Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kota Yucheng


__ADS_3

Mayat-mayat manusia berserakan di pantai dan di laut. Iblis Bencana pun telah tumbang setelah kematiannya. Tubuh yang sangat besar menjadi lebih kecil. Di dalam tubuh Iblis Bencana juga memiliki mustika yang kekuatannya cukup besar. Meski tidak sebesar kekuatan milik Naga Kuno.


"Ini akan menjadi perjalanan yang melelahkan. Aku sedang mencari roh jiwaku yang tersebar, belum juga menemukannya. Mengapa tidak ada tanda-tandanya?"


Meski kecewa karena belum menemukan roh-rohnya yang tersebar di tiga alam, Huo Feng Huang tetap akan mencarinya. Ia harus bergerak cepat sebelum diambil oleh orang lain untuk dijadikan sumber kekuatan.


Artefak Pencari Roh di tangannya juga tidak menunjukan adanya rohnya yang sedang ia cari. Ia mencoba membuat Artefak Pencari Roh memaksimalkan kinerjanya. Dengan memasukan energinya ke dalam artefak itu. Melihat benda itu bereaksi, membuatnya tersenyum senang.


"Ini benar-benar benda yang berguna. Butuh energi lebih untuk mengaktifkan benda sialan ini. Membuatku kehilangan banyak kekuatan."


Sebelum itu, Huo Feng Huang menyerap energi dari Mustika Iblis Bencana atau monster laut yang meresahkan. Dengan mencari tempat yang aman terlebih dahulu. Di sebuah bukit yang terjal dan tidak mungkin ada orang biasa datang. Karena ia sendiri juga terbang untuk menemukanya.


Efek kekuatan Mustika Iblis Bencana tidak sebesar Mustika Naga Kuno. Namun itu cukup membuatnya meningkatkan kultivasi. Saat ini ia sudah memiliki kultivasi lima ribu tahun. Itu sudah cukup cepat meningkat hanya dengan Mustika Naga Kuno dan Mustika Iblis Bencana. Jika saja ia mendapatkan seluruh rohnya yang tersebar, ia akan semakin kuat lagi.


"Efeknya tidak terlalu buruk seperti menyerap energi Mustika Naga Kuno. Tapi memang Mustika Iblis Bencana satu penuh. Tidak terbagi-bagi seperti milik Naga Kuno. Perbandingan mereka pun sangat jauh berbeda."


Setelah menyerap Mustika Iblis Bencana, Huo Feng Huang meneruskan perjalanan. Ia pun kembali terbang ke suatu tempat yang menunjukan keberadaan potongan rohnya. Dengan sayap api yang keluar dari punggungnya, lebih cepat ia menuju ke tempat itu.


Huo Feng Huang tiba di sebuah pemukiman. Ia sudah terbang jauh karena tidak melihat orang. Setelah melihat ada pemukiman, barulah ia turun untuk beristirahat.

__ADS_1


Mempelajari kehidupan manusia, sudah dilakukan oleh Huo Feng Huang sejak kabur dari hukuman langit. Ia sudah tahu bagaimana mereka hidup dan saling membutuhkan satu sama lain. Saat melihat seorang pria tua membawa barang-barang berat, ia pun bergegas menolong.


Tentang para penduduk yang mati di pantai, itu juga tidak sepenuhnya menjadi kesalahannya. Huo Feng Huang telah meninggalkan mereka karena ada pihak terkait, yang mengurus mereka. Ada banyak prajurit yang datang untuk menolong.


"Uhh, terima kasih, Anak muda. Kurasa kau bukan warga kota ini. Namun hati-hatilah, karena sekarang sedang ada perekrutan paksa prajurit perang. Jika tidak ingin menjadi prajurit perang, lebih baik segera tinggalkan kota ini."


"Tidak masalah. Hei orang tua, apakah di sini sering terjadi hal-hal yang tidak wajar? Misalnya ada makhluk pengganggu atau siluman. Atau kadang ada iblis dan sejenisnya?" tanya Huo Feng Huang.


"Ohh ... itu saya tidak bisa mengatakannya. Akan lebih baik jika kau tidak terlibat masalah kota ini. Sayangilah nyawamu ini dengan tidak menginjakan kaki di kota terkutuk ini."


