Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Ratu Iblis Vs Ratu Dewi Merak


__ADS_3

Serangga-serangga itu terus menyerang para dewa yang tidak bersenjata. Sebenarnya tidak sepenuhnya para dewa membutuhkan senjata dalam bertarung. Namun kondisi fisik mereka semakin melemah. Meskipun Zhou Tianhuang telah menyerap racun dengan Artefak


"Kenapa Kerang Penghisap Racun ini tidak berguna?" Zhou Tianhuang merasa kesal karena artefak di tangannya tidak berguna untuk menghisap semua racun.


Alih-alih menghisap keseluruhan racun yang ada di tubuhnya, daya hisapnya semakin melambat setiap waktu. Bahkan saat ini semakin lambat karena sudah menyerap terlalu banyak racun yang telah menyebar.


"Kita tidak bisa menghisap semua racunnya, Yang Mulia. Mungkin karena sudah digunakan beberapa kali. Dan kapasitasnya terbatas." Long Kongque berada di samping Kaisar Langit. Ia juga membawa beberapa obat yang sudah disiapkan.


"Kau adalah ketua kurator yang aku tunjuk. Adakah sesuatu yang bisa menolong kita semua?" Kaisar Langit berharap bisa mendapatkan obatnya. Karena ia sudah tidak bisa berbuat apapun lagi. Jika terus seperti ini, ia akan mengalami kemunduran kultivasi.


"Yang Mulia jangan khawatir. Hamba sudah memiliki obat ini. Yang Mulia minumlah obat yang dibuat oleh ibuku sendiri. Ibuku juga tidak kalah dari Dewi Hua Tianzhi."


Zhou Tianhuang tiba-tiba mengingat wanita itu. Ia sudah bersalah karena menghukum seorang dewi yang selalu berbuat baik di alam langit. Bahkan selalu berupaya untuk menolong dewa dan dewi lain yang memerlukan bantuan.


Karena ramalan dari dewa astronomi seribu tahun lalu, membuatnya harus dihukum dan dibuang ke alam manusia. Sampai sekarang tidak tahu bagaimana keadaan wanita itu. Dan sudah beberapa kali bereinkarnasi pun para dewa tidak ada yang tahu.


"Yang Mulia, ini obat yang harus Yang Mulia minum. Ibuku secara khusus membuat obat ini untuk menangkal semua racun. Meski tidak hebat, setidaknya ini bisa membuat Yang Mulia bisa tetap bertahan."


Zhou Tianhuang mengambil obat yang diberikan oleh Long Kongque. Setelah meminum obat pun ia merasa sehat kembali. Itu adalah obat agar racun tidak terlalu berpengaruh padanya.


Banyak dewa dan dewi yang berjatuhan karena racun dan serangan serangga. Bahkan serangga-serangga itu juga mengeluarkan banyak racun dari mulut. Ada juga yang menyengat dan membunuh banyak dewa di sekitar istana yang sudah runtuh.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa lolos dari hukuman langit. Kau akan mati di sini atau dikurung dengan Guci Kehampaan. Long Kongque, kau siapkan Guci Kehampaan untuk mengurung wanita beracun ini!"


Jin Kongque melihat ke arah putrinya untuk menyiapkan artefak langit yang seharusnya dibawa oleh Dewi Merak Hijau itu. Karena dengan begitu, alam langit bisa aman terkendali. Dengan mengurung Dumo Wang ke dalam Guci Kehampaan, akan membuat tenang. Jika dibawa begitu saja, bisa-bisa racunnya terus menyebar ke segala arah.


"Kurang ajar kau, Jin Kongque! Kamu dan anakmu harus mati di sini. Kumbang hitam, bunuh Dewi Merak Hijau!" perintah Dumo Wang.


Seketika kumbang besar berwarna hitam terbang ke arah Long Kongque. Ia menyerang dewi itu dengan semburan cairan beracun. Saat terkena cairan yang tersembur dari mulutnya, akan membuat meleleh. Long Kongque menghindar dan cairan itu mengenai lantai. Seketika lantai pun meleleh dan mengeluarkan asap beracun.


"Sialan! Ternyata dia masih mau menyerangku. Ini salahmu, Ibu. Kau sangat bodoh karena berkata seperti itu. Tidak kau beritahu, aku juga akan menggunakan ini," ucap Long Kongque dengan kesal.


