
"Yihahaha! Hanya ini yang dibanggakan dari Ratu Dewi Burung Merak? Ah, kurasa hanya pantas disebut burung cacat sekarang." Dumo Wang melesat dengan cepat menuju ke arah Jin Kongque.
"Inikah jawaban dari seorang Ratu Iblis? Kalau hanya seperti ini, hanya akan memperlakukan dirimu sendiri." Jin Kongque tersenyum lebar dan mengibaskan kipasnya.
Jarum-jarum beracun dari kipas Jin Kongque melesat ke arah Dumo Wang. Seketika itu juga, ratu iblis berubah menjadi serangga kecil. Ternyata itu bukan tubuh asli Dumo Wang yang mendekat ke arah Jin Kongque.
"Sialan!" kesal Jin Kongque. Karena serangga-serangga itu bisa menyerupai Dumo Wang, membuatnya khawatir dan ketakutan. "Matilah kau!"
"Yihahaha! Serang dia, anak-anakku." Dumo Wang melambaikan tangannya di belakang serangga-serangganya. Setelah mendapatkan kesempatan, ia tidak akan menyiapkannya.
Sementara di luar formasi, Long Kongque dan lainnya harus menghadapi serangga-serangga raksasa. Ia terbang dengan sayap yang keluar dari punggungnya. Karena dialah yang tidak terkena efek racun. Jadi masih memiliki banyak kekuatan.
"Sialan ini!" Long Kongque menahan serangan serangga api yang terus menyemburkan api padanya. "Rasakan ini!"
Long Kongque menggunakan kipasnya yang terbuat dari bulu-bulu merak yang dapat menahan serangan api. Ini berbeda dari milik Jin Kongque yang mampu menyerap racun. Milik Long Kongque memiliki tipe menyerap api dan air. Jadi tidak masalah ketika yang dihadapi adalah serangga yang berukuran besar.
Zhou Tianhuang juga harus menghadapi serangan serangga beracun. Kali ini ia harus bertarung setelah puluhan ribu tahun hanya hidup dengan santai dan memerintah. Namun saat ini harus bertarung untuk melindungi dirinya sendiri.
"Dumo Wang sialan! Beraninya dia memperlakukan alam langit seperti ini. Ingin rasanya aku membunuhmu dengan keji!" Zhou Tianhuang telah menetapkan hatinya untuk membalas perbuatan pemberontak seperti Dumo Wang.
"Kau hanyalah Kaisar bodoh saja, Zhou Tianhuang. Yihahaha! Hanyalah dewa kecil yang beruntung karena murid kesayangan Kaisar Langit sebelumnya. Jangan sok berkuasa di depanku."
__ADS_1
Suara Dumo Wang keluar dari serangga yang menyerangnya. Ternyata serangga-serangga itu selain bisa dikendalikan oleh Dumo Wang, juga merupakan boneka yang memiliki penglihatan bahkan bisa berbicara sesuai dengan isi hati pemiliknya.
Sementara Dumo Wang sendiri masih menyerang Jin Kongque yang cukup hebat. Adegan saling membalas serangan terjadi di dalam formasi yang diciptakan oleh Jin Kongque sendiri. Namun formasi miliknya tidak mudah dihancurkan bahkan olehnya sendiri. Bisa jadi, formasi buatannya seperti pedang bermata dua. Yang bisa saja berbalik menyerang dirinya sendiri jika kultivasinya lebih rendah.
Dumo Wang sendiri menyembunyikan kultivasinya selama ini. Bahkan Kaisar Langit yang digadang-gadang sebagai dewa paling kuat di seluruh alam semesta, nyatanya tidak mampu melihatnya dengan pasti. Namun masih tetap berada dibawahnya.
Meskipun jumlah serangga raksasa tidak lebih banyak dari para dewa dewi, tetap tidak bisa dikalahkan sampai sekarang. Bahkan banyak dewa dan dewi yang sudah meregang nyawa akibat perbuatan serangga beracun.
Teriakan keputusasaan para dewa-dewi yang mengalami luka berat, membuat kekhawatiran bagi Zhou Tianhuang. Ia tidak bisa membiarkan semua bawahannya mengalami kejadian seperti ini lagi. Kehancuran alam langit bisa membuatnya frustasi dan kesal. Namun kekesalannya tidak ada artinya jika ia hanya berpangku tangan. Inilah saat dirinya kembali menggunakan kekuatannya untuk mengusir atau mengurung Dumo Wang yang memberontak.
"Yang Mulia ... tolong hamba. Akhhh panass!" jerit seorang dewa yang tubuhnya terbakar dan hampir gosong. Selain gosong, racun yang ia hirup juga membuatnya semakin lemah. Membuatnya tumbang dan meminta pertolongan.
