Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Belajar Bordir


__ADS_3

"Ahh!" jerit Lianhua ketika tertusuk jarum. Saat ini ia sedang berada di kereta kuda.


"Yooo ... sudah ku bilang untuk berhati-hati. Bukankah kamu ingin belajar bordir? Seharusnya pelan-pelan saja." Meighui Yinxing menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan luka Lianhua.


"Terima kasih ..." ucap Lianhua. Ia sebenarnya merasa khawatir karena tiba-tiba memikirkan Huo Feng Huang. Entah apa yang terjadi terhadapnya. Namun perasaannya mulai tidak enak.


"Apa ada yang kamu pikirkan? Yoo, biar ku tebak. Pasti kau memikirkan tuan Lin, bukan?" tebak nyonya Yin. Bukan tak mau melihat pikiran Lianhua, ia merasa ada sesuatu yang menghalanginya untuk melihat pikiran gadis itu.


Bukan sekali dua kali Meighui Yinxing ingin melihat isi pikiran Lianhua. Namun ia tidak pernah berhasil dan selalu saja ia merasakan pusing setelah mencoba. Ada sesuatu yang tidak tahu itu apa, tapi ia sama sekali tidak dapat melihat.


Karena melihat sikapnya yang polos, siluman wanita itu tentu percaya, Lianhua memang sudah sifatnya seperti itu. Seperti gadis polos yang tidak bisa menyembunyikan sesuatu darinya. Namun ada sesuatu yang membuat penasaran, bagaimana is bisa berhubungan dengan pria yang sekuat Huo Feng Huang.


"Lianhua, jangan malu-malu mengatakannya. Katakan dengan jujur, apa kamu merindukan tuan Lin? Sebenarnya apa yang sudah ia lakukan padamu? Apakah dia memiliki ilmu sepertiku?"


"Tidak. Dia bukan seorang siluman sepertimu. Yang jelas, dia baik padaku. Penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Tidak mungkin menyakitiku." Sambil membayangkan Hua Tianzhi, Lianhua malah membayangkan Huo Feng Huang. Namun ia kembali sadar, ia tidak perlu khawatir dengan semuanya.


Sudah sepantasnya Huo Feng Huang mencari kekuatannya kembali. Untuk bisa melakukan apa yang ingin dilakukan. Seperti halnya dirinya yang ingin mengingat masa lalunya di alam langit. Sebagai seorang Dewi Bunga Lotus, ia memiliki banyak yang ingin diingat. Seperti teman-teman yang ada di sana dan bagaimana mereka memperlakukannya. Namun meski berulang kali mencoba, ia tidak bisa mengingat semuanya.


"Haihihi ... kalau dia bukan siluman, mengapa dia bisa membuatmu jatuh cinta padanya?" Penasaran Meighui Yinxing terhadap Lianhua. Ia merespon dengan tawa khasnya yang dibuat-buat.


"Tidak ... aku tidak jatuh cinta padanya. Aku hanya menghormati dia sebagai orang yang memang pantas aku hormati," kata Lianhua meyakinkan dirinya.


Tentu saja seorang anak akan menghormati ibunya. Meski harus menganggapnya sebagai seorang pria. Seharusnya seorang pria juga harus dihormati sebagaimana seorang wanita.

__ADS_1


"Hari ini sepertinya akan turun hujan. Kita harus segera mencari tempat berteduh." Meighui Yinxing membuka jendela dan melihat ke sekeliling, memanggil bawahannya dengan cara melambaikan tangannya.


"Apa yang anda perintahkan, Nyonya?" tanya bawahan nyonya Yin dengan hormat.


"Sepertinya akan turun hujan hari ini. Kau carilah penginapan di kota. Bukankah kita akan segera sampai di kota berikutnya sesaat lagi?"


"Baik, Nyonya. Hamba mohon pamit." Setelah menerima perintah, ia pun mengajak salah seorang rekannya untuk mengikutinya. "Kita akan mencari penginapan terdekat di kota itu. Sebaiknya kita cepat sebelum hujan."


"Baiklah ... kita bisa segera temukan penginapan di kota itu. Kau ke kiri, aku ke kanan." Setelah mendengar perintah dari nyonya Yin, ia pun segera menuruti perintah.


Kedua siluman itu pun berpisah untuk mencari tempat yang sesuai untuk Lianhua dan nyonya Yin. Masuk ke dalam kota dengan qinggong kecepatan tinggi. Naik ke atap rumah dan berlari di atasnya.