Mendengar penuturan pria tua itu, membuat Huo Feng Huang yakin. Bahwa tempat itu memang ada yang tidak beres. Selain itu, Artefak Pencari Roh menunjukan rohnya berada di kota tersebut. Maka ia harus pergi dan mencarinya sendiri.


"Saya ucapkan terima kasih atas peringatannya, orang tua. Namun masih banyak urusan di kota ini. Karena ini menyangkut suatu hal yang tidak bisa kujelaskan. Kalau boleh tahu, apa nama kota ini?"


Pria tua itu menghentikan perkataannya. Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh. Karena tidak ingin Huo Feng Huang masuk ke dalam kota. Apalagi menjadi salah satu dari sekian banyaknya korban.


"Lalu, apa kau tidak mau meneruskan ceritamu? Kalau begitu, kurasa kau tidak perlu menjelaskan lagi." Huo Feng Huang telah memutuskan untuk tetap masuk ke dalam kota. Ia tidak mau berbelit-belit.


Setelah membawakan barang-barang orang tua itu, Huo Feng Huang memasuki gerbang. Namun dihadang oleh beberapa prajurit yang melihatnya dengan tatapan tajam. Bahkan setelahnya hanya meremehkannya.

__ADS_1


"Heh, mengapa ada orang-orang bodoh yang datang ke kota ini?" singgung prajurit seraya menatap Huo Feng Huang. "Selanjutnya!" teriaknya dengan lantang, membiarkan orang lewat gerbang tanpa memeriksa lebih jauh.


Jika ada pria muda yang masuk ke dalam kota, tidak perlu melakukan pemeriksaan. Karena mereka akan langsung dipersilakan. Tentu saja akan ada banyak prajurit yang menanti kedatangan calon prajurit itu sebagai bagian dari mereka. Yang artinya orang yang sudah siap untuk mati kapan saja.


Pandangan orang-orang di dalam kota tertuju pada Huo Feng Huang. Jelas mereka meremehkan pria yang baru datang itu dengan tatapannya. Kota yang dulunya disebut sebagai Kota Hujan itu, kini menjadi kota yang suram.


"Orang-orang ini, menatapku sebegitunya. Apakah aku memang salah memasuki kota ini?" gumam Huo Feng Huang. Namun ia tidak peduli dengan orang-orang itu.


"Silahkan kau menyombongkan diri sesaat saja, anak muda. Aku yakin kau akan menikmati kehidupanmu dengan baik di kota ini. Jadi jangan harap yang datang bisa pergi seenaknya." Seorang pria berbadan besar berkata dengan nada datar.


Sementara para wanita dan anak-anak hanya bisa menatap dengan rasa takut. Kota yang penuh dengan kesuraman dan penuh dengan hawa menakutkan, membuat setiap warganya menjadi seperti itu. Jelas itu bukan kota yang tertata rapi dengan sistem kepemimpinannya.


"Akan kucoba duluan!" Seorang pria membawa tombak langsung menyerang pria yang baru datang itu. Ia menyerang dari belakang dan ingin mengetes mental.


Seketika tombak itu hancur setelah mengenai tubuh Huo Feng Huang. Karena pria itu tidak menghindar sama sekali. Bahkan pria yang mengetesnya saja dibuat melongo. Apalagi orang-orang yang melihat kejadian itu, hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ternyata kekuatan pertahanan Iblis Bencana sangat menakjubkan. Apakah kau mencoba menakut-nakuti anak ayam dengan senjata mainanmu itu?" Huo Feng Huang menatap pria yang menyerangnya dari belakang.


"Ti-dak ... hei, kawan. Aku hanya becanda saja, hehehe. Jangan kau anggap aku serius denganmu. Lagian ini hanya masalah kecil." Pria itu langsung ciut ketika berhadapan dengan seseorang yang tidak kebal senjata itu.

__ADS_1


Bahkan semua orang yang melihatnya dibuat kaget dengan kehadiran dan kekuatan yang dimiliki oleh Huo Feng Huang. Namun tidak menutup kemungkinan, mereka mencurigainya dengan memakai pakaian pelindung di tubuhnya.


***


__ADS_2