
Mendengar Meighui Yinxing bertingkah, membuat Hua Shui kesal. Bagaimana tidak, itu sangat mengganggu telinganya. Manakala ingin ketenangan, yang ada hanya suara wanita paling menyebalkan di dunia.
"Hey, kau jangan sekali-kali berpikir macam-macam terhadapku. Sekali lagi jangan lakukan itu." Mimik wajah Meighui Yinxing berubah diimut-imutkan.
'Dasar wanita gila. Bagaimana mungkin ada orang seperti ini di tempatku?' pikir Hua Shui kesal.
"Ohhh ... begini saja. Bagaimana kalau kamu berikan saja seorang gadis padaku. Ini akan menjadi hal yang indah, yang kita nikmati bersama. Hohohoho ... aku tidak bisa membayangkan kalau kita seperti saudara kandung."
'Sungguh sial. Siapa juga yang ingin menjadi saudaramu? Jika bukan karena rumah bordirmu, mungkin aku tidak akan berurusan denganmu.'
Kekesalan semakin dalam, dalam hati Hua Shui. Ia sempat berpikir untuk membunuh wanita di hadapannya dengan tangannya sendiri. Namun ia sadar diri, akan menimbulkan malapetaka besar keluarga Hua. Wanita paling terkenal di kota Chunfeng itu memang bertingkah seperti itu sejak dahulu. Meski banyak rahasia yang tidak diketahui banyak orang.
"Jika kau ingin mengambil pelayanku, silahkan saja pilih sesukamu. Jika kau inginkan mayat yang diracuni, kurasa kau akan kecewa. Karena gadis itu sudah kami tangani. Racun itu sudah tidak berbahaya lagi."
"Kau jangan sekali-kali membodohiku, Hua Shui. Kalau cara halus tidak bisa dilakukan, maka hanya dengan cara ini." Meighui Yinxing tersenyum dan menyibakan selendangnya.
Aroma bunga mawar yang harum membuat ilusi yang indah bagi Hua Shui. Pemandangan indah, dengan banyak gambaran pria tampan dan menggoda. Membuat wanita itu tak bisa berkedip. Sebuah ilusi yang mampu menghipnotis korbannya dengan mudah.
"Hmmm ... Hua Shui, bagaimana dengan sekarang? Apakah kau bisa memberitahukan padaku, di mana gadis yang kamu maksud itu?" Dengan sekali menatap mata, siluman bunga mawar mentransfer ingatan korbannya.
Dengan menggunakan metode itu, membuat pekerjaan semakin mudah untuk dilakukan. Selain itu, ia bisa memperlakukan Hua Shui sebagai bonekanya. Tubuh Hua Shui memang terlihat baik jika dilihat secara langsung. Tapi jiwanya sedang dalam ruang dimensi lain yang disiapkan siluman mawar merah.
__ADS_1
"Kau tunjukan di mana gadis yang kamu maksud. Aku ingin tahu, perkataanmu benar atau tidak! perintah Meighui Yinxing pada Hua Shui.
"Baik. Kau ikutlah denganku. Akan kutunjukan di mana Shaoshang berada." Hua Shui menuruti perintah Meighui Yinxing. Dengan sifatnya seperti biasa, tidak akan membuat orang lain curiga kalau sedang dikendalikan.
Mereka keluar dari ruangan dan berjalan menuju kamar Shaoshang dirawat. Ketika menemui para pelayan, Hua Shui bertindak seperti biasa. Dengan sikapnya yang acuh tak acuh pada semuanya. Berbeda dengan wanita satunya yang murah senyum dan mengesankan. Membuat para pelayan merasa senang dengan kehadiran sang siluman bunga mawar.
Ketidakpuasan mengakibatkan tindakan lain yang lebih mudah. Jika tidak bisa melakukan dengan cara lembut, cara lain masih bisa digunakan. Seperti sekarang ini, mereka tiba di sebuah ruangan. Di sana terbaring seorang gadis muda yang terlelap. Ya, saat ini gados itu dalam keadaan baik. Sejak mendapat pertolongan pertama di hutan dekat bukit.
Melihat keadaan Shaoshang baik-baik saja, membuat Meighui Yinxing kecewa. Tidak mudah membuat racun yang sulit disembuhkan. Bahkan dewa sekalipun akan kesulitan untuk menyembuhkannya. Karena ia sendiri pun tidak bisa membuat penawar racun mayat itu.
'Benarkah gadis ini yang terkena racunnya? Lalu mengapa tidak melihat tanda-tanda keracunan? Padahal aku sendiri sudah memeriksa dan mencoba racun itu pada seseorang. Tidak mungkin racunnya dinetralisir begitu saja, kan?'
