
"Hari ini tidak dapat menyembunyikan semuanya. Namun dapat menghindarkan dia dari petaka langit. Itu sudah cukup untukmu. Kau harus memiliki hidup yang baik meski di alam fana ini."
Seorang Dewa berpenampilan berwibawa. Dengan kumis tipis dan senyuman menawannya. Ia sedang duduk di atas kendaraan langit berupa bunga lotus. Saat ini ia sedang terluka dan tubuhnya dipenuhi darah. Namun masih saja tersenyum dengan senang.
"Aku tidak bisa melindungimu di alam langit. Tapi setidaknya bisa melindungimu di alam fana. Dan ku harap kau bisa bahagia dan berikan aku seorang cucu yang lucu. Hehehe."
Dewa itu pun terbang dengan kecepatan tinggi. Setelah tubuhnya terkena serangan petir, ia telah kehilangan banyak energi spiritual. Luka-luka yang dideritanya tidak sepadan dengan kebahagian jika melihat putri kesayangannya bahagia.
"Dasar bodoh!" Hua Tianzhi terbang dengan sebuah pedang di kakinya. "Demi putri dan calon menantimu, kau telah melakukan banyak hal."
"Huhuhu, istriku. Apa yang kau lakukan di sini? Ughh ... tidak apa-apa." Dewa itu tersenyum dan berusaha menyembunyikan rasa sakitnya. Namun tubuhnya sudah tidak kuat setelah menerima malapetaka tersebut. Apalagi menahan dua malapetaka yang diperuntukkan untuk Lianhua serta Huo Feng Huang.
Huaxia Nushen, seorang Dewa yang memiliki kekuatan spiritual tinggi. Dengan kultivasi dua puluh ribu tahunnya. Mampu memporak-porandakan alam langit jika mau. Untuk membalas perbuatan para dewa itu, ia tidak hanya tidak melakukannya, ia hanya bisa berada di bawah.
Hua Tianzhi menangkap suaminya yang telah ia cari-cari bertahun-tahun. Ia tahu selama ini suaminya telah menahan petaka langit yang ditunjukan pada Lianhua, sebelum petir turun ke arah Lianhua.
"Aku sudah menunggu saat ini. Selama ini kau pergi ke mana? Jika saja kekuatanmu tidak terkuras habis, mungkin aku tidak akan bertemu denganmu. Aku tidak bisa mengejar kecepatanmu."
"Aih ... kau masih saja seperti dulu. Aku tidak akan membiarkan putri kita menderita. Huh, jika saja aku tidak sedang menjalani reinkarnasi, mungkin bisa menyelamatkannya di alam langit. Tidak disangka, Kaisar bodoh itu–"
"Ssttt! Jangan berkata begitu. Kau mengatai ayahmu sendiri?" Hua Tianzhi memotong ucapan Huaxia Nushen. Ia tidak ingin kembali terlibat masalah dengan Kaisar Langit.
__ADS_1
Sebagai orang tua Lianhua, keduanya berkeinginan melindungi putri mereka. Namun mereka tidak memiliki kekuatan untuk itu. Mereka dulunya tidak dapat kembali ke alam langit karena harus mengalami reinkarnasi. Untuk memberi hukuman pada mereka yang telah melanggar larangan.
Mereka yang diam-diam menikah dan memiliki anak. Namun sebelum anak mereka lahir, Huaxia Nushen saat itu sedang bereinkarnasi menjadi manusia. Tujuan utama bereinkarnasi adalah untuk menjadi putra mahkota alam langit.
Hua Tianzhi yang mencintai manusia biasa yang merupakan reinkarnasi dari Huaxia Nushen, menjadikannya memiliki keturunan setengah abadi. Akibat dari tekanan dan diharuskan mendapat hukuman langit, Hua Tianzhi dipaksa melahirkan Lianhua yang baru memiliki jiwa dan belum membentuk tubuhnya. Sehingga menempati bentuk bunga lotus untuk membentuk tubuhnya.
Lianhua yang dalam bentuk bunga lotus, berkultivasi setiap harinya dengan menyerap energi spiritual. Hingga pada akhirnya berubah menjadi peri kecil dan menjadi seorang Dewi. Sayang sekali, ia juga mendapatkan tuduhan dari Dewi Merak Hijau. Sehingga membuatnya mendapat hukuman.