"Kau jangan begitu dengan ibumu. Ini juga karena kamu begitu bodoh. Jadi kupikir kau tidak akan melakukannya. Apapapun yang terjadi, kau uruslah sendiri serangga itu. Melawan Dumo Wang biar ibu yang atasi."


Jin Kongque juga kesal karena tidak berpikir dengan cermat. Ia terlalu gegabah untuk mengatakan hal demikian. Ia hanya berniat memberi tekanan pada Dumo Wang dan tidak berpikir bisa mengendalikan serangga-serangga tersebut.


Jin Kongque mengibaskan kipasnya dan membuatnya lebih besar. Racun di tubuhnya bisa ia atasi untuk beberapa waktu. Namun ia tidak ingin mengambil resiko serangga-serangga itu mengenainya.


"Kau terlalu lemah, Jin Kongque. Kali ini kau akan memiliki sesuatu untuk ditangani. Rasakan saja penderitaanmu." Dumo Wang mengatur serangga-serangga itu dengan gerakan jarinya. Menyerang dengan segala arah.


"Hehh, seranganmu terlalu lemah, Dumo Wang. Dan terlalu cepat bagimu untuk merasa puas. Bukan kau saja yang bertambah kuat. Kau belum merasakan siksaan dariku, bukan?"


Jin Kongque memberi kejutan dengan serangan jarum beracun. Selain Dumo Wang, ia juga memiliki senjata beracun. Bahkan ia sangat senang karena bisa menyerap racun dari Ratu Iblis. Dengan bulu-bulunya ia menyerap racun yang dilepaskan oleh serangga-serangga tersebut.

__ADS_1


"Rupanya kau bisa menyerap racunku dengan hebat, yihahaha. Kau hanya bisa menghisap racun, bukan? Sekarang giliran kalian, serangga api!"


Serangga beracun kembali ke pemiliknya. Digantikan dengan serangga baru yang bisa menyerang dengan api. Dumo Wang berharap dengan serangan api, bulu-bulu yang digunakan Jin Kongque terbakar.


Benar saja, bulu-bulu yang melindungi Jin Kongque pun terbakar. Maka dengan cepat ia menghindari serangan. Ia menyimpan kembali perisai bulunya. Ia hanya mengandalkan kipas besarnya untuk mengembalikan serangan api tesebut.


"Kali ini kau tidak bisa lolos lagi, Jin Kongque, yihahaha!" Kembali Dumo Wang tertawa dengan lantang. Ia mengeluarkan beberapa jenis serangga secara acak.


Serangga-serangga yang dikeluarkan Dumo Wang terlalu kecil untuk bisa dilihat oleh Jin Kongque. Ia bahkan tidak bisa menebak, mana yang harus ia serap dan mana yang bisa ia hempasan kembali. Jika ia menghempaskan racun, racun akan menyebar ke seluruh ruangan. Jika ia menyerap api, bulu-bulunya akan terbakar.


"Kali ini kau tidak bisa melakukan apapun lagi, Jin Kongque! Yihahaha! Yihahaha!" Dumo Wang melesat ke depan dan melesakan pukulan ke arah Jin Kongque yang masih terlihat kebingungan. Ia tidak perlu menghindari serangan serangga miliknya karena tidak mungkin bisa mengenainya.


"Bodoh!" Jin Kongque menyebarkan asap putih yang bisa membuat penglihatan dan penciuman terganggu. "Kau hanya akan menyerang sesuatu yang tidak berguna."


Karena adanya asap yang membuat bingung, Dumo Wang sendiri yang terkena pukulan dari Jin Kongque. Meski ia sendiri juga tidak terkena serangan serangga, sebisa mungkin ia akan menghindari mereka.


"Ke mana kamu, Jin Kongque? Kau kurang ajar!" Dumo Wang mundur dan melihat ke sekeliling. Ia bahkan tidak bisa mengendalikan serangganya untuk menyerang Jin Kongque. Karena adanya asap yang mengepul itu.


"Baru tahu kamu, Dumo Wang? Aku sudah memiliki apa yang bisa menghentikan seranggamu. Kau hanya memiliki serangga seperti ini, hehh? Jika mampu, ayo bunuhlah aku, hahaha!" tantang Jin Kongque.


Ratu Iblis tampak tertekan karena tantangan dari ratu Dewi Merak. Namun ia masih memiliki banyak serangga. Hanya saja ia harus berusaha mencari jalan untuk menyerang.

__ADS_1


***


__ADS_2