Dengan kultivasinya saat ini, Qionglin memiliki indra yang lebih peka. Ia juga merasakan ada sesuatu yang aneh dengan Hua Shui. Tidak seperti biasanya, kali ini aura yang dimiliki terasa asing dan bukan seperti dirinya. Berbeda dengan wanita di sebelahnya yang belum pernah ia temui secara langsung. Hanya melihat dari jauh dan diberitahu oleh Hua Mei Mei.
"Aku hanya melihat keadaan Shaoshang. Apakah dia baik-baik saja sekarang?" tanya Hua Shui yang masih dalam kendali Meighui Yinxing.
"Tidak masalah, Bibi. Dia hanya butuh istirahat saja. Kata Lianhua, dia akan sembuh jika melewati masa kritisnya. Sekarang keadaannya sudah lebih baik."
"Kalau begitu, biar aku yang memeriksa." Hua Shui mendekat dan memeriksa keadaan Shaoshang. Tentu saja dengan memeriksa langsung, Meighui Yinxing bisa tahu bagaimana keadaan Shaoshang menyeluruh.
'Sialan! Siapa yang bisa mengobati gadis ini? Ini benar-benar diluar dugaanku. Ternyata racun ini memang sudah dihilangkan sepenuhnya,' pikir Meighui Yinxing. Saat mengendalikan seseorang, tubuhnya terhubung dengan tubuh korbannya. Meski korban tidak begitu ahli tentang medis, berbeda dengannya yang sudah hidup lebih dari tiga ribu tahun.
__ADS_1
Tentu saja Hua Tianzhi tidak berekspresi apapun ketika mendengar nama Lianhua disebut. Itu adalah satu kesalahan besar Meighui Yinxing. Apalagi yang saat ini berada di sekitarnya adalah seorang gadis yang sangat peka dan bisa membaca situasi. Jika Hua Shui biasanya, akan terkejut ketika mendengar nama Lianhua disebut.
"Lianhua? Oh, orang seperti apa itu Lianhua?" Meighui Yinxing memeriksa ingatan Hua Shui dan menemukan jawabannya segera. Dan ia malah yang terkejut karena ternyata yang menyembuhkannya masih sangat muda.
Qionglin tidak mengatakan apapun tentang Lianhua karena takut pada Hua Shui. Karena ini adalah kediaman keluarga Hua, maka ia harus menghormati kepala keluarga. Sudah pasti wanita itu akan marah jika nama yang tabu itu disebut di depannya.
"Kurasa dia tidak apa-apa sekarang. Hanya biarkan dia beristirahat sudah cukup. Qionglin, kamu akan bibi beri tugas penting. Kau temani Nyonya Yin ke rumah Lianhua."
"Apa? Apa yang akan dilakukan pada Lianhua?" Qionglin merasa hal yang tidak baik akan terjadi. Terutama pada Lianhua yang telah menolong kedua temannya. Mendapat perintah seperti itu, membuatnya takut akan mencepakai gadis itu.
"Kau temani dan tunjukan saja pada nyonya Yin. Nanti biar dia yang akan mengurusnya." Hua Shui berkata dengan nada seperti biasanya. Terkesan acuh tak acuh pada orang lain.
Memang sulit membedakan apa yang berbeda dari wanita yang dikenalnya sejak ia kecil. Karena perbedaannya hanya pada aura yang berbeda. Dan juga ekspresinya saat disebut nama yang tabu untuk dikatakan.
"Nyonya Yin, kamu sudah bisa pergi sekarang, bukan? Aku akan serahkan keponakanku padamu untuk dirawat. Kurasa adikku tidak bisa merawat gadis itu lagi."
"Yoo ... dengan senang hati aku terima. Apakah gadis itu cantik? Kurasa dia bisa menjadi asisten pribadiku. Hei, Gadis manis, namamu Qionglin, bukan? Kita bisa berangkat sekarang? Biarkan temanmu dirawat oleh keluarga Hua. Dia akan aman di sini."
Antara menolak atau menyetujui perintah yang diberikan Hua Tianzhi, membuat Qionglin bimbang. Jika salah dalam pilihannya, bisa mengakibatkan bencana besar. Namun jika tepat pada pilihannya, mungkin akan mengubah nasib seseorang. Namun yang Qionglin tahu tentang wanita yang datang adalah pemilik rumah bordir, membuatnya khawatir tentang nasib Lianhua ke depannya.
***
__ADS_1