
"Kau tidak perlu khawatir, Lianhua. Bukankah itu adalah sebuah istana? Bangunan yang paling tinggi dan memiliki tembok yang sebesar itu, mustahil jika itu bukan istana. Itu adalah bangunan tertinggi di sini."
Lianhua melihat apa yang ditunjuk oleh Huo Feng Huang. Ia baru mengerti apa yang dipikirkan pria itu memang ada benarnya. Jika saja tidak ada orang sepertinya, tidak mungkin bisa sampai ke tempat tujuan.
"Kau mungkin benar Feng Huang," ucap Lianhua lirih.
"Apa kau bilang? Ini mungkin pertama kalinya kau menyebut namaku." Huo Feng Huang melirik gadis di belakangnya. Ia bahkan lupa Lianhua menyebut namanya dulu. Namun ia merasa Lianhua tidak pernah memanggil dengan nama sebelumnya.
"Apa yang membuatmu begitu? Bukannya itu namamu? Coba kau copot kumis palsu dan kulit palsumu. Suaramu saja aku mengenalinya. Apakah ibuku akan membohongiku?"
"Yah, ternyata ketahuan juga prnyamaranku. Aku tidak akan bisa menyamar di depanmu." Huo Feng Huang membuka penyamarannya. Ia memperlihatkan wajahnya yang tampan pada Lianhua.
Melihat wajah tampan Huo Feng Huang, membuat Lianhua melihatnya tanpa berkedip. Ia sudah lama tidak bertemu tapi ia merasa lega karena dipertemukan kembali. Hanya kabar ibunya yang ia tidak tahu. Bagaimana pria itu bertemu dengan ibunya, Lianhua harus bertanya lebih jauh.
Di belakang tidak ada keluhan apapun tapi Meighui Yinxing berpikiran tentang jalan yang diambil di depan. Ia khawatir orang di depan tidak tahu arah istana ke mana. Namun ia ingat, mereka juga orang-orang ibukota. Sudah pasti tahu mana arah yang benar. Kekhawatirannya pun sirna ketika melihat di depan ada gerbang besar.
"Apakah sudah sampai ke istana? Apa Lianhua bisa mengatasinya? Semoga saja gadis bodoh itu bisa melakukannya." Begitu Meighui Yinxing berkata dengan lirih. Ia melihat-lihat melalui lubang di kereta.
Mereka bisa masuk ke dalam dengan pemeriksaan ketat oleh penjaga. Sebelum masuk, dilakukan pemeriksaan barang-barang yang dibawa. Mereka memeriksa isi di dalamnya satu persatu tanpa ada yang terlewatkan.
Hingga pada akhirnya mereka memeriksa kereta terakhir dan melihat dua pemuda yang terkenal di kota Jiangsu. Tentu saja melihat kedua pemuda itu, mereka memberi hormat.
__ADS_1
"Tuan muda An Xiang dan tuan muda Lian Fen, mengapa berada di sini? Apakah kalian dipaksa melakukan ini? Kalau begitu, kami akan menangkap mereka."
"Tidak usah! Kalian tugasnya hanya membiarkan kami lewat. Bukannya ini adalah hal yang baik jika saya berada di sini? Jadi akan menarik banyak orang untuk datang."
"Ohh, jadi ini adalah rencana dari Tuan muda An Xiang. Kalau begitu, silahkan masuk. Tapi biarlah saya yang membawa kudanya, Tuan Muda Lian." Penjaga itu bermaksud mengambil alih kereta kuda dari tangan Lian Fen.
"Tidak perlu. Saya bisa membawanya sendiri. Bukankah kalian harus memeriksa ini? Saya tidak punya banyak waktu. Maka cepatlah."
Karena mereka adalah putra-putra dari orang penting, membuat penjaga istana memberikan akses masuk dengan segera. Mereka membiarkan masuk tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut.
"Kita tidak perlu memeriksa lagi. Lagian di depan tidak ada yang mencurigakan. Apalagi di sini ada kedua tuan muda di sini. Jadi silahkan masuk ke istana," pungkas prajurit penjaga.
