Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Serangan Siluman Kelelawar


__ADS_3

"Wahh ... enak sekali masakanmu, Nona Hua. Masakan yang dimasak dengan rempah dan obat ini sungguh luar biasa. Seluruh tubuhku terasa sehat sekali." Li Ning


"Untunglah kalau suka. Kau bisa menikmatinya pelan-pelan. Malam ini mungkin kita akan melewatinya dengan tenang."


Li Ning menikmati makanan yang dimasak oleh Lianhua dengan perasaan bahagia. Juga tidak menyangka akan berteman baik dengan seseorang yang hebat. Sepanjang malam mereka membahas tentang obat-obatan herbal. Hingga mereka akhirnya memutuskan untuk tidur satu kamar.


"Apa kau yakin tidak apa-apa kamu membiarkan suamimu pergi ke bukit itu?" Setelah mengetahui Huo Feng Huang berada di bukit belakang, membuat Li Ning berpikir itu adalah hal yang tidak baik. Apalagi baru bangun setelah tidak sadarkan diri.


"Jangan khawatir. Kurasa kekuatannya sekarang sudah pulih setengahnya. Jadi tidak akan ada masalah dengannya saat ini. Eh, dia bukan suamiku."


Lianhua baru sadar kalau dirinya hampir tidak menyangka bahwa Huo Feng adalah suaminya. Namun ia tidak tahu isi dalam pikiran pria itu. Dan juga tidak tahu bagaimana perasaannya sendiri. Yang jelas, mereka telah melewati hidup dan mati bersama.


Melewati hidup dan mati bersama tidak berarti mereka adalah pasangan yang ditakdirkan. Tapi setidaknya mereka telah melewati hari-hari bersama ke depannya. Sebuah janji yang diucapkan seorang pria pada orang tua wanita yang ia jaga.


Huo Feng Huang yang telah berjanji pada Hua Tianzhi untuk menjaga Lianhua. Bukan hanya sebuah perkataan yang bukan tidak mungkin mengandung arti khusus. Pertemuan yang ditakdirkan bagai jembatan yang menghubungkan antara satu sisi sungai dengan sisi lainnya. Menjadikannya tempat menyeberang dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa harus melewati aliran sungai yang deras.


Bertanya tentang Hua Tianzhi, saat ini ia sudah tidak terdengar kabarnya. Lianhua juga tidak merasakan perasaan bahaya atas ibunya itu. Namun ia berharap masih bisa bertemu dengan keadaan sehat dan berkumpul lagi sebagai keluarga.


Tidak sebagai sesama Dewi. Melainkan sebagai manusia biasa yang menjalani kehidupan fana tapi memiliki jalan cerita yang membahagiakan. Memasak dan makan bersama. Mandi dan tidur dengan baik dan nyenyak di sebuah desa kecil. Beternak dan bertani dengan keringat sendiri. Mencari bahan obat-obatan herbal di hutan. Itu adalah kehidupan kecil yang diharapkan seorang gadis sederhana seperti Lianhua.

__ADS_1


Jika saja para dewa tidak mencari dirinya, mungkin itu akan menjadi sesuatu yang membahagiakan. Namun ingatan-ingatan kecil muncul dalam diri Lianhua. Bagaimana sikap dan perilaku dewa dewi sebenarnya.


'Mengapa aku mengingatnya? Ini adalah ingatanku saat di alam langit. Saat itu, Long Kongque–'


Lianhua bangun dari tempat tidur di samping Li Ning. Ia semalam terlalu lelah sampai membuatnya ketiduran. Seharusnya ia melakukan pekerjaan setiap pagi ketika berada di kota Chunfeng.


"Feng Huang belum pulang dari semalam? Apakah berhasil mengalahkan siluman itu?" Lianhua keluar dari kamar meninggalkan Li Ning yang masih tertidur dengan nyenyak.


Baru keluar dari kamar, ia merasakan ada yang terbang menuju ke arahnya. Langsung saja bergegas menuju ke halaman belakang. Di mana asal dari makhluk terbang tersebut. Dan benar saja, ada sesosok siluman kelelawar yang terbang dengan tidak wajar.


"Sepertinya sulit menghadapi siluman kelelawar ini. Sampai-sampai berhasil lolos darinya." Lianhua bahkan bukan hanya melihat satu siluman. "Ini terlalu banyak. Siapa yang sanggup menghadapi semuanya?"


