
"Baru saja kucari keberadammu. Ternyata ada di sini. Dan untuk apa kamu datang kemari?" Tiba-tiba Meighui Yinxing berada di belakang Lianhua.
Karena wanita itu menyadari tidak adanya gadis yang bersamanya. Membuatnya melacak dan menemukannya di tempat yang jauh. Padahal sebentar lagi hampir tiba saatnya berangkat. Sementara itu, Lianhua sedang meminum obat yang diraciknya.
"Ehh, emm ... maaf. Mungkin karena sisa makanan tinggal sedikit, aku hanya bisa mencari makanan sendiri. Dan kebetulan saya menemukan beberapa untuk menghangatkan tubuh."
Selain untuk mengobati diare, secang juga digunakan untuk menghangatkan tubuh. Dengan ditambah jahe dan rempah-rempah lainnya, membuatnya menjadi obat serbaguna. Bukan hanya untuk obat saja, ia juga bisa gunakan untuk kesehatan.
"Benarkah? Wah, kalau begitu, bolehkah saya mencobanya?" pinta Meighui Yinxing penasaran. Ia tidak menaruh curiga terhadap Lianhua yang bisa saja membohonginya.
"Bisa. Tapi yang ini sudah hampir habis saya minum. Dan ini sudah menjadi bekas saya," elak Lianhua. Ia sebenarnya mau menghabiskan sendiri obatnya. Dengan begitu, ia lebih cepat sembuh dari diarenya.
"Tidak masalah ... bisakah kamu memasaknya lagi, untukku?" Agar tahu Lianhua tidak berbohong, ia pun meminta gadis itu untuk memasaknya lagi. Ia juga melihat beberapa bahan yang masih tersisa.
Lianhua pun kembali menyalakan kayu bakarnya dengan korek. Setelah itu, ia segera mencuci wadah dari tanah liat yang berukuran kecil. Namun pas untuk merebus obatnya. Untuk merebusnya kembali, ia tidak menggunakan elemen anginnya. Sehingga akan memakan waktu lebih lama. Ia juga mengambil air dari akar pohon yang menghasilkan air di hutan tersebut. Meski kandungan air itu tidak sehat dan tidak cocok untuk penderita diare.
Tapi Lianhua memang memasak untuk Meighui Yinxing. Sehingga tidak terpengaruh apapun pada wanita siluman bunga mawar tersebut. Wanita itu memperhatikan bagaimana Lianhua merebus obatnya dengan waktu yang lama. Setelah itu, Lianhua mengangkat dan mengipasinya dengan daun.
"Kenapa kamu kipasi ini dengan daun? Apakah ini belum selesai?" tanya Meighui Yinxing. Dia melihatnya begitu santai, menyilangkan tangannya di dada.
__ADS_1
"Sebenarnya ini sudah selesai. Hanya saja, masih panas. Jadi untuk mendinginkannya, harus menggunakan kipas. Kita tidak bisa mendinginkan dengan cara ditiup. Karena udara yang keluar dari mulut, mengeluarkan senyawa yang membahayakan tubuh."
Penjelasan Lianhua tidak berguna bagi Meighui Yinxing. Karena dirinya tidak memerlukan teori seperti itu. Ia hanya bisa merasakan manfaatnya jika meminumnya secara langsung. Karena tidak ingin menunggu lama, ia meminta rebusan obatnya dan diminum dalam keadaan panas.
"Hooohhh ... ini rasanya cukup pedas. Sepertinya memang bisa menghangatkan tubuh. Sekarang kita harus kembali pada rombongan. Ini sudah hampir siang. Tapi belum juga berangkat. Kita akan istirahat kembali ketika hari menjelang malam."
Meighui Yinxing membawa Lianhua seperti layaknya kucing. Dibawa terbang menuju tempat yang lebih dekat dengan rombongan. Karena tidak ingin menunjukan kekuatannya pada orang lain, membuatnya menyimpan kembali kekuatannya. Bahkan tidak ada yang bisa mengukur basis kultivasinya. Kecuali orang yang benar-benar mampu dan berpotensi. Namun khusus untuk para siluman bawahannya, sengaja tidak ia perlihatkan kekuatannya.
"Nyonya, anda ke mana saja? Kita sudah siap berangkat dari tadi. Apakah kita bisa berangkat sekarang?" Siluman yang mengawal keberangkatan meminta persetujuan nyoya Yin. Dengan begitu, ia bisa melanjutkan perjalanan mereka.
"Kita berangkat sekarang," pungkas Meighui Yinxing.