"Ini semua gara-gara Jin Konque dan putrinya. Mereka yang telah menghancurkan keluarga kita dan menjebak kita semua. Bahkan putri kita harus mengalami banyak penderitaan."
"Ughh ... aku adalah ayah yang tidak berguna. Juga suami yang tidak kompeten. Uhhukk ...." Huaxia Nushen batuk darah dan terjatuh di pangkuan Hua Tianzhi.
Petir yang memiliki kekuatan menghancurkan para Dewa, tidak bisa ditahan sembarangan. Bahkan menerima petir untuk sepasang Dewa-dewi.
"Selama ini kau tidak pernah menemui putrimu. Bagaimana jika kau menemuinya saat pernikahannya? Aku berharap kau datang pada saat itu."
Huaxia Nushen mengangguk setuju. Ia menatap Dewi yang berada di atasnya. Senyuman mengembang di bibirnya yang ternoda darah. Lalu ia memegang rambut Dewi Teratai tersebut. Ia telah memiliki seorang istri dan seorang putri yang telah menginjak usia pernikahan.
Untuk melihat pernikahan putrinya kelak, akan membuatnya lebih senang lagi. Mereka sudah tidak terhubung lagi dengan alam langit. Dan tidak berniat untuk kembali ke dalam dunia yang penuh dengan para dewa munafik itu.
Di dunia manusia, meski tidak semua manusia adalah orang baik, setidaknya mereka tidak bisa mengancam nyawa. Lain halnya jika berada di alam langit, mereka tidak berdaya dan hanya menjadi bulan-bulanan mereka.
__ADS_1
Tuduhan di dunia fana, hanya bersifat sementara dan usia mereka tidaklah panjang. Maka musuh tidaklah abadi. Saat di alam langit, musuh-musuh mereka adalah makhluk abadi. Yang tidak akan bisa ditahan selama ratusan hingga ribuan tahun lamanya.
Dunia manusia memanglah kejam. Penuh dengan sandiwara dan kemunafikan. Namun mereka tidaklah abadi dan dianggap sebagai angin lewat. Alam langit adalah tempat yang megah dan memiliki banyak energi spiritual. Dan kultivasi dewa akan lebih cepat dari dunia manusia. Namun ada pengecualian untuk Lianhua dan Huo Feng Huang yang memang mendapatkan kekuatan tertentu untuk meningkatkan kultivasi.
"Hanya setelah semuanya selesai, kita akan mendapatkan kebebasan yang sebenarnya. Aku telah memutuskan untuk berhenti bereinkarnasi. Karena alam langit yang begitu kejam terhadap keluarga kita, mana mungkin aku mau melakukan hal bodoh ini?"
"Aku akan terus bersamamu, suamiku. Biarkan kita yang melakukan semuanya di balik layar. Putri kita harus bahagia di dunia fana selamanya."
"Yah, kita adalah orang tuanya. Dengan kekuatanku, aku tidak akan membiarkan para dewa dengan mudah masuk ke alam fana. Dengan formasi yang membuat dewa mengorbankan jutaan kultivasinya untuk melintas ke alam fana."
"Hahaha ... itu mungkin rencana mendatang. Sebagai istrimu, aku akan membantumu. Meski mengorbankan apapun yang ada."
"Sebagai orang tua, kita berkewajiban melindungi anak kita, bukan?" timpal Huaxia Nushen. Dewa itu masih berbaring di pangkuan sang istri. Berbaring dan melihat wajah cantik Hua Tianzhi yang membuatnya jatuh hati.
Mereka tertawa bersamaan. Bersama dengan air mata yang mengalir menetes ke belakang. Saat ini mereka berada di atas artefak langit yang memungkinkan mereka terbang dengan mengandalkan energi spiritual. Sebuah benda terbang berhentuk bunga lotus itu akan terbang secepat pengendaliannya.
Perlindungan orang tua adalah hak setiap anak yang lahir di dunia. Entah itu di alam fana, alam langit maupun alam roh. Mereka sama-sama memiliki hak perlindungan dari kedua orang tuanya. Tidak terkecuali Lianhua, memiliki perlindungan dari kedua orang tuanya.
"Kamu harus melihat, putri kita sedang merasakan apa itu jatuh cinta. Aku tidak menyangka, pilihanku tepat soal memilih menantu, hehehe." Hua Tianzhi tersenyum menatap ke bawah sana. Ia bisa melihat apa yang dilakukan Lianhua dan Huo Feng Huang dari ketinggian.
***
__ADS_1