh Huo Feng Huang yang abadi, ia tidak merasa lapar. Ia telah memiliki kultivasi yang besar dan dalam kondisi tidak memerlukan makan. Namun ia akan makan jika berada di dekat orang lain. Begitu juga dengan Lianhua yang kini telah memiliki tubuh yang sepenuhnya menjadi Dewi. Ia juga bisa meninggalkan dunia kefanaan. Hanya saja ia tidak bisa meninggalkan alam fana sekarang.


Ingatan Lianhua dari alam langit telah sepenuhnya kembali. Ia juga mengetahui orang yang telah menuduhnya sehingga menjalankan reinkarnasi. Tapi tidak tahu kondisinya saat ini, apakah ia sudah terekspos atau belum.


Jika Kaisar Langit tahu kabar itu, kemungkinan ia akan mengutus Dewa untuk memberi hukuman lain. Atau jiwanya akan dihancurkan. Namun sampai sekarang, tidak ada tindakan dari alam langit.


Jelas-jelas Long Konque telah melihatnya secara langsung. Namun saat itu Lianhua tidak mendapatkan ingatannya. Jadi sekarang baru terpikirkan, bagaimana nasibnya jika Dewi Merak Hijau itu memberitahu Kaisar Langit.

__ADS_1


'Mungkin aku akan diburu oleh Dewa lainnya. Namun aku merasa ada yang aneh dengan situasi saat ini. Kultivasiku telah meningkat pesat. Bahkan melebihi dari saat di alam langit. Hanya dalam hitungan hari. Apakah di alam fana ini, benar-benar ada suatu kebetulan?'


Lianhua duduk termenung memikirkan dirinya sendiri. Ia bahkan merasa hidupnya terlalu lancar. Di alam langit sekalipun, tidak ada proses kultivasi secepat itu. Hanya karena melatih Kitab Dewi Lotus? Rasanya mustahil juga. Ia adalah seorang Dewi yang memiliki pemahaman yang tinggi. Namun belum dapat memberikan penjelasan pada dirinya sendiri.


Huo Feng Huang tidak diragukan lagi. Sejak awal ia memiliki tubuh Dewa. Hanya jiwa atau rohnya yang dipisahkan menjadi beberapa bagian. Ia telah menemukan sebagian. Tinggal sebagian lagi yang masih belum ditemukan.


Mustika Naga Kuno adalah sumber kekuatan yang paling besar yang dimiliki Huo Feng Huang. Ia juga telah mendapatkan kekuatan spiritual yang menambah kultivasinya dengan sangat cepat. Namun itu masih masuk akal daripada Lianhua yang hanya mengandalkan sebuah kitab. Yang seharusnya tidak memiliki energi spiritual sebanyak itu.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Lianhua?" tanya Huo Feng Huang. Ia sedari tadi memperhatikan gadis itu. Namun merasa segan bertanya. Barulah ia memutuskan untuk mulai bertanya.


Mendengar suara Huo Feng Huang, Lianhua pun menoleh. Menggelengkan kepala dan berpikir untuk menjawab apa. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Apalagi memikirkan hal yang telah terjadi sebelumnya. Saat pria itu melihatnya baru keluar dari kelopak bunga. Ia terlalu malu untuk dekat dengan tampan, sang raja iblis itu.


"Anu ... mungkin aku lelah saja. Iya, pasti sedang lelah. Eh, kamu tidak bersama mereka?" Lianhua berbicara dengan gelagapan dan khawatir. Takutnya merusak suasana dan selanjutnya hubungan mereka tidak seperti dulu lagi.


"Hhh ... baiklah. Aku mungkin terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini. Hei, Dewi Lotus. Apakah kau sudah mengingat saat kau di alam langit? Apakah kamu mengingatku saat di sana?"


Ingatan Huo Feng Huang belum sepenuhnya kembali. Hanya potongan-potongan ingatan yang tidak tersusun dengan rapi. Jadi tidak bisa menyimpulkan dengan jelas. Apa saja yang terjadi di alam langit. Bahkan tidak ingat pernah bertemu dengan Lianhua sebelumnya.


"Aku? Eum ... aku sudah ingat sebelumnya. Tapi aku belum pernah melihatmu secara langsung. Tapi aku pernah mendengar tentangmu. Kau adalah orang kepercayaan Kaisar Langit. Seorang Dewa Perang yang gagah berani meski usianya masih muda."

__ADS_1


"Oh, begitu. Jadi kita memang belum pernah bertemu di alam langit. Baiklah, terima kasih telah menjawab keraguanku."


***


__ADS_2