Jumlah siluman kelelawar yang terbang menuju ke rumah Li Ning berjumlah puluhan. Itu adalah jumlah yang terlalu banyak mengingat bukit itu tidak seperti sarangnya. Karena ia merasakan hanya satu siluman yang ada di sana.


Sebelumnya tidak ada rasa khawatir terhadap Huo Feng Huang karena menganggap hanya harus menghadapi satu siluman. Tapi tidak disangka, akan menghadapi sampai puluhan seperti saat ini. Jumlahnya tidak diketahui dengan pasti. Namun Lianhua tahu, ini bukan karena Huo Feng Huang sengaja. Tentu saja kalau jumlahnya hanya puluhan, kemungkinan tidak akan datang sebanyak itu.


Lianhua yang sekarang dapat mengendalikan lima elemen dengan baik. Meski ia memerlukan banyak tenaga. Harus berakhir dengan makan sebanyak mungkin nantinya. Ia menyadari, untuk melakukan hal yang besar, butuh pengorbanan besar pula. Apalah hanya makan melebihi kapasitas manusia biasa.


Pertama, Lianhua membuat jaring dari elemen api. Meski tidak sepanas elemen api milik Huo Feng Huang, tetap dapat menghentikan mereka. Karena para siluman kelelawar umumnya takut dengan panas. Apalagi sayapnya yang tipis dan mudah hancur. Dengan terkena panas saja, dapat membakar atau menghancurkan sayapnya.

__ADS_1


Namun para siluman kelelawar dapat menghindari serangan. Mereka bukan memanfaatkan penglihatan karena cahaya matahari dapat membuat mata mereka perih dan tak dapat melihat. Dengan gelombang suara gemericik, mereka dapat mengentahui bahaya yang mendekat.


"Untungnya api bukanlah benda padat. Sehingga suara mereka tidak dapat memantulkan suara. Namun apiku bukanlah api untuk membunuh. Ini adalah api khusus untuk penyembuhan."


"Hahaha! Akhirnya kita sudah sampai di pemukiman. Orang itu tidak akan dapat mengejar kita saat ini. Ini hari yang bagus untuk membunuh manusia. Heh, aku merasakan ada manusia di sana!"


Salah satu dari pasukan siluman kelelawar memimpin dan bersiap untuk menyerang. Ia sudah berada paling depan untuk makan yang pertama.


"Ayo kita pergi dan santap dia bersama. Sepertinya seorang wanita muda dan dagingnya pasti empuk dan nikmat," timpal siluman kelelawar lain. Ia tetap mengikuti aturan tapi tidak ada aturan bahwa pemimpin dapat makan terlebih dahulu.


"Benarkah? Mungkin itu hanya ucapan dari pembohong besar. Bagaimana mungkin daging seorang gadis manusia rasanya enak?" tanya siluman Kelelawar lainnya lagi. Ia meragukan apa yang dikatakan oleh kedua siluman sebelumnya.


"Apa yang kau tahu? Katanya daging seorang gadis manusia, rasanya sangat enak dan membuat kita bertenaga. Hahaha! Siapa yang tidak mau memakannya?"


Terus saja mereka sudah semakin dekat. Namum mereka tidak menyadari adanya bahaya. Sementara Huo Feng Huang mengejar mereka dengan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki. Terbang rendah dengan sayap api yang hampir padam.


"Lihat saja, aku akan membunuh kalian sebelum menyerang penduduk kota. Kalian harus menerima hukuman dari rasa sakit yang kurasakan. Setidaknya formasi pemanggilan kalian sudah kuhancurkan semalam."


"Majulah! Para siluman ini harus ditangkap dan harus diapakan selanjutnya, yah?" Tak ada pilihan lain karena jumlah mereka terus bertambah banyak seiring berjalannya waktu. Lianhua dalam kondisi tidak baik dan tetap harus mengalahkan mereka semua. Meski ia lebih hebat, tetapi rasa pesimis mengalahkannya.

__ADS_1


"Saatnya kita makan makanan yang enak. Hei gadis, aku dah teman-temanku hanya ingin memakan dagingmu. Nanti kami akan kembalikan tulangmu dengan utuh, hahaha!"


***


__ADS_2