Sebagai seorang Kaisar Langit, Zhou Tianhuang tidak mengharapkan kekuasaan lagi. Karena ia sudah memiliki segalanya dalam genggaman. Namun ia juga memiliki banyak kekurangam dibandingkan Kaisar Langit terdahulu. Namun tanggung jawabnya sangat besar untuk kelangsungan hidup tiga alam.
Tombak Langit yang dikeluarkan oleh Zhou Tianhuang adalah sebuah artefak kuno yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Bahkan konon bisa menggetarkan alam langit dengan ayunan tombaknya.
"Hiiiyyaaa! Ke-lu-ar-lah!" Zhou Tianhuang berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh bagian tombaknya dengan sekuat tenaga. "Keluarlah cepat! Aku membutuhkanmu saat ini!"
Sebelum tombak itu keluar dari dahi Zhou Tianhuang, serangan dari serangga menuju ke arahnya. Kali ini adalah sebuah serangan langsung dengan tanduk dan cakarnya. Namun Kaisar Langit menyadari ada serangan yang ditujukan padanya. Ia melompat dan tetap fokus untuk mengeluarkan tombak yang sangat kuat.
"Tombak Penghancur Semesta, datanglah!" Begitu Zhou Tianhuang mengatakan itu, petir menyambar dengan suara menggelegar. Kekuatannya bahkan membuat tekanan yang luar biasa di alam langit.
__ADS_1
Aura yang dipancarkan membuat seluruh makhluk di alam semesta merasakannya. Itu adalah Tombak Penghancur Semesta. Yang dengan satu gerakan saja, mampu menghancurkan semesta jika pemiliknya memiliki kultivasi tinggi.
Bahkan dengan kekuatan Tombak Penghancur Semesta, membuat serangga-serangga itu sulit terbang. Sebenarnya tidak semua serangga terbang. Hanya saja yang bisa terbang yang mendominasi sejak awal. Ada juga serangga melata yang gerakannya cepat dalam menghancurkan kultivasi lawan.
"Kalian hanya serangga yang tidak dibutuhkan di alam langit. Matilah kalian semua." Mata Zhou Tianhuang bersinar emas. Tubuhnya pun memancarkan aura emas yang membuat para dewa dan serangga tidak bisa menahan tekanannya. Mereka dipaksa untuk berlutut di hadapan sang Kaisar Langit.
"Apa ini? Kenapa dengan tubuhku? Kenapa auranya sampai ke sini? Akhh!" Dumo Wang tidak bisa bergerak lagi. Tubuhnya berlutut sendirinya dan menjatuhkan seluruh serangga miliknya yang terbang.
"Kaisar Langit sudah bertindak. Akhirnya kau akan segera musnah, hahaha. Sebentar lagi efek formasi ini akan melemah. Kau juga tidak bisa lari dari sini." Jin Kongque meskipun juga dipaksa untuk tunduk, ia merasa bangga. Karena ia masih selamat dari serangan Dumo Wang.
Dumo Wang merasa ketakutan ketika akhir hidupnya terancam. Bahkan serangga-serangga miliknya telah ditebas oleh Kaisar Langit. Awalnya Zhou Tianhuang merasa ragu untuk mengeluarkan senjata terakhirnya. Namun ia tidak tahan dengan penderitaan para dewa. Ini membuat hatinya hancur tercabik-cabik, ketika melihat ketidakberdayaan para dewa.
"Hari ini terimalah hukumanmu. Long Kongque, serahkan Guci Kehampaan padaku. Iblis sepertinya memang pantasnya dihukum."
"Yang Mulia." Long Kongque mengadahkan Guci Kehampaan pada Kaisar Langit. Ia juga menerima tekanan yang sangat kuat. Sehingga ia tidak mampu berjalan. Ia hanya mengadahkan ke atas sebisanya.
Guci Kehampaan terbang ke arah Zhou Tianhuang. Kaisar Langit itu pun merapalkan sebuah mantra untuk mengaktifkan Guci Kehampaan tersebut. Satu tangan memegang Tombak Penghancur Semesta dan satu tangan lagi mengendalikan Guci Kehampaan.
"Kau mau masuk sendiri atau mau kubunuh sekarang juga, Ratu Iblis sialan." Zhou Tianhuang tiba-tiba sudah ada di depan Dumo Wang. Ia meletakan Guci Kehampaan di bawah kakinya atau di depan wajah Dumo Wang yang berlutut. Bahkan ia hampir bersujud karena tekanan begitu hebat.
"A-a-aku ... ampuunn. Ampun Yang Mulia. Hamba mengaku salah." Namun kata-kata Dumo Wang tidak berguna di hadapan Kaisar Langit. Ia masuk ke dalam Guci Kehampaan tanpa ia inginkan. Karena tubuhnya bergerak sendiri untuk masuk ke dalamnya.
__ADS_1
***