Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Rencana Membunuh Lianhua


__ADS_3

'Nih anak bodoh banget. Sudah tahu pasti akan mati, masih saja percaya. Ya sudahlah, nanti dipikirkan lagi,' pikir Hua Mei Mei. Tersenyum licik menatap wajah polos Lianhua.


Karena tidak mengingat siapa yang ada di depannya, Lianhua mengikuti langkah ketiga perempuan yang mengajaknya ke bukit. Jarak bukit dengan kota memakan waktu yang cukup lama. Maka mereka harus menggunakan kereta untuk bisa sampai ke sana. Namun Hua Mei Mei adalah perempuan yang mempelajari bela diri. Mereka mampu berlari dengan cepat dan melompati dahan pohon.


"Kamu sangat lama kalau jalan kaki. Lebih baik jika kamu ikuti langkah kami. Harus seperti ini!" seru Shaoshang, memamerkan keahlian qinggongnya. Ia berlari cepat untuk bisa sampai ke tempat tujuan.


"Sial! Kenapa kamu suka ninggalin? Bagaimana si beban ini bisa menyusul kita?" protes Hua Mei Mei tak mau kalah. Ia menarik paksa Lianhua agar mengikutinya.


Terakhir kali, Hua Mei Mei menarik Lianhua sampai ketakutan. Sudah tahu sejak kecil memang tidak berlatih ilmu bela diri. Sehingga membuatnya lemah dan mengandalkan kekuatan kakinya untuk berjalan. Meski membutuhkan waktu yang lama, Hua Mei Mei dan teman-temannya tidak mau menunggu lagi.


Seringkali ketiganya merundung Lianhua di hutan. Namun mereka selalu mendapati gadis itu kembali dengan keadaan selamat beberapa hari kemudian. Bahkan tidak ada luka sedikitpun yang tertinggal. Terakhir kali mereka sudah sangat yakin kalau Lianhua sudah mati di jurang. Namun nyatanya masih hidup setelah jatuh dari jurang.


Jika orang memiliki bela diri yang tinggi, masuk akal jika bisa melarikan diri. Namun mereka melihat sendiri luka-luka di tubuh Lianhua sebelumnya. Dengan banyaknya luka di tubuh, mustahil bisa bertahan lama dan dapat kembali dengan selamat.


"Apakah kamu sudah bodoh, Lianhua? Setiap kali kami melakukan kejahatan padamu, selalu saja kamu selamat. Dan anehnya, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa sembuh secepat itu. Kamu sungguh merepotkanku!" Hua Mei Mei menyeret Lianhua dengan cepat dan ingin membuatnya ketakutan.


"Apa yang kamu katakan? Maaf kalau aku merepotkanmu. Tapi aku sudah lupa semuanya. Apapun akan aku lakukan setelah ibu ditemukan."


"Hua Tianzhi? Bukannya dia juga hilang tiga hari lalu? Mungkin sudah lelah mengurus gadis bodoh itu. Makanya kabur entah ke mana," cibir Shaoshang.

__ADS_1


"Apa? Aku tidak tahu kalau Hua Tianzhi hilang. Dasar ibu dan anak sama-sama menyusahkan. Andai saja ibu tidak mengasihi mereka, mungkin mereka sudah mati sejak dulu. Kalian benar-benar menjadi aib bagi keluarga Hua, yah."


"Kau terlambat mengetahuinya, Mei Mei. Lagian kita sudah tahu dua hari lalu. Katanya ada orang yang melihatnya pergi malam-malam pas hujan. Terus tidak kembali setelah itu," sahut Shaoshang.


Mendengar apa yang disampaikan Shaoshang, membuat Hua Mei Mei mengerutkan dahi. Selama ini ia tahu bagaimana Hua Tianzhi melindungi dan menyayangi Lianhua. Bahkan tidak membiarkan orang lain melakukan kejahatan pada putri tercintanya.


"Rumor itu sudah beredar di seluruh kota Chunfeng. Aku juga baru tahu, kalau kamu belum mengetahui berita ini, Hua Mei Mei. Sebaiknya kita percepat ke bukitnya. Biar urusan kita cepat selesai dan cepat pulang." Qionglin sangat bosan dengan pembicaraan. Namun ia memperhatikan Lianhua yang terlihat santai mengikuti langkah Hua Mei Mei.


Jika bukan praktisi bela diri, mustahil bisa mengikuti gerakan yang dilakukan dengan qinggong. Jika ditarik paksa seperti posisi Lianhua, maka orang itu akan ketakutan atau panik. Sebaliknya, wajah gadis itu tetap tak bergeming. Malah terlihat mengikuti gerakan Hua Mei Mei dengan santai.