Saat sudah diberi perintah untuk meneruskan perjalanan, mereka mulai berangkat. Kereta kuda sudah disiapkan untuk Lianhua dan Meighui Yinxing. Sementara bawahan dan kuli angkut jalan kaki. Karena mereka semua bekerja mengendalikan kereta kuda yang membawa bahan obat-obatan.
"Setelah menempuh perjalanan jauh, kamu bisa makan sepuasnya. Mungkin kamu belum pernah mencoba makanan di ibukota, bukan?"
Meighui Yinxing berbicara dengan Lianhua, seakan berbicara dengan putrinya sendiri. Sayang dia seorang siluman yang tidak menikah dan tidak pernah terlibat hubungan asmara dengan siluman lain. Karena ia pernah dikhianati oleh seorang manusia yang telah membawanya ke dalam kehancuran hati. Sehingga ia tidak ingin mengingat atau mendengar cerita cinta pasangan romantis.
***
__ADS_1
"Aakhh!" jerit Huo Feng Huang kesakitan. Saat ini ia sudah berjalan cukup lama dan menderita. Setelah mendapatkan Mustika Naga Kuno, tubuhnya berubah menjadi biru kehitaman. Ia juga memiliki dua tanduk dan wajahnya yang berubah buruk. Rasa sakit yang luar biasa sudah tak tertahankan.
Kekuatannya memang bertambah secara drastis. Bahkan untuk membunuh siluman yang datang padanya, hanya dengan satu pukulan saja. Tapi efeknya ia merasa kesakitan. Rupanya itu akibat kekuatan Mustika Naga Kuno yang merasuk dalam tubuhnya. Apalagi sekarang ia masih belum mendapatkan jiwa-jiwanya kembali. Sehingga masih belum dapat menggunakan kekuatan secara maksimal.
"Aku harus segera mendapatkan roh jiwaku kembali. Dengan begitu, kultivasiku akan cukup untuk mengendalikan kekuatan ini. Shhh! Ini cukup menyakitkan ... huaaa!"
Wajah Feng Huang kembali menjadi wajah manusia. Namun itu hanya sementara saja. Wajahnya kembali berubah warna dan memiliki rambut yang biru memanjang. Tubuhnya hampir saja berubah menjadi makhluk menyeramkan. Namun ia bersikeras untuk mengendalikan kekuatan barunya.
"Tidak disangka, gas beracun ini sudah menghilang. Aku bertanya-tanya, siapa yang berhasil menghilangkan gas beracun ini. Ternyata hanya makhluk rendahan yang terlihat lemah. Hehh, sayang sekali kawan. Mungkin nasibmu saja yang buruk."
Sesosok makhluk tinggi besar. Tingginya mencapai lima kali lipat dari manusia. Dia adalah siluman bertubuh besar dan memiliki kekuatan besar. Mampu menghancurkan batu besar dengan pelukannya. Ia juga pernah menghancurkan satu desa dan memakan penduduk desa tersebut. Sehingga siluman raksasa itu kenyang dan puas. Namun ia masih menginginkan kekuatan lebih. Saat mendengar adanya gas beracun yang di dalamnya ada benda berharga, membuatnya datang dan melihat.
Sayang sekali, benda yang diinginkan oleh banyak siluman, telah berada dalam tubuh Huo Feng Huang. Feng Huang sendiri juga tidak tahu apa yang ada dalam inti gas beracun itu. Namun sekarang sudah memiliki kekuatan tak terduga itu.
"Jika ingin mati, majulah!" tanyang Feng Huang dengan tatapan remeh. Saat ini ia sudah kembali ke bentuk biasa. Namun selang beberapa saat, ia kembali berubah menjadi makhluk berwarna biru. Seperti seekor naga kuno yang keberadaannya dirahasiakan dunia. Bahkan tidak ada yang tahu di mana naga kuno berada.
Tanpa ragu, siluman raksasa itu menunjukkan tinjunya. Membuat batu di depannya hancur. Karena Feng Huang mengelak. Namun serangan berikutnya, siluman besar itu langsung lemas. Tubuhnya dibuat seperti mainan besar yang tidak berguna.
Feng Huang memukul dengan kecepatan tinggi. Tangan mengeluarkan cakar hitam yang panjang. Sekali serang, membuat luka menganga di tubuh siluman raksasa. Bahkan luka itu sangat dalam dan mematikan.
__ADS_1
"Aaakkkhhh! A-pa yang kau la-ku-kan denganku?" Tidak percaya tubuhnya telah terpotong menjadi dua bagian. Seketika tubuh atasnya terjatuh ke tanah dengan lelehan darah yang mengalir deras.
***