Meighui Yinxing tersenyum tipis melihat Lianhua yang sedang membuat bordir. Gadis itu terlihat sudah menguasai dengan cepat. Hanya butuh setengah hari, sudah menguasainya. Bahkan sudah bisa melakukannya tanpa melihat.


"Kau sudah menguasai teknik bordir ini? Ah yaoio ... ini sudah sangat cantik. Mungkin kau akan menjadi pembordir yang hebat jika tetap berada di rumah bordir Xiangshou kami."


"Tidak, Nyonya Yin. Bukankah kau sudah berjanji, kau akan membiarkanku untuk bersaksi tuan Lin? Mungkin tuan Lin sekarang sedang memikirkan cara untuk bekerja sama denganmu. Setelah kerja sama ini berjalan dengan baik, kita akan tahu nanti."


"Ahhh, heehhhh ...." Meighui Yinxing menghembuskan nafas berat. Inilah masanya untuk membuat keputusan akhir. Ia hanya membutuhkan manusia-manusia itu untuk menyerahkan energi kehidupannya.


Meski ia bisa mendapatkan banyak di sekitar. Tapi tanpa adanya hubungan, tidak ada alasan untuk memberikan arak buatannya. Ia tidak mungkin bertindak ceroboh dan mendatangkan pemburu siluman kalau secara terang-terangan mengambil energi kehidupan manusia.


Satu hal yang membuat siluman wanita itu bertahan, karena selalu menghindari pemburu siluman. Meski pemburu siluman tidak akan mampu mengalahkannya jika hanya ada satu atau dua. Tapi kebiasaan pemburu siluman akan bertindak beramai-ramai jika menghadapi siluman dengan kultivasi di atas seratus tahun.

__ADS_1


Jika semua tahu, kultivasi Meighui Yinxing mencapai dua ribu tahun, maka yang terjadi adalah sayangnya dewa. Dewa juga sangat dihindari oleh wanita siluman mawar. Ia juga harus menyembunyikan bawahan yang ia butuhkan untuk membantunya. Jika tidak ada mereka, maka usaha yang selama ini ia tekuni akan berakhir.


Sesampainya di kota, dua siluman yang tidak menunjukan kekuatan aslinya pun melapor kepada nyonya Yin. Dengan mendatangi kereta kuda yang masih berjalan.


"Nyonya, di sisi timur saya menemukan penginapan dengan pelayanan yang baik. Hanya saja, di sana ada siluman yang sedang mengamuk."


"Nyonya, di sisi barat saya menemukan penginapan dengan tampilan sederhana. Tapi di sana aman dan tidak ada tanda-tanda siluman yang mengamuk."


Meighui Yinxing berpikir sejenak lalu melihat ke arah Lianhua. "Sebaiknya kita ke arah barat. Kita harus menghindari pertarungan yang tidak perlu. Kalian tunjukan jalannya."


"Baiklah ... kami mohon undur diri." Setelah pamit, ia menyuruh semuanya untuk mengikutinya. "Semuanya! Ikuti saya dari belakang?"


Perjalanan menuju ke ibukota harus ditunda karena sisa makanan yang sudah tidak memadai. Sementara Lianhua masih belum berani berbicara. Lebih baik jika ia diam saja. Tidak ingin membuat orang mencurigainya karena banyaknya ia makan.


Hari semakin sore dan rintik hujan telah jatuh ke bumi. Sementara pikiran Lianhua tertuju pada Huo Feng Huang. Ia khawatir dengan apa yang dilakukan oleh pria penyelamatnya. Mungkin mereka akan bertemu kembali ketika pria itu sudah semakin kuat. Ia sendiri juga harus lebih kuat dari sebelumnya. Tidak tahu malam ini bisa berlatih Kitab Dewi Lotus atau tidak. Yang pasti dia akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan tingkat pertama.


Kusir mengendarai kudanya dengan baik. Membawa mereka ke sebuah penginapan yang besar dan sederhana. Tempat itu memang terlihat sepi karena jalannya yang rusak. Tidak banyak kedai dan toko yang berjualan. Karena sebagian besar sudah pergi dari tempat tersebut.


"Di sini tempatnya sepi dan tidak banyak hal mencurigakan. Sementara ini, kita akan menginap di penginapan ini. Bukankah kau tidak masalah jika menginap di tempat sederhana ini?"


"Tidak masalah, Nyonya. Di manapun aku bisa tidur. Meski di dalam air sekalipun." Ucapannya bukan hanya bualan semata. Karena ia adalah wujud Dewi Bunga Lotus, ia bahkan bisa tidur mengapung di atas air.


***

__ADS_1


__ADS_2