Tanpa ada halangan lagi, mereka tidak akan diperiksa lagi. Setelah mengetahui sosok kedua pemuda di belakang. Tentu saja Meighui Yinxing dan Lianhua tahu mereka adalah dua orang penting. Jadi tidak kaget setelah semua diungkap. Meski belum tahu siapa mereka. Yang jelas ada hubungannya dengan istana.
Semua bahan obat nantinya juga akan diperiksa oleh tim peneliti bahan obat-obatan. Sehingga tidak sembarang obat yang bisa masuk. Salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya. Maka dari itu, penjagaan bahan obat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Tidak asal menerima bahan obat yang dikirim.
"Tuan dan Nona, silahkan bawa bahan obatnya ke gudang. Mari ikuti saya dari belakang. Dan nanti akan diperiksa kembali oleh pakar obat. Apakah ini bisa digunakan atau tidak. Setelah terkonfirmasi, kami akan mengirim biaya pengiriman dan pembelian obat ke kediaman Nyonya Yin."
"Terima kasih, Tuan," balas Lianhua pada orang yang menunjukan jalan. "Ayo kita jalan lagi," perintahnya pada Huo Feng Huang.
Huo Feng Huang langsung saja mengemudikan kereta kudanya menuju ke gudang seperti yang ditunjuk oleh prajurit penjaga. Mereka tiba di gudang dan orang-orang menurunkan barang-barang itu. Temasuk Huo Feng Huang yang membawa masuk obat-obatan ke dalam.
__ADS_1
Kereta yang di belakang tidak mau kalah. Mereka mengeluarkan semua bahan obat yang sudah dibawa. Termasuk An Xiang dan Lian Fen yang membawa obat-obatan ke dalam. Mereka berusaha membawa obat-obatan yang berat dengan susah payah.
"Kalian tidak bisa membawa obat-obatan ini? Padahal ini hanya sedikit saja yang harus dibawa," ucap Lianhua yang membawa kotak obat besar dengan kedua tangannya.
Mereka merasa malu sebagai seorang pria karena tenaga mereka kalah dari seorang wanita. Namun tidak bagi Meighui Yinxing. Meski ia bisa membawa mereka seorang diri, ia menemui penjaga yang bertugas di pintu masuk.
Meighui Yinxing masih saja membuat orang-orang menyerahkan energi kehidupannya untuknya. Dengan menyerap secara langsung udara di sekitarnya. Dengan aroma bunga mawar yang keluar dari tubuh wanita itu, menghisap sedikit demi sedikit energi kehidupan mereka.
Dengan penglihatan dewa, Huo Feng Huang dan Lianhua bisa melihat apa yang terjadi dengan Meighui Yinxing. Keduanya bisa melihat bentuk energi kehidupan mereka. Bahkan itu lebih banyak dari sebelumnya.
"Lianhua, apakah siluman itu selalu melakukan ini semua? Aku tidak bisa membiarkan dia seperti ini terus. Haruskah aku membunuh siluman itu?" Huo Feng Huang menanyakan pendapat pada Lianhua. Berharap mendapat jawaban seperti yang ia pikirkan.
"Aku tidak tahu. Tapi orang itu sangat baik padaku. Selama ini dia menjagaku dari orang-orang jahat. Mungkin ini belum saatnya kamu membunuh dia. Kita harus punya alasan untuk melakukan itu."
"Baiklah, Lianhua. Aku akan memiliki alasannya nanti. Namun aku bukan orang sabar menunggu. Dia benar-benar siluman yang harus dibasmi."
An Xiang dan Lian Fen mendengar pembicaraan Lianhua dan Huo Feng Huang. Meski tidak paham dengan apa yang dibicarakan. Mereka yang penasaran mendekati kedua orang itu.
"Nona Lianhua, sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan dengan pria tua ini? Apa yang harus dibunuh? Mana ada siluman di sini?" tanya An Xiang.
Lian Fen lewat di depan mereka dan memilih untuk tidak bertanya. Namun memasang telinganya untuk mendengar penjelasan Lianhua. Ia juga berharap bisa tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
__ADS_1
"Membunuh siapa? Kurasa kau tidak mendengar dengan jelas. Kita tidak bisa membunuh siluman manapun. Bagaimanapun juga, kita hanyalah manusia biasa," sahut Lianhua mengelak dari pertanyaan An Xiang.
***