Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Dua Api Feniks


__ADS_3

"Tunggu! Kau tidak boleh mendekati siluman itu. Sebaiknya kau berhati-hati karena ada iblis yang lebih kuat dariku." Huo Feng Huang mencegah Lianhua yang ingin menyelamatkan Meighui Yinxing.


"Tapi bagaimana dengannya? Dia sudah banyak membantuku selama ini. Aku harus menyelamatkannya, segera."


"Apakah kamu gadis bodoh? Lihatlah kekuatan iblis itu, Lianhua! Kau mungkin akan mati jika mendekat. Dia bahkan lebih kuat dariku. Apakah kamu mau membuatku bersalah pada ibumu?"


Mendengar perkataan Huo Feng Huang, Lianhua terdiam. Ia juga tidak bisa berbuat apapun untuk sekarang. Namun jika ada kesempatan, ia akan menolong siluman wanita yang selama ini menjaganya.


Shie Feng Hao telah menjadi seorang iblis yang sebenarnya. Ia sudah memangsa siluman maupun iblis lain. Ia juga telah membunuh banyak musuh yang merupakan dewa. Jelas kekuatannya meningkat sangat cepat karena menjalankan kultivasi jalan iblis.


"Kau bisa merasakannya, bukan? Kultivasinya sudah mencapai tiga belas ribu tahun. Apakah kamu mau menjadi makanannya? Kultivasimu sekarang tidak cukup menghadapinya."


"Iya, aku tahu. Lalu bagaimana caranya melawan? Aku tidak bisa diam saja, melihat nyonya Yin mengalami rasa sakit itu." Meskipun telah dikhianati oleh siluman itu, masih saja gadis itu tetap ingin menolong.


Jiwa seorang tabib tidak bisa membiarkan orang yang dalam keadaan buruk. Ia memastikan tidak ada yang mengalami kematian di depannya. Meski itu seorang iblis sekalipun. Walaupun ia bisa membalas perbuatan jahat terhadapnya. Namun tidak sampai membunuhnya.


Melukai orang yang berbuat jahat itu wajar. Itu hanya memberi rasa kapok bagi pelaku kejahatan. Tidak serta merta menghakimi sesuatu yang bukan ranahnya menghakimi kejahatan orang lain. Mungkin akan lain halnya jika orang yang disakiti adalah orang terdekatnya. Tidak ada yang tahu pasti dengan sifat manusia.


"Bagaimana jika kamu datang dan melawanku?" tantang Shie Feng Hao pada Huo Feng Huang. Dengan senyum senang, ia memasang kuda-kuda. Bersiap kapan saja, jika lawan menyerangnya.


"Tidak perlu kau minta, aku akan membunuhmu!" Huo Feng Huang melesat dengan cepat memberikan pukulan. Api membara di tangan Huo Feng Huang.


Sementara Shie Feng Hao mengeluarkan kekuatan besarnya. Tubuhnya dipenuhi dengan aura api membara. Tingkat kepanasan api di tubuhnya mampu membakar sekeliling.

__ADS_1


"Hari ini adalah hari paling sejarah karena pertarungan antara dua feniks legendaris." Shie Feng Hao tersenyum lebar melayani tinju Huo Feng Huang. Ia masih menahan setengah serangannya untuk nanti.


Sementara Huo Feng Huang menggunakan tinju api sekuat tenaganya. Benturan tinjuan keduanya membuat bumi bergetar. Serangan itu menimbulkan gelombang kejut yang maha dahsyat. Hingga membuat seluruh hewan kecil berlarian. Burung-burung beterbangan menjauh dari pertarungan.


Huo Feng Huang terpental ke belakang setelah tinjunya dapat dipentalkan oleh Shie Feng Hao. Lianhua yang melihat pertarungan juga merasakan kekuatan mereka bukanlah main-main. Bahkan mereka bisa saja menghancurkan gunung besar jika mau.


Aura panas menyebar ke seluruh penjuru. Pohon-pohon yang berada di sekitar terbakar sampai hangus. Api membara membakar restoran yang berisi orang-orang yang mengalami keracunan.


"Ohh, kau cukup hebat bisa menahan setengah seranganku. Tapi aku masih mau main-main denganmu, siapapun dirimu. Jangan kecewakan bangsa Dewa Feniks." Shie Feng Hao menyerang Huo Feng Huang dengan pukulannya.


Huo Feng Huang menghindari serangan. Berikutnya ia membalas pukulan itu dari arah samping. Namun dari arah samping tidak dapat membuat iblis berwajah merah bergeming. Bahkan serangan itu tidak berarti apa-apa baginya.