Untuk orang yang tidak teliti seperti Hua Mei Mei dan Shaoshang, memang tidak akan menyadarinya. Namun berbeda halnya dengan Qionglin yang penglihatannya lebih dalam. Diantara mereka, Qionglin lah yang paling mengerti dan paling tahu bagaimana mengendalikan energi qi untuk berbagai keperluan. Namun tidak bisa mengikuti gerakan orang lain seperti yang dilakukan oleh Lianhua.


'Sudah kuduga. Mengapa ini bisa kebetulan seperti ini? Pengendalian qinggong Lianhua lebih dalam daripada kita semua. Bahkan bisa mensinkronkan gerakan Hua Mei Mei dengan baik. Dasar Hua Mei Mei dan Shaoshang yang bodoh, mereka pasti tidak sadar akan itu,' pikir Qionglin.


"Apa benar, kita bisa melakukan apa yang direncanakan? Mungkin dia tidak akan melawan kita. Tapi, kurasa kita sudah melakukan kesalahan sejak dahulu," tutur Qionglin.


"Hei, ada apa denganmu, Qionglin? Apakah kamu sudah memiliki perasaan pada gadis bodoh ini? Bukankah kita sudah sering melakukannya? Ayolah, pasti Lianhua tidak akan marah. Bukankah seperti itu, Saudari sepupu?"


"Saudari ... se-pu-pu?" Lianhua baru mendengar kalimat itu. "Apa kita adalah sepupuan?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Ah, lupakan semuanya. Kamu hanya membuatku frustasi. Hei, kita sudah sampai di tempat tujuan. Saatnya kita lakukan pembantaian! Kali ini kamu tidak bisa lolos, Lianhua!"


Hua Mei Mei berhenti karena sudah berada di bukit. Meski belum sampai di puncaknya, ia sudah tidak sabar melihat wajah Lianhua yang sekarat dan penuh luka. Pakaian yang dikenakan gadis itu juga terlihat mewah dan membuat Hua Mei Mei iri. Karena ibunya tidak pernah membelikan pakaian seindah itu. Karena konon, pakaian itu hanya dikenakan oleh para bangsawan.


Kain yang digunakan membuat pakaian Lianhua terbuat dari kain langka. Bahkan bagi keluarga Hua sekalipun tidak bisa mendapatkan kain tersebut. Karena selain harganya yang mahal, kelangkaannya juga hanya beberapa bangsawan yang memakainya.


"Kenapa setiap kali bertemu denganmu, selalu membuatku kesal? Aku ingin sekali membunuhmu saat ini juga, Lianhua." Hua Mei Mei mencekik leher Lianhua. Menatap dengan rasa benci dan amarah tak bisa dibendung.


"Kenapa? Kenapa kamu sangat benci padaku? Kalau aku punya salah, maafkan aku. Aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku. Tapi bisakah setelah kita menemukan ibu?"


"Kau tenang saja, Lianhua. Setelah aku membunuhmu sendiri dengan tanganku, kamu akan bertemu dengan ibumu di neraka."


"Apa kamu yakin, kali ini benar-benar mau membunuhnya, Mei Mei? Bukankah selama ini kamu mengatakan hal yang sama? Buktinya sampai sekarang dia masih hidup."


"Diam kamu, Shaoshang! Ini hanya akan menjadi urusanku dengannya. Kalian berjaga di sekitar! Pastikan tidak ada yang melihatku membunuh anak ini." Hua Mei Mei sudah dikuasai kemarahannya. Ia mengumpulkan energi di tangannya dan bersiap untuk membunuh targetnya.


"Apakah sebenci itu kamu padaku? Aku tidak bisa mengingat apapun karena kehilangan ingatanku. Aku bahkan tidak tahu siapa diriku sebenarnya. Kalau ada kesalahan di masa lalu, aku hanya meminta permohonan maaf darimu."


"Kau tidak perlu meminta maaf padanya, Lianhua. Apakah kamu tahu, dia hanya seorang pengecut yang dipenuhi rasa iri hati. Tidak bisa menerima kelebihan orang lain."

__ADS_1


Seorang pria tinggi tegap dan tampan muncul di belakang Lianhua. Membuat tiga gadis yang melihatnya terpesona. Tentunya mereka belum pernah melihat pria tampan itu sebelumnya. Namun tidak tahu, mengapa dia tahu Lianhua.


***


__ADS_2