Keduanya terbang dan memiliki sayap api. Saling menyerang dengan pedang api dan tombak api. Daya tahan Huo Feng Huang semakin menipis karena melawan iblis yang lebih kuat darinya. Sementara lawannya masih tersenyum meski beberapa kali sengaja membiarkan pedang Huo Feng Huang menggoresnya.


Akibat perkataan Shie Feng Hao, membuat Huo Feng Huang kesal. Mulai mengaktifkan formasi untuk melindungi dirinya sendiri. Kobaran api yang membentuk lingkaran di depannya. Lalu muncul pedang berukuran besar yang siap menebas lawan.


"Kau cukup hebat juga, mampu memakai formasi seperti itu. Namun kau tidak akan menang melawanku. Formasi Feniks Api! Hancurkan!"


Feniks terbentuk dari api yang dikeluarkan Shie Feng Hao. Selanjutnya muncul beberapa burung Feniks yang berukuran lebih kecil. Terbang melesat ke arah Huo Feng Huang.


Huo Feng Huang menebas Feniks Api yang menyerangnya. Ia menghancurkan hingga membuatya lelah. Karena tekanan aura yang menekan kekuatannya, membuatnya tidak bisa mengeluarkannya dengan maksimal.


Pedang besar yang dikeluarkan Huo Feng Huang membuat kawanan Feniks api hancur. Namun daya tahan pedang api tidak bertahan lama. Baru menghancurkan setengah dari mereka, pedang api hancur dengan perlahan.

__ADS_1


"Hahaha! Ternyata pedang apimu tidak bisa bertahan lama. Kurasa kau akan mati! Seranglah, Feniks Api Iblis Merah!" Shie Feng Hao menggerakan tangannya untuk mengendalikan kawanan feniks api.


Kawanan feniks api menyerang dengan ganas dan hancur di depan Huo Feng Huang. Pria itu terlempar ke belakang setelah menerima ledakan beruntun. Dan dari arah depan, Feniks api berukuran paling besar pun menuju ke arahnya.


"Sial! Kenapa harus seperti ini?" Huo Feng Huang menghindari serangan dengan terbang ke belakang lalu ke atas. Namun ledakan feniks api yang tidak mengenalinya namun masih merasakan efeknya.


Kembali Huo Feng Huang terlempar jauh ke belakang. Membuatnya muntah darah setelah mengalami luka dalam. Api Feniks lawan bisa membuatnya kewalahan.


Sementara Lianhua sejak tadi sibuk memadamkan api. Ia menyiram dengan air yang keluar dari telapak tangannya. Dari arah atas, ia juga menambahkan elemen tanah untuk menutup atap restoran. Gabungan air dan tanah, membuat lumpur yang memadamkan dan mendinginkan api dengan cepat.


"Akhirnya bisa memadamkan api. Kenapa api mereka terasa sangat panas? Bahkan tidak bisa membuat perlindungan es." Lianhua merasa pusing karena merasa kepanasan.


Saat ini ia belum mendapatkan kelopak bunga lotus yang memiliki elemen api. Karena kurangnya waktu melatih dan kekurangan kekuatannya. Apalagi efek dari latihannya yang membuat dirinya merasa nafsu lapar yang membludak.


"Eh, apa yang terjadi dengannya?" Lianhua melihat Huo Feng Huang terlempar dan mengalami muntah darah.


Lianhua masih merasa Huo Feng Huang masih bisa bertarung. Sebaliknya, ia mendekati Meighui Yinxing yang belum sempat ia dekati karena adanya kedua api feniks yang membakar seluruh tempat.


"Nyonya, apa kau baik-baik saja?" Lianhua mendekati Meighui Yinxing yang sudah hampir mendekati kematian. Membuat gadis itu merasa khawatir.


"Li-lian ... Hua ... to-long ... kau bisa meno-longku, kan?" Dengan suara lirih, Meighui Yinxing yang sudah mengalami penuaan dan kulitnya yang keriput, ia sudah seperti wanita tua yang tinggal tulang dan kulit. Tubuhnya kurus, rambutnya putih dan rapuh.


"Kau jangan khawatir, aku akan memberikan kultivasiku untuk menyelamatkanmu." Lianhua memberikan kultivasinya untuk menyelamatkan Meighui Yinxing. Meski ia tidak bisa langsung membuat siluman wanita itu sembuh.

__ADS_1


***


__ADS_2